selasar-loader

Bagaimana cara menulis cerita pendek?

Last Updated Mar 6, 2018

Saya ingin sekali bisa menulis cerita pendek, namun tidak tahu harus mulai dari mana. Bagaimana caranya? Apa yang perlu saya ketahui lebih dulu?

3 answers

Sort by Date | Votes
Selasar Informasi
Akun Selasar untuk Berbagi Informasi

Cerita pendek adalah cerita yang dapat dibaca dalam waktu sekali duduk (merujuk pada esai Edgar Allan Poe, The Philosophy of Composition). Secara teknis, cerita pendek adalah cerita yang panjangnya antara 1.000 hingga 20.000 kata. Di bawah jumlah ini, sebuah cerita tergolong sebagai fiksi kilat. Di atas jumlah ini, cerita digolongkan sebagai novelette. Cerita pendek umumnya bersifat fiktif (fiksi), meskipun ada pula yang nonfiksi.

Ada hal-hal yang perlu dipahami sebelum menulis cerita pendek, yaitu:

  • unsur interinsik, dan
  • unsur eksterinsik.

Unsur Interinsik Cerita Pendek

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya itu sendiri. Unsur–unsur intrinsik cerpen mencakup:

  • Tema, yaitu ide pokok yang diyakini dan dijadikan sumber pada cerita.
  • Latar, yaitu tempat dan waktu dalam cerita. Sebuah cerita harus jelas di mana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.
  • Alur (plot), yaitu susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita. Alur dibagi menjadi 3, yaitu alur maju (rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian) atau cerita yang bergerak ke depan terus), alur mundur (rangkaian peristiwa yang susunannya berlawanan dengan urutan waktu kejadian atau flashback), dan alur campuran (campuran antara alur maju dan alur mundur).
  • Karakter, biasanya dibedakan melalui tampilan fisik, sifat, dan latar belakangnya.
  • Peran, terbagi menjadi protagonis (tokoh utama), antagonis (lawan), dan tritagonis (penengah protagonis dan antagonis.
  • Nilai (amanat) adalah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.

Sementara itu, struktur dalam alur cerita biasanya melewati tahap-tahap berikut ini.

  1. Pengantar: bagian cerita berupa penggambaran atas karakter, latar (waktu dan tempat), dan kejadian yang merupakan awal cerita. Di tahap ini, seorang penulis biasanya memperkenalkan karakter protagonisnya.
  2. Awal masalah: bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita. Konflik protagonis mulai dibangun pada tahap ini, baik dengan antagonis maupun dengan situasi dan kondisi.
  3. Klimaks: konflik cerita berada dalam titik puncaknya.
  4. Ketegangan menurun: konflik telah berangsur-angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  5. Resolusi: konflik menghilang, bisa benar-benar menghilang atau membuka konflik baru.

Kebanyakan penulis pemula memiliki permasalahan dalam struktur cerita. Mereka memulai cerita tanpa mengetahui akan seperti apa akhirnya. Ini menyebabkan para penulis kehabisan energi sebelum cerpennya selesai sehingga cerita pendek mereka justru terbengkalai. Jadi, tentukan dulu seperti apa akhir cerita pendek Anda sebelum mulai menuliskannya. Kemudian, berusahalah menuju ke sana dalam proses menulisnya.

Unsur Eksterinsik Cerita Pendek

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Yang termasuk ke dalam unsur eksterinsik adalah

  • Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan

Cara menulis cerita pendek paling mudah ialah dengan membaca satu cerpen yang Anda sukai, lalu menirunya. Anda perlahan akan memahami hal-hal yang ada dalam kaidah unsur-unsur interinsik dan eksterinsik.

Selain itu, ada beberapa jenis latihan menulis yang bisa Anda kerjakan. Salah satunya adalah latihan menggambarkan suatu benda (membuat karangan deskriptif). Carilah benda terdekat di sekitar Anda, lalu tuliskan apa yang Anda lihat dari benda tersebut serinci mungkin. Ini akan membantu Anda dalam membuat penjelasan yang mudah dicerna pembaca.

Latihan kedua yang bisa Anda lakukan adalah menulis ulang peristiwa. Mintalah teman Anda menceritakan suatu peristiwa yang berkesan baginya. Setelah itu, coba ceritakan kembali dalam satu tulisan. Anda bisa mengombinasikan latihan ini dengan latihan pertama (misalnya dalam menggambarkan ciri fisik teman Anda dan orang yang dia temui).

Setiap penulis adalah pembaca. Maka dari itu, penting pula untuk membaca buku-buku yang Anda sukai. Namun, sangat disarankan Anda membaca buku yang tidak berhubungan dengan cerpen yang hendak Anda tulis jika ingin menciptakan tulisan yang unik. Jika ingin menulis kisah cinta, misalnya, bacalah buku-buku tentang investasi. Nantinya, Anda bisa menciptakan cerpen cinta dengan sudut pandang yang baru sehingga pembaca yang terbiasa membaca cerpen romantis tidak bosan membaca cerita Anda.

