selasar-loader

Apa yang seharusnya pemuda lakukan dalam menghadapi Pilkada 2018?

Last Updated Jan 15, 2018

Pendaftar Ngariung Lingkar Pemilih Muda,untuk melengkapi pendaftaran kamu, silakan jawab ketiga pertanyaan dibawah ini ya

1. Bagaimana peran pemuda dalam mewujudkan pilkada yang jujur, adil dan berintegritas?

2. Bagaimana pengalaman kamu menghadapi pemilihan umum, baik itu pemilihan ketua OSIS, ketua BEM kampus ataupun pilkada?

3. Bagaimana cara meningkatkan kesadaran politik generasi muda di Indonesia?

Tulis jawaban kamu dengan mengklik tombol answer, sertakan juga gambar ilustrasi untuk menggambarkan jawaban kamu. Kamu hanya bisa menjawab 1 (satu) kali untuk setiap akunnya.

20 answers

Sort by Date | Votes

Ikut terlibat berdasarkan kemampuannya

Answered Jan 17, 2018

Mengikuti perkembangan politik, mencari tahu informasi yang akurat, dan berhenti bersikap cuek dengan politik. Karena bila kita salah memilih, kita semua yang akan menderita dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah terpilih. 
1. Harus mau belajar politik. Kemudian ikut terlibat di dalamnya. jangan jadi penonton aja. 
2. mengamati calon-calon yang ada. Meneliti latar belakangnya, bagaimana kinerjanya, juga akhlaknya. 

3. Share tentang politik di media salah satu caranya dengan update status di media sosial. Karena anak zaman sekarang, banyak nongkrong nya di  media sosial. 

Answered Jan 18, 2018

  1.  Peran pemuda untuk mewujudkan pemilu yang jujur adil dan berintegritas adalah dengan ikut andil dalam kegiatan pemilu. Karena pemuda sendiri memiliki kewenangan sebagai mentoring dalam pilkada. Kita sebagai pemuda dapat melaporkan ke kantor KPU nya masing-masing jika terjadi hal yang menyimpang / pelanggaran-pelanggaran selama proses pilkada, seperti mahar politik,dsb. Maka dengan sikap yang tegas, akan membuat para calon dan parpol di belakangnya mau tak mau akan melakukan sikap jujur, adil dan mengandalkan integritasnya yang asli. dan hal ini akan sedikitnya merubah paradigma para politisi yang terkait maupun masyarakat bahwa pilkada bukan lah hal yang dapat di tipu muslihatkan. 
  2. Untuk pengalaman  pilkada, pilkada 2018 ini adalah yang pertama bagi saya. Rasanya mungkin akan sama ketika saya dulu memilih ketua OSIS ketika SMA. Ketika dulu saya sekolah, saya akan memilih teman saya yang satu kelas atau yang saya kenal. Ya begitulah pemikiran saya dulu, memilih yang saya kenal walaupun saya tahu kapasitasnya di bawah dari calon yang satunya. Maka, dipilkada 2018 ini, saya harus memilih  calon dengan kepala yang dingin, dengan hati yang lebih tenang lagi, dan memilah siapa diantara para calon yang benar-benar akan membuat daerah saya semakin berkembang dan maju . Karena ini bukan sekedar memilih, tapi menentukan nasib daerah kita kedepannya.
  3. Melakukan diskusi-diskusi mengenai politik , peran serta tujuan di dalamnya. Kebetulan saya dari Garuda Institute bekerjasama dengan KPUD Sumedang kemarin-kemarin mengadakan hal serupa untuk mengurangi angka apatisme dan pesimisme politik dan pilkada di Sumedang. Mungkin banyak cara lain yang dapat dilakukan lagi,seperti membuat karnaval pilkada yang kekinian agar animo pemuda dan masyarakatpun mengenai politik dapat berubah dan berpandangan jauh lebih baik lagi.
kQvKWusLfI5EFPTedbolyLN4EX3X2dZ6.jpeg

Answered Jan 19, 2018

1. Untuk menciptakan Pilkada yang jujur adil dan berintegritas anak muda dapat berperan secara aktif untuk menyuarakan kebenaran, baik secara manual ataupun dalam media sosial. Dengan menggunakan metode ini secara intens maka akan terbentuk opini publik dan tren dalam masyarakat di mana seseorang dianggap keren jika menjalankan Pemilu secara jujur adil dan berintegritas.

