selasar-loader

Apa 5 kelebihan anjing Maltese dibanding Mini Pom?

Last Updated Mar 14, 2018

Saya ingin memelihara anjing Mini Pom, tetapi teman saya lebih menyarankan saya untuk memelihara anjing Maltese. Memang apa kelebihan Maltese dibanding Mini Pom? Boleh sebutkan 5 saja?

2 answers

Sort by Date | Votes
Selasar Informasi
Akun Selasar untuk Berbagi Informasi

Maltese adalah anjing berukuran kecil yang termasuk dalam kategori toy (anjing mainan). Nama anjing ini memiliki arti "dari Malta" dalam bahasa Inggris. Salah satu ciri khas anjing Maltese ialah bulunya panjang dan lembut, namun tidak mudah rontok. Ras anjing ini berasal dari Kawasan Mediterania Tengah. Nama Maltese ini berasal dari pulau Mediterania pulau Malta, namun menurut Iiris Hyytinen dalam bukunya, Maltese - A Mean Little Toy Dog, nama ini terkadang diartikan dengan mengacu ke pulau Adriatic atau sebuah kota mati bernama Melita Sicilian.

g7vFwbBXYr-6LJ_aVQP3UXIReaoo7KZj.jpg

Sejarah Anjing Maltese

Anjing jenis ini telah dikenal dengan berbagai nama selama berabad-abad. Awalnya, mereka disebut "Canis Melitaeus" dalam bahasa Latin. Mereka juga telah dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "anjing kuno Malta”, "Anjing Romawi Ladies”, "Anjing Singa Malta”, dan "Bichon". The Kennel Club akhirnya menetapkan nama "Malta" untuk jenis ini pada abad ke-19.

Sama dengan Pomeranian, anjing Maltese diperkirakan adalah keturunan dari Spitz, yang ditemukan di antara penghuni Danau Swiss. Ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa anjing Maltese berasal dari Asia dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Tibetan Terrier. Namun, asal kelahiran anjing Maltese yang sebenarnya tidak diketahui dengan pasti. Anjing ini mungkin menempuh jalan mereka ke Eropa melalui Timur Tengah dengan migrasi suku nomaden, sebagaimana ras-ras anjing yang berusia tua. Beberapa penulis seperti Annamaria Maratona dan Iiris Hyytinen percaya bahwa ras proto-Malta (nenek moyang anjing Maltese) digunakan untuk mengendalikan binatang pengerat.

Berdasarkan catatan sejarah, jenis tertua dari anjing Maltese ini ditemukan di kota Etruscan, kota Vulci, melalui gambar anjing Maltese di sebuah benda bersama dengan kata Μελιταιε (Melitaie). Para arkeolog memperkirakan benda Athenian ini berada pada zaman 500 SM. Menurut J. Busuttil dalam bukunya, The Maltese Dog, anjing Maltese juga tercatat dalam karya-karya sastra Yunani dan Romawi Kuno. Aristoteles adalah yang pertama kali menyebutkan nama Melitaei Catelli ketika ia membandingkan anjing Maltese dengan Mustelidae, sekitar 370 SM. Tulisan dokumen pertama (didukung oleh Stephanus dari Byzantium) menggambarkan Canis Melitaeus kecil diberikan oleh penulis Callimachus dari Yunani, sekitar 350 SM. Pliny memperkirakan anjing memiliki namanya diambil dari pulau Adriatic Méléda;. Namun, Strabo, di awal pertama abad, mengidentifikasi jenis ini adalah asli berasal dari pulau di kawasan Mediterania bernama Malta dan menuliskan bahwa anjing-anjing dengan jenis ras ini disukai oleh para wanita bangsawan.

Selama abad pertama Masehi, Publius, Gubernur Roma di Malta, menghadiahkan sebuah lukisan dan bahkan menulis puisi tentang anjingnya, Issa. Sementara itu, Martial (penyair Romawi sekaligus teman Publius) bahkan menulis ayat-ayat deskriptif untuk anjing putih kecil milik temannya ini. Sudah menjadi pendapat umum bahwa Issa merujuk pada jenis anjing Maltese, termasuk berbagai sumber yang didapat dari karya Publius dan Martial, meskipun nama Maltese belum “resmi” disematkan untuk ras anjing satu ini.

