selasar-loader

Indonesia tahun 2030

Last Updated Mar 27, 2018

Bagaimana pendapat anda tentang adanya pidato salah satu tokoh Politik tentang bahaya yang mengintai Indonesia di tahun 2030?

3 answers

Sort by Date | Votes
Majid Siregar
Co-Founder Banana Pirates | Peserta Rumah Kepemimpinan #8

Sejak Pak Prabowo berpidato tentang kondisi Indonesia yang akan bubar tahun 2030 berdasarkan prediksi yang tertulis pada Novel Ghost Fleet. Masyarakat Indonesia pun banyak yang berkomentar atas penyataan itu. Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Meraka yang setuju lebih menjadikan pernyataan itu sebagai peringatan untuk berbenah dan merapatkan barisan dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang mengintai Republik ini. Karena bagaimanapun Novel Fiksi Ilmiah tersebut ditulis oleh Peter Warren Singer yang merupakan seorang peneliti politik dan perang asal Amerika Serikat. Hal itulah yang membuat sebagian masyarakat Indonesia cukup memperhitungkan isi novel tersebut. 

Mereka yang tidak setuju kebanyakan menganggap pernyataan Pak Prabowo hanya menyebarkan virus pesimistis dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dari mereka banyak yang menyodorkan prediksi  McKinsey bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dengan kekuatan ekonomi nomor 7 dunia untuk meyakinkan bahwa pernyataan Pak Prabowo tidak Ilmiah. 

Bagi saya, apapun prediksi tentang Indonesia di tahun 2030. Hal terbaik yang harus kita lakukan sebagai bangsa Indonesia adalah senantiasa berusaha agar Indonesia bisa terhindar dari perpecahan, korupsi, dan teralu tergantung dengan asing. Karena masa depan bisa kita pastikan dengan berusaha dengan baik sejak sekarang.

 


 

Answered Apr 1, 2018
Azzam Muhamad Hafidz
Tukang Belajar di mana aja | Rumah Kepemimpinan A8

Hemat saya mengenai indonesia Tahun 2030, khususnya apabila di kaitkan dengan salah satu pidato tokoh politik tentang bahaya yang mengintai indonesia adalah.. adalah saya setuju dengan pendapatnya Prof. Mahfud MD yang mengomentari tentang kepastian tahun 2030 nya adalah keliru, apalagi kalau hanya mengutip dari sebuah karya novel.

Tetapi, menanggapi sebuah berita atau suatu isu tertentu, tetap kita perlu mempertimbangkan nilai objektif dan moderat, paling tidak agar nantinya kita bisa fokus pada isu dan pembahasannya serta tetap waspada pada persiapan yang sifatnya kontrukstif untuk indonesia di 2030. apalagi kalo semua variabel nya di perhitungkan seperti bonus demografi, kebangkitan asia timur dengan tokoh utamanya China, pembangunan infrastruktur dsb.

Jadi tetaplah optimis dengan disertai nilai objektivitas dan moderat, agar kelak kita tidak terjebak dengan narasi - narasi saja, baik itu narasi positif, apalagi narasi negatif. Adanya Kerja nyata adalah sebuah keharusan yang tetap menjadi prioritas utama menuju perubahan yang lebih baik kepdepannya. kapanpun itu 2020, 2030 bahkan hingga kapanpun.

Answered May 4, 2018
Agaton Kenshanahan
Penstudi Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran

PUBLIK diramaikan oleh narasi Indonesia bubar tahun 2030. Narasi yang belum lama disebut pimpinan Partai Gerindra Prabowo Subianto bersifat kontroversial, meskipun sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam studi keamanan.

Kontroversial ditengarai narasi Indonesia bubar tahun 2030  didasarkan hanya dari ‘novel’ yang ditulis oleh ahli intelijen strategis luar negeri. Kuat disebut bahwa novel yang dimaksud adalah karya fiksi-ilmiah berjudul Ghost Fleet karya PW. Singer dan August Cole (2015).

Kata Prabowo, meskipun bentuknya novel, apa yang ditulis dalam novel tersebut merupakan sebuah tulisan skenario (scenario writing). Menurutnya, sejak Indonesia berdiri, banyak negara lain yang iri karena negeri ini kaya. Ketika kini ada yang menulis atau menskenariokan Indonesia bubar di tahun 2030, maka Prabowo mengingatkan perlunya bangsa Indonesia waspada akan narasi ini.

Bagi kalangan sipil-awam, narasi Prabowo mengutip sebuah novel bisa jadi dipersepsikan tidak memiliki landasan kuat. Novel, sejauh manapun ditulis untuk mendekati kenyataan, tetap saja merupakan karya fiksi.

Apalagi bubarnya Indonesia dalam novel tersebut bukan merupakan kisah utama yang ingin dituturkan penulisnya. Pada kenyataannya Ghost Fleet mengisahkan peperangan masa depan antara Amerika Serikat dan China, di mana negara Indonesia diproyeksikan sudah tidak ada, luluh lantak akibat Perang Timor Kedua.

