selasar-loader

Bagaimana cara membuat slime yang aman dan mudah bagi anak?

Last Updated Mar 9, 2018

Slime yang mulai populer sejak 2015 ternyata makin digemari anak-anak. Alih-alih membeli dengan harga yang cukup mahal, rasanya akan lebih hemat jika membuat sendiri. Lalu bagaimana cara membuat slime yang aman dan mudah bagi anak?

2 answers

Sort by Date | Votes
Selasar Kreatif
Akun Selasar yang akan berbagi informasi kreasi masa kini

Slime merupakan material bertekstur kenyal, menggumpal, dan agak lengket. Biasanya slime digunakan untuk mainan anak dalam mengeksplorasi berbagai warna. Berbeda dengan playdough, slime sulit dibentuk. Slime memang digunakan bukan untuk dibuat mainan dengan membentuknya. Slime dihargai dengan cukup mahal sehingga banyak orang yang tertarik untuk mencari cara membuat slime yang aman dan mudah bagi anak di rumah sendiri.

Slime sendiri ternyata adalah sensory play untuk anak usia 2-5 tahun. Namun anak SD hingga dewasa pun gemar bermain slime. Anak bisa belajar tekstur dan elastisitas material saat bermain dengan zlime. Selain itu, anak juga bisa mempelajari jenis-jenis warna dan turunannya, mengingat slime sendiri terdiri dari berbagai warna.

Bagi orang dewasa, bermain slime dapat menghilangkan stres. Hal ini dikarenakan saat bermain slime, tubuh kita menghasilkan hormon endorphin sehingga membuat kita menjadi bahagia. Tidak hanya itu, saat menekan, mengepal, dan menarik-narik slime dapat mengairkan semua amarah, kesal, dan perasaan negatif lainnya sehingga lebih terasa lega. Tidak hanya itu, karena bentuknya yang bisa menyesuaikan ruang dan lengket, slime bisa digunakan untuk membersihkan keyboard computer atau laptop ari debu.

Mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan anak saat bermain slime, tentu juga lebih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan saat membuat slime sendiri di rumah bersama dengan orangtua. Kreativitas, kesabaran, dan motorik anak akan terus diasah saat membuat slime sendiri di rumah.  Apalagi harga slime yang  mahal, membuat orangtua berpikir ulang untuk membelinya dalam jumlah banyak. Sedangkan jika dihitung, membuat slime sendiri ternyata lebih murah dan memuaskan.

Ada beberapa cara membuat slime yang bisa dilakukan bersama anak di rumah. Silakan cek beberapa cara membuat slime berikut ini:

1.     Cara membuat slime dengan lem fox

Siapkan bahan:

a.     Lem fox

b.     Air

c.     lotion

d.     Obat tetes mata

e.     Bedak bayi

f.      Baby oil

g.     Sabun cair

h.     Pewarna makanan

i.      Wadah

Cara membuat slime dengan lem fox:

1. Masukkan lem fox sebanyak 3 sendok makan (atau sesuai selera, perhatikan ukuran bahan lainnya kalau digandakan) ke dalam wadah.

2. Tuangkan air bersih sebanyak 2 sendok teh, lalu aduk hingga rata.

3. Masukkan perwarna makanan 2 tetes dan duk kembali hingga rata.

4. Tuangkan bedak bayi agar adonan lebih mengental dan aduk kembali hingga rata.

5. Tambahkan sabun cair sebanyak 1 sendok teh atau secukupnya.

6. Tambahkan baby oil sedikit.

7. Tambahkan lotion sedikit agar mendapatkan kekentalan adonan dan aduk kembali.

8. Masukkan 10 tetes obat mata. Lalu kembali diaduk hingga menggumpal.

9. Aduk kembali hingga merata dan kamu sudah mendapatkan slime yang kamu inginkan.

Untuk lebih  lengkapnya silakan cek video cara membuat slime dengan lem fox di bawah ini.

 

2.     Cara membuat slime dari tepung maizena (bisa juga menggunakan tepung kanji)

Siapkan bahan:

a.     2 gelas tepung maizena

b.     ½ gelas minyak goring

c.     2 gelas air bersih

d.     pewarna makanan

e.     wadah

Berikut ini cara membuat slime dari tepung maizena

1.     Tuangkan 2 gelas tepung maizena ke wadah (bisa baskom)

2.     Tuangkan air sedikit demi sedikit, lalu aduk hingga rata

3.     Tambahkan minyak goreng ke dalam adonan. Aduk hingga mendapat kekentalan yang diinginkan.

4.     Tambahkan pewarna makanan 3-5 tetes, aduk rata hingga kenyal.

5.     Jika terlalu padat, bisa tambahkan kembali minyak atau air sedikit, lalu aduk kembali hingga rata.

6.     Kamu sudah mendapatkan slime yang kamu inginkan.

Bagaimana mudah bukan?