Maltese tidak hanya termahsyur di kalangan pejabat Romawi. John Caius, dokter untuk Ratu Elizabeth I, juga mengenal jenis anjing ini. Ia mengklaim bahwa Callimachus (nama anjing Maltese sebelumnya) merujuk ke Pulau Melita "di selat Sisilia”, Malta. Klaim ini sering diulang terutama oleh penulis berbahasa Inggris. Pendapat bahwa ras anjing ini berasal dari Malta disebutkan dalam tulisan-tulisan Abbé Jean d'Quintin Autun, sekretaris Grand Master of the Knights of Malta Philippe Villiers de L'Isle-Adam, dalam karyanya tahun 1536, yaitu Insulae Melitae Descriptio.

Pada abad 17 dan 18, beberapa breeder memutuskan untuk mengembangkan lagi jenis anjing ini dengan membuatnya lebih kecil lagi. Linnaeus menulis bahwa pada 1792, anjing ini memiliki ukuran setara dengan tupai. Jenis ini hampir menghilang sehingga dilakukan persilangan dengan anjing kecil lainnya, seperti pudel dan Spaniels kecil. Karena persilangan-persilangan ini, pada awal abad ke 19, ada sembilan keturunan yang berbeda dari anjing Maltese. Pada akhir abad ke19, tepatnya tahun 1888, American Kennel Club (AKC) mengakui anjing ras Maltese ini.

Anjing Maltese yang memiliki warna tunggal maupun warna kombinasi (lebih dari satu) masih diterima dalam pertunjukan anjing di Inggris dari tahun 1902 hingga 1913. Keduanya juga masih dibolehkan di Victoria, Australia, hingga tahun 1950. Namun, aturan baru ditetapkan bahwa Maltese putih haruslah berwarna putih solid, tidak boleh tercampur dengan warna lain. Sementara itu, Maltese berwarna masih bisa didapatkan dari wilayah selatan Perancis.

Sampai sini, kita dapat simpulkan bahwa anjing Maltese termasuk dalam ras yang berusia tua, bukan jenis baru seperti Gembala Jerman (German Shepherd), misalnya. Hanya memang penetapan nama dan asal-usulnya membutuhkan proses yang panjang dan rumit. Dibutuhkan historiografi yang kuat untuk menelusurinya.

FLjVfVL6rTQuThciWvRtboRiMEat7x9q.jpg

Karakter dan Temperamen Anjing Maltese

Sebelum memutuskan untuk memelihara seekor anjing, adalah suatu keharusan untuk menelusuri informasi yang berkaitannya, mulai dari harga hingga karakter dan temperamennya, termasuk anjing yang satu ini. Siapapun yang berencana mengadopsi anjing Maltese harus mengetahui beberapa karakteristik kunci dari peranakan yang menggemaskan ini.

Maltese dibiakkan menjadi anjing pendamping suka dimanja, dan sangat membutuhkan cinta dan perhatian. Mereka juga sangat memuja manusia, dan lebih memilih untuk tinggal di dekat mereka.

Mereka adalah peliharaan yang sangat lincah dan lucu. Bahkan, Maltese yang sudah dewasa tingkat energi dan kelucuannya tetap konstan.

Beberapa Maltese sesekali mungkin kurang bisa bergaul dengan anak-anak sehingga harus diawasi ketika bermain. Namun, jika Anda membeli atau mengadopsinya sejak kecil dan memberikan pelatihan yang konsisten sejak usia dini, anjing Maltese Anda akan mudah bergaul dengan anak-anak.