2. Pengalaman saya dalam menjalankan pemilihan umum baik yang ada di lingkup sekolah, universitas, maupun daerah sangatlah unik. Indonesia pernah menjadi calon, tim sukses, pemilih, bahkan penyedia jasa marketing dan desain bagi para calon. Hal ini membuat saya belajar bagaimana pemilihan umum berjalan dan bagaimana peranan politik dalam aspek kehidupan.

3. Perlu dilakukan strategi Marketing yang sustainable dan menggunakan beberapa pendekatan populis seperti icon media sosial atau televisi. Dengan seperti itu akan tercipta sebuah opini publik yang berisi bahwa dengan melakukan pemilihan umum maka anak muda telah mengikuti trend zaman saat itu, sehingga terdapat pula keuntungan bagi para pemilih muda berupa peningkatan eksistensi sebagaimana yang dibutuhkan oleh anak muda masa kini.

Answered Jan 19, 2018

Jawaban menurut saya:

1. Peran pemuda dalam mewujudkan pilkada yang jujur, adil dan berintegritas adalah dimulai dari sikap diri sendiri. Berani jujur, adil dan berintegritas tinggi. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan dan mengajak orang disekitarnya untuk berpartisipasi juga.

2. Pengalaman saya menghadapi pemiihan seperti itu, biasanya calon pemimpin datang ke kawasan saya, berkampanye dan bersalaman dengan rakyat dlsb. Menyuarakan visi misi, hingga nantinya pemilihan berlangsung

3. Cara menyadarkan politik pada generasi muda saat ini adalah dengan membagikan postingan mengenai politik di berbagai media sosial, lama-kelamaan pasti akan dibuka dan dibaca, memberi arahan terkait pentingnya berpartisipasi untuk menjadikan negara yang baik dalam segala aspek. 

Answered Jan 19, 2018

1. "Older men declare war. But it is the youth that must fight and die." - Herbert Hoover, The 31st President of United States of America

Kutipan tersebut nampaknya sedikit menggambarkan mengenai jawaban saya bagi pertanyaan ini. Demokrasi dan proses pemilu di Indonesia tengah bearda dalam kondisi sulit. Money politics, Mahar politik, DPT fiktif, hingga suap menyuap menjadi berita yang nampaknya menghiasi proses pilkada di Indonesia, terutama pada saat ini. Pada senior kita yang menjadi pemangku kebijakan telah mendeklarasikan perang terhadap segala kebusukan yang akan mengurangi kesucian politik dan menurunkan marwah pilkada. Maka, seperti kutipan tadi, ketika para senior telah menyatakan sikapnya untuk berperang, maka kita lah, sang generasi muda yang akan berada di garis terdepan dalam melawan segala hal yang akan merusak proses pilkada ini. Lalu bagaimana cara konkretnya?  yang pertama dan paling utama adalah para pemuda perlu menyadari perannya sebagai penentu masa depan bangsa, dimana Indonesia yang kita cita-citakan akan dapat terwujud jika kita memang mengusahakannnya juga. Kesadaran ini dapat dibangun di berbagai institusi mulai dari keluarga hingga institusi pendidikan. Selain itu, pemuda juga perlu untuk berperan aktif selama proses pemilu. Mulai dari menjadi pelaksaa pemilu hingga menjadi masyarakat yang responsif terhadap berbagai pelanggaran dengan melaporkannya kepada pihak yang berwenang untuk menanganinya. Terakhir, para pemuda dapat menggunakan media sosial guna mengamati proses pilkada agar tidak terjadi penyelewengan

