selasar-loader

Profesi apa yang disukai para mahasiswa komunikasi?

Last Updated Feb 26, 2018

Halo para mahasiswa IISIP Jakarta peserta kuliah manajemen media massa. Dalam kuliah pada Senin (26 Februari), dosen Anda meminta Anda membuat kelompok dan berdiskusi tentang dunia media massa.Menurut Saudara, profesi atau bidang apa yang disukai/diminati teman Anda? Silakan Anda pilih salah satu profesi yang diminati teman anggota kelompok Anda? Beri penjelasan lebih lanjut tentang profesi yang diminati teman Anda. Contoh, jika teman Anda tertarik di bidang periklanan, jelaskan apa itu periklanan dan aspek-aspek lainnya. Silakan Anda jawab minimal 8 paragraf (alinea).

14 answers

Sort by Date | Votes

Selamat malam, pak Gantyo Koespradono selaku dosen manajemen media massa IISIP Jakarta. Saya Arfa, ingin menjawab pertanyaan yang diberikan oleh bapak pada hari senin lalu tanggal 26 Februari 2018. 

Jadi, menurut saya media massa adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat - alat komunikasi seperti radio, surat kabar, dan tv.

Media massa sampai saat ini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya media massa, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi dan mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di lapangan. 

Selain itu, media dapat juga digunakan untuk menyampaikan pesan - pesan kreatif yang dapat memotivasi khalayak. Di dalam media juga terdapat banyak bidang yang menarik seperti periklanan, media planner, account service, riset pemasaran, media buyer, dan lain - lain. 

Berdasarkan diskusi kelompok yang saya lakukan senin lalu. Terdapat satu profesi yang menarik dari sebuah media yaitu media planner. Tugas dari media planner adalah menyampaikan iklan atau pesan kepada khalayak yang tepat, yaitu khalayak sasaran yang dijabarkan dalam strategi pemasaran. Sebagai media planner kita harus menyampaikan iklan secara efektif dan efesien.

Arti efektif dalam hal ini adalah bisa mencapai khalayak sasaran, menjangkau khalayak yang luas, jangkauan geografis yang luas, dan tepat dalam penempatan iklan dari media yang dipilih. Sedangkan, efisien berarti dengan biaya mahal ataupun murah tidak akan menentukan kalau iklan tersebut dapat didistribusikan dengan tepat. 

Iklan itu bukan hanya berkaitan dengan kata "kreatif" tetapi juga berkaitan dengan perencanaan pemasarannya. Media planner bertugas menentukan di media manakah iklan tersebut akan dipajang atau ditayangkan. Dalam menentukan media mana yang tepat, tentu butuh perhitungan yang matang dan tidak bisa mengandalkan trend saja. Walaupun media sosial sedang booming, tapi untuk mengiklankan produk dengan segmentasi orang tua, tidak akan cocok untuk menentukan media sosial sebagai tempat pengiklan. 

Seorang media planner dituntut untuk bisa baca data yang berupa angka - angka statistik. Selain itu, media planner juga harus mengikuti trend penggunaan media di kalangan masyarakat. 

Alasan mengapa, kami tertarik pada bidang ini karena kami merasa tertantang dan dapat melatih tanggung jawab kami dalam mencapai sebuah tujuan dari campaign atau pengiklanan yang kami lakukan. Hal - hal yang sudah ada dalam diri kami untuk menunjang pekerjaan dalam bidang media planner adalah pekerja keras, bertanggung jawab, dan memiliki basic dalam pendistribusian pesan yang kami pelajari dari dasar - dasar  manajemen komunikasi dan pemasaran sosial. 

Answered Mar 2, 2018
Anonymous

Selamat sore Bapak Gantyo selaku dosen manajemen bidang media yang sangat saya hormati, saya mahasiswa IISIP jurusan D3 Periklanan atas nama Darmanto dari mata kuliah manajemen bidang media bermaksut ingin menjawab pertanyaan sekaligus tugas yang bapak berikan, sesuai dengan pertanyaan yang diberikan tentang profesi/bidang yang disukai oleh mahasiswa khususnya teman dalam satu kelompok maka kami Selaku mahasiswa dari jurusan D3 periklanan telah melakukan diskusi bersama yang menghasilkan pemilihan bidang periklanan menjadi pilihan utama tetapi dengan bagian tugas yang berbeda, sebagian besar dari kami memilih bagian kreatif yang memang sering di ajarkan dan sesuai dengan ilmu yang kami dalami saat perkuliahan, tetapi ada juga yang tertarik di bagian art atau desain yang memang suka di bagian tersebut.

