selasar-loader

Bagaimana cara kerja jakarta.siap-ppdb.com?

Last Updated Mar 14, 2018

Pendaftaran sekolah di Jakarta telah menggunakan SIAP PPDB online. Sebenarnya bagaimana cara kerjanya?

2 answers

Sort by Date | Votes
Ade Ratri
Konselor pendidikan

Mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga turut serta memperbaharui sistem penerimaan siswa baru dengan sistem online. Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerja sama dengan SIAP PPDB (Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Penerimaan Peserta Didik Baru) yang merupakan produk layanan yang dikeluarkan oleh Telkom Indonesia. Para orangtua di Jakarta bisa mendaftarkan sekolah anaknya secara online melalui website https://jakarta.siap-ppdb.com/.

https://jakarta.siap-ppdb.com/ adalah website resmi yang dipersiapkan sebagai pengganti pusat informasi dan pengolahan seleksi data siswa peserta PPDB Provinsi DKI Jakarta periode 2017/2018 secara online real time process. Informasi lengkap seputar pelaksanaan PPDB di DKI Jakarta akan di update di situs ini.

Belajar dari proses penerimaan peserta didik tahun ajaran 2017/2018, terdapat alur pelaksanaan PPDB yang harus diperhatikan oleh semua orangtua ketika mendaftarkan sekolah bagi anaknya. Alur pendaftaran bisa dicek pada gambar di bawah ini.

IE8hQnpZsZrIwQnKFbBiRfVsMMxE9Ebd.png

Penjelasan alur di atas adalah sebagai berikut:

1. Untuk mendaftar PPDB online, calon peserta didik harus memiliki akun PPDB terlebih dahulu.  Akun tersebut bisa didapat di beberapa sekolah yang disebut sebagai Sekolah Penyelenggara PPDB online, tidak harus di sekolah yang menjadi tujuan.  Misalnya, calon peserta didik yang berdomisili di Jakarta Barat bisa mendapatkan akun PPDB di sekolah terdekat untuk kemudian mendaftar secara online di sekolah Jakarta Utara. Untuk semua jenjang pendidikan, informasi mengenai lokasi Sekolah Penyelenggara (lokasi pendaftaran akun) bisa dilihat menu ‘Lokasi’ pada situs PPDB lalu cari lokasi sekolah yang terdekat dengan domisili kita.

2. Untuk bisa mendapatkan akun PPDB, Sekolah Penyelenggara akan melakukan verifikasi data, karena itu saat mendaftar lengkapi persyaratan yang diperlukan. Persyaratan setiap jenjang pendidikan berbeda disesuaikan dengan kebutuhan dan syarat yang berlaku saat masa pendaftaran dimulai.

3. Setelah lolos verifikasi, calon peserta didik akan memiliki akun PPDB untuk login pada Jakarta SIAP PPDB online. Kelengkapan mengenai akun, password, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kelengkapan login harus disimpan agar memudahkan calon peserta didik dalam memantau hasil seleksi. 

4. Setelah login menggunakan akun yang telah dimiliki, calon peserta didik bisa memilih dan mendaftar sekolah secara mandiri di situs resmi SIAP PPDB https://jakarta.siap-ppdb.com/. Calon peserta didik harus memilih dan mendaftarkan sekolah sesuai dengan standar nilai yang menjadi syarat pagu tiap sekolah tujuan. 

5. Setelah menyelesaikan tahapan memilih dan mendaftarkan sekolah yang dituju, calon peserta didik akan mendapatkan kartu tanda bukti pendaftaran dan diwajibkan menyimpan nomor pendaftarannya karena akan diperlukan saat lapor diri.

6. Sistem akan secara otomatis melakukan seleksi terhadap calon peserta didik. Calon peserta didik dapat terus memantau hasil seleksi dan hasil pendaftaran atas sekolah yang dituju. Biasanya setiap jenjang pendidikan, memiliki standar nilai yang harus dicapai agar dapat diterima di sekolah tujuan.

Setelah mengetahui hasil seleksi, jika lolos PPDB tahap I, calon peserta didik wajib melakukan pendaftaran ulang atau lapor diri sesuai dengan jadwal yang tertera pada situs tersebut agar bisa mengikuti PPDB Tahap II.