2. Pilkada 2018 ini merupakan kali pertama nama saya terantum dalam DPT di TPS saya. Namun meskipun begitu selama berorganisasi di kampus maupun SMA, saya seringkali menjadi penyelenggara pemilu mulai dari ketua KPU di himpunan hingga Koordinator Panwas tingkat Universitas. Menjadi penyelenggara pemilu membuka mata saya bahwa pemilu bukanlah hanya mengenai mencoblos lalu seseorang terpilih. Namun prosesnya ternyata jauh lebih rumit apalagi sebagai penyelenggara yang harus tetap lurus, netral, dan independen di tengah berbagai tekanan yang hadir, hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi saya mengenai penyelenggaraan pemilu yang ternyata sangatlah kompleks. Problem yang selalu muncul ketika pemilu di lingkungan pendidikan yang saya alami adalah minimnya partisipasi publik dan minimnya peilih rasional. Partisispasi publik yang minim ini disebabkan oleh adanya persepsi bahwa pemilihan tersebut tidak akan berpengaruh apapun bagi mereka, sementara minimnya pemilih rasional ditengarai oleh mindset dari pemilih yang masih belum terbangun sehingga sulit bagi mereka untuk memilih berdasarkan visi misi, program kerja, bahkan hingga rekam jejak, karena jika mereka harus meniliti hingga begitu lengkapnya tentu memakan banyak waktu dan usaha sehingga banyak yang lebih memilih jalan pintas.

3. Seperti yang telah saya paparkan pada jawaban saya di pertanyaan kedua, dua hal tersebut yang harus menjadi concern bagi penyelenggara pemilu dalam membangun kesadaran politik pada generasi muda. Di masa yang serba praktis ini, tentu oemilih pun kan memilih cara yang paling praktis untuk menentukan pemimpinnya. Maka, langkah yang diperlukan oleh penyelenggara pemilu adalah mengoptimalkan sebaik mungkin peran dari media sosial, yang kini tengah digandrungi oleh generasi muda, untuk memaparkan seberapa berharganya suara mereka dan juga menyediakan data yang akurat seoptimal mungkin agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan tingkat pemilih rasional.

 

djVB9seUlHqfJujf8cTaUa-iOHppB9FR.jpg

 

 

Answered Jan 19, 2018

1. pemuda pada kenyatannya memiliki peran yang besar dalam sebuah pilkada. peran yang didapatkan dari era globalisasi ini akhirnya menyebabkan pemuda memiliki tanggung jawab yang lebih besar. dilihat dari bagaimana pemuda melakukan sesuatu yang akhirnya menyebabkan timbulnya viral, maka tentu pemuda juga mampu untuk memberikan dampak yang positif mengenai penrapan pilkada yang jujur adil dan berintegritas

2. pemilihan umum yang dilakukan di tingkat sekolah, jurusan, fakultas, hngga universitas sudah pernah saya rasakan. tekanan yang ada sangat berbeda namun memiliki keunikannya masing-masing. pengalaman yang begitu banyak dan hasil yang didapat membuat saya menjadi orang yang lebih baik lagi

3. kesadaran akan politik pada kenyatannya menurut pendapat saya sudah tinggi bagi anak muda, hal itu bisa dilihat dari banyak kasus mengenai penghinaan anak muda ter hadap aktor politik yang ada. dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa pada kenyatannya mereka sudah menyadari bagaimana politik yang terjadi disekitar mereka. namun kesadaran yang terjadi pada mereka mengalami beberapa kesalahpahaman dan kegagalan dalam pemaaman sehingga efek yang terjadi juga berbeda dari yang diharapkan 

Answered Jan 20, 2018

1. Peran pemuda dalam mewujudkan pilkada yang jujur, adil dan berintegritas dimulai dari diri sendiri yang tidak apatis namun peduli terhadap politik seperti andil di kegiatan pemilu. Selain itu semangat dalam menegakan kebenaran minimal dilingkungan kita, bersama orang-orang sekitar.

2. Pengalaman saya menghadapi pemilihan umum, baik itu pemilihan ketua OSIS, ketua BEM kampus ataupun pilkada saya persiapkan dengan matang sebagai calon pemilih melalui penelusuran track-record dan background paslon. Supaya pada hari pemilihan saya yakin dalam memilih salah satu kandidat. Saya sendiri sengaja aktif beroganisasi, contohnya osis. Kala itu jabatan saya wakil koordinator maupun terpilih sebagai calon ketua osis. Disitu saya memaksimalkan kampanye online dan offline, agar anggota osis mengenali saya lebih baik. Saya belajar bahwa peka, peduli, supportive, visioner, terbuka, serta bijaksana itu penting untuk dimiliki seorang calon atau pemimpin terpilih. Dan perananan politik membutuhkan masyarakat, karena tanpa partisipasi dan aspirasi masyarakat maka pemimpin akan salah sasaran dalam membuat kebijakan.

