selasar-loader

Mana yang lebih baik, anjing besar atau anjing kecil?

Last Updated Mar 16, 2018

Saya ingin memelihara anjing di rumah, tapi saya bingung menentukan harus memelihara anjing besar atau anjing kecil. Banyak orang bilang kalau anjing kecil cenderung lebih nakal daripada anjing besar sehingga anjing besar lebih mudah dipelihara. Benarkah demikian?

 

2 answers

Sort by Date | Votes
Selasar Informasi
Akun Selasar untuk Berbagi Informasi

Memiliki anjing peliharaan bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan, bahkan bisa juga bermanfaat bagi kesehatan. Dilansir dari Tempo.co, 29 September 2016, memiliki anjing bisa membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan trigliserida sehingga baik untuk kesehatan jantung secara keseluruhan dan mencegah serangan jantung.

Masalahnya, kita seringkali bingung memilih jenis anjing yang akan kita pelihara, bahkan bingung harus memelihara anjing besar atau kecil. Sebelum menentukan pilihan, baca dulu yuk fakta-fakta tentang anjing besar dan anjing kecil berikut ini!

Perbedaan anjing besar dan anjing kecil

Selain dari segi ukuran, anjing besar dan anjing kecil juga memiliki berbagai perbedaan lainnya. Seperti tersebut dalam www.petnyaku.com, berikut ini adalah lima perbedaan anjing besar dengan anjing kecil.

1. Rentang hidup

Dari sebuah studi yang melibatkan lebih dari 56.000 anjing dan 74 keturunan yang berbeda, ditemukan fakta bahwa harapan hidup anjing menurun sekitar satu bulan pada setiap kenaikan 4,4 pon berat badan. Berdasarkan fakta itu, anjing kecil memiliki kemungkinan hidup dua kali lebih lama daripada anjing besar. Ditambah lagi, perkembangan sel kanker juga lebih aktif terjadi pada anjing besar.

2. Porsi makan

Perbedaan ukuran tubuh tentu mempengaruhi porsi makan. Anjing besar membutuhkan lebih banyak kalori untuk menjaga berat badan mereka sehingga mereka juga membutuhkan porsi makan yang besar. Contohnya, bila anjing seukuran Great Dane membutuhkan porsi 14 cangkir makanan, maka anjing Chihuahua hanya butuh 1 bahkan setengah cangkir saja. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi biaya perawatan mereka sehari-hari.

XgxaK-mJ5elgkxP4WAHs02EEiClcK2jB.jpg

3. Frekuensi latihan

Sudah menjadi konsekuensi pemilik anjing besar untuk mengajak peliharaan mereka sering berlatih dan bermain. Hal itu disebabkan energi yang dimiliki oleh anjing besar cukup besar pula sesuai ukuran tubuhnya. Pada dasarnya, anjing besar tidak suka malas-malasan, kecuali pemeliharanya membiasakan mereka demikian. Namun, pembiasaan yang demikian itu bisa mengakibatkan anjing besar berisiko obesitas atau malah berperangai buruk.

4. Masalah perilaku

Tercatat banyak kenakalan anjing yang bersumber dari perilaku buruk anjing kecil. Mereka juga sedikit kasar dan lebih sulit diatur dibanding anjing besar. Jika memiliki memiliki anjing besar dan kecil di rumah, anjing besar cenderung sering mengalah. Anjing besar lebih cepat menangkap kepatuhan, meskipun anjing kecil pun bisa bersikap sama jika dilatih dengan baik.

Anjing kecil juga terkenal lebih agresif daripada anjing besar. Tersebut dalam www.bbc.com, keagresifan anjing kecil itu sering dikaitkan dengan “sindrom anjing kecil”. Sindrom tersebut setara dengan sindrom pada manusia, yaitu “Napoleon complex”, sindrom ketika seseorang yang bertubuh kecil berlagak “besar” dengan cara mendominasi orang lain. Namun, hubungan antara ukuran tubuh anjing dengan tingkat keagresifannya tidak berlaku mutlak. Ada kemungkinan keagresifan seekor anjing dipengaruhi oleh perilaku orang-orang terhadap anjing mereka, baik dalam cara memelihara maupun menafsirkan tindakan anjingnya.

ZiHjOJwqyTE6-fvShzjkIGpYqqOT6gpC.jpg

5. Masalah ketersediaan ruang

Sebagaimana ukuran tubuhnya yang besar, sang pemilik pun harus memberikan padanya ruang yang luas untuk bereksplorasi. Sempitnya ruang bisa membuat mereka depresi, sementara anjing kecil cukup bisa menikmati hidup di dalam rumah dengan gembira.

***

Selain mengetahui perbedaan mendasar antara anjing besar dan anjing kecil, kita juga perlu memperhatikan kondisi kita. Memelihara anjing tentu bukan hanya masalah selera. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum memutuskan akan memelihara anjing besar atau anjing kecil di rumah kita.

