selasar-loader

Apakah Ilmu Ekonomi dapat sejalan dengan Islam?

Last Updated Dec 20, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Muhammad Andika Widiansyah Putra
Mahasiswa Agribisnis, FEM, IPB | Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor

Islam merupakan agama yang mencakup seluruh aspek dalam kehidupan, termasuk mengenai Ekonomi. Sebetulnya aktivitas ekonomi di dalam Islam tidak jauh berbeda dari apa yang dipelajari di dalam ilmu ekonomi. Bedanya, sepaham saya, ada pada semangat di dalam aktivitas perekonomiannya sendiri.

Islam mengatur dengan prinsip keadilan, keamanan, dan kerelaan dari kedua belah pihak, dan hal ini diejawantahkan di dalam akad yang disepakati bersama.

Sebagai contoh, dalam aktivitas bisnis dengan prinsip mudharabah (satu pihak menjamin modal, satu pihak lagi melaksanakan aktivitas bisnis), kedua pihak juga berbagi baik dalam keuntungan maupun kerugian. Hal ini serupa dengan kegiatan investasi yang dilakukan pada ekonomi konvensional, meskipun demikian, prinsip bagi hasil dan keadilan ini yang seringkali tidak ditemukan.

Selain itu, di ekonomi konvensional yang sering terlihat di negeri ini, khususnya di sektor pertanian, sistem ijon begitu dikenal dengan baik. Pembelian dilakukan sebelum buah matang, dengan harga yang tentu lebih rendah akibat asumsi adanya kerugian atau buah masih belum masak. Di dalam Islam, hal ini tidak dibenarkan, sebab salah satu prinsip yang ditekankan ialah adanya barang fisik yang diperjual belikan dan disampaikan di dalam akad. Meskipun demikian, prinsip jual beli diperbolehkan dalam Islam.

Saya rasa antara ilmu ekonomi dengan Islam bisa benar-benar sejalan dengan baik, namun tentu dengan beberapa catatan yang harus diperhatikan.

Dan terakhir, di dalam aspek akademik dan penelitian, teori-teori ekonomi yang ada di dalam ekonomi konvensional sebetulnya bisa dibawa untuk meneliti fenomena yang ada di dalam dunia ekonomi islam. Seperti soal penggunaan model perhitungan GDP, dan sejenisnya.

Allahu a'lam bish shawab.

Semoga sedikit membuat penasaran.

Answered Dec 24, 2017

Question Overview


2 Followers
524 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Apa bagusnya berprofesi sebagai ekonom?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?