selasar-loader

Bagaimana cara khusuk dalam salat?

Last Updated Dec 3, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Habibi Yusuf
Belajar menjadi muslim yang baik

Gambar terkait

Seperti yang diajarkan guru agama saya dulu, yaitu dengan cara menghafal arti dari setiap bacaan. Lalu, setiap kali melakukan gerakan salat, kita membaca sambil menghayati artinya. Karena sudah hafal, maka menghayati ini bisa dengan memvisualisasikan diri kita. 

Misal dalam bacaan rukuk dan sujud, yaitu "Subhana robbiyal 'azhimi/a'la wabihamdi" (Maha suci Tuhan yang Maha Agung/Tinggi dan aku memujinya), maka kita bisa memvisualisasi dengan berdiri seorang diri di suatu hamparan daratan yang luaaaaaaaaasss sekali dan besaaaaarrrr sekali. Meski tidak bisa memvisualisasikan Allah, kita bisa membayangkan sedang ada kamera drone yang mengambil gambar kita dari jarak dekat lalu bertahap naik tinggi hingga terlihat kita begitu kecil dibanding hamparan luas tadi dan kemudian menjadi bumi lalu tampak angkasa dan benda-benda langit lainnya. 

Begitu seterusnya dengan bacaan-bacaan salat yang lain sampai selesai. Bayangan visualisasi bisa disesuaikan dengan arti bacaannya yang kurang lebih mengarah ke satu tema, yaitu betapa rendah/kecil/hinanya kita di hadapan kekuasaan Allah.

Saya dulu sering mempraktikkan ini dan merasa salat saya lebih khusyuk. Indikatornya adalah hati lebih nyaman dan tenteram, tidak terganggu pikiran-pikiran dan masalah, dan setelah selesai salat seperti lebih jernih, tenang, dan encer otaknya dalam berpikir.

Mudah-mudahan bermanfaat, meski sekarang kok ya lebih susah. Namanya juga manusia, suka fluktuatif juga kondisi hatinya, hehehe.

 

Ilustrasi via economica.id

Answered Jan 5, 2017
D.s. Ardyanto
A notorius "bakso urat" hunter.

Gambar terkait

Gambar via era-m.us

Jawabannya: dengan mengenal diri sendiri!

Mengapa demikian?

Al-Baqarah ayat 45 memperkenalkan istilah 'al-Khaasyi'iin', yaitu orang-orang yang khusyu'.

Selanjutnya dalam ayat berikutnya, dijelaskan "alladziina yazhunnuuna annahum mulaaquu rabbihim wa annahum ilayhi raaji'uun". Keyword-nya adalah yakin akan bertemu dan kembali pada Tuhan.

Pertanyaannya, pertama, apa kita sudah tahu siapa Tuhan? Untuk sampai kepada kualitas "bertemu/berkumpul" dan "kembali", mengetahui saja tidak cukup. Sehingga kedua, apakah kita sudah mengenal Tuhan? Betul-betul mengenal-Nya, bukan bayangan kita tentang-Nya saja. Artinya, mengenal-Nya dengan sebenar-benarnya pengenalan. Pengenalan yang hakikat. Di sinilah pentingnya ilmu ma'rifat atau 'irfan .

"Knowing is not enough, we must apply," demikian penggalan nasihat Sang Maestro Bruce Lee.

*   *   *

GI9SsqHfruw52s2otndnhWG58odq8pFA.jpg

Gambar via dokumentasi pribadi

Bagaimana ma'rifatullah atau mengenal Allah itu? "Man 'arafa nafsahu faqad 'arafa rabbahu," demikian sabda Kanjeng Nabi. Barang siapa yang mengenal dirinya, maka mengenal Tuhannya. 'Fa' ditambah 'qad 'dan 'fi'il madli' berarti sesuatu yang pasti dan relasi kedua anak kalimatnya bersifat serta-merta, bukan kausalitas (seperti pada 'tsumma). Sehingga tafsirannya boleh jadi dengan berproses mengenali diri kita sendiri, sesungguhnya kita sedang berproses mengenal Dia, Sang prima causa. Dia, yang tak terbatas dan tak dapat dibatasi.

*   *   *

NhS6JMessAOOiYgyVLGc6rqEKnTf9NAo.jpg

Bagaimana cara mengenal diri ini?

Tuhan itu sesuatu yang by design merupakan fitrah manusia.

