selasar-loader

Apa fitur yang sebaiknya ada pada BPJS Kesehatan Mobile?

Last Updated Mar 1, 2018

Jika kamu diberikan kesempatan untuk mengembangkan BPJS Kesehatan Mobile Apps, fitur apa yang hendak kamu kembangkan? Terima kasih.

2 answers

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Pernah sekolah teknik. Menjadi teknisi magang di Lintasarta 2008-2009.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, pemerintah telah meluncurkan layanan kesehatan yang bisa diakses secara daring (online) melalui mobile phone. Aplikasi yang telah diperkenalkan pada Juli 2017 itu tampaknya memang merupakan wujud nyata dari pemerintah dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi para pemegang kartu BPJS. Pasalnya, ia telah diunduh oleh jutaan pengguna Android dan ribuan pengguna iOS.

JphFQQxY_2STvyD3KSzx45gazuJOyAvw.png

Namun, namanya bukan aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Nama yang benar adalah Mobile JKN. Aplikasi itu bisa diunduh di sini bagi pengguna sistem operasi Android.

Lalu, fitur apa yang sebaiknya ada pada aplikasi BPJS Kesehatan (Mobile JKN) ini?

1. Screening

Menurut saya, screening adalah fitur utama yang sebaiknya ada. Hipertensi, diabetes melitus, ginjal kronik, dan jantung koroner adalah penyakit-penyakit kronis yang gejalanya seringkali diabaikan oleh masyarakat. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan, meskipun mereka telah memegang kartu BPJS alias telah menjadi peserta JKN-KIS. Gaya hidup yang tidak sehat pun dilanjutkan.

Kebanyakan di antara kita baru menyadari bahwa mereka telah mengidap penyakit tersebut ketika telah mencapai fase lanjut. Padahal, jika mampu dideteksi sejak dini, rumah sakit tentu dapat memberikan akses dan pelayanan yang optimal bagi para peserta JKN-KIS. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola risiko tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan perlu meluncurkan layanan mobile screening.

Kabar baiknya, layanan mobile screening itu sudah diluncurkan di aplikasi BPJS Kesehatan, Mobile JKN.

Peserta JKN-KIS dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan (cara mudah pendaftarannya ternyata sudah ada di Selasar). Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.

RGUDT_ZofgxMpj10Syc6ag6Xw0kS0Opr.jpg

DosyknviGxvahnU3w9CrjJp0Du7BGrST.png

Setelah itu, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Setelah menjawab semua pertanyaan tersebut, peserta akan memperoleh hasil screening riwayat kesehatan pada saat itu juga.

Jika memiliki risiko rendah, peserta JKN-KIS akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari (fungsi pencegahan ini yang saya suka, barangkali bisa ditambahkan variasi latihan fisik rutin pada versi Mobile JKN selanjutnya). Namun apabila berdasarkan hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi penyakit kronis, misalnya diabetes melitus, mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder. Para pemegang kartu BPJS juga akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil screening riwayat kesehatannya.
 
Apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan.

2. Pendaftaran online

Kalau BPJS Kesehatan mau memaksimalkan angka akuisisinya (memastikan 100% rakyat Indonesia terdaftar sebagai anggota BPJS), cara paling mudah adalah dengan memungkinkan pendaftaran dilakukan secara online. Ide membuat Mobile JKN sudah bagus, hanya saja aplikasi ini memang perlu disempurnakan. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan memudahkan pendaftaran dilakukan secara online, seperti kalau kita ingin sign up media sosial gitulah.

Bukan apa-apa, sekarang banyak layanan keuangan berbentuk aplikasi. Yang tadinya kita butuh prosedur cukup rumit saat mengurus layanan keuangan, kini sudah lebih sederhana prosedurnya karena bisa dilakukan melalui aplikasi. Nah, coba bayangkan, kalau aplikasi keuangan yang tentu punya tingkat keamanan lebih tinggi daripada layanan masyarakat pada umumnya saja bisa punya prosedur yang lebih mudah, kenapa aplikasi kesehatan tidak bisa? Apalagi ini merupakan aplikasi resmi pemerintah. Tentu alasan-alasan yang menghambat pengembangan aplikasi (misalnya alasan biaya pengembangan) sudah tidak bisa diterima.

3. Health Monitoring

Barangkali ini masih berhubungan dengan fitur mobile screening yang sebelumnya sudah dibahas. Saya membayangkan ada semacam fitur untuk memantau kesehatan. Dengan demikian, mereka yang punya concern terhadap kesehatan bisa dengan mudah memantau kesehatannya melalui aplikasi Mobile JKN. Hal-hal yang meliputi health monitoring adalah yang berkenaan dengan aktivitas sehari-hari, antara lain seperti pemeriksaan denyut nadi, input berupa makanan apa saja yang dimakan hari ini, berat badan, durasi olahraga, dan lain-lain.

