selasar-loader

Bagaimana perasaan orang tua dalam menghadapi anak yang memiliki kebutuhan khusus?

Last Updated Nov 29, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

[Resume sesi sharing kisah inspiratif ibu dengan anak berkebutuhan khusus]

Narasumber:
Ibu Nisa, merupakan salah satu orang tua yang dikaruniai anak berkebutuhan khusus. Saat ini, di samping membesarkan anak-anak dan mendampingi anak pertamanya yang berkebutuhan khusus untuk terus berkembang, beliau juga aktif di salah satu komunitas orangtua dgn anak berkebutuhan khusus. 
Bukan hanya sebagai partisipan, beliau juga mengelola komunitas ini.

Ibu Nisa akan berbagi kisahnya mengenai membesarkan seorang anak yang mengalami gangguan perkembangan yaitu Intellectual Disability (atau lebih dikenal dgn mental retardasi), sejak hampir 17 tahun lalu.

Anak spesial bu Nisa saat ini berusia 17 tahun. Alhamdulillah sedang mempersiapkan diri untuk ikut ujian persamaan setingkat SMP. Ia sudah sangat mandiri, mengurus diri sendiri, membantu memasak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dsb.

Awalnya bagaimana proses anak Ibu didiagnosa retardasi mental? Adakah tanda-tanda khusus dari lahir atau peristiwa sebelum kelahiran?

Sebenarnya saya tidak tahu apa diagnosanya karena berubah-ubah. 
Saat lahir normal dengan induksi dan perkembangannya tidak masalah. 
Hanya saja saat usia 3 tahun saya menyadari kalau anak saya tidak seperti anak pada umumnya. 
Usia 3 tahun anak sudah sangat ceriwis dan mampu diajak komunikasi sederhana.

Tapi tidak bgitu dengan anak saya, suara yang dikeluarkan hanya berupa teriakan 1 huruf saja. 
Memanggil ayah atau bunda pun belum bisa. Tapi dia amat sangat aktif. Lari, panjat sana, lompat sini...dia diam jika tidur saja.

Perkembangan motorik kasar (duduk, tengkurap, jalan) ada keterlambatan? Diagnosa yang diberikan apa saja sblmnya?
Perkembangan motorik tidak ada masalah. Bahkan tumbuh gigi aja langsung 2 atau 3 gigi skaligus. 
Usia 3 tahun, tidak ada komunikasi, sangat aktif tidak ada kontak mata, tidak langsung menjawab jika dipanggil. Tidak nangis saat jatuh, bahkan jika berdarah sekalipun. Saaya masukkan ke playgroup di usia 3 tahun dengan harapan bisa segera berkomunikasi dan bertemab. Ternyata saat di 2 tahun pertama, ia hanya bermain sendiri dan sangat suka di playground, tapi dengan penuh kesabaran gurunya, di tahun ke 3 sudah mulai berubah. 
Mau duduk di kelas dan bermain dengan teman.

Di usia 6 tahun, atas saran kepala TK saat itu, saya periksakan ke psikolog. Tujuannya untuk mengetahui apakah anak saya sudah bisa masuk SD, ternyata hasilnya terdeteksi MR dan disarankan masuk SLB. 
Saat itu saya diam dan berusaha terima, tapi sebenarnya saya sangat marah dan tidak terima. 
Menurut saya, selama anak saya sekolah d TK itu, dengan kondisi awalnya yang kurang responsif terhadap lingkungan, justru bisa berkembang baik karena berada di lingkungan yang menerima dan tidak menganggapnya berbeda.

Sebelum 6 tahun ada pemeriksaan dan intervensi lain, selain masuk playgroup?
Tidak, baru usia 6 tahun itu saya bawa ke psikolog.

Setelah diagnosa, berapa lama proses penerimaan ibu terhadap hasil diagnosa ananda? Apa yang ibu lakukan kemudian?
Awalnya saya minta kepsek untuk menerima anak saya tetap ada di TK karena saya merasa dia belum siap masuk SD, tapi kata-kata kepsek masih saya ingat, bahwa usia anak saya sudah harus mendapat sistem dan suasana belajar yang lebih tinggi lagi, dalam arti lebih disiplin. 
Saya termasuk orang yang tidak suka sedih lama-lama, kemarahan saya justru membuat saya ingin buktikan bahwa saran psikolog itu terhadap anak saya salah, bahwa dia akan lebih baik jika di SLB. 
Kalau sedih, marah dan akhirnya bangkit itu mungkin sekitar 2-3 minggu.
Saya menangis, cari-cari dimana salahnya, kenapa saya yang harus mengalami. 
apa salah saya, apa yang kekurangan saya.. wah pokoknya sakit deh.