1. Besar kecilnya ruangan yang kita punya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anjing besar tentu memerlukan ruangan yang lebih besar pula. Jika kita memiliki ruang terbatas seperti ukuran rumah yang kecil atau tinggal di apartemen, mungkin anjing kecil bisa jadi pilihan terbaik. Tapi, jangan lupa kita juga harus hati-hati memilih jenis anjing kecil yang akan kita pelihara.

Dikutip dari www.petlogue.com, beberapa jenis anjing kecil tidak cocok untuk tinggal di rumah kecil atau apartemen karena karakternya yang hiperaktif sehingga membutuhkan tempat yang luas untuk bermain. Ada juga jenis anjing yang sering menggonggong sehingga bisa mengganggu tetangga. Hindari jenis anjing Pomeranian, Shih Tzu, Jack Russel Terrier, dan Dachshund. Anjing yang relatif pendiam, tidak membutuhkan banyak bermain dan ramah terhadap tetangga cocok untuk menjadi anjing indoor dan tinggal di rumah yang kecil atau apartemen. Bichon Frise, Cavalier King Charles Spaniel, dan French Bulldog bisa menjadi opsi terbaik.

2. Tujuan memelihara anjing

Kalau mencari anjing untuk dipelihara sekaligus menjaga rumah, anjing-anjing besar bertampang galak seperti German Shepherd dan Rottweiler bisa menjadi pilihan. Tapi jangan salah, ada juga anjing kecil yang bisa dijadikan anjing penjaga. Shar Pei, misalnya. Di negeri asalnya, China, ia sering digunakan sebagai anjing penjaga istana. Selain itu, ada juga anjing jenis Chow Chow yang sebenarnya masih bersaudara dengan serigala. Meskipun kalem, ia bisa menjadi galak kalau melihat sesuatu yang mencurigakan.

3. Masalah kesehatan

Meskipun memelihara anjing bisa berdampak baik bagi kesehatan kita, setiap anjing tetap memiliki risiko kesehatan sendiri, tergantung genetik dan gaya hidupnya. Anjing besar dan anjing kecil punya risiko kesehatan yang berbeda. Ras anjing kecil lebih berisiko terkena Patellar Luxation (bergesernya tempurung lutut), masalah pada pankreas, dan Ektropi (masalah pada kelopak mata).

Sementara itu, anjing besar memiliki risiko yang lebih besar mengalami bergesernya tulang panggul, siku, Panosteitis (radang pada tulang yang diakibatkan pertumbuhan tulang terlalu cepat), perut kembung, penyakit jantung, dan arthtritis. Karena itu, kita perlu menjaga gaya hidup anjing kita dengan makanan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan. Kita juga...(more)

Answered Mar 16, 2018
Juwita Purnamasari
Penyuka kucing; Make Up Artist; Hobi Belanja

“Ketika menyangkut anjing, semakin besar, semakin baik,” begitu kira-kira yang diucapkan Catherine Holecko ketika menulis mengenai alasan mengapa anak harus tumbuh bersama jenis anjing yang besar. Benarkah demikian? Tentu bukan tanpa alasan ia memiliki argumentasi berikut. Ini adalah alasan yang diungkapkannya mengapa ia lebih memilih anjing besar.

1.     Anjing besar lebih sabar

5XVF01gRAFv77atCmvipXsHsykjR9IBd.jpg

Ukuran yang besar, membuat anjing dengan ukuran ini mampu memberikan keamanan yang lebih kuat. "Banyak anjing besar cenderung merasa aman dalam posisi mereka sendiri di dunia - secara harfiah dan kiasan - dan mereka sering tidak merasa dipaksa untuk membuktikan diri kalau mereka adalah anjing yang kuat," kata Denise Flaim, seorang pencinta anjing, peternak dan penerbit Little Kids and Their Big Dogs. Tidak hanya itu, Flaim menambahkan bahwa "Jika mereka benar-benar menginginkannya, anjing-anjing besar bisa menjadi pengganggu yang sangat menakutkan. Tetapi mereka tidak melakukan itu hanya agar dihormati oleh yang lainnya.

2.     Tidak membutuhkan banyak olahraga

eIIPvJ0vDgj7DJx53aXqt-6gZjhefx4r.jpg

Banyak anjing besar dan ekstra besar, seperti Great Danes, dibiakkan untuk menjadi anjing penjaga, yang membutuhkan banyak duduk-duduk. Anjing yang lebih kecil, di sisi lain, mungkin terprogram untuk bergerak (banyak). "Ukuran tidak berkorelasi dengan tingkat energi. Saya memiliki dan membiakkan Rhodesia Ridgebacks, misalnya, dan selama mereka mendapatkan jalan panjang yang menyenangkan dan beberapa stimulasi mental di siang hari, kebanyakan anjing besar lebih senang untuk bersantai di rumah atau apartemen," kata Denise Flaim. Sedangkan memelihara anjing yang lebih kecil, mereka  membutuhkan lebih banyak latihan atau olahraga untuk membakar energi mereka. Pengecualian bagi anak anjing. Setiap anak anjing, tidak peduli jenis atau ukurannya, biasanya dalam apa yang disebut Flaim "tahap zoomy" sampai mencapai setidaknya 18 bulan hingga dua tahun, seharusnya tidak berolahraga karena rentan dengan risiko cedera.