Apabila tidak lolos, calon peserta didik bisa mengikuti PPDB tahap II sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan juga.

i9U_m4yiHtCF2lIGHKDD3aP9WCVpJur_.png

Jakarta SIAP PPDB online ini mengakomodasi segala informasi yang berkaitan dengan pendaftaran sekolah baik itu jenjang SD, SMP, maupun SMA dan SMK. Untuk memudahkan pendaftaran, situs ini juga menyediakan formulir pendaftaran akun sehingga bisa diisi di rumah terlebih dahulu sebelum mendaftar ke sekolah penyelenggara untuk mendapatkan akun. 

gVr-WcySllcYT6xIR4iUOJckEhvpl_W6.png

Tidak hanya itu, situs ini juga lengkap menyediakan daftar sekolah penyelenggara sesuai dengan domisili terdekat, jadwal PPDB, aturan yang harus diperhatikan, alur pendaftaran, serta mampu memantau hasil PPDB secara online dan realtime. 

mx34DgTJJnF-IFWrPsSk_ahcsmYBHlkZ.png

Ternyata, selain DKI Jakarta, sistem SIAP PPDB online ini juga ternyata telah dilaksanakan Telkom sejak tahun 2015 bekerja sama dengan 43 Kabupaten/ Kota se-Indonesia, lebih dari 2.000 sekolah penyelenggara, dan 1,2 juta calon siswa pendaftar setiap tahunnya. 

Berikut adalah diagram sistem kerja PPDB online

C0FPKQh4jSiYIjhQxBSAQSyjGRSQSPXg.png

Dengan adanya SIAP PPDB Online ini, diharapkan masyarakat, sekolah, juga dinas pendidikan akan merasa proses pendaftaran peserta didik baru lebih mudah dan bisa dipantau setiap saat. 

Untuk itu, bagi Anda yang akan segera mendaftarkan anaknya untuk menjadi peserta didik baru di tahun ajaran 2018/2019, bersiaplah dan cari tahu cara kerja PPDB online di daerah Anda masing-masing karena setiap daerah memiliki peraturan yang berbeda-beda. 

Untuk perbandingan peraturan tiap daerah, silakan lihat tabel berikut ini:

KnI2mcgg6e5gAfgUIauBTk96vKhcKzpf.png

l44ETcUZhUcoE0_LILwVX_TTjkO5nrXY.png

Semoga bermanfaat.

Answered Mar 14, 2018
Duljahari Wilakamar
Orang tua yang senang belajar apa saja

Terus terang, saya baru tahu perihal jakarta.siap-ppdb.com ini. Kalau saya tidak salah (mohon dikoreksi), cara kerja PPDB online ini fokus ke penggunaan satu akun yang bisa digunakan siswa setiap ingin mendaftar sekolah. Sistem ini seharusnya bisa memudahkan seseorang dalam mendaftar sekolah. Dulu, saya harus keliling kota untuk mendaftarkan anak sekolah ke sana-sini. Sekarang sudah jauh lebih praktis.

Seharusnya lho, ya.

Masalahnya, PPDB online ini menjadikan Jakarta sebagai wilayah percontohan. Kalau mau buat wilayah percontohan, seharusnya dari wilayah yang peralatannya paling minim, paling terpencil. Dari sana, baru sistem disempurnakan. Bukan dari wilayah yang paling maju. Soalnya, kalau sebuah sistem maupun teknologi yang mendukungnya bisa diterapkan di wilayah terluar Indonesia, otomatis ia bisa diterapkan di Jakarta. Potensi masalah yang dihadapi akan langsung ketahuan. Kalau dari Jakarta yang dianggap apa-apa paling maju, ya susah juga.

Ini seperti salat yang imamnya remaja, makmumnya kakek-kakek seperti saya ini. Mentang-mentang remaja, masih kuat, gerakannya cepat. Mau cepat selesai, tapi salat tidak khusyuk. Yang sudah tua tidak bisa mengikuti karena punya masalah di persendian, misalnya. Tapi kalau dibalik, imamnya yang sudah cukup berumur, yang masih remaja tetap bisa mengikuti, toh?

Mbok siapapun yang punya ide ini jalan-jalan ke perbatasan, lalu buka Youtube. Sudah secepat apa koneksinya? Ini baru bicara teknologi. Belum bicara penggunanya.

Banyak pengguna di daerah belum paham betul tentang cara menggunakannya. Siang mereka pergi ke ladang, malam istirahat di rumah. Ada juga yang siang istirahat, malam berjualan di pasar. Mereka bukan orang-orang yang kalau kata anak saya, istilahnya FOMO. Fear of Missing Out. Kalau ketinggalan berita, ya hidupnya tidak kiamat. Biasa saja. Makanya orang-orang di desa ya santai-santai saja.

Sistem PPDB online ini belum sepenuhnya dipahami oleh orang tua murid. Banyak yang gagap teknologi. Akhirnya, prosedur pendaftaran banyak yang salah. Banyak yang bingung mengikuti tahapan proses. Mulai dari pendaftaran hingga registrasi setelah lolos seleksi administrasi, tahapan-tahapan ini tidak dilakukan dengan baik. Artinya apa? Sosialisasi masih payah.

Kalau sudah begini, bagaimana? Ya bangku sekolah kosong. Sekolah kekurangan siswa.