Answered Mar 4, 2018
Anonymous

    Selamat malam Bapak Gantyo Koespradono selaku dosen mata kuliah Manajemen Media Masa IISIP Jakarta yang saya hormati. Saya Dhiya Muhammad El-Labib mahasiswa S1 jurusan Jurnalistik bermaksud menjawab pertanyaan sekaligus tugas yang bapak berikan.

     Dari beberapa kali diskusi yang kami lakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai salah satu profesi yang diminati oleh teman sekelompok kami,  dapat disimpulkan, teman kami yang mengambil konsentrasi ilmu jurnalistik, beberapa dari mereka lebih tertarik untuk bekerja pada media televisi (TV) bagian broadcasting. 

     Broadcasting sendiri secara umum memilki arti proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi dan media lainnya. 

    Beberapa dari mereka tertarik untuk menjadi reporter, atau bekerja di depan layar.  Alasan mengapa mereka ingin menjadi reporter ialah agar mereka bisa menjadi orang pertama yang melihat langsung sebuah kejadian atau peristiwa dan langsung mengabarkanya ke masyarakat luas. Syukur syukur bisa terkenal dari situ dan jadi artis haha (bonus).

     Menjadi reporter sepertinya terlihat gampang dan mengasyikan bahkan terkesan seperti seorang traveler yang kerjaanya cuma jalan-jalan, karena setiap peristiwa satu dan lainnya tentu memiliki tempat yang berbeda.

     Bahkan ada kesan, jadi reporter mah yang penting pinter ngomong. Anggapan-anggapan tersebut tentu tidak bisa kita salahkan,  karena faktanya seorang reporter memang nantinya akan "jalan-jalan" ketika melakukan tugas liputan. Tentu bukan "jalan-jalan" yang seperti kita bayangkan. 

     Apakah masih bisa kita bilang itu jalan-jalan ketika seorang reporter melakukan tugas liputan gunung meletus?, disaat orang lain turun gunung, seorang reporter dituntut untuk mendekati peristiwa supaya mendapat sudut pandang terbaik. Simpulkan sendiri

    Dan yang terpenting dalam broadcasting kita juga dituntut untuk memperdalam ilmu kemasyarakatan, yakni bagaimana cara kita untuk terjun langsung dan berhadapan dengan masyarakat luas. Karena setiap masyarakat tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Artinya untuk menjadi seorang reporter tidaklah gampang, harus ada beberapa keahlian yang kita kuasai. 

    

Answered Mar 4, 2018

Selamat malam pak Gantyo, saya selaku mahasiswa iisip dalam mata kuliah manajemen media massa ingin menjawab pertanyaan yang juga merupakan tugas yang bapak berikan pada hari senin tanggal 26 februari 2018.

Berdasarkan diskusi yang telah kelompok saya lakukan, saya menyimpulkan bahwa profesi/bidang yang diminati teman saya dalam lingkup dunia media massa salah satunya ialah bidang marketing. Profesi yang hendak ia capai dalam bidang ini ialah sebagai Digital Marketing. Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. oleh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya.

Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan marketing. Kegiatan marketing adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada era informasi berkembang pesat saat ini. Maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.

Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoleh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi dan konten yang jelas. Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi perusahaan untuk memasarkan produk/jasa dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif dengan menggunakan media digital.

Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran dalam digital marketing mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu, strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar, media massa saat ini dan lingkungan pasar tersebut.

Seperti yang dilansir dalam Edumor.com, seseorang yang berprofesi sebagai Digital Media Marketing bertugas untuk mempromosikan sebuah konten baik tulisan, video, maupun film menggunakan media internet dan sosial media. Dengan begitu, seorang Digital Marketing harus bisa memperkirakan media internet dan sosial media apa yang umumnya banyak dipergunakan oleh pelajar dan mahasiswa guna menyebarluaskan konten yang telah dibuat.