"...mir ruuhihi," dari roh-Nya, demikian penggalan frasa dari sebuah ayat di Quran. Jadi, roh itu sesuatu yang diatributkan pada Tuhan. Sementara 'diri'(nafs) yang memilih untuk mengikuti otensitas rohnya (melangit atau to transcend) atau mengikuti basyar alias jasmaninya.

Nah, otensitas rohnya hanya terjadi ketika manusia melakukan tazkiyatun nafs alias menyucikan diri. Dalam sufistik, membersihkan batin dari dua sumber utama penyakit hati, yaitu istikbar (kesombongan) dan hubbud dunyaa (cinta dunia -- materialistik). Orang yang seperti ini adalah orang yang sudah tidak punya ego sama sekali. Karena 'aku' tiada, maka yang ada hanya 'Aku', demikian bahasa Muhammad Bagir.

Walhasil secara lahiriah, orang-orang seperti ini biasanya sabar dan ikhlas dalam hadapi hinaan dan cobaan, senang menolong, dan memudahkan orang yang mengalami kesulitan, senang mengalah, menyayangi sesama manusia tanpa membeda-bedakan dan alam semesta, gemar menyantuni anak yatim dan mustadlafin, tidak membuat kerusakan, menjaga amarahnya, perkataannya santun dan selalu dipenuhi dengan hikmah (qawlan tsaqiilaa), dan sebagainya. Orang ini selalu dirindukan kehadirannya oleh orang lain karena keteduhannya dan solusi bagi mereka. 'Orang yang wajib ada', dalam istilah Cak Nun.

Kembali ke pertanyaan awal, bagaimana cara agar shalat menjadi khusyu'? Caranya ya kenalilah diri Anda dengan cara (berproses) menjadi orang yang baik.

Answered May 15, 2017
Awi Nanda Wijaksana
Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan

 Sesungguhnya, ibadah shalat itu merupakan sebaik-baiknya amal. Shalat mempunyai kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, Ibadah inilah yang membedakan antara orang mukmin dan kafir. Shalat yang juga merupakan ibadah yang mampu melebur dosa seseorang. Maka dari itu penting untuk mengetahui bagaimana cara khusuk dalam sholat :

1. Mempersiapkan diri sepenuhnya untuk sholat, seperti wudhu, pakaian yang bersih, ikut menjawab panggilan azan, tidak tergesa-gesa untuk melaksanakan Sholat.

2. Mengingat mati ketika sholat, artinya kita menganggap bahwa ini akan menjadi sholat terkahir dalam hidup kita.

3.Memahami bacaan sholat, Insyalaah dengan mengetahui arti dan maksud dalam bacaan sholat akan menambah kekhusyukan dalam sholat. karena tentunya dengan memahami bacaan kita akan lebih menghayati sholat kita

 

Answered Dec 2, 2017

Question Overview


5 Followers
1138 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Bagaimana cara mengatasi rasa malas saat kita akan sholat?

Mengapa bacaan saat gerakan I'tidal memakai lafadz Sami'Allahulimanhamidah?

Mengapa jumlah rakaat shalat Subuh dua, dan Maghrib tiga rakaat?

Mengapa jumlah rakaat Shalat Asar, Dzuhur, dan Isya empat rakaat?

Apakah Anda akan tetap melaksanakan salat jika surga sudah tidak ada?

Apa kriteria tingkatan tertinggi wanita salihah itu yang mau dipoligami?

Pada umur berapa sebaiknya anak dipaksa untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan pergi umrah ke Tanah Suci dan mengapa hal itu penting?

Bagaimana perasaan Anda ketika sudah menginjakkan kaki di Mekkah?

Apa menu buka puasa Anda hari ini?

Momen puasa Ramadhan apa yang paling berkesan yang pernah dialami Selasares?

Apa makna bulan Ramadhan bagi teman-teman Selasares?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Apa penyebab Myanmar menindas muslim Rohingya?

Apa yang harus kita lakukan untuk membantu menyudahi konflik Rohingya?

Apa dan bagaimana perasaan Anda terhadap kasus muslim Rohingya?

Mengapa Indonesia yang tidak menegakkan hukuman Qisas? Apa hukuman qisas tidak sesuai? Mengapa?

Mengapa Islam yang katanya Rahmatan Lil Alamin justru berbalik 180 derajat faktanya ketika diaplikasikan di Indonesia?

Pengalaman apa yang membuat seorang menjadi sekuler?