selasar-loader

Kenapa ibu-ibu suka banget dengan Tupperware?

Last Updated Jan 4, 2018

Sebuah kisah klasik pagi ini, tante gua dateng pagi pagi ke rumah cuma bawa brosur promo Tupperware dan ditawarkan ke mertua gua.

Al hasil mereka deal dan ikut arisan segala. Mungkin para member Selasar juga di rumahnya banyak kali ya plastik-plastik tupperware baik botol dan tempat kue. Kira2 kenapa bisa se booming ini neh?

XaN83HYAn3vnYom82jRACB7QJjCPAeEY.png

Sumber gambar : Promo Tupperware

3 answers

Sort by Date | Votes
M. Iqbal Harefa
Rumah Kepemimpinan Regional Medan

Sebenarnya saya gak tau pasti jawabannya karna pastinya jawaban dari setiap ibu-ibu itu pasti berbeda, cuma yang saya tangkap dari kebiasaan para ibu mengoleksi tupperware adalah tanggung jawab. ya itu bagian dari komitmennya menjadi seorang ibu rumah tangga, usaha nya mengoleksi tupperware dari yang paling kecil sampai yang paling besar dengan motif dan warna ini semata-mata untuk kebutuhan keluarganya. ketika piknik, buat bekal, buat sarapan ayah dll.

Answered Jan 31, 2018
Nurul Muizah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM | www.sepotongpermen.wordpress.com

STRATEGIS.

Karena Tupperware itu strategis banget mulai dari produknya sampai teknik pemasaranya. Penemu Tupperware, Earl Silas Tupper adalah seseorang yang sangat senang berinovasi dengan banyak hal, menemukan aneka macam peralatan dari yang aneh sampai yang keren. 

Pada tahun 1936, Tupper bekerja di divisi plastik perusahaan kimia DuPont. Diana ia bereksperimen dengan banyak hal hingga menemukan material plastik yang pas untuk wadah makanan Tupperware dan mendesain mangkok bertutup pertama Tupperware terinspirasi oleh desain tutup cat. Produk mangkok bertutup pertama Tupperware ini sangat mumpuni karena di zaman itu tidak banyak piranti dapur yang kedap air dan kedap udara sehingga dapat menyimpan cairan, menjaga kesegaran makanan lebih lama, serta ringan dan tidak pecah karena terbuat dari plastik.

Produk Tupperware ini pertama kali dipasarkan melalui toko pada tahun 1942 dengan angka penjualan yang tidak signifikan. "Kekerenan" spesifikasi produk Tupperware tidak bisa terperagakan jika dijual di toko karena konsumen akan menganggap bahwa Tupperware sama saja dengan produk wadah makanan lainya. Hingga Brownie Wise, seorang ibu-ibu single parent, melihat potensi Tupperware dan mengusulkan sistem pemasaran Tupperware Party. Dalam sistem pemasaran Tupperware Party, ibu-ibu diberdayakan menjadi sales Tupperware dan menjual produk-produk Tuperware dalam forum "arisan" ibu-ibu Amerika. Ibu sales ini akan mengadakan Tupperware Party dengan mengundang teman-temannya sesama ibu-ibu ke demonstrasi produk Tupperware di rumahnya dan membuka sesi penjualan Tupperware di acara tersebut. Akan ada peragaan tupperware yang kedap air, kedap udara, bahkan adu ketahanan bahan makanan yang disimpan di dalam produk Tupperware. Tentu aja demonstrasi ini bikin ibu-ibu tergiur buat membeli setelah melihat dengan mata kepala sendiri bukti kecanggihan produk Tupperware. Belum lagi aneka promo yang ditawarkan oleh Jeng Sales Tupperware. Buat ibu-ibu, tentu kesempatan menjadi sales Tupperware sangat menggiurkan, kapan lagi bisa nongki-nongki bersosialisasi sambil punya penghasilan sendiri plus dapat diskon lebih kalo jadi anggota. Apalagi iconya Bu Brownie Wise, Ibu single parent yang berdaya berkat jualan Tupperware. In the end, The Power of Emak-Emak inilah yang bikin "kekerenan" produk Tupperware tersiar ke seluruh penjuru forum ibu-ibu dan langsung meningkatkan penjualan Tupperware secara signifikan.  

p9Si426bB2aDPzKS5s4yAAmUFgt7zyCg.jpg

 

Kalo urusan koleksi Tupperware mungkin karena semacam kebanggan ketika punya produk Tupperware yang hits di lingkaran sosialnya. Apalagi kalo ada yang promo Tupperware terus di aneka forum dan menyajikan konsumsi pake produk Tupperware yang cute.

Fyi, menurut Wikipedia, penjualan Tupperware terbanyak berasal dari Indonesia. Secara di Indonesia ada budaya arisan, mau itu arisan keluarga, arisan tentangga, arisan kantor, dan lainya. Udah naturenya ibu-ibu juga buat selalu mengutamakan keluarga. Karena kalo ibu-ibu beli Tupperware, urusan masak, nyimpen makanan, bawain bekal anak dan suami, jadi lebih praktis. Walaupun harga produk Tupperware ini itunganya mahal dibanding produk lainya, tapi ibu-ibu ini bisa hemat sekian rupiah kalo anaknya ga jajan di luar, bahan makanan lebih awet, plus tawaran garansi produk seumur hidup bikin yang ibu-ibu makin tergiur. Karena harganya mahal, makanya banyak ibu-ibu yang suka marah kalo Tupperwarenya hilang :(

Oya, ini ada beberapa attachment video sejarah Tupperware dari youtube

 

 

  

Answered Mar 2, 2018

Karena marketing-nya tupperware itu community marketing. Jualnya ke sekitar kamu aja. Terutama yg perempuan. Produknya juga relatif mudah dijual. Karena kebutuhan rumah tangga, dengan inovasi pada bentuk kemasan dan warna yg berbeda-beda. 

Dari sisi pembeli, gak enak untuk gak beli dari keluarga yg menawarkan. Hitung-hitung menjaga silaturahim. Lebih baik membeli yg seperti ini yg produknya jelas, daripada membeli unit link yang produknya abstrak dan baru terasa ketika benar-benar sedang sakit atau mengalami kecelakaan (kita semua tentu tidak menghendaki hal ini kan). 

Answered Aug 6, 2018