Pekerjaan Digital Marketing sendiri memiliki berbagai proses dan teknik yang kompleks. Secara garis besar, seorang Digital Marketing harus bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan pemasaran dan branding produknya secara digital (online). Berdasarkan sumber dari www.jagoanhosting.com, ada beberapa jobdesk dari Digital Marketing, antara lain :

  • Digital Strategist adalah seorang yang bertugas untuk memikirkan dan mengkonsep ide campaign marketing di ranah digital secara keseluruhan.
  • Social Media Strategist adalah seorang yang bertugas untuk mengkonsep dan merancang distribusi  content campaign marketing di social media.
  • Social Media Specialist adalah seorang yang bertugas untuk memelihara dan meningkatkan engangement penggemar dan pelanggan produk melalui penyampaian content di social media.
  • SEO Specialist adalah seorang yang bertugas untuk mengoptimasi dan meningkatkan ranking website bisnis atau produk di search engine.

Keahlian yang dibutuhkan bukan hanya strategi marketing saja. Tapi juga harus bisa menulis konten, membuat desain grafis, edit foto / video / film, menjaga kualitas konten, analisis digital marketing, SEO, email marketing, mobile marketing, hingga memasarkannya ke berbagai media internet dan sosial media yang ada sehingga iklan yang telah dibuat dapat banyak diminati oleh pelanggan dari berbagai penjuru dunia. Setelah itu seorang digital marketing juga dituntut untuk mengerti bagaimana menggunakan media internet dan sosial media.

Seperti yang sudah saya jelaskan di paragraf awal, minat dari salah satu teman dalam kelompok saya (termasuk juga saya) ialah menjadi seorang Digital Marketing. Alasannya ialah, dengan perkembangan media massa saat ini tentu akan mendukung seseorang untuk lebih kreatif dalam menyebarkan sebuah iklan dengan konten yang berkualitas melalui media massa yang relevan. Sehingga salah satu profesi yang dipilih ialah menjadi seorang Digital Marketing.

Answered Mar 4, 2018

Selamat malam pak Gantyo selaku dosen pengajar mata kuliah Manajemen Media Massa.  Saya Mutia Kansa Putri (NRP: 2016130025) mahasiswi IISIP jurusan Manajemen Komunikasi. Saya ingin menjawab tugas yang telah diberikan bapak pada setiap kelompok pada 26 Februari 2018.

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas. Fungsi utama media massa adalah untuk memberikan informasi pada kepentingan yang menyebarluas dan mengiklankan produk. Ciri khas dari media massa yaitu tidak ditujukan pada kontak perseorangan, mudah didapatkan, isi merupakan hal umum dan merupakan komunikasi satu arah. Pada media massa terdapat banyak bidang profesi yang ada mulai dari reporter, editor/redaktur, sub editor, redaktur pelaksana, sekertaris redaksi, penanggungjawab redaksi, umum dan perusahaan, periklanan, pemasaran, dll.
Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan, saya menyimpulkan bahwa bidang profesi yang teman saya minati dalam media massa adalah bidang periklanan. Dia ingin memiliki profesi sebagai account management. Account management adalah bidang pekerjaan yang menangani urusan pemasaran jasa periklanan dari perusahaan periklanan tersebut. Tugas utama bidang ini adalah mencari klien baru (perusahaan / pengiklan yang mau menggunakan jasa periklanan) dengan mengajukan penawaran atau ikut dalam tender/pitching pekerjaan periklanan.

Menurut M. Suyanto (2007: 143) mendefinisikan ”Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa atau pun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”. (sumber: pendidikanekonomi.com)

Dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI), perusahaan periklanan diartikan sebagai suatu organisasi usaha yang memiliki keahlian untuk merancang, mengkoordinasi, mengelola, dan atau memajukan merek, pesan, dan atau komunikasi pemasaran untuk dan atas nama pengiklan dengan memperoleh imbalan atas layanannya tersebut. Dengan demikian, perusahaan periklanan adalah termasuk kategori perusahaan jasa. Bisnis periklanan di Indonesia termasuk salah satu bisnis yang berkembang cukup pesat.
Saat ini media massa baru juga semakin bermunculan, baik itu stasiun TV maupun media cetak. Semakin banyak pula perguruan tinggi yang membuka jurusan periklanan, komunikasi, desain grafis dan sejenisnya selain kursus-kursus singkat mengenai berbagai keahlian dalam bekerja di perusahaan periklanan.
Secara singkat, account management ini berfungsi sebagai ‘jembatan’ antara klien-klien suatu perusahaan periklanan dengan departemen-departemen lainnya di perusahaan periklanan tersebut. Saat ia menghadapi klien, maka ia mewakili perusahaan periklanan dalam mendapatkan informasi tentang apa saja kebutuhan klien untuk suatu program komunikasi pemasaran dari produk/jasa klien tersebut. Ia harus dapat menangkap dengan jeli peluang-peluang usaha yang mungkin dapat ia peroleh dari klien-kliennya. Ia juga harus mampu berpikir secara strategis untuk membantu memecahkan masalah komunikasi pemasaran dari kliennya. 
Pada saat ia bertemu dengan rekan-rekannya di perusahaan periklanan, maka ia menjadi wakil klien dalam menjabarkan dengan sebaik mungkin kebutuhan klien tersebut. Ia juga akan membantu klien memastikan bahwa segala penugasan dari klien terlaksana dengan kualitas terbaik, tepat waktu dan tepat anggaran. 
Sebagai account management terdapat beberapa kualifikasi yang akan mendukung keberhasilan seseorang dalam mengawali karirnya dalam fungsi ini seperti yang dilansir pada (sumber: http://airbrandindonesia.blogspot.co.id) yaitu: 
1. Kemampuan berhubungan dengan individu (human relation)
2. Kemampuan melakukan presentasi dengan menyakinkan
3. Kemampuan berbahasa asing (Inggris, Mandarin dan sebagainya)
4. Mempunyai jiwa “melayani” dengan penuh semangat dan ceria
5. Kemampuan menganalisa kebutuhan-kebutuhan klien
6. Kemampuan memahami strategi pemasaran klien
7. Mempunyai apresiasi yang baik atas nilai-nilai seni/kreatifitas
8. Kemampuan memimpin kelompok kerja
9. Kemampuan mengambil keputusan dalam waktu yang singkat
10. Menguasai proses kerja di biro iklan dengan baik
11. Tekun dan teliti dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi
 

Answered Mar 4, 2018

Assalamualaikum, Wr. Wb. Selamat malam pak Gantyo, saya Dwinta, selaku mahasiswa IISIP yang mengikuti kelas bapak di mata kuliah Manajemen Media Massa, ingin menjawab pertanyaan yang bapak berikan minggu lalu.

Saya, dan beberapa teman satu kelompok saya sudah berdiskusi mengenai profesi apa yang di minati oleh teman -teman kami. Dari hasil diskusi kami, dapat disimpulkan jika banyak sekali yang tertarik untuk bekerja di bidang televisi. salah satunya adalah menjadi wartawan.

Wartawan itu sendiri didefinisikan sebagai seorang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Kegiatan jurnalistik itu sendiri seperti mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah bahan berita yang di dapat, dan menyampaikan informasi.

Agar mampu berperan seperti yang diamanatkan undang-undang, maka di bidang pers dituntut memiliki sumber daya manusia (wartawan) yang berkemampuan, berpengetahuan, dan beretika. Selain itu, seorang wartawan juga harus memiliki sifat profesionalisme yang tinggi. Mengapa? Karena bidang pers memiliki kekuatan untuk mempengaruhi publik melalui informasi, dan wartawan memiliki “hak istimewa” dalam menjalankan profesinya, seperti hak mendapatkan akses informasi atau data dan hak tolak.

Menjadi seorang wartawan juga harus memenuhi kriteria kompetensi wartawan.  Kompetensi wartawan adalah kemampuan seorang wartawan melaksanakan kegiatan jurnalistik, yang menunjukkan pengetahuan dan tanggung jawab sesuai tuntutan profesionalisme yang di persyaratkan. Dalam perumusan kompetensu wartawan, terdapat sejumlah aspek mendasar yang perlu diperhatikan.