Menurut ibu, apa yang bisa membuat ananda mandiri? 
Pola asuh seperti apa yang diterapkan sehingga ananda akhirnya bisa mengurus dirinya sendiri dan membantu pekerjaan rumah?
yaa itu tadi, saya marah dan merasa psikolog itu salah sudah menyarankan anak saya masuk SLB, jadi saya berusaha mencari sekolah reguler. 
awalnya saya daftar sekolah terdekat, setelah lolos syarat data, ada tes, anak saya dipanggil masuk ruangan, belum ada 30 menit, saya dipanggil kedalam, dan dihadapan orangtua lainnya, guru yang memberikan tes bilang kalo saya harus cari sekolah lain, karena anak saya ga bisa masuk ke sekolah itu. 
akhirnya setelah ditolak beberapa sekolag, ia bisa sekolah di SDN inklusi dan berhasil lulus dari sana. 
Saya menerapkan pola asuh yang sama dengan adik-adiknya. 
Saya latih kemandirian sama seperti adik2nya, harus makan sendiri, mandi, sesuai kemampuannya. 
Awalnya harus bisa mengurus diri sendiri, kemudian bisa membantu adik-adik, membantu bunda mengerjakan pekerjaan rumah...bertahap dan berulang-ulang. 
yang pasti harus sesuai kemampuan. 
saya tidk pernah memaksa, tapi lebih mengajak. jadi saat saya menyapu, dia lihat saya dan ingin mencoba lakukan, saya akan kasih sapunya. 
saya biarkan dia menyapu sebisanya, tidak bersih gapapa, yang penting sudah ada kemauan membantu. besoknya begitu..terus berulang-ulang.

Bagaimana ibu mengatur waktu utk ananda dan tiga anak lainnya? 
Biasanya setelah dia sapu dan masih kotor saya akan bilang, "Kayaknya disini masih ada kotoran yang ketinggalan deh bunda sapu yaa" dan biasanya itu saya sapu ulang dari awal. Misalnya saya ingin dibantu, saya akan ajak adik2nya juga.

Dukungan suami sendiri seperti apa?
suami selalu mensupport apa yang saya lakukan
karena dulu masih kerja kantoran, dan tidak selalu ada dirumah, jdi saya pasti kasih laporan. suami biasanya berinteraksi di pagi hari sebelum ke kantor atau di saat weekend, biasanya kami selalu menyempatkan waktu bersama. Walau kadang hanya sekedar beli sabun cuci ke toko.

Ayah ikut terlibat dalam pengasuhan?
Iya, walau waktunya terbatas. 
kebetulan suami orgnya lebih pendiam, ga banyak omong. jadi biasanya saya butuh bantuan untuk kasih nasihat saat anak berbuat salah. Biasanya kalau ayahnya yang bicara anak2 lbh mendengarkan

Answered Jan 10, 2018

Question Overview


2 Followers
454 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan untuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Sejauh apakah The Return of Superman mempengaruhi cara didik orangtua kepada anaknya di Korea juga Indonesia?

Bagaimana biasanya kondisi mental anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan broken home?

Bagaimana cara membuat anak tertarik membaca?

Bagaimana menghadapi anak yang melakukan pelecehan seksual?

Keluarga apa yang menurut anda ideal?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Pentingkah mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

Bagaimana cara yang bijak menjawab pertanyaan anak tentang seks?

Pentingkah orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya? Mengapa?

Seberapa berbahayakah kondisi anak yang memiliki kedekatan berlebih dengan pengasuhnya?

Mengapa channel mainan di YouTube cenderung memiliki banyak sekali penonton?

Apa pertanyaan tersulit yang pernah ditanyakan oleh anak Anda dan apa jawaban Anda ketika itu?

Apakah Kamu Menghadiri Kelas Animasi 3D Komunitas Anak Pintar

Bagaimana membujuk anak yang tidak mau sekolah agar kembali sekolah?

Bagaimana memotivasi anak untuk belajar dengan mandiri?

Bagaimana mengatasi masalah belajar pada anak?

Apa saja yang perlu diperhatikan tentang tumbuh kembang anak usia sekolah?

Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pada anak?

Seberapa penting penerapan aturan bagi anak di keluarga?

Bagaimana mengelola stress sebagai orang tua?

Bagaimana cara menghadapi depresi?

Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?