selasar-loader

Apakah situs sejarah penting untuk diselamatkan?

Last Updated Dec 2, 2017

Belakangan sering terjadinya penggusuran situs-situs sejarah terkhusus bangunan-bangunan sejarah dengan berbagai macam alasan, kejadian ini banyak mendapat kecaman terkhsusu dari para seniman dan pecinta sejarah, fenomena ini juga ada yang menanggapi bahwa kenapa harus kecewa toh ketika situs ini masih ada saja juga tidak terlalu banyak yang perduli atau ini hanya seolah menjadi instrumen belajar saja yang sudah ketinggalan zaman. Apa tanggapan kalian mengenai hal ini?

5 answers

Sort by Date | Votes
Akmal Ashari
Departemen Sejarah Universitas Diponegoro - FSLDK Semarang Raya

Menurut saya, situs sejarah sangat penting untuk diselamatkan agar generasi berikutnya mampu membaca dan memahami peristiwa yang telah terjadi di situs sejarah tersebut.

Answered Dec 11, 2017
Rizky Aditya Darmawan
Peserta Rumah Kepemimpinan reg. Bogor

Menurut saya tidak semua situs sejarah harus diselamatkan, hal ini dikarenakan keterdesakan yang dialami pemerintah setempat. Seperti dalam pembangunan jalan tol, perluasan jalan untuk mengurangi kemacetan. 

Sebab kemacetan membuat waktu kerja seseorang kurang produktif dan hal ini adalah permasalahan yang cukup mendasar.

Akan tetapi situs sejarah yang penting (memiliki nilai luhur, dan dampaknya besar di masanya penting untuk diselamatkan. Agar anak-anak cucu kita mendapatkan pelajaran yang lebih terasa

Answered Dec 31, 2017
Okky Tria Kurniadi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM

Pertama yg perlu dipahami adalah ada apa dibalik penggusuran situs sejarah? 

Apakah itu agenda untuk memplintir sejarah yg telah ada? Atau membuang kemungkinan menguak sejarah yg sebenar-benarnya?

Mungkin sedikit dari kita mempertanyakan, apakah sejarah yg selama ini kita pelajari dan kita yakini adalah sejarah yg sebenar-benarnya? Tanpa ada kepentingan politis yg masuk?

Jika kita mempertanyakan hal tersebut, satu hal yg pasti dari dihapuskannya situs sejarah ialah hilangnya kemungkinan untuk kita menemukan benang merah dari versi lain sejarah-sejarah Indonesia

Answered Jan 2, 2018

Ya tentu perlu diselamatkan,

Kebanyakan situs situs yang dirusak atau digusur di Indonesia merupakan situs yang hanya "satu satunya" di Indonesia. Mengapa perlu di selamatkan? Karena situs tersebut merupakan bagian dari sejarah kita. Situs situs menjadi bahan penelitian yang hasilnya dapat menyumbang kerangka kesejarahan bangsa. Situs situs juga menjadi bentuk identitas bagi manusia masa lampau atau mungkin juga manusia sekarang.

Selain itu situs situs arkeologi atau sejarah, dapat didaftarkan untuk menjadi cagar budaya. Ketika benda/bangunan/struktur tersebut sudah ditetapkan menjadi cagar budaya, maka akan dilindungi oleh UU no.10 tahun 2011. Kalaupun tidak maka situs dapat diperlakukan sebagai "diduga cagar budaya" yang mana dalam undang undang juga mendapat perlindungan yang sama.

Namun dalam kasus tertentu, tentu akan ada pengecualian. Sebagai contoh, dalam pembangunan waduk Jatigede di sumedang terdapat beberapa situs yang akan hancur bila waduk dibangun. Oleh karena itu, karena waduk merupakan kepentingan orang banyak. Maka situs mau tidak mau harus diselamatkan atau direlokasi. Sebelum pembangunan dilaksanakan, Situs harus direkam dalam segala aspek, baik lokasi, bentuk, ukuran dan lain lain. Dalam ilmu arkeologi, kegiatan ini disebut juga salvage archaeology atau rescue archaeology

 

Answered Feb 28, 2018

Kebanyakan situs situs yang dirusak atau digusur di Indonesia merupakan situs yang hanya "satu satunya" di Indonesia. Mengapa perlu di selamatkan? Karena situs tersebut merupakan bagian dari sejarah kita. Situs situs menjadi bahan penelitian yang hasilnya dapat menyumbang kerangka kesejarahan bangsa. Situs situs juga menjadi bentuk identitas bagi manusia masa lampau atau mungkin juga manusia sekarang.

Selain itu situs situs arkeologi atau sejarah, dapat didaftarkan untuk menjadi cagar budaya. Ketika benda/bangunan/struktur tersebut sudah ditetapkan menjadi cagar budaya, maka akan dilindungi oleh UU no.10 tahun 2011. Kalaupun tidak maka situs dapat diperlakukan sebagai "diduga cagar budaya" yang mana dalam undang undang juga mendapat perlindungan yang sama.

Namun dalam kasus tertentu, tentu akan ada pengecualian. Sebagai contoh, dalam pembangunan waduk Jatigede di sumedang terdapat beberapa situs yang akan hancur bila waduk dibangun. Oleh karena itu, karena waduk merupakan kepentingan orang banyak. Maka situs mau tidak mau harus diselamatkan atau direlokasi. Sebelum pembangunan dilaksanakan, Situs harus direkam dalam segala aspek, baik lokasi, bentuk, ukuran dan lain lain. Dalam ilmu arkeologi, kegiatan ini disebut juga salvage archaeology atau rescue archaeology,

Answered Mar 2, 2018