selasar-loader

Apa saja yang perlu diperhatikan tentang tumbuh kembang anak usia sekolah?

Last Updated Nov 29, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Royyan Dzakiy
Informatics Engineering Student, at Bandung Institute of Technology

Banyak sekali faktor yang menunjang tumbuh kembang seorang anak, baik dari segi kesehatan, sosial eksternal (hubungan dengan teman sekolah, guru, lingkungan), sosial internal (keluarga), pendidikan formal (nilai akademik), pendidikan non-formal (motorik, emosional, spiritual), motivasi.

Bahsannya tentu akan cukup panjang, tergantung perspektif yang hendak diambil. Sepengalaman saya mengajar selama beberapa waktu, salah satu faktor yang menunjang bagaimana anak berkembang adalah rasa ingin tau dan antusiasme. Hal ini dapat dibangun dari beberapa hal, misalnya lingkungan keluarga yang mendukung. Dukungan yang dapat diberikan keluarga berupa perhatian lebih pada keinginan dan potensi anak. Menyediakan fasilitas lebih dan mengarahkan pada potensinya tersebut. Mulai dari fasilitas dan afeksi, sang anak akan semakin PD dan mau untuk mengembangkan dirinya lebih jauh lagi, alhasil akan berbuah prestasi. Hal ini berulang dilakukan tidak hanya pada potensi menonjolnya, tapi juga pada kebutuhannya seperti pendidikan formal (akademik), spiritual (agama), dsb. Untuk kebutuhan dasar, terkadang diperlukan paksaan dan contoh untuk mengimbangi rasa enggan yang mungkin timbul. Hal ini akan memaksanya sekaligus membentuk persepsi atas tindakan baik tersebut.
Pada usia TK-SD awal, perlu perhatian lebih, dan pada SD akhir-SMP mereka perlu dipercaya dan semakin didorong untuk berprestasi. Kelak di SMA mereka dapat dilepas dan diajak untuk berfikir lebih dalam, lebih jauh.

Kembali lagi, tergantung dari sudut pandang mana tumbuh kembang ini diperhatikan, terutama usia, atau perkembangan psyco-emotional mereka/ ^^

Answered Dec 3, 2017
Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

1. Di Indonesia, usia yang digolongkan sebagai usia sekolah adalah mulai umur 7 tahun. Di bawah itu, anak digolongkan sebagai anak usia dini (ref: pasal 1 butir 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 84 Tahun 2014 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini). 


2. Di beberapa negara Eropa dan menurut UNICEF (United Nation’s Children Emergency Fund), batas usia anak usia dini (early childhood) adalah 8 tahun, jadi anak usia sekolah yang sudah mulai SD di umur 7 tahun juga masih bisa dikategorikan anak usia dini.


3. Di buku-buku psikologi perkembangan, banyak yang mengelompokkan usia sekolah (6-11 tahun) sebagai masa kanak-kanak madya (middle childhood). Misalnya Berk (2008), Papalia, Olds, dan Feldman (2011), dan Santrock (2013)
Jadi kalau ada yang bilang usia 6-7 tahun itu masih masa transisi, tidak salah juga. Pelajaran kelas 1 SD juga pada umumnya masih cukup banyak yang me-review kembali pengetahuan dan keterampilan anak di TK.


Kalau berbicara tentang perkembangan, kita bahas dari 3 aspek: perkembangan fisik (motorik), kognitif, dan psikososial. 


1. Secara fisik, bisa terlihat bahwa anak tumbuh makin tinggi, tungkai memanjang, kekuatan otot bertambah, demikian pula daya tahan pada kegiatan fisik. Keterampilan motorik kasar dan halus meningkat, dan perkembangan ini memungkinkan anak untuk melakukan lebih banyak kegiatan secara mandiri. Misalnya, membereskan barang-barangnya sendiri atau membuat masakan sederhana. Kalau ada yang pernah menonton acara memasak seperti MasterChef Junior (maaf sebut merk), di situ ada anak-anak usia 6-8 tahun yang sudah terampil memasak.