Aspek-aspek tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori kompetensi, yaitu kesadaran (awareness) yang mencakup kesadaran tentang etika, hokum, dan karir. Selanjutnya ada pengetahuan (knowledge), mencakup pengetahuan umum dan pengetahuan khusus sesuai bidang kewartawanan yang bersangkutan. Dan yang terakhir ada keterampilan (skill), mencakup keterampilan menulis, wawancara, riset, investigasi, dan terampil dalam menggunakan berbagai peralatan digital untuk kegiatan peliputan.

Dalam hal ini, Dennis McQuail menyebutkan adanya empat prinsip utama jurnalisme, yaitu bebas dan independen, yang berarti berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan tunduk kepada kepentingan tertentu, selanjutnya ada tertib dan menciptakan solidaritas, dalam hal ini pers aktif dalamm memelihara dan mendukung ketertiban dan menciptakan solidaritas sosial, lalu ada keragaman yang berarti pers diupayakan secara maksimal merefleksikan keragaman masyarakat, dan yang terakhir objektivitas, prinsip yang terakhir ini berkaitan dengan isi informasi yang disampaikan.

Selain itu, dalam melakukan tugasnya seorang wartawan tidak boleh mengabaikan situasi yang terjadi. Itu sebabnya menjadi seorang wartawan harus mempunyai sifat skeptis yang sangat tinggi. Skeptis berarti seorang wartawan harus selalu meragukan, mempertanyakan, dan mewaspadai apa yang mereka dapatkan. 

Saya tertarik di bidang ini, karena bisa sangat menambah pengalaman dan pengetahuan saya di bidang jurnalistik.

 

Answered Mar 4, 2018

Selamat malam Bapak Gantyo Koespradono selaku dosen mata kuliah Manajemen Media Masa yang saya hormati. Saya Yoga Indrawan S mahasiswa IISIP JAKARTA jurusan S1 Jurnalistik bermaksud menjawab pertanyaan sekaligus tugas yang bapak berikan.

Setelah saya bertanya kepada teman sekelompok saya mahasiswa manajemen komunikasi dari iisip jakarta mengenai pertanyaan tentang profesi apa yang disukai anak komunikasi, jawabannya adalah "Public Relation" dan sebagai penentu kebijakan-kebijakan sosial dalam masyarakat. 

Alasan mengapa Public Relation menjadi sasaran anak komunikasi sebagai profesi yanh paling disukai adalah, bahwa anak komunikasi belajar bagaimana untuk berbicara didepan umum, bagaimana menarik audiens. 

Ilmu komunikasi sebagian besar mengajarkan bagaimana kita menyampaikan isi pernyataan kita.  Dan publik relations adalah salah satu profesi yang paling berkaitan dengan ilmu komunikasi

Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif. 

Menurutnya, Public Relation sebagai nafas dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sehingga keberadaannya termasuk "penting". Para sarjana komunikasi maupun mahasiswa jurusan komunikasi yang sering ia temui sebagian besar memiliki tujuan untuk memiliki profesi sebagai public relations

Karena Public Relation atau yang sering dikenal dengan Hubungan Masyarakat ini memang harus memiliki skill berkomunikasi yang tinggi. Terutama apabila sedang berhadapan saat wawancara pegawai baru dalam sebuah perusahaan.

Answered Mar 4, 2018
Anonymous

                Selamat malam Pak Gantyo selaku dosen Manajemen Media  Massa. Saya Estri Setiyorini mahasiswa D3 Jurnalistik yang bermaksud untuk menjawab pertanyaan bapak.

            Dari hasil diskusi yang kami lakukan bersama, profesi yang diminati oleh teman sekelompok kami, dapat disimpulkan teman kami yang rata-rata mengambil jurusan Ilmu Jurnalistik memilih bekerja pada media cetak di bidang redaksi.

            Di dalam buku Dasar-Dasar Jurnalistik yang ditulis oleh Drs. A.M. Hoeta Soehoet, isi bidang redaksi yaitu berita dan pendapat. Bidang redaksi bertugas mengisi surat kabar/ majalah/ tabloid dengan berita dan pendapat setiap terbit, yang dapat menarik perhatian pembaca dan bermanfaat baginya.

            Tugas bidang redaksi dibagi dalam tiga bagian menurut sifat pekerjaannya, sebagai berikut:

  • a)      Mencari dan mengumpulkan berita dan pendapat.