Jika diibaratkan manusia, Maltese...(more)

Answered Mar 14, 2018
Juwita Purnamasari
Penyuka kucing; Make Up Artist; Hobi Belanja

Maltese adalah peranakan anjing kecil yang dianggap ideal untuk dipelihara penghuni apartemen atau orang-orang yang memiliki ruangan terbatas. Peranakan ini diakui oleh American Kennel Club (AKC) pada tahun 1888, namun asal-usulnya bisa ditelusuri kembali hingga ke 5000 tahun SM. Siapapun yang berencana mengadopsi Maltese harus mengetahui beberapa karakteristik kunci dari peranakan lucu ini.

Maltese adalah salah satu jenis anjing yang sangat bersemangat, lucu, menggemaskan dan penuh akan kasih sayang dan sangat patuh pada pemiliknya. Anjing ini pintar dan mudah untuk dilatih trik, berani, dan sangat sigap untuk memberi peringatan jika ada suatu suara yang mencurigakan.

Maltese bisa menjadi sangat pemilih soal urusan makan jika kamu terbiasa memberikan sisa makanan kepadanya. Karena itu, jangan biarkan anjing maltese kamu memiliki sikap Small Dog Syndrome. Penyebab dari perilaku ini adalah karena pemilik yang membuat anjing ini p seolah lebih superior dari manusia.

Tidak hanya pada anjing jenis maltese, ini juga berlaku pada semua jenis anjing. Jika ini sudah terjadi, anjing tersebut bisa saja berlaku kasar pada anak-nak bahkan orang dewasa sekalipun.

Jangan terlalu memanjakan anjing jenis toy yang satu ini, karena ia akan menjadi tidak stabil dan cemburu saat ada pengunjung yang datang. Masalah perilaku lainnya yang dapat muncul adalah separation anxiety, mengonggong secara obsesif, dan sangat protektif.

Perilaku yang telah disebutkan di atas sebenarnya adalah bukan sifat asli dari anjing maltese, tetapi itu dapat terjadi karena cara sang pemilik dalam memperlakukan anjing maltese tersebut.

Maltese merupakan jenis anjing yang sangat rentan terhadap sinar matahari, masalah gigi, masalah mata, masalah kulit, pernapasan, dan juga slipped stifle. Pada beberapa kasus, maltese dapat mengalami kesulitan makan saat mengalami gangguan pencernaan, mereka juga dapat mengigil dan merasa tidak nyaman saat berada di hawa yang panas. Berikan biskuit kering khusus untuk anjing selain makanan rutinnya agar membantu maltese untuk menjaga agar gigi tetap bersih dan juga sehat.

Berikut adalah fakta mengenai anjing maltase yang ada di dunia dan membedakannya dengan jenis anjing lain terutama anjing minipom.

Ada Anjing Maltese Punya 150 Milyar? Ini 5 Fakta Seru Seputar Maltese

1. Maltese seharga 150 miliar

k6OyomEjn8tbBWMykg1bav-esbVG8RD6.jpg

Di Amerika, anjing Maltese bernama Trouble memiliki kekayaan 12 juta dolar Amerika atau setara dengan kurang lebih 150 Miliar Rupiah! Trouble adalah anjing peliharaan pengusaha real estate ternama di Amerika bernama Leona Helmsley (aka The Queen of Mean). Saat Leona meninggal dunia pada 2007, dia mewariskan kekayaannya untuk Trouble. Namun ternyata pemerintah kemudian memotong warisan itu menjadi 2 juta dolar Amerika saja (sekitar 26 miliar rupiah). Uang sebanyak itu tentu tetap bisa membuat Trouble bebas masalah finansial hingga akhir hayatnya di tahun 2011.

2. Ramah pada yang memiliki alergi

2RFuOQsHTlgJa--u7R3YK3WGJfmFp7hM.jpg

Walaupun bulu Maltese sangat banyak dan panjang, tetapi tidak mudah rontok. Jadi pemiliknya harus membantu Maltese menggunting bulunya supaya selalu tampil memukau. Bulunya yang lembut ini juga hypoallergenic, cocok untuk kamu yang suka anjing kecil berbulu panjang, tetapi alergi bulu hewan.