2. Dari aspek kognitif, kemampuan berpikir semakin meningkat. Hal ini seiring dengan perkembangan bahasa yang juga meningkat. Jean Piaget, salah satu ahli perkembangan kognitif anak, menyebut fase usia 7-11 tahun sebagai tahapan konkret operasional. Anak bisa menggunakan penalaran untuk menyelesaikan masalah yang konkret. Kalau anak-anak di fase sebelumnya masih cenderung egosentris, anak di tahapan konkret operasional sudah mulai bisa melihat sudut pandang lain, bukan cuma sudut pandang dirinya sendiri.


3. Dari aspek psikososial, ada beberapa isu penting pada anak usia sekolah, yaitu:
- Konsep diri, yang berhubungan dengan self-esteem (penghargaan akan diri)
- Regulasi diri, terutama berkaitan dengan kemampuan adaptasi, kemandirian, dan kemampuan menyelesaikan konflik dengan teman sebaya
- Pertemanan. Anak usia sekolah sudah mulai masuk dalam kelompok-kelompok pertemanan

Answered Dec 4, 2017
sumayah sumayah
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI, peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

Bila melihat tahap perkembangan anak menurut teori psikososial ericson, anak usia sekolah berada pada tahap industry vs inferiority. Pada tahap ini anak akan mengalami perasaan industry merasa bangga terhadap keberhasilan dan kemampuannya atau inferiority merasa rendah diri, tidak berkompeten, dan tidak produktif. Pada tahap ini penting bagi anak untuk memiliki perasaan mampu melakukan suatu hal, kompeten, dan percaya dengan ketrampilan yang dimilikinya. 

Begitu banyak tuntutan yang dihadapi anak usia sekolah. Dibandingkan oleh temannya yang sudah bisa membaca dan menulis, dikatakan pemalas atas ketidakmampuannya, dikatakan bodoh atas ketidakmampuannya, hingga dia sendiri akhirnya meyakini bahwa dia adalah anak yang malas dan bodoh. Di sisi lain, tidak ada orang yang bisa membantunya memahami dirinya dan keluar dari perasaan rendah diri dan keluar dari ketidakmampuannya.

Pada usia ini, anak mungkin tidak memahami dirinya, kelebihan dan kekurangannya, untuk itu guru, orangtua dan keluarga sangat berperan penting bagi perkembangan perasaan industry atau inferiority pada anak. Ketika anak dipuji atas pencapaian yang telah dilakukan meskipun hanya pencapaian kecil, ini akan membantu anak mengembangkan perasaan industry. Membimbing anak dan tidak menyalahkannya atas kesulitan yang dihadapi juga berkontribusi bagi pengembangan perasaan industry atau inferiority pada anak.

Tentu disamping perkembangan psiksosial, aspek kesehatan bagi anak juga perlu diperhatikan, seperti makan yang cukup, tidur yang cukup, bermain yang cukup. Karena itu semua adalah faktor yang saling berkaitan satu sama lain.

Answered Dec 30, 2017

Question Overview


4 Followers
624 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa pertanyaan tersulit yang pernah ditanyakan oleh anak Anda dan apa jawaban Anda ketika itu?

Apakah Kamu Menghadiri Kelas Animasi 3D Komunitas Anak Pintar

Bagaimana membujuk anak yang tidak mau sekolah agar kembali sekolah?

Bagaimana memotivasi anak untuk belajar dengan mandiri?

Bagaimana mengatasi masalah belajar pada anak?

Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pada anak?

Seberapa penting penerapan aturan bagi anak di keluarga?

Bagaimana mengelola stress sebagai orang tua?

Bagaimana cara menghadapi depresi?

Mengapa mengenali dan memahami diri penting sebagai bekal pengasuhan? Apa yang perlu kita ketahui tentang diri kita?

Apakah empati itu dan mengapa penting? Bagaimana cara untuk menumbuhkan empati pada anak?

Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Sejauh apakah The Return of Superman mempengaruhi cara didik orangtua kepada anaknya di Korea juga Indonesia?

Bagaimana biasanya kondisi mental anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan broken home?

Bagaimana cara membuat anak tertarik membaca?

Bagaimana menghadapi anak yang melakukan pelecehan seksual?

Keluarga apa yang menurut anda ideal?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Bagaimana Penanganan terhadap Pubertas Dini?