Selamat mencoba!

 

Baca juga:

Bagaimana cara membuat cerita cinta romantis?

Bagaimana cara membuat cerpen anak?

Bagaimana cara mengakhiri esai dengan baik?

Bagaimana cara menulis buku yang inspiratif?

Mengapa cerita romantis disukai orang?

Answered Mar 6, 2018
Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan

Sebenarnya, tidak ada rumus atau formula baku dalam membuat cerpen atau cerita pendek.Setiap penulis atau sastrawan terkenal memiliki gaya sendiri-sendiri ketika menulis cerrita pendek versinya. Cerpen biasanya terdiri dari 500—15.000 kata dan selalu terdiri dari semua unsur instrinsik prosa. Berikut merupakan langkah membuat cerpen yang sebaiknya kamu perhatikan!

Pertama, cerita pendek harus pendek. Seberapa pendeknya? Kamu harus bisa memastikan bahwa cerpen yang kamu buat mampu dibaca pembaca ketika sekali duduk di kereta, duduk menunggu pesanan makanan, atau ketika menunggu kekasih datang ke kafe tempat janjian. Karena pendek, kamu harus memastikan bahwa konflik dalam cerpen kamu tidak bertele-tele, jumlah tokohnya terbatas, latar tempatnya tidak terlalu banyak, serta tidak menggunakan kalimat kompleks yang membingungkan pembaca dalam jumlah yang banyak.

Kedua, cerita pendek menghadirkan konflik yang tunggal dan unik. Dalam membuat cerita pendek, kamu tidak mungkin menggabungkan banyak peristiwa di dalam satu cerita.

Ketiga, membuat cerita pendek juga harus memastikan bahwa konflik yang kamu ciptakan adalah natural, tidak terlalu dibuat-buat atau sengaja dipendekkan dengan meniadakan hal-hal atau unsur yang penting dalam konfliknya. Meskipun harus menciptakan konflik yang pendek, imajinasimu tetap harus dikontrol agar tetap membuat cerita menggunakan hal-hal yang logis dan masuk akal.

Keempat, cerita pendek yang kamu buat sama sekali tidak boleh menggantung atau membuat pembacanya geregetan karena tidak menemukan ending yang jelas. Biasakan membuat cerita pendek dengan akhir cerita yang benar-benar tamat.

Meski begitu, sebuah cerpen meskipun singkat tetap harus memiliki konflik atau pertikaian yang dramatik, yaitu perbenturan kekuatan yang berlawanan. Baik benturan itu terlihat nyata ataupun implisit.

Di dalam cerita yang singkat itu, tentu saja tokoh-tokoh yang memegang peranan tidak banyak jumlahnya, bisa jadi hanya seorang, atau bisa juga sampai sekitar empat orang paling banyak. Itu pun tidak seluruh kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh itu diungkapkan di dalam cerita. Fokus atau, pusat perhatian, di dalam cerita itu pun hanya satu. Konfliknya pun hanya satu, dan ketika cerita itu dimulai, konflik itu sudah hadir di situ. Tinggal bagaimana menyelesaikan saja.

a-kvKnNsAhSRyjOx2Gg-5-oVt7t3M5fz.jpg

Namun yang perlu kamu garisbawahi, cerpen bukan penggalan sebuah novel. Bukan juga sebuah novel yang dipersingkat atau diperpendek jalan ceritanya. Cerpen itu adalah cerita rekaan yang lengkap dalam satu keutuhan dibawakan dalam bentuk ringkas.

Unsur-Unsur dalam Sebuah Cerpen

1. Tema

Adalah gagasan inti yang ingin kamu tonjolkan dalam cerpen kamu. Dalam sebuah cerpen, tema bisa disamakan dengan pondasi sebuah bangunan. Tentu tidak mungkin mendirikan sebuah bangunan tanpa pondasi sehingga tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita.

Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita yang menjadikan alur, karakter, setting cerita, dan lainnya bergantung padanya.

2. Alur atau Plot

Adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu atau sebab-akibat yang kamu hadirkan untuk membuat cerita berjalan dengan lebih natural dan logis.

Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat sehingga menghubungkan semua peristiwa. Dalam cerpen biasanya digunakan plot ketat artinya bila salah satu kejadian ditiadakan jalan cerita menjadi terganggu dan bisa jadi, tak bisa dipahami.

3. Penokohan

Adalah penciptaan citra tokoh dalam cerita dengan memeri karakter-karater tertentu yang menggambarkan pribadi tokoh. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak, dan karakter tokoh tersebut. Penokohan, yang di dalamnya ada perwatakkan sangat penting bagi sebuah cerita, bisa dikatakan ia sebagai mata air kekuatan sebuah cerita pendek.

Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam; sifat lahir  (rupa, bentuk) dan sifat batin  (watak, karakter).

4. Latar

Adalah segala keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar wajib ada dan amat dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan tema dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang indah.

Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang kamu ceritakan dapat memunculkan tema atau pesan yang ingin kamu sampaikan kepada para pembaca.

5. Sudut Pandangan Tokoh

Sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang diejawantahkan ke dalam pandangan tokoh-tokoh dalam cerita. Jadi sudut pandangan ini sangat erat dengan teknik bercerita. Sudut pandangan ini ada beberapa jenis, tetapi yang umum adalah:

Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”.

Sudut pandang orang ketiga, biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Dilan”, “Milea”, dan “Beni” misalnya.

Sudut pandang campuran, biasanya pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan.

Nah itu adalah hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat cerpen. Jangan sampai ada yang terlewat yah, agar cerpen yang kamu buat tidak seperti sayur yang kurang garam. Selamat menulis!

Answered Mar 23, 2018
Muhammad Andika Widiansyah Putra
Agribisnis IPB 2014 | Pegiat FLP Bogor | Peserta Rumah Kepemimpinan Bogor

Hm, menulis cerita pendek ya. Secara teknis, rasanya dua jawaban sebelumnya sudah sangat menggambarkan. Tapi, insyaAllah saya mencoba berbagi dari aspek lain.

Menjadi penulis sangat menyenangkan memang. Setidaknya, itu yang saya rasakan sejauh ini. Bisa menyapa orang lain melalui cerita yang kita gubah, atau berbagi kepada orang lain melalui tulisan-tulisan singkat yang kita ciptakan.

Untuk mulai menulis, sebetulnya mudah saja. Mulailah dari diri sendiri dan dari yang terdekat. Cobalah mulai menceritakan tentang diri kamu, apa yang kamu gemari, lingkungan sekitarmu, dan nanti, mulailah angkat tentang masalah yang kamu hadapi.

Tokoh yang diangkat di awal2 tak usah terlalu banyak dan kompleks. Cukup antara kamu dan ibu, misalkan. Masalah yang diangkat, misal, tentang kamu yang ingin keluar malam dari rumah karena diajak oleh teman-temanmu, lalu ibu tak setuju. Kamu marah karena mengira ibu tak memahami apa keinginan anaknya. Kamu anggap ibu hanya terlalu khawatir tentang nasib anaknya yang sudah dewasa.

Di akhir cerita, tutup dengan hal yang manis. Misal kamu pulang dan bertemu ibu yang ternyata masih terjaga di depan pintu sambil menunggumu. Wajahnya merah, matanya sembab. Tak perlu diakhiri dengan kisah tragis.

Answered Mar 31, 2018

Question Overview


4 Followers
553 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Adakah karya sastra yang memiliki tema tentang parfum?

Apakah yang dimaksud dengan penulisan kreatif?

Apa puisi Chairil Anwar yang paling Anda sukai?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Mengapa pada masa sekarang sangat sedikit penulis Indonesia yang memiliki kualitas layaknya Pramoedya Ananta Toer?

Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Bagaimana cara paling efektif untuk mengembangkan alur dalam menulis novel?

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Siapakah sastrawan Indonesia paling Anda sukai? Mengapa?

Apa cerita yang paling longlasting sepanjang sejarah?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sekelas?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sepermainan?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sekolah?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan kekasih atau pasangan Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan ayah Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan ibu Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan anak-anak Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan guru Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan kepala sekolah Anda?

Bagaimana cara membuat cerpen yang surealis?

Bagaimana solusi agar seseorang pandai merangkai kata ke dalam cerita?

Berapa honor menulis cerpen atau puisi di media massa di Indonesia?

Siapakah Goenawan Muhammad?

Apakah pengarang cerita khawatir ide yang sama telah ditulis orang lain?

Siapa pengarang fiksi ilmiah terbaik di Indonesia?

[Lomba Cipta Cerpen dan Puisi] Melawan Korupsi Melalui Tulisan? #MudaMelawanKorupsi

Bagaimana cara membuat cerpen anak?

Cerita anak seperti apa yang paling berkesan bagi Anda?

Bagaimana cara membuat cerita cinta romantis?

Di antara novel-novel Haruki Murakami, yang manakah yang paling Anda sukai?

Apakah kutipan Haruki Murakami yang paling berkesan bagi Anda?

Apakah tips menulis terbaik yang pernah kamu dapatkan?

Bila kamu berada pada situs puisi dan puisimu dibaca 250 orang namun tidak ada yang berkomentar, apa yang kira-kira terlintas di benakmu?

Film apakah yang menurut Anda memiliki skenario terbaik?

Menurut Anda, apakah kekurangan dari tulisan-tulisan Murakami?

Adakah pola tertentu dari karya-karya Murakami?

Di antara novel-novel Paulo Coelho, yang manakah yang paling Anda sukai?