selasar-loader

Saya perokok berat, bagaimana mengurangi kecanduan rokok saya?

Last Updated Dec 4, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk perokok berat

Banyak literatur yang menyebutkan bahwa pengaruh rokok terhadap kesehatan mengakibatkan lebih dari 25 macam penyakit, sebut saja kanker (kanker mulut, paru, saluran pernapasan, dll.) juga dapat menyebabkan ganggan pancreas serta kandung kemih dokter lebih tahu untuk hal ini.

Kebiasaan merokok itu sendiri bisa disebabkan oleh bermacam pengaruh.

· Pengaruh orang tua: perasaan kesepian, tidak bahagia, mencari pelampiasan perasaannya, atau pun meniru orang tua.

· Pengaruh teman: untuk dapat bisa diterima di lingkungannya.

· Kepribadian: melakukan dengan sadar untuk branding-nya.

· Pengaruh iklan: mengikuti atau mencoba yang ditawarkan iklan.

Salah satu pengaruh yang merugikan lainnya adalah kecanduan (adiktif) ada rasa ketagihan dari fisik sehingga sulit dihilangkan karena ada dua hal yang saling mendukung fisik dan psikis tetapi tidak secara langsung berpengaruh terhadap kepribadian hanya menjadi kebiasaan atau habits. Kebiasaan ini mengakibatkan egois mengabaikan norma-norma tidak peduli terhadap orang lain akibat dari rokok yang dihisapnya.

Jadi, aspek merokok adalah:

· Kecanduan/ketagihan secara fisik yang diakibatkan oleh nikotin.

· Habits kebiasaan membuka bungkus, menyalakan korek (banyak orang merasa jantan ketika membuka tutup korek api menyalakannya hingga menutupnya kembali), mengisap dalam-dalam, dst.

· Ketagihan/ketergantungan secara mental, ketika berpikir harus sambil merokok dan berbagai alasan lainnya.

Dengan melihat hal tersebut bisa dikatakan cukup kompleks permasalahan merokok ini karena bukan saja ada fisik/kimia yang ketagihan tetapi secara mental pun ketagihan. Walaupun lebih banyak faktor nonfisik yang berperan. Beberapa cara bisa ditempuh.

1. Karena adanya faktor fisik yang ketagihan, yaitu dilakukan pengurangan sedikit demi sedikit.

2. Untuk menekan pengaruh nikotin konsultasi dengan dokter dengan pemakaian obat obatan.

3.  Terapi mental/hipnoterapi, dilakukan untuk memberikan pemahaman baru terhadap ego personality  yang berperan penuh terhadap habits merokok dan kesehatan.

Pada kasus perokok, seseorang yang merokok sejak remaja hingga berumur 40 tahunan, sesaat setelah anak perempuan satu-satu memberikan ancaman terhadapnya dalam waktu seminggu bisa berhenti total. Di sini yang berperan adalah mental di mana manusia selalu mencari kenikmatan dan menghindari sakit. Tidak tahu pasti apa yang dikatakan anaknya pada saat itu.

Di ruang terapi beberapa kasus dengan mudah dilakukan langsung berhenti dengan satu sesi terapi, ada kalanya klien tetap harus merokok untuk beberapa saat dengan volume jauh lebih sedikit dari satu hari satu bungkus menjadi 1--2 batang untuk menghilangkan ketagihan dari tubuhnya. Pada akhirnya akan berhenti dengan sendirinya karena sudah tidak lagi merasakan nikmatnya yang selama ini didapatkan.

Mau berhenti merokok harus teguh dan kuat.

 

Ilustrasi via cdns.klimg.com

Answered Jan 5, 2017