selasar-loader

Persiapan keberangkatan LPDP, apakah harus serba akademis?

Last Updated Dec 16, 2017

Sebagian orang berpikir bahwa Persiapan Keberangkatan LPDP harus soal akademik. Kegiatan seperti membuat penampilan angkatan seperti tari dan lagu dari untuk dan oleh para awardee dianggap sebagian orang tidak penting. Padahal, itu sifatnya opsional dan berdasarkan kesepakatan awardee dalam satu angkatan PK. Kalau tidak setuju, tinggal bilang nggak setuju dan nggak harus tampil. Toh, peran yang bisa diambil selama PK pun banyak (dan sifatnya semua opsional) seperti dokumentasi, dekorasi, desain dan sebagainya. Terlebih, justru hal-hal seperti itu bisa membangun kedekatan dan kebersamaan antar awardee, kan?

1 answer

Sort by Date | Votes

q0ItsZRE_LeAE8BrzLgcypkq1r64UW1a.png

Salah satu tahap terakhir bagi calon awardee LPDP adalah Persiapan Keberangkatan, atau yang biasa disebut sebagi PK. Kegiatan ini berupa rangkaian acara beberapa hari di suatu tempat (belakangan ini di sebuah wisma pelatihan yang terletak di Depok) yang diikuti oleh sekitar 120 calon awardee dari berbagai latar belakang (jenjang studi, kampus tujuan, asal daerah, gender, dan lainnya). Sampai sejuh ini, terhitung sudah lebih dari 100 PK yang berjalan dengan dihadiri oleh ribuan awardee dan tokoh dari berbagai sektor.


Secara teknis, PK memiliki beberapa agenda yakni penjelasan mengenai LPDP beserta sistem monitoring dan evaluasinya, academic writing secara general, sesi peningkatan skill komunikasi dan adaptasi, dan juga sesi motivasi terkait nasionalisme dan urgensi pulang untuk membangun bangsa. Kegiatan ini dikemas sebaik mungkin dengan ditambahkan hiburan seperti performance dan games dari para peserta. Adapun sifat dari hal tersebut adalah opsional dimana pihak penyelenggara PK memberikan kebebasan bagi para angkatan PK untuk menjalankannya maupun tidak, plus memfasilitasi para awardee untuk  mempresentasikan ide angkatannya ke pihak penyelenggara PK (jika mau) demi mendapatkan masukan bermanfaat berdasarkan keberjalanan PK yang pernah ada.


Demi mengakomodir hal ini agar tertata rapi, penyelengga PK pun memberikan kebebasan bagi setiap angkatan untuk memiliki perwakilan angkatan ataupun tidak. Perwakilan ini terdiri dari lima orang calon awardee dari angkatan tersebut yang kelak (jika memang ada) bertugas untuk mengumpulkan database lengkap rekan-rekan seangkatannya, serta mengajak rekan satu angkatannya untuk menyusun (sekali lagi, semua sifatnya opsional) nama, logo, lagu dan baju angkatan serta penampilan, ice breaking maupun games antar peserta. Adapun LPDP hanya mewajibkan peserta untuk mengisi form database yang dibutuhkan untuk pembuatan buku tabungan, dan hadir PK dengan sebaiknya sudah hafal mars dan ikrar LPDP.


Kondisinya, hampir semua angkatan PK memilih hal-hal opsional tersebut dengan harapan bisa mempererat silaturahmi antar awardee LPDP yang bermanfaat bagi masa depan mereka, serta menghadirkan pengalaman sekali seumur hidup yang istimewa bagi para peserta PK (kecuali ikut LPDP lagi untuk jenjang pendidikan berikutnya, jad musti ikut PK lagi). Terlebih, tentu menyenangkan bagi banyak orang untuk bisa menyiapkan PK-nya bersama kawan baru dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi yang tak bisa ikut di bagian penampilan atapun mengonsep games misalkan, bisa membantu dekorasi, dokumentasi, desain atau membantu peranan lain yang mampu dilakukannya. Wajar, kesempatan berbagi peran dalam berkarya bersama yang sifatnya pilihan ini diambil oleh banyak angkatan PK karena seru dan bermanfaat.


