selasar-loader

Kenapa banyak sekali tokoh-tokoh yang sudah berada di atas dan mengetahui kebusukan dari suatu sistem yang merugikan negara tidak berani untuk memaparkan "dalang-dalang" dari sistem tersebut?

Last Updated Dec 5, 2017

Kalau alasannya ialah: Agar menjaga atau mempertahankan dinasti untuk kalangan tertentu, menurut saya itu "BODOH" karena kenikmatan tersebut hanya bersifat short-term. Sedangkan kalau dilihat dari keuntungan SDA maupun SDM kita yang jumlahnya sangat banyak (Baca: terbatas, tidak tak terbatas) kenapa kita Negara yang kaya ini hanya dapat bersifat sebagai sapi perah untuk negara-negara yang meraup keuntungan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kami cintai ini.

1 answer

Sort by Date | Votes
Asadullah Hakim
Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 | Mahasiswa Kewirausahaan SBM ITB |

sejujurnya jawaban saya ini hanya berdasar dari pengamatan, dan cenderung asumtif.

naiknya seseorang ke posisi "atas", terlebih di ranah publik atau politik di indonesia ini, tidak terlepas dari permainan kultural lingkungan dan orang orang yang lebih "atas". notabene dirasa hubungan kultural berpengaruh banyak disini. hal ini juga yang dirasa menjadi sebab lestarinya budaya dalam suatu lembaga publik. orang diangkat oleh orang orang yang sudah lebih dulu diatas ini mengangkat orang orang yang "aman", teman teman dekat secara kultural yang mungkin dekat juga secara "ideologi" yang dapat melanggengkan kekuasaan disini. cukup logis juga rasanya, dengan budaya indonesia ini seseorang yang sudah dinaikkan oleh segolongan orang, merasa sungkan untuk merbah sistem atau bahkan sekedar menegur.

berbeda dengan sektor private atau perusahaan. di sektor privat, naiknya jabatan seseorang ke posisi yang lebih tinggi lebih karena professionalitas dan kecapakan kerja dan manajerial. karena orientasi yang jelas : mendapatkan profit, yang berarti menuntut kepreofessionalan kerja dan tuntutan hasil kerja yang baik.

Answered Mar 6, 2018