selasar-loader

Seberapa penting penerapan aturan bagi anak di keluarga?

Last Updated Nov 29, 2017

5 answers

Sort by Date | Votes
Muhammad Rasyid R
Mahasiswa Teknik Kelautan ITS Surabaya-Rumah Kepemimpinan Surabaya

Aturan di bentuk untuk menjaga kondusifitas dari sebuah organisasi atau perkumpulan. kondusifitas yang di harapkan itu adalah penunjang untuk mencapai tujuan dari sebuah keluarga. mungkin simple dari sebuah keluarga adalah kedamaian yang di rasakan oleh keluarga itu ketika mereka berada di lingkungan keluarga.

berangkat dari pandangan di atas, aturan itu saya anggap penting. dengan aturan keluarga itu belajar bagaimana menghargai kesepakatan bersama. membangun kesepakatan dan menjalankannya menjadikan keluarga itu dewasa secara  mental. Dengan adanya aturan, beberapa norma yang ada di keluarga bisa di bangun secara struktural dan akselerasi.

Anak adalah manusia yang polos yang berkembang mencari jatidirinya. pencarian jati diri itu harus di arahkan. dengan aturan lah kita dapat mengontrol pencarian dia agar berada di koridor

namun diatas semua aturan itu, ada sebuah kebijaksanaan yang perlu di bangun oleh orang tua. saya merasakaan kebijaksanaan orang tua menjadi komunikasi modern dalam membangun trust pada anak untuk bisa kondusif sesuai yang di inginkan orang tua nya

#Jawaban November 2017

#Rumah Kepemimpinan

#RK Regional Surabaya

Answered Dec 2, 2017
sumayah sumayah
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI, peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

Keluarga merupakan lingkaran sosial pertama yang ditemui seorang anak ketika tiba di dunia. Sebagai lingkaran sosial pertama, anak belajar banyak hal bahkan bisa dikatakan anak belajar bermula dari keluarga. Dimulai dari belajar berbicara, berdiri, dan lain-lain. Apa yang seorang anak temui di keluarganya sebagian besar membentuk kepribadian anak. Kita dapat memahami ketika seorang anak atau bahkan teman kita menunjukkan tingkah laku tertentu, rupanya tingkah laku tersebut juga kita temui di keluarganya.

Untuk itu, penting bagi orangtua untuk memastikan hal-hal baik lah yang ditemui anak-anaknya di keluarganya. Penerapan aturan bagi anak di keluarga penting karena dengan diterapkannya aturan anak mengetahui mana yang boleh mereka lakukan dan mana yang tidak boleh mereka lakukan, juga konsekuensi atas pelanggaran yang mereka lakukan. Yang perlu dibedakan adalah bagaimana cara penerapan aturan yang disesuaikan dengan usia anak. Penerapan aturan bagi anak usia Sekolah Dasar tentu berbeda dengan anak yang telah memasuki bangku kuliah. Anak usia sekolah dasar memerlukan aturan yang jelas dengan konsekuensi yang jelas, sedangkan anak yang telah memasuki bangku kuliah perlu diberi kebebasan sembari tetap diawasi dengan membuka dialog antara orangtua dan anak. 

Answered Dec 30, 2017
Syifa Aziza
Mahasiswi Bisnis Islam FEB UI 2015.

Jika ditanya seberapa penting, menurut saya jawabannya adalah seberapa ingin kita memiliki anak dengan yang sesuai dengan harapan kita baik dari karakter, sifat, dan tingkah lakunya. Contohnya, seberapa penting makan bagi manusia. Jawabannya adalah seberapa ingin kita tetap hidup sehat. Seberapa penting sekolah, jawabannya adalah seberapa ingin kita berpendidikan. Seberapa penting akan terjawab oleh seberapa ingin, karena berkaitan dengan prioritas yang kita tentukan.

 

Bagi setiap orangtua hampir pasti mengakui bahwa penerapan aturan bagi anak di keluarga sangatlah penting, namun definisi aturan tentu berbeda bagi setiap orangtua. Ketika berbicara aturan, sebaiknya pertama-tama kita perlu menyamakan definisi bahwa aturan adalah sistem mengenai apa yang seharusnya, sebaiknya dilakukan dan sebaliknya sebaiknya tidak dilakukan atau bahkan dilarang. Aturan adalah sistem, bukan hanya perintah atau larangan semata namun alat untuk menciptakan keteraturan menurut definisi zona aturan tersebut berlaku, dalam hal ini keluarga. Aturan sebagai sistem sebenarnya adalah transaksi yang dengan mengikutinya maka kita akan mendapat bayarannya, demikian juga jika tidak melakukannya kita akan mendapat bayarannya. Harga yang ditetapkan pun dikembalikan kepada masing-masing keluarga. Aturan dibuat bukan untuk membuat semua anak menjadi sama persis, namun hanya membatasi agar segala tingkah laku tidak keluar dari norma yang dibentuk dalam keluarga.

 

Sayangnya, seringkali ditemui bahwa penanaman norma melalui penerapan aturan tidak dilakukan secara sinergi. Contohnya, seorang ayah karena sibuk bekerja di luar cenderung melepaskan anak kepada untuk dididik oleh sang ibu sehingga penanaman norma hanya merupakan tanggung jawab seorang ibu, atau sebaliknya seorang ibu melepas anak kepada ayahnya karena sang anak cenderung lebih dekat dengan ayahnya. Memang porsi waktu bersama dan kedekatan antara anak dengan ayah dan ibu di rumah tidaklah sama, namun bukan berarti salah satunya berlepas tanggung jawab. Jika tidak, akan muncul hal-hal kontradiktif yang membuat anak bingung dan salah bertindak.