Fitur mobile screening membuat kita lebih mengenal diri sendiri; apa yang boleh dimakan, apa yang sebaiknya dipantang. Nah begitu kita memasukkan makanan yang telah kita makan hari ini di malam hari, nanti akan terlihat makanan yang sebenarnya kita tidak boleh makan namun kita makan karena lupa. Mobile JKN akan memberikan semacam alert pada penggunanya. Ini sangat membantu, menurut saya. Ketika nanti terkena penyakit yang berkenaan dengan makanan itu, kita sudah tahu penyebabnya dan kapan "pelanggaran makanan" itu terjadi.

Memonitor kesehatan bisa dilakukan dengan mengukur denyut nadi harian dalam 1 menit. Jika jumlah denyut nadi berada pada kisaran normal, berarti kesehatan kita relatif baik. Namun jika berada di bawah atau di atas denyut normal, sudah saatnya kita mengevaluasi kesehatan diri sendiri. Kita bisa lihat input...(more)

Answered Mar 1, 2018
Ade Ratri
Konselor pendidikan

Berbekal pengetahuan bahwa perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi semakin pesat, di antaranya penggunaan perangkat telepon pintar yang saat ini sudah dimiliki sebagian masyarakat, jumlah pengguna telepon pintar di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang, serta trend teknologi saat ini mengarah ke penggunaan mobile application (Apps yang banyak digunakan seperti media sosial saja mencapai 92 juta pengguna atau sekitar 32% dari populasi), BPJS kesehatan menghadirkan BPJS Kesehatan Mobile dengan nama Mobile JKN yang merupakan bagian dari tuntutan zaman.

Kita sebagai warga Indonesia yang baik tentu harus bersyukur karena BPJS Kesehatan memiliki kemauan untuk ikut serta dalam perubahan zaman dengan mempermudah layanan kepada peserta.

Saat ini peserta atau calon peserta BPJS Kesehatan dapat men-download aplikasi ini melalui Google Play Store maupun Apple Store.

Aplikasi Mobile JKN berjalan dengan baik bila menggunakan perangkat mobile dengan sistem  operasi Android 4.0 ke atas dan iOS 10 sangat dianjurkan. Dengan Aplikasi Mobile JKN, akses pelayanan BPJS Kesehatan kini ada dalam genggaman.

OCWQesClFkj6nFO6yR5vLHrGe-oaKkee.jpg

Bagi pihak BPJS, aplikasi Mobile JKN ini merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif dilakukan di Kantor Cabang atau Fasilitas Kesehatan, ditransformasi kedalam bentuk Aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta di mana saja kapan pun tanpa batasan waktu (self service).

Menurut saya, adanya BPJS Kesehatan Mobile atau dikenal dengan Apps-nya Mobile JKN sangat membantu peserta BPJS dalam mengecek kepesertaan. Tidak hanya itu, adanya fitur skrining riwayat kesehatan juga mampu membantu masyarakat untuk mengenali kesehatan tubuhnya sendiri.

Saat ini, Mobile JKN telah memiliki belasan fitur yang sudah ada, berikut adalah rincian fitur yang dimiliki Mobile JKN:

FFongdc7Z-iNi5_S56fQFEKGjdZ9ZldK.jpg

1.     Info JKN

Fitur ini memungkinka peserta program JKN mendapatkan informasi seputar tata cara pendaftaran, hak dan kewajiban, saksi, serta fasilitas dan manfaat yang akan di terima meliputi fasilitas kesehatan, pelayanan kesehatan, hak kelas rawat inap di Fasilitas Tingkat Lanjutan, dan pelayanan kesehatan yang ditanggung dalam program JKN. Informasi yang disajikan pada fitur ini sangat detail sehingga mudah di akses peserta.

2.     Lokasi

Fitur ini memungkinkan peserta mendapatkan informasi alamat kantor regional, kantor cabang, alamat lengkap daftar Faskes Tingkat Pertama, dan alamat lengkap Faskes Tingkat Lanjut. Sayangnya fitur ini masih belum lengkap karena masih banyak rumah sakit ataupun faskes tingkat lanjutan yang belum terdata secara online. Pembayaran. Fitur ini akan menginformaikan metode pembayaran yang bisa di pilih untuk membayar iuran kepesertaan setiap bulan.

3.     Pengecekan Virtual Account

Peserta dapat mengakses informasi mengenai Virtual Account dengan mudah dan cepat. Saat ini BPJS Kesehatan sudah menetapkan satu VA atau satu Virtual Account untuk satu Kartu Keluarga sehingga tidak repot lagi ketika akan melakukan pembayaran iuran. Lebih praktis dan memudahkan masyarakat dalam penggunaannya.