Kedua cara membuat slime dengan aman dan mudah ini bisa dibuat bersama anak dan orangtua. Selain menambah kedekatan, anak dan orangtua sama-sama bisa belajar kreativitas bareng.

Slime, menurut Building All Children, merupakan media yang tepat untuk melatih kemampuan sensorik. Slime dapat membantu anak memahami kelima indra, yakni indra peraba, penciuman, penglihatan, dan pendengaran.

Anak-anak dapat belajar memahami makna kata ketika bermain slime. Dengan merasakan tekstur slime yang lengket, anak belajar makna kata “lengket”.

Juga kata-kata lain yang mendeskripsikan bentuk slime, seperti lentur atau kenyal. Kegiatan ini membantu anak membangun pemahaman dan kosakata baru.

Kemampuan sensorik anak pun akan diasah lewat aktivitas menakar bahan pembuat slime, mencampur, dan membersihkannya. Secara tak langsung, anak juga belajar cara memecahkan sebuah masalah dengan mencari komposisi yang tepat saat membuat takaran bahan.

Selain itu, slime jelas mengasah kemampuan motorik anak. Memainkannya bisa menguatkan otot-otot tangan melalui aktivitas meremas, mencubit, menekan dan merentangkan slime.

Slime jaga memberikan keterampilan sosial, emosional, dan kepercayaan diri lewat konsep menciptakan dan merancang.

Orang dewasa juga bisa mengambil manfaat dari slime. Orang-orang kini tertarik dengan mainan-mainan yang terkait dengan stimulasi alat peraba macam squishy dan slime, termasuk orang dewasa.

Griffin menghubungkan squishy yang dapat diremas itu dengan kecenderungan di zaman internet, di mana orang-orang menyadari mereka membutuhkan hal yang menenangkan.

Orang-orang di hari-hari ini menghadapi internet dalam kesehariannya dan bersosialisasi lewat media sosial. Karena itu, pada umumnya orang mengalami kesendirian, terisolasi, dan sangat berisiko merasa kesepian.

Di tengah-tengah pekerjaan itu, kata Griffin, ia bisa meremas squishy sebagai penenang. Ia menulis, meski tak ada yang bisa menggantikan kekuatan menenangkan dari pelukan dan belaian, banyak orang dewasa mengakui menyukai boneka binatang, selimut, dan benda-benda yang menenangkan lain.

Slime dipercaya memberikan banyak manfaat bagi anak. Berikut penjelasannya:

1.     Melatih kreativitas

Proses kreatif dalam mainan slime adalah ketika anak mencampur bahan-bahannya. Anak ingin mendapatkan slime yang seperti apa, terserah keinginannya. Warna, aroma,...(more)

Answered Mar 9, 2018
Fani Widianingsih
Love to learn, learn to love

Siapa sih yang tidak tahu slime? Hanya dengan dipegang-pegang dan ditarik ulur, mainan bertekstur elastis dan berwarna-warni itu sudah bisa membuat hati penyukanya senang. Karena kepopulerannya, kini slime mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang bervariasi. Sebenarnya, proses pembuatannya pun ternyata cukup mudah. Tidak heran banyak orang yang ingin belajar membuat slime. Tapi sebelum kamu membuat slime, sebaiknya kamu perhatikan fakta-fakta di bawah ini lebih dulu.

gQnwdLqaS0AsvE-B-uJSeWdEPKMZIytt.jpg

Kenalan dulu lebih jauh dengan slime, yuk!

Secara ilmiah, slime masuk ke dalam kategori cairan non-Newtonian. Maksudnya adalah slime memiliki sifat cairan yang tidak mengikuti hukum Newton.

Hukum Newton menyatakan bahwa tingkat kekentalan cairan konstan dan tidak berubah. Misalnya saja, air akan terus bersifat cair dan encer mengikuti dan dan menyesuaikan bentuk wadahnya tanpa dipengaruhi tekanan yang diciptakan pada air tersebut.