 

Menginjak usia sekolah, sinergi yang sangat perlu diperhatikan adalah penanaman norma dan penerapan aturan di rumah dan di sekolah. Di rumah dan di sekolah, tidak salah satunya saja. Jika dihitung berdasarkan jumlah jam, semakin lama seorang anak sekolah maka akan lebih banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah. Jika seorang anak tidak mempunyai pondasi berupa penanaman norma dan penerapan aturan mendasar di keluarganya, ia akan mudah terpengaruh lingkungan sekitar, yang baik lingkungannya kondusif ataupun tidak akan menyulitkan orang tua untuk mengontrol dan mengawasi. Contoh yang sangat marak adalah orang tua menyerahkan pendidikan anaknya kepada sekolah, terutama sekolah dengan jenis full-day school atau boarding school. Padahal, sekolah full-day school ataupun boarding school tetap rentan membuat anak tidak menerapkan aturan yang ada baik aturan sekolah maupun aturan sosial pada umumnya jika tidak dibarengi dengan pendidikan dari keluarga. Bagi anak yang sekolah di full-day school, pendidikan dari bangun tidur, sebelum berangkat ke sekolah, hingga anak pulang dari sekolah dan tidur merupakan tanggung jawab orangtua. Selain itu orangtua juga berperan memastikan bahwa anak dapat menjadikan keluarga di rumah sebagai teman cerita atau memberi solusi atas permasalahannya di sekolah.

 

Menurut saya, pada umumnya orangtua menerapkan aturan yang lebih ketat pada anak ketika masih kecil, karena kasih sayang yang diberikan juga lebih eksplisit sehingga sang anak ketika masih kecil dapat merasakan bahwa orangtua lah yang memberikan kasih sayang terbesar atau bahkan satu-satunya. Sehingga ketika diberi aturan yang ketat, sang anak mungkin sedih atau kecewa bahkan marah, namun sang anak dapat menangkap bahwa itu adalah bentuk kasih sayang orangtuanya karena orangtua tentu memberi lebih banyak yang anak senangi daripada yang tidak disenangi. Kemudian ketika beranjak usia, jam bersama orang tua semakin sedikit, orang-orang di dunia yang ditemui semakin banyak, anak akan menemukan berbagai wadah untuk bercerita dan mencari solusi, meskipun tidak benar-benar menghilangkan kebutuhannya akan interaksi dengan orangtua. Peran orangtua untuk anak usia remaja lebih baik menjadi tempat cerita, diskusi, dan mencari solusi bersama. Karena kepercayaan dan kecocokan terhadap orangtua dalam beberapa aspek akan berkurang seiring beranjaknya usia, meskipun pada hakikatnya masyarakat Indonesia secara umum menomorsatukan orangtuanya, hanya saja dengan definisi yang berbeda dibandingkan dengan saat kecil.

Answered Jan 1, 2018
Herman Palani
Economics student of UGM | RK 8 Yogyakarta

Hakikatnya manusia membutuhkan kebebasan terhadap hidupnya. Sementara aturan adalah bentuk ketidakbebasan seseorang. Namun aturan penting untuk mendisplinkan. Kebebasan yang diluar batas menjadi tidak baik sehingga diperlukannya kontrol, salah satunya melalui aturan. 

Bagaimana dengan anak di dalam  keluarga? Hakikatnya sama saja, anak membutuhkan aturan yang disesuaikan dengan porsinya, misalnya ada jam malam untuk anak gadisnya yang masih berumur belasan tahun tidak boleh pulang lebih dari jam 19.00 dan lain sebagainya. Aturan itu sifatnya membentuk kepribadian. Aturan yang baik akan membentuk pribadi yang baik pula. Porsi aturan adalah kuncinya. Terimakasih

Answered Jan 2, 2018
Muhamad Fathan Mubin
#Psikologi UGM 2015 #Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta

Cukup penting agar anak dapat berperan dengan baik di keluarga. Kemudian diharapkan orang tua dapat mengawasi anak dalam menjalani aturan tersebut. Namun lebih baik jika aturan tersebut juga sudah dipertimbangkan dengan aspirasi anak-anak.

Answered Mar 2, 2018

Question Overview


6 Followers
416 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa pertanyaan tersulit yang pernah ditanyakan oleh anak Anda dan apa jawaban Anda ketika itu?

Apakah Kamu Menghadiri Kelas Animasi 3D Komunitas Anak Pintar

Bagaimana membujuk anak yang tidak mau sekolah agar kembali sekolah?

Bagaimana memotivasi anak untuk belajar dengan mandiri?

Bagaimana mengatasi masalah belajar pada anak?

Apa saja yang perlu diperhatikan tentang tumbuh kembang anak usia sekolah?

Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pada anak?

Bagaimana mengelola stress sebagai orang tua?

Bagaimana cara menghadapi depresi?

Mengapa mengenali dan memahami diri penting sebagai bekal pengasuhan? Apa yang perlu kita ketahui tentang diri kita?

Apakah empati itu dan mengapa penting? Bagaimana cara untuk menumbuhkan empati pada anak?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Sejauh apakah The Return of Superman mempengaruhi cara didik orangtua kepada anaknya di Korea juga Indonesia?

Bagaimana biasanya kondisi mental anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan broken home?

Bagaimana cara membuat anak tertarik membaca?

Bagaimana menghadapi anak yang melakukan pelecehan seksual?

Keluarga apa yang menurut anda ideal?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Apa perbedaan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini?

Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?