Penulisnya, Singer bahkan melemparkan cuitan di Twitter bahwa pernyataan Prabowo mengutip isi bukunya adalah hal yang tak terduga dalam pengalaman menulis Ghost Fleet. Ia berbalas cuitan dengan Cole, membahas apakah buku mereka sebenarnya karya fiksi atau bukan. Singer menganggapinya dengan meminta Cole menanyakannya kepada Jenderal Prabowo.

Singkatnya, bagi awam Prabowo mengkhayal. Namun bagi para strategis militer dan penstudi keamanan, narasi ajuan Prabowo boleh jadi dianggap langkah memproyeksikan suatu isu sebagai potensi ancaman keamanan negara yang patut diwaspadai ke depan. Pemerintah Indonesia juga melakukan proyeksi ancaman ini, contohnya dengan membikin Buku Putih Pertahanan Indonesia.

Upaya Sekuritisasi

Dalam studi keamanan, yang dilakukan Prabowo dikenal sebagai upaya sekuritisasi. Istilah sekuritisasi mulanya diperkenalkan oleh Ole Waever dalam buku Security: A Framework for Analysis. Definisi dan kriteria dari sekuritisasi terdapat dalam pembentukan intersubjektif mengenai ancaman eksistensial dengan penonjolan (suatu isu) sehingga memiliki efek politik yang substantif (Buzan, et al., 1998).

Asumsi utamanya adalah setiap aktor yang hendak memulai langkah sekuritisasi (securitizing move) terlebih dahulu melakukan tindak tutur (speech act). Tindak tutur dalam sekuritisasi merupakan suatu langkah linguistik untuk mengkonstruksi suatu realitas sebagai isu keamanan dengan pernyataan-pernyataan.

Suatu aktor akan memulai tindak tutur dengan memberikan proposisi-proposisi mengapa suatu isu, dinamika, atau aktor tertentu dianggap sebagai ancaman. Tindak tutur ini memiliki tujuan agar audiens menerima dan memberikan persetujuan, bahwa suatu isu, dinamika, atau aktor tertentu merupakan ancaman. Ketika audiens telah setuju, maka sekuritisasi telah berhasil. Isu, dinamika, atau aktor tersebut telah terlabeli dan terkonstruksi sebagai ancaman yang perlu tindakan khusus dan prioritas lebih daripada isu lainnya.

Maka dari itu, proses sekuritisasi akan memberikan ruang lebih luas bagi isu-isu hirauan keamanan global. Jika secara tradisional militer dianggap sebagai ancaman eksistensial suatu negara, maka dalam sekuritisasi semua isu bisa dikonstruksi sebagai ancaman. Termasuk isu tulisan skenario Ghost Fleet yang mengatakan Indonesia bubar.

Dalam kasus yang kita bicarakan ini, Prabowo melakukan langkah sekuritisasi dengan memulai tindak tutur melemparkan narasi Indonesia bubar tahun 2030 mesti diwaspadai sebagai potensi ancaman. Maka dari itu tidak heran jika kemudian ia mengatakan, “Kalau nggak mau percaya, ya nggak apa-apa.” Karena dalam sekuritisasi, publik sebagai audiens merupakan penentu apakah isu yang dilemparkan Prabowo patut diwaspadai sebagai ancaman keamanan atau tidak.

Terlepas dari pro-kontra dan kontroversi yang melekat pada narasi Prabowo, sudah sepatutnya bangsa Indonesia waspada akan segala kemungkinan datangnya ancaman. Konstelasi sejumlah negara-negara Balkan dan Timur Tengah yang porak poranda akibat ancaman politik-keamanan menjadi fakta empirik bagaimana suatu negara bisa jadi bubar atau bertransformasi menjadi sesuatu yang lain. Kalau tidak waspada, bukan tidak mungkin Indonesia juga menjadi seperti itu.

***

Tulisan ini dimuat pertama kali di Harian Umum Pikiran Rakyat (19/4/2018) dengan judul "Prahara Indonesia Bubar".

Answered May 8, 2018

Question Overview


4 Followers
453 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Mungkinkah ASEAN memiliki pakta pertahanan regional?

Mungkinkah polisi diadukan karena tidak menanggapi pengaduan, Berapa lama prosedur penilaian pengaduan ini?

Seberapa sulit menjadi Tentara Nasional di Indonesia? Mengapa?

Hal spontan apa yang kamu lakukan ketika mengalami turbulensi parah di atas pesawat?

Mengapa banyak orang cenderung masih malas menggunakan sabuk pengaman?

Seberapa pentingkah sabuk pengaman ketika berkendara?

Mengapa keamanan itu penting?

Apakah hansip masih diperlukan saat ini?

Apa perbedaan hansip dan satpam?

Bagaimana caranya agar rumah tetap aman ketika sedang pergi dalam waktu lama?