3. Cara meningkatkan kesadaran politik generasi muda di Indonesia yang telah memasuki era milenial membutuhkan terobosan baru dalam pendekatannya. Pertama tentu saja memanfaatkan teknologi di platform digital diantaranya media sosial dan website untuk berkampanye oleh anak muda dalam membentuk opini publik yang objektif serta independek guna menghindari dikotomi politik praktis. Kedua, menyelenggarakan forum diskusi seputar politik agar wawasan awareness dan masyarakat bertambah. Jika kedua ini dilakukan, setidaknya masyarakat paham dalam menyikapi politik dan masa mendekati pesta demokrasi secara positif.

Answered Jan 21, 2018

1. Menurut saya Untuk terlaksananya pilkada yang adil jujur, maka terapkan dulu pada diri sendiri sebelum mensosialisasikan ke masyarakat.

2. Ketika pemilihan seluruh mahasiswa berperan aktif, dan dapat ikut semua rangkaian pemilihan

3. Menurut saya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dalam berpolitik yaitu dengan membiarkan mereka ikut serta dalam politik, dan membiarkannya belajar Ari pengalaman nya dalam berpolitik

Answered Jan 21, 2018

1. dalam hal ini, peran pemuda: salah satunya ketika terlibat langsung sebagai pemilih, pengalamannya akan menjadi sebuah pembelajaran bagaimana ia sebagai warga negara mengambil peran proses memilih pemimpin. kesadaran akan mewujudkan pilkada secara jujur, adil, dan berintegritas akan tumbuh beriringan dengan berjalannya daya kritisnya ketika ia sadar akan eksistensinya dalam politik dan perannya untuk turut menentukan nasib tanah kelahirannya

2. pengalaman saya dalam pemilihan umum adalah ketika pemilihan umum ketua BEM fakultas, saya belajar sedikit mengenai pemilihan umum dengan menjadi panitia penyelenggara

3. berbicara kesadaran politik berarti berkaitan dengan posisi atau peran dalam sistem politik serta bagaimana keterlibatannya, pemuda dapat setidaknya mengerti peran apa yang dapat ia lakukan dan bagaimana ia dapat berpartisipasi dengan pembelajaran atau pengalaman, hal ini dapat dimulai dengan menggunakan hak politiknya, salah satunya hak memilih dalam pemilu

Answered Jan 21, 2018

1. Peran pemuda dewasa ini hendaknya mampu partisipatif, akan tetapi bukan hanya mampu berpartisipasi pada setiap kegiatan pilkada dan hanya mengembangkan kesadaran diri akan pentingnya sikap jujur, adil dan berintegritas, namun juga mampu menjadi leading sector dalam hal membangkitkan masyarakat, khususnya generasi muda untuk bersama-sama mengawal kesuksesan pilkada demi terwujudnya pilkada yang jujur, adil dan berintegritas. Membangun gagasan berupa gerakan kreatif serta inovatif Melalui kolaborasi elemen dan stakeholder terkait. Peran akademisi, masyarakat, pemerintah, serta media kiranya dapat diikutsertakan oleh para pemuda dalam pembangunan dan implementasi gagasan. Sehingga melahirkan sistem yang mendukung demokratisasi dalam pilkada yang erat kaitannya dengan suksesi kepemimpinan.