  • b)      Mengolah berita dan pendapat serta mengatur penempatannya dalam halaman-halaman surat kabar/ majalah/ tabloid.

  • c)      Mengurus administrasi, dokumentasi, dan perpustakaan untuk memudahkan pelaksanaan tugas-tugas pada a dan b.

Orang bertugas mencari dan mengumpulkan berita dan pendapat di dalam kota tempat surat kabar/ majalah/ tabloid tersebut terbit disebut juru warta. Tetapi sekarang lebih umum digunakan istilah inggrisnya, yaitu reporter. Orang yang mel;aksanakan tugas tersebut di luar kota atau di luar negeri disebut koresponden.

Pemimpin redaksi bertugas memimpin bidang redaksi termasuk menulis tajuk rencana dan pojok. Tugas me nulis tajuk rencana dan pojok ini dapat juga diserahkan kepada orang lain. Melalui pemimpin umum, ia mengadakan kerjasama dengan pemimpin perusahaan. Selain itu, pemimpin redaksi mewakili bidang redaksi berhubungan dengan pihak luar, seperti pemerintah, pengusaha, pengadilan, masyarakat, dan sebagainya.

Reporter dibedakan sesuai dengan jenis berita menurut masalah yang dikandungnya, seperti: reporter olahraga, reporter pendidikan, reporter kesehatan, reporter seni dan budaya, reporter ekonomi, reporter agama, reporter politik, reporter kriminalitas, reporter lingkungan hidup, dan lain-lain.

Alasan mereka untuk menjadi juru warta di media cetak untuk menambah pengalaman mereka mencari berita dilapangan dan menambah wawasan ilmu jurnalistik mereka.

 

Answered Mar 4, 2018
Anonymous

Selamat malam Bapak Gantyo Koespradono selaku dosen mata kuliah Manajemen Media Massa IISIP Jakarta. Saya Muhammad Chaerul Halim mahasiswa S1 jurusan Jurnalistik ingin menjawab pertanyaan bapak mengenai "profesi apa yang disukai para mahasiswa komunikasi".

Berdasarkan diskusi yang saya lakukan bersama, saya menyimpulkan bahwa kebanyakan teman-teman memilih profesi sebagai wartawan.

Alasannya, karena wartawan sering merekam peristiwa pada saat kejadiannya dan pada saat yang sama harus membuat berita dalam tenggat waktu (deadline) yang pendek, rekreasi atau hiburan, bertemu orang banyak serta orang-orang penting, koreksi, dan bekerja dengan mendapatkan banyak pengetahuan.

Wartawan,  yaitu orang yang bertugas untuk mengumpulkan, mengolah dan kemudian menyiarkan “catatan-catatan harian” itu untuk kemudian diistilahkan berita.

Kebanyakan tertarik kepada Wartawan cetak karena menghasilkan informasi berdasarkan apa yang ia lihat dan ia dengar.  Namun,  dalam penyampaian kejadian/peristiwa menyajikannya dengan bercerita, deskriptif melalui tulisan.

Karena sebagai teknik jurnalistik ialah keahlian (expertise) atau keterampilan (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.

Serta sejatinya, para jurnalis atau wartawan setiap harinya melakukan kegiatan peliputan berbagai peristiwa atau kejadian penting untuk selanjutnya diberitakan atau disiarkan agar peristiwa atau kejadian tersebut diketahui oleh publik secara luas dan serentak.

 

 

Answered Mar 4, 2018

Selamat malam dosen pengampu mata kuliah Manajemen Media Massa, Bapak Gantyo Keospradono. Saya Adinda Nurul mahasiswi IISIP jurusan Manajemen Komunikasi, berniat menjawab pertanyaan/ tugas yang bapak berikan.

Ada tiga tahapan produksi media massa yaitu pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi.
Pra-produksi/ perencanaan meliputi :
Menentukkan tema, menyusun anggaran biaya, mengaudisi pemeran, menentukan jadwal, lokasi pengambilan gambar, mengurus perizinan, dsb.

Proses produksi/ implementasi perencanaan  contohnya seperti :
Liputan dan shooting, dan yang lainnya.
Sedangkan untuk pascaproduksi atau tahapan merampungkan produksi mencakup :
Editing online, editing offline, dubbing, dll.

