selasar-loader

Apa cerita nyata yang Anda alami tapi banyak orang tidak percaya?

Last Updated Dec 4, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Agil (Ragile) Abdullah
Start OB sebelum jadi Manager

Hasil gambar untuk selfie dengan hantu

Pengalaman melihat perkara gaib. Tapi, saya tidak ambil pusing orang-orang tidak percaya sebab memang sulit dibuktikan secara nyata, misalnya selfie dengan puluhan jin. hehe

Ilustrasi via cdn2.tstatic.net

Answered Jan 5, 2017
Muhammad Nur Abdurrahman
anak pasar di Makassar, pewarta,...

Pada saat ulang tahun ke-30, bertemu dengan sang idola: Steven Gerrard di hotel Mulia, Jakarta,..... Saat Liverpool tour Asia, Juli 2013 lalu,... LCgmRUEKBYhfLIhwNUkWYq7OQtGEtUKm.jpeg

Answered Jan 15, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

Ada dua cerita:

  1. Saat saya SD, lupa kelas 3, 4, atau 5 ada kejadian yang bikin bulu kuduk saya merinding. Saat itu, malam Jumat, sudah jam 9 malam. Saya berdiri di luar rumah. Persis di dekat pembatas dengan rumah tetangga. Rumah itu sekarang jadi restoran kapurung yang terkenal di Makassar. Saat lagi berdiri itu tiba-tiba ada suara berat lelaki dewasa yang memanggil nama saya dengan sangat jelas. Saya spontan berlari masuk dan menceritakannya kepada orang-orang dewasa di dalam. Tapi tak ada yang percaya. Mengapa saya ketakutan? Karena rumah sebelah hanya dihuni oleh seorang Jerman, dokter di rumah sakit paru-paru. Namanya dr. Meyer. Sang dokter sama sekali tidak tahu nama saya. Dia jarang kelihatan karena sibuk bekerja. Selain dia hanya ada asisten rumah tangga perempuan yang tinggal di dalam rumah. Pak dokter Meyer punya sopir pribadi tapi sopir itu pun sama sekali tak tahu nama saya dan mereka pun jarang terlihat. Yang menyeramkan, rumah itu selalu gelap pekarangannya. Dan ada 3 pohon kamboja besar-besar di halamannya. Sering ada cerita seram tentang pohon kamboja itu. Ah sudahlah, menuliskan ini membuat saya merinding lagi. Yang jelas, tak ada orang dewasa yang percaya cerita saya.
  2. Ketika ada orang dewasa usil yang menuliskan nama saya di kaca kantor milik om dari ibu saya. Kakek (om dari ibu saya) menuduh saya yang melakukannya. Kepada ibu saya mengatakan bahwa bukan saya yang melakukannya. Tapi sepertinya tak ada yang percaya. Lebih masuk akal menuduh anak kecil melakukannya daripada orang dewasa kan? Waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar juga. Padahal yang melakukannya orang dewasa, pegawai dari kakek saya. Menyebalkan, ya? 

Admin yth, saya mau ikut sayembara ini https://www.selasar.com/jurnal/35311/Sayembara-Selasar-Diperpanjang

Saya ingin hadiah Google Nexus, yah :)

Answered May 2, 2017