3. Jago melompat

mSJn-xsh3h0eUhwqH-VnAjP7flNcr6Bt.jpg

Fisik Maltese boleh terlihat kecil, mungil, dan lucu, tapi urusan nyali jangan diragukan. Anjing kecil ini suka lompat dan loncat ke sana ke mari, bahkan dari tempat tinggi ke tempat tinggi. Mereka juga tidakpunya masalah dengan lompat dari gendonganmu ke tempat yang jauh lebih rendah. Ternyata Maltase seperti kucing yah!

4. Baik hati

gQPjh02NYLTsFMA2KvliqpjCKnBELtpd.jpg

Di Emerald Coast Children’s Advocacy Centre, Florida, banyak orang yang telah ditolong oleh seekor Maltese bernama Riley. Sejak 2009 Riley sudah bekerja sebagai anjing terapi di sini dan telah melakukan lebih dari 400 sesi terapi. Anjing terapi seperti Riley sangat berjasa bagi suster, rumah sakit, area bencana alam, dan sekolah kurang mampu. Mau tahu kenapa? Karena memelihara binatang membantu mengurasi stres, meningkatkan empati, dan menurunkan angka bullying. Anjing Maltese memang cocok banget dijadikan anjing terapi karena dia penyayang dan mungil, artinya, siapa saja bisa memeluknya!

5. Punya banyak nama

suP3lEi9N5MgLhdyH2oCkS-XY0XRAjTH.jpeg

Setelah berabad-abad ada di dunia, anjing Maltese ini tentu memiliki banyak sebutan. Ada yang menyebutnya Comforter Dog, Maltese Lion Dog, Maltese Terrier, Melitaie Dog, Roman Ladies Dog, Shock Dog, dan Spaniel Gentle. Sepertinya semua nama menunjukkan kalau anjing ras ini anjing yang baik dan lembut ya, persis seperti yang kita kenal saat ini.

Sedangkan berikut adalah fakta mengenai anjing minipom yang harus kamu ketahui

1. Berwarna tidak lazim

eEIzBSV4bbQQRLR_1FQxNCVv1Zc1KUBL.jpg

Mungkin Pomeranian adalah satu-satunya jenis anjing yang memiliki warna bulu biru dan ungu. American Kennel Club mencatat warna Lavender, Blue Merle, dan Blue Sable sebagai varian warna bulu yang dimiliki Pomeranian. Warna paling langka adalah Lavender atau ungu muda dengan guratan abu-abu. Sedangkan warna biru seringkali tidak terlihat karena warnanya terlalu pekat. Pomeranian biru seringkali terlihat hitam, warna birunya baru terlihat ketika kamu jejerkan dia dengan Pomeranian hitam. Tapi untuk membedakan, Pomeranian biru biasanya memiliki ujung hidung, bibir, kelopak mata, bola mata, dan ujung kaki yang berwarna kebiruan.

2. Warna-warni

wGKh1y032-yUl7exj9ejocZYhawdPOh6.jpg

Kalau kamu kurang suka anjing Maltese karena warnanya hanya putih polos, maka kamu harus memilih Pomeranian. Anjing ras ini adalah salah satu jenis anjing yang memiliki warna bulu paling banyak! American Kennel Club sejauh ini sudah menyimpan data 20-an warna dan kombinasinya, mulai dari coklat, hitam, merah, oranye, ungu, biru, hingga semua kombinasinya.

3. Keturunan Spitz dog

Flrqu3qq1kKnQvtm-rFSvCuzByDu8JCF.jpg

Pomeranian termasuk Spitz Dog, yaitu tipe anjing yang memiliki leluhur dan ciri fisik yang sama. Kalau dilihat dari fisiknya, semua Spitz Dog memiliki bulu yang tebal dan pekat, kupingnya lancip, moncongnya panjang, dan ekor tebalnya suka menggulung hingga bisa menyentuh telinganya. Contoh Spitz Dog lainnya adalah Akita, Siberian Husky, Malamute,...(more)

Answered Mar 20, 2018