Dikutip dari Kumparan, slime tidak demikian. Cairan ini tidak seperti air. Tingkat kekentalannya akan berbeda, tergantung tekanan yang diberikan pada cairan ini. Misalnya, bila tekanannya rendah ia akan mengalir secara perlahan, tapi jika tekanannya tinggi (dibanting, dirobek) ia akan menjadi keras dan tidak cair.

Penemuan slime ini diawali pada tahun 1928, saat model molekul Staudinger dipelajari oleh dua orang ilmuwan, yaitu Meyer dan Mark. Akhirnya pada 1930-an, model molekul Staudinger diterima oleh masyarakat dan mulai diterapkan. Inilah masa penggunaan polimer sintetis dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak saat itu, banyak pabrik menjual mainan berbahan polimer seperti slime selama bertahun-tahun. Mainan tersebut tak hanya jadi hiburan bagi anak-anak dan orang dewasa, tapi juga disebut dapat membantu mengembangkan ketangkasan dan kreativitas.

Awalnya, mainan ini hanya seperti tanah liat yang bisa dibentuk. Wujud dari mainan ini terus berubah dan dimodifikasi seiring berjalannya waktu, seperti penemuan Silly Putty pada tahun 1950-an.

Selanjutnya, pada tahun 1980-an, berbagai jenis mainan slime mulai dipasarkan. Slime tersebut dibuat dari bahan-bahan polimer sintetis, seperti polyvinyl alcohol (PVA) yang dapat ditemukan pada lem cair bening, guar gums atau bubuk yang kaya akan serat, dan sebagainya. Lalu pada tahun 2015, khususnya di Indonesia, slime meraih kepopulerannya sebagai salah satu mainan anak.

Dari manfaat hingga bahaya bermain slime

Meskipun awalnya dipasarkan sebagai mainan anak, tapi permainan ini segera disukai juga oleh orang dewasa. Ternyata, bermain slime dapat mendatangkan banyak manfaat. Khususnya bagi anak, slime bisa berfungsi untuk menumbuhkembangkan karakter diri anak.

Hal itu bisa terjadi karena slime bisa melatih sensorik anak. Semakin sering anak bermain slime, unsur sensorik dalam tubuhnya akan semakin terlatih karena bermain slime berhubungan langsung dengan aktivitas tubuh. Slime juga bisa melatih kreatifitas anak karena memiliki berbagai warna dan tekstur kekentalan yang berbeda.

dAcCxXc7TE6SSBFY78RsjyDzF3e2py6E.jpg

Selain itu, ada juga manfaat lain dari bermain slime, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Membuat bahagia

Bermain slime ternyata dapat membantu tubuh kita untuk menghasilkan hormon endorfin. Hormon endorfin ini adalah hormon yang dapat membuat hati kita menjadi lebih bahagia.

2. Menyalurkan emosi

Saat bermain slime, kita bisa melepaskan berbagai perasaan, seperti kebebasan, harapan, gairah, keberanian, dan lainnya.

Jika sedang marah atau emosi, kamu bisa segera memainkan slime. Dengan menekan, mengepal, atau menarik-narik slime, semua amarah, rasa kesal, dan perasaan negatif lainnya dapat tersalurkan dengan baik tanpa harus berteriak dan marah-marah kepada orang lain.

qCC291Y8TOD5-sWkU2mjTuZ6M1Gx9wt1.jpg

3. Mengasah kreativitas

Ketika kita sudah mengenal permainan ini, kebanyakan dari kita pasti ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat slime pun tidak susah untuk didapatkan.

Saat membuat slim itulah tingkat kreativitas kita akan dilatih. Biasanya, kita akan mencoba untuk membuat slime dengan variasi yang berbeda agar slime kita kelihatan lebih cantik dan bagus.

4. Menghilangkan jenuh

Kita pasti pernah merasa bosan, jenuh, pusing, galau, dan berbagai hal yang membuat kita tidak semangat. Namun, dengan bermain slime, pikiran kita akan teralihkan dan seketika rasa bosan dan jenuh tadi bisa hilang. Kalau sudah demikian, kita bisa semangat lagi untuk belajar atau mengerjakan hal lainnya.

***

Meskipun bermanfaat, ternyata slime punya cerita gelap juga, lho! Sebenarnya, salah satu bahan untuk membuat slime yang biasa dijual di pasaran adalah boraks. Bahan ini tentu tidak ramah terhadap anak, bahkan terhadap orang dewasa sekalipun.