2. Dalam menghadapi pemilihan umum baik di lingkungan pendidikan maupun daerah sekalipun banyak hal yang cukup mengesankan bagi saya, salah satunya yakni partisipasi serta atmosfer praktik politik yang variatif. Menjadi  pelaksana pemilu, penyelenggara, baik dipilih maupun memilih dalam proses pemilu pernah saya lalui dan hal tersebut kiranya memiliki atmosfer politik yang kian dinamis. Semasa suksesi Ketua OSIS SMA misalnya. Terdapat dinamika dalam partisipasi siswa yang cukup menarik saat saya melakukan strategi diplomasi dan kampanye politik secara intensif kepada seluruh siswa SMA. Kendati strategi tersebut dirasa tetap sejalan dengan aturan serta etika politik dalam melaksanakan proses pemilihan umum yang semestinya, tak jarang dijumpai respon siswa yang kian negatif terhadap keberlangsungan pemilihan Ketua OSIS. Menolak sikap partisipatif dan melanggengkan provokasi golput. Namun dengan semangat untuk menjalankan strategi politik serta ajakan terhadap seluruh siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pemilu hal tersebut membawa pesta demokrasi di sekolah tetap berjalan baik.
Kemudian dalam hal pemilu kepala daerah  yang lalu, saya berpartisipasi dengan memilih salah satu calon kepala daerah. Mengingat partisipasi merupakan suatu bentuk kesadaran diri untuk menghindari sikap golput yang sejatinya tidak berdampak baik bagi demokrasi di Indonesia. Partisipasi menjadi hal penting, karena menjadi bagian dari masyarakat terlebih generasi muda yang memiliki perhatian terhadap politik, merupakan langkah baik dalam mendukung demokratisasi di Indonesia.
Begitupun pada perhelatan politik di perguruan tinggi, partisipasi tetap dilakukan, seperti halnya pada pemilihan umum  ketua BEM fakultas maupun ketua Himpunan Mahasiswa. Dengan sempat aktif dalam komisi pemilihan umum  BEM fakultas, serta komisi pengawas pemilu Himpunan Mahasiswa, masih sering saya jumpai sikap beberapa mahasiswa yang kiranya sedikit memprovokasi untuk menjadi tidak partisipatif. Kendati begitu edukasi politik tentang pentingnya partisipasi aktif dalam pemilu tetap ditekankan kepada seluruh mahasiswa.
Terasa atmosfer yang berbeda dalam setiap pemilu ataupun moment politis yang dilalui.

3. Sejauh ini media masih sangat berperan penting dalam membangun partisipasi, opini, serta mainset masyarakat, terutama bagi generasi muda. Oleh karenanya perlu adanya edukasi politik, pengembangan gagasan yang inovatif dan kreatif serta gerakan yang mengajak generasi muda untuk tetap peduli terhadap fenomena dan isu-isu politik, terlebih dalam persoalan pemilu,  dan hal tersebut dioptimalisasikan melalui media.EUDSK46gNcjwjVFWhXtmDrhqoToY0ouo.jpg

sumber gambar: Official Account HMPS IPOL UNPAD

Answered Jan 21, 2018

1. Pertama dan yang paling gampang adalah kesadaran untuk ikut berpartisipasi dan tidak golput, lalu bisa ikut serta mengawasi jalannya pemungutan suara di tps tps dekat rumah, jangan terima uang atau apapun dari salah satu paslon, dan kalau bisa laporkan pada pihak yang seharusnya.

2. Saya mengikuti pemilihan ketua osis dari smp dan sma sampai sekarang pemilihan ketua himpunan mahasiswa dijurusan kuliah saya, dari situ saya bisa menganalisis baik atau tidaknya teman saya bila dijadikan pemimpin, bagaimana dia berkelakuan setiap hari, dari situ saya bisa menganalisa, itu sangat penting sebagai "latihan" saya dalam pemilu yang beneran.

3. Sosialisasi ke sekolah sekolah tapi dengan cara yang menyenangkan, karena anak muda gampang sekali bosan jika caranya itu itu saja

Answered Jan 21, 2018
Anonymous

1.peran pemuda disni tentunya pemuda harus ikut andil mengawal pilkada,jangan sampai adanya progo (proyek gocap) pembelian suara dari dulu hingga sekarang pemuda adalah pilar kebangkitan jadi pemuda sangat di tuntut untuk berlaku jujur adil serta berintegritas

2. Pengalaman saya dalam pemilihan umum di kampus sendiri dikalangan mahasiswa masih terdapat permainan2 yang memang memenangkan salah satu calon dan  menjatukan satu calon lainnya,nah sistem pemilihan ini lah yang harua sangat2 di perbaiki dan harus di kawal dengan sangat ketat

