selasar-loader

Apa tips umroh bersama lansia?

Last Updated Dec 7, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Ihdal Husnayain
masih punya cita-cita jadi penulis :D

Alhamdulillah, belum lama ini sy pulang dari umroh bersama suami dan keluarga dengan nenek usia 82 tahun dgn menggunakan kursi roda. Berikut beberapa tips umroh bersama lansia, hasil perjalanan kemarin, cekidoot: 

1. Pastikan ada pendamping laki2 dan pendamping sejenis kelamin dgn lansia tsb.

Karena kendala biaya, seringkali orangtua/lansia dibiarkan berangkat umroh sendiri. Padahal, perjalanan umroh adalah perjalanan yg membutuhkan kebugaran fisik, nah apalagi jika dilakukan oleh lansia. Jadi idealnya, harus ada yg menemani lansia, kalo bisa malah bisa gantian shift, sehingga bisa bergilir saat hendak thawaf sunnah, qiyamul lail, atau ke raudhah. Selain itu, pendamping juga masih bisa megejar target2 ibadah pribadi. Thawaf dengan kursi roda biasanya hanya diperbolehkan di lantai 2, dengan luas lingkaran sekitar 3x lipat dari jauhnya thawaf di depan ka'bah langsung. Pengalaman kemarin itu thawaf di lantai 2 dgn kursi roda membutuhkan waktu sekitar 3 jam (padahal di lantai 1 hanya sekitar 30 menit), kami mulai ba'da ashar dan ketika masuk waktu maghrib masih kurang 1x putaran lagi. Jadi, pertimbangkan kondisi fisik lansia maupun yang menemani. Jika yg menemani tidak memungkinkan kondisinya, bisa digantikan dengan muthowif asal Indonesia yg bisa bantu mendorong (Insentif utk thawaf saja sekitar 100-150 real, utk umroh keseluruhan sekitar 300-350 real).

Selain itu, kalo bisa ada pendamping yg sejenis kelamin dgn lansia yg akan ikut. Contoh, jika lansia seorang wanita maka pastikan ada pendamping wanita, sehingga memudahkan menemani di lokasi2 yg terpisah antara laki2 dan perempuan. Selain itu memudahkan juga utk urusan toilet dan kamar mandi. 

2. Pastikan membawa pampers bagi lansia. 

Sebisa mungkin bawa secukupnya dari Indonesia, karena di sekitaran hotel biasanya harga pampers lansia lumayan mahal (lebih mahal 2x lipat harga di Indonesia), dan jangan lupakan bawa ganti di tas jinjing utk perjalanan panjang di bandara, pesawat, bus, dll. Meskipun kondisi lansia masih cukup sehat utk bolak balik ke kamar mandi, tetap persiapkan pampers. Pengalaman kemarin beberapa lansia jadi mengompol karena tidak mempersiapkan pampers, sementara menemui kondisi lapangan yg tidak terduga, antara lain: udara yg sangat dingin ketika menunggu boarding di bandara, antrian kamar mandi yg sangat panjang, toilet umum maupun beberapa masjid yg disinggahi utk istirahat di perjalanan tidak tersedia air sehingga sempat menahan BAK dalam waktu lama. 

3. Persiapkan budget utk kursi roda

Jika lansia kelelahan selama perjalanan umroh, ada baiknya menyewa kursi roda yg tersedia di pintu2 masuk masjidil haram. Selain itu pihak hotel juga biasa menyediakan, atau bisa konsultasi dgn travel yg digunakan. 
Jika memang membawa kursi roda dari rumah, maka akan terjadi 2x perpindahan kursi roda, yaitu di bandara ketika check in, sementara kursi roda yang dibawa dari rumah harus diwrap dan masuk bagasi, maka akan diganti sementara dgn kursi roda bandara, didorong oleh petugas bandara dan boleh ditemani 1 orang pendamping. Lalu ketika sudah akan masuk pintu pesawat, akan diganti dgn kursi roda pesawat yg ukurannya kecil yg bisa masuk ke lorong pesawat. Ketika akan berangkat, penumpang dgn kursi roda akan terlebih dahulu masuk, dan ketika turun dari pesawat, akan menjadi yg terakhir keluar setelah semua penumpang telah turun. Jadi bisa dibayangkan yaa spare waktu yg dibutuhkan untuk proses ini tidaklah cepat, sehingga butuh waktu dan kesabaran yg cukup. 

