selasar-loader

Siapa yang pertama kali mengenalkan sistem otobus di Indonesia?

Last Updated Jan 11, 2018

1 answer

Sort by Date | Votes
Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

Bila melihat kembali ke belakang, penjajahan yang terjadi di Indonesia memiliki banyak dampak. Beberapa di antaranya cukup memberikan manfaat bagi Indonesia, bahkan "warisan" fisiknya masih digunakan dan bermanfaat bagi warga Indonesia. Warisan fisik tersebut beragam bentuknya, mulai dari gedung, jalan, dan pabrik, hingga berapa sarana transportasi, seperti stasiun, sinyal mekanik, berikut seperangkat relnya.

ysudvqxyo86kwvKa4c1H9OVcpkxUV7xL.jpgmerdeka.com

Beberapa alat transportasi juga termasuk warisan-warisan itu, seperti unit lokomotif dan gerbongnya. Walau sekarang sudah banyak di antara warisan-warisan tersebut yang telah mengalami perucatan, sistem dan mekanisme jalan yang digunakan tetap memiliki "rasa Belanda", termasuk sistem transportasi otobis yang ada di Indonesia.

Tercatat, transportasi menggunakan bis sudah dilakukan sejak tahun 1700-an hingga kini. Tercatat, perusahan otobis asli milik bangsa indonesia sudah mulai ada sekitar tahun 1940-an.

Yang mengawalinya adalah pengusaha transportasi yang berasal dari Sumatera karena kebituhan mobilitas di daerah sana yang dahulu masih sulit dan cukup mahal, sehingga warga berinisiatif untuk membuat perusahan otobis sendiri.

R9zwuoT94s_FLTvIlsTMGWoN5TZyQt9R.jpgsuprialtanjung.wordpress.com

Beberapa PO (perusahaan otobus) yang muncul di generasi awal tersebut masih bertahan hingga kini. Seperti PO PMTOH, PO NPM, ANS, serta ALS. Dahulu, karena permintaan transportasi cukup tinggi, bus tersebut melayani jarak yang cukup jauh juga. Salah satu di antaranya adalah Banda Aceh-Bali.

Kini, transportasi alternatif yang lebih ringkas seperti pesawat terbang telah banyak menggantikannya. Namun, kiprah dari perusahaan otobis itu masih eksis dan memiliki peminatnya sendiri hingga sekarang.

Answered Mar 30, 2018