selasar-loader

Bagaimana kisah pertempuran Arjuna melawan Bambang Ekalaya?

Last Updated Jan 4, 2018

1 answer

Sort by Date | Votes

Tokoh Ekalaya terdapat pada cerita Mahabharata asli India dengan nama Ekalavya. Di Jawa dikenal dengan nama Bambang Ekalaya Palgunadi. Muncul dalam lakon Palguna-Palgunadi. Palgunadi adalah nama lain dari Arjuna. Saya kurang tahu akhir kisah Ekalavya dalam versi India. Namun sama dengan di Jawa bahwa yang kontroversial dari Ekalaya ini adalah menyerahkan ibu jarinya kepada guru Drona. Dalam versi komik R.A Kosasih sangat menarik, karena kematian Ekalaya sangat tragis.

Lahir dari kalangan bangsa yang rendah membuat Ekalaya tak dapat menimba ilmu pada guru Drona. Dengan penuh kesombongan guru Drona menolak Ekalaya untuk menjadi muridnya. Sementara beliau sudah memiliki murid yang hebat dari bangsa Kuru, yaitu Arjuna. Ekalaya yang merasa malu untuk pulang menemui keluarganya karena gagal dalam menuntut ilmu lalu pergi ke hutan. Di hutan dia membuat patung guru Drona untuk pemujaan. Lalu dengan tekun mulai berlatih. Karena ketekunannya dengan ajaib dia menguasai tehnik menggandakan anak panah seperti keahlian Drona dan Arjuna. Suatu ketika dia menyumbat mulut anjing dengan sekali panah. Anjingnya tak sampai mati namun mulutnya penuh anak panah. Anjing pemburu itu adalah milik Arjuna. Disinilah Arjuna pertama kali bertemu Ekalaya. Arjuna menaruh cemburu karena kemampuan yang dimiliki Ekalaya. Guru Drona yang telah berjanji untuk membuat Arjuna satu-satunya pemanah terhebat di dunia lalu meminta kesediaan Ekalaya memberikan ibu jari tangan kanannya. Hal tersebut sebagai bukti penerimaan  Ekalaya sebagai murid Drona. Ekalaya lalu memotong jari kanannya untuk diserahkan pada Drona, sedangkan Drona sendiri mengatakan padanya bahwa ia tak bisa menerima orang cacat. Muslihat ini ia lakukan karena sumpahnya pada bangsa Kuru dan janjinya pada Arjuna.

Kisah pertempuran antara Arjuna lawan Ekalaya terjadi ketika mereka sama-sama dewasa. Arjuna menjadi panglima perang kerajaan Amarta, sedangkan Ekalaya kembali ke negerinya dan menjadi raja di Nisadha (Parang Gelung dlm. Jawa). Ekalaya telah menjadi sahabat baik dari kerajaan Amarta. Kisah konfliknya dipicu oleh Arjuna. Saat bertapa di hutan, Arjuna dikagetkan oleh seorang wanita cantik yang meminta pertolongan. Setelah menolong, Arjuna katakan bahwa tak ada yang gratis di dunia ini. Yang ia maksudkan adalah ia berhasrat terhadap wanita itu. Wanita itu menolak, Arjuna berusaha untuk memaksanya dan wanita itu terus berlari sampai diselamatkan seseorang dan tiba di kerajaannya. Wanita itu adalah istri Ekalaya yang Arjuna belum tahu akan hal itu. Ekalaya yang merasa terhina menantang Arjuna duel satu lawan satu. Arjuna menyanggupinya, namun dengan perasaan bersalah hingga dia mudah dikalahkan dan terbunuh oleh panah Ekalaya.

Krishna kaget mengetahui hal ini. Sekali lagi Ekalaya pun ditipu melalui sebuah muslihat. Dengan kesaktiannya Krishna merasuki patung Drona yang dulu pernah dibuat oleh Ekalaya. Patung ajaib ini pun dapat berbicara karen telah dirasuki. Ekalaya mendengar panggilan patung Drona ini, menyembah dengan segala hormat dan mendekatinya. Krishna lalu menancapkan pedang ke badan Ekalaya melalui tangan patung Drona ini. Ekalaya tewas. Sebelum mati ia berjanji bahwa ia akan menuntut balas Drona, yang ia ketahui telah membunuhnya. Sukma Ekalaya meraga ke badan Drustajumna, yang kelak dimasa depan menjadi senopati perang Pandawa dan menghabisi guru Drona.

Namun, sungguh aneh mengapa Krishna yang merupakan titisan dewa untuk menjaga kedamaian di bumi tega melakukan muslihat licik demikian terhadap Ekalaya? 

Dalam Mahabharata terdapat 3 ksatria hebat, hampir seumuran yang memiliki keahlian memanah setara yaitu Arjuna, Karna dan Ekalaya. Krishna bertugas sampai kelak pecah perang suci yang bertugas menumpas segala kebatilan. Arjuna telah mengambil posisi yang penting, yaitu berada disamping Krishna. Sedangkan Karna sebagai pelindung Hastina dan kawan yang setia berada di pihak lawan (Kurawa). Ekalaya memiliki posisi yang ambigu. Disatu sisi dia adalah kesatria yang sangat baik berbudi luhur, disatu sisi pula dia adalah sekutu Jarasandha (raja Magadha yang memusuhi Kresna dan Baladewa). Di satu sisi yang lain ia telah membunuh Arjuna. Krishna bisa langsung menghidupkan Arjuna dan menyuruh bertarung lagi entah sampai berapa kali sampai Arjuna berhasil membunuh Ekalaya, namun alangkah celakanya kalau skenario dewa terbaca oleh manusia, dan kematian Ekalaya adalah hasil perbuatannya bersama Arjuna. Sebagai ahli politik Krishna tentu memilih Arjuna yang menyimpan dendam kepada Karna dan para Kurawa. Arjuna dapat berperan sebagai ayam aduan, namun Ekalaya tidak. Ekalaya terlalu baik dan berhati putih seperti Yudisthira, alasan dendam tak akan membuatnya bertempur melawan Karna ataupun Kurawa, apalagi menghabisi mereka. Skenario yang dibawa Krishna untuk merevolusi dunia bisa kacau berantakan.

Di akhir konflik Arjuna-Ekalaya ini, Krishna mengambil bunga Wijayakesuma dan menghidupkan kembali Arjuna. Sampai yang masyarakat tahu bahwa kematian Ekalaya adalah karena bunuh diri. 

Answered Mar 31, 2018

Question Overview


3 Followers
415 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Siapa tokoh dalam Mahabharata yang paling kontroversial?

Apa yang Anda ketahui tentang cerita Mahabharata?

Siapa tokoh yang paling Anda sukai dalam epos Mahabharata?

Apa yang Anda ketahui tentang cerita Ramayana?

Siapa tokoh dalam epos Ramayana yang paling Anda sukai?

Siapa tokoh wayang yang Anda suka? Mengapa?

Siapa dalang favorit Anda?

Sejauh apa Anda mengenal wayang?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?