Sekarang kita bicara aturan. Ketika kementerian hendak menerapkan aturan baru, apakah sudah ada studinya? Kalau ada, apakah studinya sudah divalidasi atau belum? Mohon maaf, orang-orang tua yang bergelar S2 di sana itu kebanyakan tesisnya dikerjain anaknya. Memangnya saya ndak tahu, hahaha. Daripada mereka bikin studi, lebih baik kementerian yang terlalu banyak orang tua ini menyerahkan proses pelaksanaan kajiannya ke pihak ketiga yang lebih kompeten.

Soalnya, aturan PPDB Online ini bentrok dengan aturan lokal yang sudah berlaku di beberapa daerah. Kalau sudah begini, siapa korbannya? Anak?

Bukan, orang tua yang tidak bisa tidur malam hari dan tidak enak kerja siang hari saking takut anaknya tidak diterima di sekolah negeri!

Tahu apa kata Pak Menteri soal PPDB Online ini? Ini saya kutip dari newsmedia.co.id.

"PPDB ini pasti ada kekurangan, dan kekurangan ini akan dikumpulkan untuk evaluasi tahun depan," kata Menteri usai menghadiri peresmian SMKN 1 Leuwiliang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Juli 2017.

Menteri menganggap wajar kekurangan atau kelemahan sistem baru itu yang belakangan banyak diprotes orang tua calon siswa karena baru diterapkan tahun ini. 

"Ini, kan, baru pertama kali PPDB dengan cara online," ujarnya berargumentasi.

Inilah masalah Kementerian Pendidikan yang dari dulu tidak selesai-selesai. Kurikulum dibongkar-pasang. Sistem diuji coba langsung ke masyarakat. Dikiranya Indonesia ini startup, apa?

Saya tahu, kritik saja tidak cukup untuk membuat negara ini menjadi lebih baik. Harus ada saran juga. Saran saya, tolong apa-apa itu dimulai dari desa, dari wilayah perbatasan. Kalau perlu, menteri berkantor di perbatasan saja. Hidup dengan orang perbatasan. Hidup dalam keterbatasan. Nanti akan segera teridentifikasi itu masalahnya apa saja.

Masyarakat kalau diminta untuk mengeluarkan uneg-uneg pasti akan cerita, apalagi kalau yang minta menteri. Siapa tahu juga ada putra-putri berbakat yang punya solusi jitu untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Jangan remehkan mereka, kadang mengobrol bersama mereka saja bisa menimbulkan inspirasi untuk negara yang lebih baik.

Kalau pemerintah malas bergerak, ya sudah anak-anak startup saja yang maju. Toh nanti negara ini juga ada dalam genggaman mereka. Coba itu mereka hidup di perbatasan. Kalau gelisah di hari-hari awal, ya wajar saja. Tapi inovasi itu kan datang dari kesulitan-kesulitan hidup.

Kalau mau bikin startup yang istilahnya pain killer ya paling mudah datang ke wilayah yang belum tersentuh teknologi. Mau menyelesaikan masalah masyarakat kalau cuma main di Jakarta saja ya paling bikin startup belanja saja, yang bikin orang-orang boros uang, malas menabung untuk masa depan, atau bikin startup yang bikin orang kebanyakan jalan-jalan. Habis itu ngaku-ngaku socioentrepreneur. Jadi pembicara di seminar ini-itu. Kok mudah sekali.

Sekali lagi saya mohon maaf. Ini kritik dan saran saya ajukan karena ingin berkontribusi dengan cara yang saya bisa. PPDB Online ini pada dasarnya ide yang bagus, hanya saja cara berpikir kita masih sepotong-sepotong. Ego sektoral masih terlihat sekali di sini. Masalah pendidikan itu sifatnya mendasar. Apa yang dijalankan sekarang, baru bisa dilihat hasilnya 20 tahun kemudian. Makanya, bila menjalankan saja sudah salah, bagaimana hasilnya 20 tahun nanti? Penting sekali ini untuk menjadi perhatian semua orang, termasuk anak-anak muda yang nantinya akan menjadi orang tua.

Semoga PPDB Online ini bisa bermanfaat bagi semua murid di seluruh Indonesia. Mudah diakses. Semoga Kementerian dan Dinas Pendidikan bergerak cepat untuk membuat prosesnya sesederhana dan seintuitif mungkin sehingga nanti orang tua yang barangkali tidak sekolah sampai tamat...(more)

Answered Mar 20, 2018

Question Overview


2 Followers
1247 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Apakah jenis parfum wanita yang paling tahan lama untuk dipakai di Jakarta?

Apa nama restoran Jepang terbaik di Jakarta dan sebutkan alasannya?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang terjebak dalam kemacetan Jakarta?

Mengapa orang Jakarta suka menghabiskan waktu di mal?

Apa saja hal yang membuat Jakarta lebih bagus dari kota lain?

Apa lokasi wisata terbaik di Jakarta? Mengapa?

Bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk menghindari kemacetan di Jakarta?

Mengapa banyak sekali orang Jawa di Jakarta?