Pihak penyelenggara PK pun terbuka atas segala kritik dan saran dari peserta PK dengan menyampaikannya melalui perwakilan angkatan agar bisa disatukan dengan baik sebelum disampaikan ke penyelenggara. Toh, bakal repot juga jika ratusan peserta PK menanyakan beragam pertanyaan satu per satu, dan bisa jadi sama, kepada penanggungjawab PK yang jumlahnya tak sedikit.


Sayangnya, tak mudah sepertinya menyamakan pandangan dan presepsi orang banyak. Pernah main pesan berantai yang mana pesan yang disampaikan orang pertama dan orang terakhir umumnya berbeda? Begitu juga dengan PK. Tak sedikit yang berpikir bahwa PK harus serba akademis. Padahal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, bidang, profesi dan strata keilmuwan orang yang hadir di PK berbeda. Ada teknik, agama, ekonomi, pertanian, kesehatan, seni, budaya, sosial, master, doktor, spesialis, dalam negeri maupun luar negeri sehingga spektrumnya amat luas untuk membuat suatu kegiatan beberapa hari saja yang bisa memfasilitasi itu semua. Kedua, hal tersebut bisa kita cari melalui belajar otodidak, bertanya ke senior atau di internet, maupun mengikuti kelas persiapan atau kelompok studi di kampus tujuan yang lebih kontekstual dengan kondisi kita. Ketiga, persiapan keberangkatan sejatinya tak terbatas pada hal akademik melainkan juga mengenai pembekalan dalam penggunaan dan monitoring beasiswa, pengokohan semangat nasionalisme dan untuk kembali mengabdi kepada bangsa serta tentunya membangun silaturahmi yang kuat antar awardee melalui wahana berkomunikasi dan bekerjasama dengan intens. Hal ini bisa dicapai dengan menyiapkan berbagai hal bersama terkait PK seperti membuat lagu angkatan, mempertontonkan penampilan seperti drama maupun tari, merancang games dan olahraga pagi, dan hal-hal lainnya meskipun sifatnya opsional.
Problem pun bertambah jika ada pihak yang tidak memahami mana yang wajib dan pilihan dalam pelaksanaan PK. Dalam hal ini pun sebenarnya menjadi kesepakatan angkatan untuk memilih pilihan yang ada dan andaipun memilihnya, toh ini ditetapkan oleh kesepakatan angkatan tanpa campur tangan penyelenggara PK. Jika tak bisa di satu peran, bisa juga berkontribusi di peranan yang lain. Sederhana sebenarnya, dan menyenangkan. Sayangnya, kondisi yang terjadi tak selancar itu. Sebagai contoh, jika ada yang tak memahami hal di atas lalu menyampaikan kritik mengenai PK kepada media yang bisa menimbulkan presepsi macam-macam bagi orang yang tak paham kondisi sebenarnya, ataupun malah menyampaikan langsung ke jajaran petinggi LPDP karena merasa punya koneksi ke sana. Padahal, penanggungjawab PK dan perwakilan angkatan PK sudah membuka diri untuk segala kritik dan saran agar bisa membenahi PK. Alhasil, banyak perubahan signifikan yang diakibatkan penyampaian kritik yang kurang tepat ini. Pengurangan hari pelaksanaan PK, pemindahan tempat PK, penghilangan kegiatan outbond dan sebagainya yang berimbas bagi PK berikutnya adalah sebagian bentuk dari perubahan tersebut.


Memang benar bahwa seharusnya jika memang baik maka tetap tak perlu ada yang diubah dari kebaikan tersebut. Hanya saja, LPDP sebagai lembaga pemerintahan tentunya berbeda dengan cara kerja NGO yang independen dan bisa tutup pintu atas semua tekanan yang masuk. Sehingga, ‘suara'...(more)

Answered Dec 16, 2017

Question Overview


3 Followers
527 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Mana yang lebih baik beasiswa ke UK: LPDP atau Cheavening?

Apa benar LPDP mulai dari sekarang dan ke depannya tidak lagi menanggung biaya hidup dalam skema beasiswanya?

Bagaimana pengalaman wawancara LPDP yang Anda lalui?

Apa tantangan yang dihadapi LPDP?

Apa yang membuat beasiswa LPDP lebih menarik dibandingkan beasiswa lain?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Universitas apa yang paling indah di dunia?

Apa itu kampus Ivy League dan seberapa prestisius berkuliah di sana?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?

Apa tips mendapatkan beasiswa Chevening (Pemerintah Inggris)?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships)?

Mengapa kuliah di Jepang begitu menarik dan prestisius?