Dari tiga proses tersebut, ada banyak sekali pekerjaan yang bisa kami pelajari dan tekuni untuk dipilih sebagai profesi. Dan kami sekelompok memilih proses produksi atau implementasi perencanaan dan pascaproduksi atau merampungkan produksi.

Dari profesi bagian produksi yang tersedia kami memilih profesi sebagai wartawan dan pembawa berita. Profesi wartawan dipilih karena memang sesuai dengan apa yang menjadi kesukaannya hingga memilih jurusan jurnalistik di IISIP ini. Wartawan pun dituntut untuk aktif dalam menemukan suatu hal yang patut diketahui orang lain. Seorang wartawan juga harus jujur dalam menyampaikan beritanya karena mempunyai pengaruh yang sangat besar dan luas.

Profesi lainnya yang dipilih adalah pembawa berita. Teman sekelompok saya yang memilih profesi ini beralasan bahwa melihat seorang pembawa berita di televisi memberikan kesan tersendiri untuknya hingga dia juga menginginkan profesi ini.

Dari proses pascaproduksi yang dipilih adalah menjadi seorang editor. Karena salah satu pekerjaan editor adalah memastikan bahwa program atau acara yang dibuat bisa tayang. Seorang editor harus jeli melihat kesalahan - kesalahan yang dibuat dalam tahapan sebelumnya untuk diperbaiki. Dengan kemampuan observasi yang baik, maka dipilihlah profesi ini karena sesuai dengan salah satu syarat menjadi seorang editor yaitu kemampuan observasi yang bagus.

Ketiga proses diatas merupakan proses produksi media massa. Kenapa media massa? karena media massa adalah salah satu hal penting yang menjadi pengendali masyarakat saat ini. Tidak bisa sembarangan melaksanakan profesi dalam produksi media massa, karena yang terkena dampaknya bukan hanya diri sendiri tapi juga banyak orang dengan konsekuensi yang sangat besar jika melakukan sedikit saja kesalahan.

Answered Mar 5, 2018

 Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.. Perkenalkan nama sata Maulida Adilla Putri Novarina mahasiswi jurusan manajamen komunikasi angkatan 2016 Iisip Jakarta

  saya disini untuk menjawab sekaligus menyelesaikan tugas mingguan yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Manajemen Media Massa yang terhormat bapak Gantyo Koespradono. yang minggu lalu sudah memberikan pertanyaanya kepada kami.

   setelah sedikit saya memikirkan mengenai bidang apa yang saya sukai, saya memilih redaksi sbg bidang yang saya minati.

   redaksi sendiri adalah Bidang redaksi (editor department), yang dipimpin oleh seorang pimpinan redaksi, dan bertanggung jawab terhadap isi penerbitan/redaksional

   dalam hal ini, orang yg bertugas dlm redaksi yaitu mengisi halaman dalam berita dan pendapat yg terbit yg dapat menarik perhatian pembaca dan bermanfaat bagi para pembaca

   dalam bidang redaksi ini, adapun cita2 saya yang ingin sekali menjadi news Anchor atau pembaca berita. sebenarnya cita2 ini baru muncul sejak saya kuliah di iisip, mungkin karena banyak mata kuliah yg mendominasi dg ilmu komunikasi kali yaaa.. yang karena beberapa alasan juga yg membuat saya menyukainya

    Terbesit di pikiran bahwa ‘’Asyik juga yah kalau bisa jadi reporter?’’, lalu mulai saat itu saya sudah mantap untuk menjadikan professi News Anchor sebagai cita-cita masa depan saya hingga saat ini. hehe

    Alsanyaa beragam nih, mulai dr ingin mengasah kemampuan dlm banyak omong, ingin bertemu banyak tokoh2  penting, ingin punya penghasilan yg banyak juga hehe, dan pastinya ingin punya penampilan yang fashionable yang juga banyak dikenal oleh kalangan mastarakat

 

 

Answered Mar 5, 2018

4uX9LNfvR_ljHrRjAd-aiJBwu888rbGI.pngj7NoekaSsLcwM5ZaVuX5bhitCPaRf240.pngjfx61wb4I__7rMBYOS8eOJk7ssiptZsa.pngpVvxzguIgBAqCOBAUEKOUab_mYjkVTzs.pngunj1Pb4lg5orOuU5APRkmsSFMf8I8lv6.png

 

Answered Mar 5, 2018

yg1MQC4iFgEpvTJqi82A4W6TuJSeMVLl.jpg

Answered Mar 5, 2018

    Selamat malam Pak Gantyo, perkenalkan nama saya Hanatriani Kartini dari jurusan D3 Periklanan. Saya Mahasiswa Bapak pada mata kuliah Menejemen Bidang Media pada hari selasa setiap sesi pertama.