3.     Anjing besar lebih lembut

WCZs1yyP0y6DfUC0MqkuA_8JhUdfHpsi.jpg

Anjing besar tidak serapuh anjing kecil dan mereka cenderung tidak keberatan menangani aktivitas bergerak yang banyak seperti yang dilakukan anak-anak. Namun itu tidak berarti orangtua atau pemilik anjing seenaknya memperlakukan anjing-anjing besar ini. Anak-anak tetap tidak boleh/ tidak diizinkan untuk menungganginya, menariknya dengan kasar, atau memperlakukan mereka dengan tidak hormat. Baik anak-anak maupun anjing, sama-sama perlu belajar bagaimana berinteraksi dan menghormati satu sama lain.

4.     Anjing besar lebih mudah dilatih

Kkl8GgwgTQ2n8gyP0zkxirTevzsS22LB.jpg

Apalagi jika kamu memelihara anjing besar ini sejak mereka masih anakan, mereka dapat dengan mudah belajar dengan cepat. Mereka cenderung memiliki perilaku yang lebih baik daripada  anjing kecil, mungkin ini juga diperngaruhi karena cara pemiliknya memperlakukan anjing besar. Mengajarkan tata krama dan pelatihan yang baik adalah penting untuk semua anjing, tidak peduli apa ukurannya. Contohnya, jika pudel bermain dengan mainan atau melompat ke atas tamumu, tentu dianggap hal yang lucu, berbeda dengan anjing besar yang tidak mungkin melakukannya.

5.     Anjing-anjing besar sangat setia

bZGIw7zs4r7jdgvmZI9XBEz6aOGlJsPH.jpg

Seperti banyak saudara laki-laki dan perempuan yang lebih kecil, anjing-anjing besar sangat setia kepada pemilik mereka. Mastiff, misalnya, jenis anjing sangat besar (yang jantan mampu memiliki berat di atas 100 kg) telah dibesarkan untuk melindungi keluarga. Demikian pula jenis Newfoundlands dibesarkan untuk menyelamatkan manusia yang tenggelam, jadi mereka juga sangat terfokus dan toleran. Anjing besar ini sejak bertahun-tahun yang lalu memang sudah didaulat sebagai anjing yang melakukan tugas mulia untuk melindungi keluarga sehingga wajar rasanya karena sejarah panjang itulah anjing besar lebih baik untuk dipelihara sebuah keluarga.

6.     Anjing besar memiliki kendali diri yang baik

b8WSIqT4dMvfQ91TgKFwHDrpsiQiOZv8.jpg

Banyak anjing kecil ingin berpura-pura “besar” dengan menggonggong, melompat, dan bahkan menggigit. Sedangkan jenis anjing jenis besar  tahu mereka tidak perlu repot-repot menunjukkan “kebesarannnya”. Tidak hanya itu, ketika mendapatkan gangguan, anjing besar juga tidak akan langsung bereaksi yang tidak perlu sehingga ia tetap menjaga emosinya.

7.     Anjing besar lebih menyenangkan

AitNb2kRWZk145_SeqYnHAz3YN2_nTeU.jpg

Jika kamu ingin dilihat banyak orang dijalan, cobalah berjalan Wolfhound-mu, atau muncul di taman anjing dengan anjing Great Pyrenees. Anjing dengan ras besar tidak biasa dan cukup menarik banyak perhatian! Memiliki satu anjing besar, memberi kamu tiket masuk ke klub yang banyak memiliki anggota keren: anjing-anjing besar dan pemilik yang mencintai mereka

Berbagai alasan memilih anjing besar di atas adalah didasari pada kemampuan adaptasinya terhadap anggota keluarga di rumah, terutama anak. Anjing dengan ukuran besar dipercaya lebih ramah anak dengan segala kelebihannya dibanding anjing yang berukuran kecil. Tidak hanya itu, anjing berukuran besar juga mampu menjadi pelindung atau penjaga anggota keluarga kamu dari bahaya loh! Dengan segala kekuatan dan kekokohan tubuh yang dimilikinya, jenis anjing ukuran besar ini mampu menjadi pilihan yang tepat.

Membeli atau mengadopsi anjing dalam ukuran apa pun adalah keputusan besar. Setiap orang tentu memiliki preferensi pribadi dalam memilih anjing yang akan dipeliharanya. Entah anjing kecil karena kelucuan dan keimutannya atau anjing besar karena berbagai kemampuannya.

Namun Flaim menyarankan bahwa mengetahui ciri-ciri kepribadian dan kecenderungan keturunan, atau campuran ras, saat kamu memilih anjing sangat penting. Jika kamu memutuskan untuk mengadopsi, kamu dapat mempertimbangkan untuk mempekerjakan seorang pelatih atau behavioris yang terkualifikasi untuk membantu menilai setiap anjing yang akan kamu pelihara

Answered Mar 22, 2018