4.     Skrining Riwayat Kesehatan

Ada 47 pertanyaan tentang kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan yang harus diisi. Berdasarkan pengisian pertanyaan ini, pengguna BPJS kesehatan akan mendapatkan hasil pengecekan risiko penyakit yang mungkin diderita meliputi diabetes, hipertensi, jantung, dan ginjal. Jika pengguna aplikasi tersebut terdeteksi memiliki risiko kesehatan sedang hingga berat, akan muncul pemberitahuan untuk segera memeriksakan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Akan tetapi jika hasil skrining menunjukkan pengguna memiliki risiko rendah, akan tercantum saran-saran kesehatan seperti anjuran pola hidup sehat dan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari.

5.     Kartu Peserta

Melalui fitur ini peserta bisa mengecek kartunya sekaligus bisa mencetaknya karena bisa di kirim melalui email yang didaftarkan peserta ketika login pertama kali pada aplikasi ini.

6.     Pengaduan keluhan

Sayangnya sampai saat ini, fitur Pengaduan Keluhan. masih dalam tahap pengembangan dan saat ini baru tersedia pengaduan melalui Care Center 1500 400 yang bisa di akses selama 24 jam. Ke depannya akan dikembangkan fitur yang memungkinkan peserta melakukan pengaduan secara chat melalui chat room.

7.     Peserta

Pada fitur ini peserta bisa mengecek siapa saja yang termasuk dalam satu Virtual Account dengannya. Tidak hanya itu, peserta juga mampu mengecek jumlah iuran yang harus dibayarkan dalam satu VA terdaftar.

8.     Premi

Melalui fitur ini, peserta akan mendapatkan informasi rinci seputar tagihan, sisa saldo, serta denda yang harus dibayarkan secara rinci sehingga peserta tidak lagi khawatir atau kebingungan mengenai jumlah tagihan yang ditunggaknya.

9.     Catatan Pembayaran

Fitur yang memungkinkan peserta mendapatkan informasi seputar tagihan, channel/bank tempat membayar, serta tanggal bayar secara lengkap berikut dengan tata cara pembayaran yang bisa dilakukan untuk membayar iuran BPJS.

10.  Pelayanan

Fitur ini menyediakan daftar catatan atau rekam medis yang dilakukan selama berobat menggunakan fasilitas dan layanan program JKN-KIS. Hal ini sangat membantu peserta BPJS dalam mengetahui riwayat pelayanan yang pernah didapatkannya.

11.  Ubah data peserta

Fitur ini memberikan keleluasaan bagi peserta untuk  mengubah data kepersertaannya, termasuk mengubah Faskes Tingkat Pertama, alamat, email, dan nomor handphone.

12.  Pendaftaran Peserta

Melalui fitur ini, peserta dapat melakukan pendaftaran peserta baru program JKN-KIS. Berbagai panduan pendaftaran pun lengkap disertakan pada fitur ini. Namun pendaftaran calon Peseta Penerima Upah belum bisa didaftarkan melalui aplikasi JKN-KIS karena masih harus melalui perusahaan tempat peserta bekerja. Untuk itu, pastikan kamu terdaftar JKN di perusahaan kamu masing-masing ya!

13. ...(more)

Answered Mar 20, 2018

Question Overview


4 Followers
450 Views
Last Asked 11 months ago

Related Questions


Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Apa yang terjadi apabila seseorang terlalu banyak mencium aroma parfum?

Apakah memakai parfum memiliki dampak buruk terhadap kesehatan?

Bahan kimia apa yang paling banyak digunakan dalam parfum?

Mengapa kita disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan?

Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kestabilan berat badan?

Jika mengalami gejala sulit tidur, apa yang Anda lakukan?

Apakah minum susu dan makan apel sebelum tidur itu baik untuk kesehatan?

Apakah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang lebih baik dengan memakan makanan 4 sehat 5 sempurna?

Apa dampak terlalu banyak duduk ketika bekerja bagi kesehatan?

Berapa lama batas maksimal seseorang berolahraga dalam satu hari?

Wajibkah perusahaan memberi BPJS Ketenagakerjaan pada karyawannya?

Apa yang harus kita lakukan bila perusahaan tempat kita bekerja tidak memberi BPJS Ketenagakerjaan?

Apa manfaat yang didapat peserta BPJS Kesehatan jika tidak pernah klaim? Apakah uang iuran bisa ditarik kembali?

Apakah peserta BPJS yang sakit di luar negeri dapat dicakup layanan BPJS ?

Bagaimana cara mengukur pelayanan BPJS baik atau tidak?

Dengan adanya kewajiban menggunakan BPJS, apakah kita harus tetap memiliki asuransi lain (swasta)?

Apakah benar BPJS haram? Jika iya, mengapa?

Mengapa dan apa kendala utama pemerintah Indonesia tidak membuat BPJS Syariah?

Ke mana dana-dana pensiun dan BPJS diinvestasikan dan bagaimana return-nya?

Apa itu BPJS Online?

Apa perbedaan antara asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaaan swasta dengan BPJS?

Bagaimana cara mudah daftar BPJS online?

Apa saja alasan menggunakan BPJS Kesehatan online?

Apa cara termudah cek BPJS Kesehatan?

Apa saja fakta BPJS Kesehatan yang wajib diketahui?