selasar-loader

Bagaimana sejarah pengelolaan zakat pada masa Khulafa' Ar-Rasyidin ?

Last Updated Dec 5, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Muhammad Nurdiyansyah
Mahasiswa Ekonomi Syariah IPB | Rumah Kepemimpinan | Ketua BEM FEM IPB 2018

uKnxhf3q2sc5JsN58SXYgGSH14knZ1BJ.jpg

Setelah Rasulullah SAW wafat, banyak kabilah-kabilah yang menolak untuk membayar zakat dengan alasan zakat merupakan perjanjian antara mereka dengan Rasulullah SAW, sehingga setelah beliau wafat maka kewajiaban tersebut menjadi gugur. Abu Bakar yang menjadi khalifah pertama penerus Nabi SAW memutuskan untuk memerangi siapapun yang menolak membayar zakat, termasuk menanggap mereka sebagai golongan yang murtad. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa terjadi perang Harbu Riddah atau perang melawan permurtadan. Perang ini tercatat sebagai perang pertama di dunia yang dilakukan oleh sebuah negara dengan membela hak kaum miskin atas orang kaya.

Setelah Abu Bakar wafat, negara Islam melakukan perluasan wilayah yang mencakup dua kerajaan besar pada masa tersebut, yaitu sebagian kerajaan Romawi (Syria, Palestina, dan Mesir) dan seluruh kerajaan Persia termasuk Irak. Kekayaan negara pada masa khalifah pun melimpah, menjadi pemicu adanya perubahan pada sistem pengumpulan dan pengelolaan zakat. Kedua faktor tersebut mengharuskan terjadinya institusionalisasi yang lebih tinggi dari sistem pengelolaan zakat.

Perubahan ini tercermin jelas pada masa khalifah Umar Bin Khattab. Umar mencontoh sistem administrasi yang diterapkan Persia. Sistem Persia membagi administrasi pemerintah menjadi delapan provinsi, yaitu Mekkah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir.

Umar kemudian mendirikan al-Dawawin yang sama fungsinya dengan baitul mal pada zaman Rasulullah SAW. Lembaga tersebut merupakan sebuah badan audit negara yang bertanggung jawab atas pembukuan pemasukan dan pengeluaran negara. Al-dawawin ini juga diperkirakan mencatat zakat yang didistribusikan kepada para mustahik sesuai kebutuhannya masing-masing. Pengembangan yang dilakukan Umar terhadap baitul mal merupakan kontribusi terbesar Umar kepada dunia Islam. Pada masa Umar pula sistem penghimpunan zakat secara langsung oleh negara dilakukan, yang dimulai dengan pemerintahan Abdullah bin Mas’ud di Kufah, di mana porsi zakat dipotong dari pembayaran negara. Meskipun hal ini pernah diterapkan pada masa khalifah pertama, Abu Bakar, namun pada masa Umar, proses pengurangan tersebut menjadi lebih sistematis.

Pada masa Utsman bin Affan, meskipun kekayaan negara Islam mulai melimpah dan jumlah zakat juga lebih dari mencukupi kebutuhan para mustahik, namun administrasi zakat justru mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan oleh kelimpahan tersebut yang membuat Utsman memberi kebebasan kepada amil dan individu untuk mendistribusikan zakat kepada siapa pun yang dinilai layak menerima zakat. Keputusan Utsman ini juga dilatarbelakangin oleh keinginannya untuk meminimalkan biaya pengelolaan zakat di mana beliau menilai bahwa biaya yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dana zakat tersebut akan tinggi dikarenakan sifatnya yang tidak mudah diketahui oleh aparat negara. Namun, mekanisme seperti ini ternyata memicu beberapa permasalahan mengenai transparansi distribusi zakat, di mana para amil justru membagikan zakat tersebut kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

Seiring dengan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan berbagai konflik politis lainnya yang memecahkan kesatuan negara Islam dengan wafatnya Usman dan naiknya Ali sebagai khalifah keempat, semakin marak pula praktik pengelolaan zakat secara individual. Hal ini ditandai oleh fatwa Sa’id bin Jubair. Saat beliau berceramah di mesjid, ada yang bertanya padanya perihal apakah pembayaran zakat sebaiknya diberikan kepada pemerintah. Sa’id pun mengiyakan pertanyaan tersebut. Tetapi, saat pertanyaan tersebut ditanyakan secara personal kepada beliau, ia justru menganjurkan penanya untuk membayarkan zakat secara langsung kepada asnaf-nya.

 

Ilustrasi via seekershub.org

Answered Dec 5, 2017

Question Overview


1 Followers
756 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bank pilihan terbaik kita: syariah atau konvensional?

Apakah hukum berinvestasi emas?

Apakah yang membedakan KPR Syariah VS KPR Murni Riba?

Apa Beda Bunga (Riba) dan Marjin?

Apakah denda ketika telat membayar cicilan dikategorikan sebagai riba?

Bagaimana caranya membeli rumah tanpa riba?

Apa saja jenis akad transaksi dalam perbankan syariah dan apa keunggulannya dengan bank konvensional?

Apakah benar BPJS haram? Jika iya, mengapa?

Bolehkah bermain valuta asing (valas) menurut syariat Islam?

Hal apa yang paling membedakan Waad dan Akad?

Menurut kamu, apa yang mendorong seseorang untuk berinfak (filantropi)?

Mengapa Realisasi zakat Indonesia jauh dari potensinya?

Kenapa Islam mengalami kemunduran dalam hal ilmu pengetahuan sejak kemajuan di abad pertengahan?

Apa sebenarnya penyebab utama kemunduran Kekhalifahan Islam di Turki?

Apa benar kerajaan Islam di Indonesia adalah bagian dari Kekhalifahan Turki Utsmani?

Siapa sebenarnya Maulana Malik Ibrahim, orang yang paling berperan menyebarkan Islam di Indonesia?

Apa yang membuat sains di dunia Islam begitu maju di tahun 700-1100?

Darimana kemajuan ekonomi awal Kekhalifahan Turki Utsmani berasal?

Faktor apa yang paling menentukan kemenangan Al Fatih di Konstatinopel?

Faktor apa yang paling menentukan kemenangan umat Islam pada peristiwa futuh Mekkah?

Faktor apa yang paling menentukan kekalahan umat Islam pada perang Uhud?

Mengapa Snouck Hurgonje mampu melakukan infiltrasi sedemikian dalam terhadap tubuh umat Islam Indonesia?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?