selasar-loader

Pilih cari lowongan kerja atau menciptakan lapangan kerja?

Last Updated Mar 2, 2018

Jika lowongan kerja yang dipilih, apa alasannya dan di bidang apa? Jika menciptakan lapangan kerja, bagaimana caranya?

5 answers

Sort by Date | Votes
Fani Widiaschatzi
Love to learn, learn to love

Saya mau pilih lowongan kerja dulu, lalu menciptakan lapangan kerja. Tidak ada larangan untuk memilih keduanya, kan? Hehehe. Hmm…begini penjelasannya.

Setelah lulus kuliah, saya berencana untuk cari lowongan kerja, mungkin akan cari lowongan kerja bank atau di Kereta Api Indonesia (persero). Alasannya, lowongan kerja bank biasanya tidak mensyaratkan S1 jurusan tertentu. Kesempatannya terbuka untuk semua jurusan sehingga saya menjadi lebih tertantang untuk mengikutinya. Beda dengan lowongan kerja di PT Nindya Karya (Persero), misalnya, yang memang kebutuhannya sudah sangat spesifik (mereka tidak mungkin menerima sarjana lulusan ilmu budaya untuk menangani pekerjaan konstruksi, kan?). Kalau di bank, mungkin yang akan saya pilih pertama adalah Bank Mega. Sebagai salah satu perusahaan yang bernaung di bawah bendera CT Corp, menurut saya program kerjasama Bank Mega dengan Carrefour itu brilian. Saya yakin, pasti banyak nasabah baru Bank Mega yang tertarik untuk bergabung karena bisa belanja lebih murah di Carrefour atau Transmart.

Kalau di PT Kereta Api Indonesia (Persero), alasannya adalah karena perusahaan ini merupakan perusahaan BUMN dan bidang bisnisnya adalah bagian dari gaya hidup yang telah menjadi kebutuhan. Buat saya, kereta adalah moda transportasi paling cepat dan murah di Indonesia. Sambil menunggu kereta commuter line, saya kadang suka membayangkan berapa banyak penghasilan yang diterima PT Kereta Commuter Indonesia dalam sehari jika setiap gerbongnya disesaki warga Jabodetabek yang setiap hari bekerja menggunakan kereta? PT KAI sebagai perusahaan sarat pengalaman (didirikan pada tahun 1945) tentu bisa meraup pendapatan yang lebih besar lagi, terutama pada momen-momen mudik lebaran. Lagipula, lumayan juga nanti saya bisa mudik gratis ke kampung di Jawa Tengah, hehehe.

Setelah dirasa kenyang dengan berbagai pengalaman dalam dunia kerja, baru saya berusaha menciptakan lapangan kerja. Saya berniat untuk merintis suatu usaha, entah di bidang teknologi atau yang bersifat padat karya. Dengan demikian, saya bisa membantu mereka yang mencari lowongan kerja. Saya juga harus mendaftarkan mereka pada BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sehingga kesejahteraan lahir batin bisa diupayakan, meskipun mereka adalah pegawai non-PNS.

Mudah-mudahan.

Answered Mar 2, 2018
Alfian Nur Wahyudi
FKM UNAIR 2015, Heroboyo 8 RK Regional IV

Saya lebih memilih menciptakan lapangan pekerjaan di bidang kesehatan. Caranya adalah dengan membangun sebuah klinik di mana saya bisa memberikan lapangan pekerjaan pada tenaga kesehatan yang membutuhkan lapangan pekerjaan.

Answered Mar 2, 2018
Muhammad Rasyid R
Mahasiswa Teknik Kelautan ITS Surabaya-Rumah Kepemimpinan Surabaya

Penekanan yang kita lakukan bukan memilih di antara keduanya. Pandangan untuk membuka lapangan kerja seharusnya adalah pandangan utama setiap orang yang harus dipilih.

Masalahnya hanyalah waktu dan ingin bermanfaat untuk siapa. Ketika waktunya mampu membuka lapangan pekerjaan, itu sangat dianjurkan. Ketika belum, mungkin lebih baik memilih untuk mencari lowongan kerja.

Di atas itu semua, pilihan akan tergantung pada passion dan kemampuan masing-masing.

Answered Mar 2, 2018
Abdul Rasyid
Resource and Environmental Economics Student | Aktivis IMM | Asrama Kepemimpinan

Menurut saya, keduanya harus dipilih. Kita semua memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda. Mencari pekerjaan dapat dilakukan sembari belajar untuk mengumpulkan dana. Setelah dana terkumpul, mulailah membuat lapangan kerja.

Kenapa keduanya harus dipilih? Agar kita merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja untuk orang lain. Kemudian setelah kita menciptakan lapangan kerja dan memperkerjakan orang lain, maka kita paham kondisi orang yang kita pekerjakan.

Menciptakan lapangan kerja tentunya dilakukan sesuai dengan kemampuan agar kita menguasai medannya. Misal, keahlian kita sebagai seorang arsitek. Maka, membuka lapangan kerja rumah design untuk lulusan arsitektur yang belum bekerja itu adalah bagus. Tentunya banyak.

Answered Mar 4, 2018
Jhoice Noor Syahid Admaja
Mawapres III Universitas Padjadjaran | Awardee Rumah Kepemimpinan 8 | Astra1st 6

Pilihan tersebut akan sangat berbeda kondisinya pada setiap individu.

Ada individu yang memiliki passion untuk dapat berwirausaha sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. namun ada juga individu yang juga tidak memiliki passion tersebut.

Orang-orang yang tidak memiliki passion untuk berwirausaha/berjualan tentunya memiliki kecenderungan untuk mencari lowongan pekerjaan, terlebih dibidang yang mereka sukai dan kuasai. 

Beberapa bidang memerlukan pengalaman yang banyak untuk dapat berkarir secara mandiri (dalam hal ini membuka lapangan pekerjaan namun bukan berwirausaha), contohnya adalah seseorang yang membuka lapangna pekerjaan dari membuka kantor konsultan sendiri. contoh tersebut tentu bisa diraih apabila orang tersebut telah memiliki pengalaman yang kaya pada bidang konsultasi, berbeda dengan wirausaha yang dapat dilakukan sejak kuliah asalkan memiliki passion dibidang tersebut.

 

#JawabanMaret

Answered Apr 3, 2018
Sponsored