selasar-loader

Apakah bitcoin dan cryptocurrency lainnya halal?

Last Updated Jan 22, 2018

2 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Belum ada kejelasan, jadi menurut saya, bitcoin dan sebagainya belum halal.

Answered Jan 25, 2018
Habibie Satrio Nugroho
Computer Science, University of Sumatera Utara | Rumah Kepemimpinan R6 Medan

hukum bitcoin dalam islam (1)

Bitcoin sekarang menjadi hal yang ramai. Banyak orang menggunakannya sebagai transaksi dan investasi. Lalu apakah hukum bitcoin dalam Islam. Apakah bitcoin halal ataukah haram? Inilah ketentuan fikih tentang Bitcoin.

1. Apakah bitcoin adalah itu uang atau alat tukar atau komuditas atau apa ?

Para ulama berpendapat mengenai Bitcoin:

A. Beberapa ulama mengatakan bahwa bitcoin itu adalah alat tukar karena telah memenuhi karakteristik dari alat tukar yaitu diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar sebagaimana definisi dari uang itu sendiri.

B. Bitcoin itu sebagai nilai dari aset atau barang.

C. Bitcoin sebagai standar barang.

Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa bitcoin itu belum memenuhi unsur uang karena karateria pertama belum terpenuhi dimana bitcoin itu belum diterima oleh masyarakat luas :

“النقد هو كل وسيط للتبادل يلقي قبولا عاما مهما كان ذلك الوسيط وعلى أيّ حال يكون”

“Naqd (uang) adalah segala sesuatu yang menjadi media pertukaran dan diterima secara umum, apa pun bentuk dan dalam kondisi seperti apa pun media tersebut.” (Abdullah bin Sulaiman al-Mani‟, Buhuts fi al-Iqtishad al-Islami, Mekah: al-Maktab al-Islami, 1996, h. 178)

“النقد: ما اتخذ الناس ثمنا من المعادن المضروبة أو الأوراق المطبوعة ونحوها، الصادرة عن المؤسسة المالية صاحبة الإختصاص”

“Naqd adalah sesuatu yang dijadikan harga (tsaman) oleh masyarakat, baik terdiri dari logam atau kertas yang dicetak maupun dari bahan lainnya, dan diterbitkan oleh lembaga keuangan pemegang otoritas.” (Muhammad Rawas Qal‟ah Ji, al-Mu‟amalat al-Maliyah al-Mu‟ashirah fi Dhau‟ al-Fiqh wa al-Syari‟ah, Beirut: Dar al-Nafa‟is, 1999, h. 23)

Sehingga kelompok pertama menyimpulkan bahwa bitcoin perlu ada penjelasan atau analisa lebih lanjut tentang status bitcoin ini. Karena perlu juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan pengaruh keberadaan bitcoin terhadap ekonomi makro.

2. Berdasarkan penjelasan dan proses transaksi sebagaimana yang telah disebutkan dalam sub judul apa itu bitcoin, maka berdasarkan potret dan identifikasi tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

A. Bitcoin sebagai alat tukar yang tidak resmi itu ada unsur gharar:

“نهار رسول الله صلى لله عليه وسلم عن الغرر”

“bahwa Rasulullah SAW melarang transaksi gharar” dan sebagaimana juga standar syariah AAOIFI Bahrain yang melarang transaksi gharar fahisy atau gharar berat.

Kalau kita telaah gharar yang terjadi dalam alat tukar bitcoin ini adalah ketidakjelasan yang terjadi pada harga dan juga barang. Karena seharusnya agar tidak terjadi gharar, maka baik harga ataupun barang baik bitcoin yang menjadi harga beli ataupun bitcoin yang dijual itu memiliki nilai yang jelas dan merefresentasikan aset sebagai alat tukar. Tetapi bitcoin yang tidak diakui sebagai alat tukar tidak merefresentasikan sehingga tidak jelas dan tidak diakui oleh masyarakat.

B. Jual-beli bitcoin itu masuk dalam kategori forex jika memenuhi syarat berikut:

– Jika terjadi transaksi antar sesama bitcoin maka harus tunai dan sama serta tidak boleh ada kelebihan.

– Jika terjadi transaksi penukaran antara bitcoin dengan mata uang lain, maka harus tunai. Dua ketentuan tersebut berdasarkan hadits dari Ubadah bin Shamait.

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim).

Answered Feb 1, 2018

Question Overview


6 Followers
600 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Apa perbedaan Bitcoin dengan Etherium?

Apa itu Stellar Lumens?

Apa perbedaan antara bitcoin, bitcoin cash, dan bitcoin gold?

Mana crypto yang lebih baik, XLM atau IGNIS?

Apa yang Anda ketahui tentang cryptocurency? Menurut Anda, bagaimana masa depan cryptocurrency dan apa alasannya?

Apa itu Bitcoin?

Darimana asal Bitcoin?

Bagaimana cara mendapatkan Bitcoin?

Bagaimana harga Bitcoin ditentukan?

Apa Itu Penambangan Bitcoin?

Apa itu Kunci Privat Bitcoin?

Bagaimana cara menyimpan Bitcoin?

Apa risiko Bitcoin?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?