  Setelah saya melakukan beberapa diskusi kepada teman-teman kelompok belajar, sebagian dari kami sepakat sangat menyukai dan tertarik dengan profesi pada bidang "Copy Writer" 

   Pada bidang Copy Writer sendiri adalah seorang Penulis teks dengan tujuan mempromosikan atau bahkan memasarkan sebuah produk serta jasa. untuk kali pertama seorang Copywriting mempunyai daya tarik sendiri sesuai dengan perkembangan ekonomi global.

pemasaran internet menjadi salah satu media yang dipilih untuk memasarkan produk dan jasa untuk sekarang ini, jadi peran dari seorang seorang copywriter bertugas untuk membuat naskah atau teks yang bertujuan untuk mempromosikan sebuah produk ataupun jasa, tentunya pekerjaan seorang copywriting sangat berbeda dari jasa penulis. Sebuah copy tidak harus menulis rinci serta memuat informasi akan kegunaan dan keunggulan sebuah jasa atau pun jasa. Copy yang berarti berisi naskah yang sifatnya persuasif, secara efektif dapat membujuk para pembaca atau para calon pembeli agar mereka pada akhirnya akan mengambil keputusan untuk benar-benar membeli atau menggunakan jasa yang sedang di dipromosikan.

   Kata-kata yang di gunakan oleh seorang copywriting biasanya sudah dibuat untuk sedemikian rupa, tanpa disadari bahwa semua itu sebagai bahan promosi untuk produk serta jasa. Sebuah copy bisa berupa naskah dalam lingkup iklan di media massa seperti iklan di televisi, radio, koran atau majalah, serta bisa juga dalam bentuk katalog, papan iklan (billboard, reklame, baleho), brosur, dan media komunikasi pemasaran (media internet) lainnya.

   Seorang Copywriting mampu menghipnotis semua pembaca, dan pembaca pun akan merasa nyaman dengan tulisan dari karyanya, tak jarang kita menemukan bahkan merasa tidak jenuh ketika membaca karya tulisnya hingga akhir, namun biasanya seorang copywriting akan menulis sedikit emosi yang membangkitkan pengguna untuk jadi membeli apa yang sedang di tawarkan.

   Skill kemampuan seorang coptwriting memang bertujuan untuk membuat gregetan seorang pembaca, gimana tidak dengan memberikan informasi saja yang tadinya iseng lantas bisa berubah menjadi pembeli atau pengguna. tentunya ini bukan hal yang mudah, semua butuh ketrampilan yang cukup cerdas sehingga kelompok belajar kami sangat tertarik dengan profesi ini.

sekian jawaban yang dapat saya berikan. wassalam

Answered Mar 6, 2018

Question Overview


18 Followers
808 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana Anda mendapatkan IPK tertinggi sewaktu kuliah?

Apa manfaat aktif organisasi selama masa kuliah yang Anda rasakan?

Apa nasihat Anda untuk remaja kuliahan sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Bagaimana cara kuliah tanpa merepotkan orang tua?

Keisengan apa yang paling kamu ingat sebagai mahasiswa?

Apa yang paling kamu sesali dari masa-masa kuliah?

Bila kamu diberikan kehidupan kedua sebagai mahasiswa, apa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana cara mendapatkan keringanan biaya kuliah?

Bila kamu ditakdirkan bebas finansial sebelum lulus kuliah, masihkah kamu kuliah?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa pendapatmu tentang isu-isu yang berkembang di media mainstream belakangan ini?

Apa pendapatmu tentang media cetak sekarang?

Siapakah yang mempopulerkan "Om Telolet Om"? Mengapa bisa populer di kalangan netizen?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin redaksi?

Apa yang membuat Harian Kompas sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Republika sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Media Indonesia sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?