Sayangnya, masih banyak orang yang seolah tak peduli dengan bahaya yang mengacam dari penggunaan boraks. Tidak heran, sering terjadi luka bakar yang disebabkan kontak langsung antara tangan dan boraks.

Dikutip dari Livescience (dalam Kumparan), ahli luka bakar Staten Island University Hospital di New York, Dr Michael Cooper menyebut sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan luka bakar.

Pertama, lamanya kontak dengan bahan kimia atau sumber panas. Kedua adalah kekuatan dari sumber panas. Terakhir, ketebalan kulit juga berperan, dan anak-anak punya kulit yang lebih tipis.

Menurut Cooper, boraks jarang menjadi pemicu luka bakar parah, mengingat bahan tersebut hanya dikategorikan sebagai iritan ringan. Namun, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, tidak ada salahnya membatasi kontak dengan boraks sebagai antisipasi, dan jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sesudah memainkan slime.

Selain luka bakar, racun pada slime yang menggandung boraks bisa masuk ke tubuh lewat sistem pernapasan, pencernaan, dan kulit. Coba perhatikan, tak jarang anak kecil memasukkan slime ke dalam mulutnya, bahkan dikunyah dan dicoba dimakan.

Dapat dipastikan, racun-racun itu bisa masuk ke dalam sistem peredaran darah anak. Tak jarang pula perilaku anak yang kerap mencium mainan juga jadi pintu masuknya zat-zat berbahaya. Akibatnya, racun dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan gangguan otak,...(more)

Answered Mar 20, 2018

Question Overview


2 Followers
404 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Bagaimana cara sederhana/singkat menjadi orang yang rapi dan teratur?

Apa satu kebiasaan Anda yang membuat hidup Anda sangat produktif?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?

Bagaimana tips singkat dan mudah menguasai bahasa Inggris?

Bagaimana tips singkat dan mudah mendapatkan skor TOEFL yang tinggi?

Bagaimana tips singkat dan mudah mendapatkan skor IELTS yang tinggi?

Bagaimana tips singkat dan mudah menguasai bahasa Arab?

Bagaimana tips singkat dan mudah menguasai bahasa China/Mandarin?

Bagaimana tips singkat dan mudah menguasai bahasa Jepang?

Bagaimana tips singkat dan mudah menghapal Al Quran?

Bagaimana cara membuat suatu konten menjadi viral? Apa ada tips khusus?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengatasi rasa kantuk ketika dalam perjalanan di kendaraan?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengatasi rasa kantuk di waktu kerja?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengatasi rasa kantuk kala belajar?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif belajar dalam mempersiapkan ujian (UTS/UAS)?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengendalikan amarah?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengendalikan rasa senang berlebihan?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengendalikan rasa lapar?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif bersosialisasi dengan orang baru di kantor?

Apa tips terbaik untuk belajar (memahami sesuatu) dengan cepat?

Apa kata-kata yang disensor dalam percakapan tersebut? Apakah Anda setuju dengan pendapat wanita dalam gambar tersebut? Mengapa?

Bagaimana menjadi anak muda yang superkreatif?

Apa pengalaman menarikmu saat pertama kali belajar mengendarai mobil?

Tim kreatif pasangan calon Gubernur DKI Jakarta mana yang paling keren? Mengapa?

Apa itu FLAC Indonesia? Apa saja kegiatannya? dan Mengapa saya harus bergabung?

Apa imajinasi paling anehmu?

Seberapa besar kreativitas berpengaruh terhadap produktivitas dalam bekerja?

Apakah kopi dapat membantu meningkatkan produktivitas seseorang ketika bekerja?

Apa itu kreativitas?

Apakah tips menulis terbaik yang pernah kamu dapatkan?

Apa manfaat bermain origami untuk perkembangan kecerdasan anak?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk meningkatkan kreatifitas pada anak?

Bagaimana pendapat Anda mengenai kreativitas iklan "Indoeskrim Nusantara"?

Apa saja tips dalam membuat teaser atau promosi acara kemahasiswaan yang kreatif?

Mengapa iklan rokok lebih kreatif dibandingkan iklan produk-produk lainnya?

Iklan rokok manakah yang paling kreatif menurut Anda?

Bagaimana cara meningkatkan kreativitas?

Bagaimana caranya melakukan pembinaan karakter dan kreativitas kepada anak jalanan?