selasar-loader

Pilih mana, menjadi mahasiswa pengabdi IPK atau pengabdi organisasi mahasiswa?

Last Updated Jan 8, 2018

7 answers

Sort by Date | Votes
Zaadit Taqwa
Mahasiswa Fisika FMIPA UI|Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta Angkatan 8

"Kenapa IPK maksimal cuma 4? Karena untuk dapat 100 kita harus mencari 96 lainnya diluar kelas."

Bisa dibilang, masa-masa menjadi seorang mahasiswa hanya sekali. Setelah lulus, kita akan disibukkan dengan berbagai macam urusan hidup lainnya. Nah di masa-masa ini tentunya perlu kita maksimalkan untuk mencapai berbagai macam potensi diri. Dan untuk mencapai itu semua apa-apa yang kita pelajari di dalam kelas ternyata tidak cukup. Skill-skill lain perlu kita upgrade berlatih tentunya. Salah satu toolsnya adalah organisasi.

 

Lewat cara ini kita belajar membagi waktu antara kuliah dan organisasi yg akan mengupgrade diri kita.  Maka pilihan terbaik adalah menjadi mahasiswa yang mengabdi bagi organisasi berIPK tinggi. Mustahil? tentu tidak, banyak orang-orang diluar sana yang bisa menyeimbangkan itu semua. JIka kita merasa belum seimbang, artinya masih ada yang harus kita perbaiki dari diri kita.

Answered Jan 9, 2018
Bob Aditya Hidayat
Ilmu Komunikasi UI 2014 | Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional Jakarta Putra

Kenapa tidak dua-duanya? 

 

Tetapi saya kurang suka dengan pemakaian kata 'pengabdi'. Kesannya kita benar-benar memberikan hidup selama di perkuliahan hanya untuk itu. Sebagai seorang mahasiswa tentu sebaiknya kita bisa menyelaraskan dua hal tersebut. IPK adalah sebuah indikator dalam hal akademis yang menunjukkan bahwa kita benar-benar mempunyai pengetahuan tentang apa yang kita pelajari di perkuliahan. Kegiatan organisasi adalah aktivitas di luar belajar di perkuliahan yang dapat memberikan pelajaran soft skill maupun hard skill yang mungkin tidak didapatkan di perkuliahan. 

Sudah banyak juga contoh yang memperlihatkan bahwa aktivis organisasi mahasiswa memiliki IPK yang tinggi. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa membagi waktu dan memanajemen diri dengan baik. Jangan selalu mengkotak-kotakan hal-hal yang sebenernya bisa digabungkan. Dan jangan terbiasa menyempitkan kegiatan mahasiswa hanyalah untuk mengejar IPK ataupun berorganisasi, sangat banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh mahasiswa selama masa perkuliahan.

Answered Feb 1, 2018
Dhita Mutiara Nabella
Biologi UI 2015 | Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 | CEO GreAction Community

Segala sesuatunya harus diseimbangkan. Saya yakin, antara akademis dan organisasi selalu dapat diseimbangkan. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana cara kita untuk mengatur waktu yang kita miliki dengan baik. Saya tidak mengatakan bahwa IPK itu tidak penting, namun jangan sampai pada akhirnya kita menjadi tidak berkontribusi di organisasi yang ada di kampus. Karena sesungguhnya, dengan kita aktif berorganisasi, maka jejaring yang kita miliki akan semakin luas, sehingga kesempatan untuk belajar menjadi lebih luas lagi. 

Answered Feb 2, 2018
Muhammad Dzaky
Mahasiswa Fisika Teknik'15 Institut Teknologi Bandung

Sebenarnya kurang nyaman disebut pengabdi sih. Tapi tahu lah maksudnya dari kedua hal tersebut

Dilihat dari tujuan masing-masing, IPK dapat dikatakan sebagai syarat kepercayaan orang lain terhadap kemampuan kita dalam bidang yang ditekunkan. Untuk Organisasi mahasiwa dapat disebut sebagai wadah berkumpulknya mahasiswa dengan tujuan yang sama yang tidak didapatkan saat perkuliahan atau penyaluran minta dan bakat mahasiswa. Ditimbang dari hal tersebut, maka tujuan dari masuknya orang di perkuliahan ialah untuk dapat dipercaya kemampuan dalam hal yang ditekuni, sehingga berdasarkan prioritas. Pengabdi IPK lebih saya pilih, tetapi tidak menyampingkan pengabdi organisasi mahasiwa. Hal itu perlu tapi jangan sampai mengganggu tujuan masuk Universitas.

Answered Feb 3, 2018
Juwito Purnomo
RUMAH KEPEMIMPINAN REGIONAL 6 MEDAN ANGKATAN 8

Bagi seseorang yang memiliki keahlian dan minat dibidang akademisi, maka yang menjadi prioritas selama ia menjadi seorang mahasiswa adalah terus meningkatkan kapasitas diri untuk berprestasi dengan menempatkan ipk sebagai tujuan utama.

Lain halnya dengan seseorang yang memiliki jiwa untuk terus berekspresi, maka organisasi merupakan pilihan prioritas sebagai saran untuk mengembangkan diri serta melatih kepemimpinan seseorang.

Dan kedua hal tersebut dapat dikombinasi sebagai bentuk pengembangan diri sehingga dapat diseimbangkan antara akademik dan organisasi.

Answered Feb 3, 2018
Rizky Ananda Putra
Ketua BEM FEB Unair 2018 | Peserta Rumah Kepemimpinan Surabaya

Dua duanya. Hardskill dan Softskill merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Orang yang berwawasan luas (hardskill) tidak akan mampu menyampaikan pesan jika tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik (softskill). Begitu pula sebaliknya, orang yang jago berbicara (softskill) jika tidak disertai wawasan yang luas (hardskill) hanya akan menjadi tong kosong nyaring bunyinya. IPK memang penting karena sebagai syarat masuk dunia kerja, namun pengalaman organisasi juga dibutuhkan agar mampu menjadi manusia yang berdaya saing

Answered Mar 2, 2018
Alfian Rahman
Mahasiswa Teknik Geofisika ITB | Penerima Beasiswa Rumah Kepemimpinan

Kedua-duanya masih bisa dijalankan. Di kehidupan nyata, kedua aspek tersebut (IPK/akademik dan organisasi/softskill) sama-sama dibutuhkan. Menyeimbangkan kedua hal tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin. Banyak contoh manusia-manusia hebat yang berhasil sukses di organisasi sekaligus dan akademik. So, apa salahnya mengejar keduanya?

Answered Mar 6, 2018