3. Kesadaran generasi muda sebetulnya berawal dari diri sendiri namun bebapa cara nya mungkin dengan pengenalan sistem politk yang benar2 bersih,adanya kepedulian dari orang politik kepada generasi mudanya.mungkin itu hehe

Answered Jan 22, 2018
Wulan Mukti Marsetyoni
FKG Unpad 2014 | Ketua BEM FKG Unpad 2017 | PM Bakti Nusa 7

Pemuda saat ini turut mengikuti perkembangan pilkada itu sendiri. Mulai dari calon, perlu dikritisi latar belakangnya mulai dari bagaimana visi misi calon dan juga elektabilitasnya. Melihat kriteria calon ini penting untuk menentukan pilihan dalam pilkada. Selain itu juga turut mengajak masyarakat di sekitarnya untuk turut memilih dalam pilkada. Cara mengajak generasi muda untuk memilih tentunya melalui pencerdasan via sosial media dengan cara yang menarik. 

Answered Jan 22, 2018
Rahmat Haqqi
Mahasiswa Psikologi Unpad

1. Pemuda adalah salah satu elemen dalam bermasyarakat yg memiliki pengaruh dan peran cukup kuat salam satunya dalam pemilu. Pemuda sendiri haruslah bisa terlibat dalam proses pemilu ini agar dapat tercipta pemilu yang adil, jujur, dan berintegritas yaitu dengan cara selalu mengawasi proses pemilu mulai dari pencalonan, kampanye, hingga hari pencoblosan dimana setiap ada hal yang tidak sesuai bisa langsung diproses sesuai dengan prosedur selain itu pemuda juga jangan sampai mudah terpengaruh oleh beberapa oknum di dalam proses pemilu yang ingin memecah belah persatuan dengan cara tetap kritis dan croshcheck ulang setiap informasi yang diterima dari berbagai media

 

2. Pengalaman saya menghadapi pemilihan umum untuk tingkat organisasi sudah cukup sering dari SMP, SMA, dan Kuliah dimana setiap jenjang memiliki dinamika yg berbeda dan yang paling berdinamika yaitu saat di universitas dimana disana saya sangat merasakan "miniatur" dari pemilu negara karena dari atmosfir sampai peraturan yang berlaku pun sangan menginduk ke negara

Kalau untuk pemilu di negara sendiri saya baru ikut 2 kali yaitu pilpres 2014 dan pilkada 2016 dimana kedua pemilihan tersebut menurut saya tidak jauh berbeda karena prosesnya hampir sama dan kalau melihat atmosfer nya pun didaerah saya sudah cukup terlihat siapa yang jadi pemenang di pemilu tersebut

 

3. Menurut teori motivasi seseorang akan termotivasi ketika memiliki kebutuhan/keinginan maka dari itu agar generasi muda termotivasi untuk sadar tentang politik yang pertama dilakukan adalah dengan memberikan sebuah informasi tentang pentingnya polirik untuk generasi muda karena dengan itu mereka dapat termotivasi lebih untuk mengetahui tentang politik

Lalu selain menurut teori pembelajaran bahwa metode pembelajaran paling baik yaitu dengan experience learning dimana seseorang merasakan langsung hal tersebut maka dari itu untuk meningkatkan kesadaran politik pemuda harus terlibat langsung dalam proses tersebut dan harus dibisakan dalam kehidupan sehari-hari dengan hal yang berhubungan dengan politik

Answered Jan 22, 2018

1. Sebagai insan muda sudah seharusnya untuk memberikan kontribusi penyegaran dalam pilkada untuk turut serta dalam pelaksanaan pilkada. Bagi pemuda pilkada sebagai ajang pembaruan ini inovasi dan gagasan bersama calon pemimpin daerah untuk mengembangkan potensi daerah 5 tahun ke depan. Pemuda turut mendorong pengawasan dalam pelaksanaan pilkada dengan tidak berperan serta dalam tindakan money politik. Namun memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang baik.