4. Persiapkan naik turun bus yang cukup tinggi.

Bus yang biasa digunakan oleh jamaah biasanya bus yg cukup tinggi, seperti 2 tingkat. Bagian bawah utk toilet dan bagasi, dan bagian atas untuk penumpang. karena itu, persiapkan mental dan fisik untuk naik turun tangga dgn kondisi yg biasanya relatif curam ini. Jika khawatir lansia kelelahan, bisa dibantu digendong atau didorong. Tipsnya, tidak perlu turun di setiap lokasi yang tidak wajib, dan bisa mengganti wudhu dengan tayamum dan sholat di dalam bus. 

5. Persiapkan baju hangat dan baju ganti yang cukup di tas jinjing/dibawa ke kabin

Hal ini terutama jika Anda berangkat umroh di waktu-waktu dingin (Oktober-Januari). Udaranya antara sejuk sampai sangat dingin, sehingga penting utk mempersiapkan baju hangat yang praktis dipakai. Pengalaman kemarin, banyak lansia dgn kursi roda yang tidak membawa jaket atau lupa membawa ke kabin, sehingga kedinginan di bandara. Padahal dalam perjalanan berangkat atau pulang, bisa memakan waktu yang cukup lama (kemarin itu perjalanan pulang dari Makkah-Jeddah-jakarta total lebih dari 24 jam). 

6. Persiapkan botol minum air hangat utk selama di perjalanan. 

Hal ini utk menghindari kedinginan selama di bandara ataupun di bus selama perjalanan umroh. Terutama jika Anda berangkat umroh di musim2 dingin. 

7. Jangan membawa terlalu banyak barang yang dijinjing/dibawa ke kabin. 

Pastikan hanya membawa barang2 yang memang diperlukan. Jangan berlebihan, dan jangan ada brg penting yg ketinggalan (seperti pampers atau baju ganti). Selebihnya, masukkan ke dalam koper dan biarkan di dalam bagasi. Jangan sampai terlalu lelah membawa barang saat perjalanan pesawat. 

8. Siasati untuk bisa menunggu waktu sholat tetap di masjid/tidak pulang ke hotel, sehingga bisa lebih menghemat waktu dan tenaga. 

9. Siasati oleh2 yang akan dibawa. Diakui atau tidak, oleh2 sudah menjadi hal yang wajib, apalagi jika sepuh yang berangkat ituu biasanya banyak yg mengantar, membekali, dll. Jadi seringkali ada perasaan tidak enak jika tidak membawa oleh2. Oleh2 yg saya rekomendasikan utk dibawa dgn mudah dan tidak repot mencarinya adalah...... kurma ruthob. Ini adalah kurma dalam tekstur lembut yang biasa dimasukkan ke dalam kulkas dan bisa disimpan dalam waktu lama. Harganya juga relatif murah, kmrn itu sekitar 10 real utk 1 pak/sekitar 0,7 kg kurma. Pesan sesuai kebutuhan saat beberapa hari sebelum hari kepulangan di dekat hotel Anda, minta dalam bentuk sudah di dalam kardus, lalu bawa di hari akan pulang. Pastikan Anda wrap dengan jasa...(more)

Answered Dec 7, 2017

Question Overview


2 Followers
384 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa hal-hal ajaib yang Anda alami selama di tanah suci Mekah atau Madinah?

Haruskah kita beribadah haji meskipun tinggal di Planet Mars?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan ibadah haji ke Tanah Suci dan mengapa hal itu penting?

Apa dan bagaimana pengalaman spiritual yang tak terlupakan saat menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci?

Mengapa orang menangis melihat Kakbah?

Mengapa First Travel diberhentikan OJK?

Barang apa yang paling harus dibawa kala kita pergi Haji/Umroh?

Kapan manusia pertama kali pergi haji menggunakan pesawat?

Mengapa masih ada calon jemaah haji yang batal pergi haji?

Menurutmu, apakah tepat jika dana haji diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur? Mengapa?

Apa yang harus dilakukan ketika Anda sakit pada saat umroh/haji?

Apa saja objek wisata kuliner yang sayang untuk dilewatkan ketika haji/umroh?

Bagaimana cara berkomunikasi yang paling efektif kepada keluarga/kerabat di tanah air selama Umroh/haji?

Apa saja tips umroh ketika sedang hamil?

Apa yang membuat umroh bersama keluarga besar menjadi istimewa?

Apa saja yang tidak boleh Anda lakukan selama berada di Arab Saudi?

Apa kisah unik dan menarik yang pernah And dengar dari jamaah haji/umroh?

Apa keistimewaan traveling di Arab Saudi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia?

Apa perbedaan utama hidup dan beraktifitas di Arab Saudi dan di Indonesia?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?