2. Karena saya baru memilih dalam pilkada 2018, jadi saya belum punya pengalaman untuk memilih dalam pilkada. Kemudian dalam pemilihan ketua BEM, saat ini berjalan biasa-biasa saja tanpa ada sosialisasi dan cara yang menarik agar warga kampus ikut berperan dalam pemilihan

3. Pendekatan kepada komunitas-komunitas anak muda saat ini, dan gerakan untuk penggunaan media sosial dari penyelenggara pemilu lebih ditingkatkan

Answered Jan 23, 2018

Hhhhhhuyyyyyu

Answered Jan 23, 2018
Anonymous

  1. Sebenarnya peran muda mudi untuk mewujudkan pilkada yang jujul, adil dan berintegritas itu tidak hanya mengawasi jalannya pilkada saja, tetapi juga turut memberikan dampak terhadap masyarakat seperti melalui tulisan - tulisan di blog, seperti di media selasar, dengan menuangkan ide dan gagasan untuk masukan perbaikan sistem birokrasi kita itu juga termasuk memberikan saran secara langsung kepada pembacanya sehingga memberikan masukan para pembaca untuk bertindak sesuai dengan tulisan penulis. Contoh hal kecil juga seperti membuat konten - konten video di youtube juga bisa memberikan dampak kepada masyarakat. Dengan memberikan konten - konten yang temanya tentang gambaran pilkada yang jujur , adil dan berintegritas baik positif dan negatifnya , itu juga bisa memberikan masukan kepada para penonton agar memiliki gambaran dampak positifnya menjalankan sistem pilkada yang jujur, adil dan berintegritas serta negatifnya bila tidak mengedepankan pilkada yang jujur, adil dan berintegritas. 
  2. Berdasarkan pengalaman saya dalam pemilihan Ketua BEM Kampus, karena minat para mahasiswa dan mahasiswi saya sangat kecil terhadap organisasi kampus, maka kurangnya perhatian terhadap perkembangan organisasi kampus. Akibatnya, ketika adanya pemilihan Ketua BEM Kampus, biasanya yang terpilih itu hanya mahasiswa atau mahasiswi yang minat saja. Kalau saat pemilihan, paling hanya satu kandidat saja. 
  3. Cara menyadarkan kesadaran politik generasi muda di Indonesia, menurut saya, harus menggunakan gaya anak milenial, seperti anak zaman sekarang tidak bisa lepas dengan smart phone. Kenapa tidak membuatkan sebuah permainan dengan edukasi politik? atau memberikan lomba - lomba dengan tema politik, seperti lomba artikel tentang ulasan politik zaman soekarno, zaman soeharto atau banyak hal lain yang bisa diceritakan dalam artikel di dalam blog. Paling tidak harus dimulai yang paling termudah dan dilakukan secara rutin selama beberapa tahun. Saya yakin dengan cara pendekatan yang simpel akan memberikan dampak bagi muda mudi Indonesia.  

Answered Jan 23, 2018

1. Sebagai pemuda yang aktif dalam media sosial, tentu untuk mewujudkan pilkada yang jujur, adil, dan berintegritas dapat dilakukan melalui sharing berita yang tidak hoax dan membenarkan visi misi calon dengan realita yang pernah mereka lakukan terhadap masyarakat. Dengan begitu kita lebih bisa membuka mata dan hati masyarakat untuk bisa memilih calon yang benar-benar baik untuk kita. Sebagai pemuda saya akan tetap terus mengawasi proses berlangsungnya pemilu dengan tetap berbagi berita yang benar agar masyarakat dapat memilih sesuai dengan apa yang mereka tahu dan lihat
2. Pengalaman yang paling berkesan saat umur 17thn, banyak sekali simpang siur yang membawa saya untul memilih calon sesuai kehendak mereka. Karena memang itu pertama kali bagi saya dan belum banyak yang saya ketahui sehingga itu menjadi pelajaran saya kedepannya saat pemilihan. 
3. Untuk saat ini, saya akan berbicara pada diri sendiri tentunya untuk meningkatkan kesadaran politik dengan sering-sering membaca berita dan berita tersebut harus dicari kebenaran detailnya karena banyak beberapa stasiun tv, medsos yang kerap berbagi berita hoax

Answered Jan 24, 2018

1. Pemuda sebagai agen perubahan harus dapat mengawal proses transisi demokrasi ke arah yang lebih substantif yakni terlaksananya pemilu secara free dan fair. Untuk mengawal proses tersebut, pemuda dapat berkiprah baik sebagai penyelenggara, peserta ataupun pengawas proses penyelenggaraan pemilu. Pemuda harus dapat tampil sebagai agen penjaga moral dan etika politik dalam proses demokrasi, artinya  pilkada langsung harus dapat berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku, sikap dan prilaku politik yang dijalankan harus menjunjung tinggi etika dan sopan santun politik sehingga tidak menerapkan praktik-praktik politik yang kotor, menghalalkan segala cara dan menggunakan cara-cara kekerasan  atau premanisme politik. Agar hal itu dapat dilaksanakan maka pemuda seharusnya memiliki sifat komitmen dan integritas untuk mengawal proses pemilu tersebut. 

2. Tentunya kita harus melihat posisi kita pada saat pemilu tersebut, apakah sebagai pemilih ataupun dipilih. Ketika menjadi pemilih maka perlu kita mengawal proses berlangsungnya pemilu tersebut supaya berjalan lancar dengan cara terus memantau dan mengikuti jalannya perkembangan proses pemilu. Disisi lain juga harus bisa mengetahui dan memahami visi, misi, juga latar belakang dari kandidat atau calon yang akan kita pilih. 

3. Memberikan edukasi terkait dengan politik secara berkala ataupun pada momen-momen tertentu seperti pilkada serentak 2018. Banyak cara untuk memberikan edukasi tentang politik baik itu melalui media elektronik, media sosial, maupun menggagas acara seperti LPM 2018 kali ini. 

Answered Jan 24, 2018

Question Overview


and 10 more
28 Followers
2898 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apakah NKRI akan memiliki Kepala Daerah dengan latar belakang pendiri start up?

Apa yang dimaksud dengan Pemilu bersistem distrik?

Mengapa money politics dalam Pemilu sulit diberantas?

Berapa dana yang dibutuhkan untuk bisa terpilih jadi anggota DPR?

Apa yang dibutuhkan agar bisa terpilih menjadi Presiden Indonesia?

Apakah perbedaan pemimpin dengan bos?

Bagaimana rasanya pernah jadi Caleg?

Siapa Ainun Najib, pendiri kawalpemilu.org?

Apakah Anda menyesal memilih Jokowi?

Mengapa anak muda saat ini lebih suka mendirikan startup daripada bekerja di perusahaan?

Gen X, Gen Y, hingga Generasi Millenial, apakah ilmiah atau terminologi ekonomi semata ?

Apa evaluasi dan harapan Anda tentang Shafa Community?

Pemimpin Indonesia yang ideal di mata anak muda?

Siapa Roy Suryo?

Siapa Achmad Zaky Pendiri dan CEO Bukalapak?

Apa itu FLAC Jakarta?

Apa kegiatan terdekat FLAC Jakarta?

Bagaimana cara membangun bisnis sejak muda?

Apakah Anda tahu kapan akan dilaksanakan kegiatan Gerakan Pemuda Ansor dalam waktu dekat ini?

Apa kabar demokrasi Indonesia?

Dengan banyaknya orang tidak berpendidikan di Indonesia, bagaimana menyempurnakan demokrasi Indonesia?

Apa yang bakal terjadi jika partai politik dihapuskan dalam sistem demokrasi?

Mengapa Demokrasi Parlementer hanya bertahan dari 1950 sampai 1959?

Apa yang Anda ketahui tentang sistem Demokrasi Terpimpin?

Bagaimana caranya agar mampu menyelaraskan agama dan politik?

Apa pandangan Anda terhadap pemuka agama maupun ulama yang berpolitik?

Apa arti penting Quick Count dalam suatu pemilu?

Bagaimana cara memahami konsep elite dalam demokrasi?

Bagaimana jika Indonesia menerapkan sistem khilafah?

Apa yang membuat Jawa Barat demikian memikat dan berkesan buat Anda?

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar kata "Bekasi"?

Kuliner apa yang paling Anda sukai jika berada di Kota Bandung?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Leuwi Panjang?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Cicaheum?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Harjamukti?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Kertawangunan?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Cirendang?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Rawabango?

Apa saran Anda untuk perbaikan Terminal Pasir Hayam?