selasar-loader

Apakah kamu mencantumkan akun medsos di CV yang kamu miliki?

Last Updated Nov 28, 2017

Hayoo.. siapa berani? Kalau ga dicantumin, yakin perusahaan yang kamu lamar ga akan kepoin kamu? 

16 answers

Sort by Date | Votes
Abd Jalil
Wakil Kepada Departemen Adkesma BEM UI 2017 | pemilik blog www.hailogue.com

Saya tidak mencatumkan akun medsos. Hanya kontak email dan nomor HP saja.

Answered Nov 30, 2017
Andi Kustanto
Data Enthusiast | Tea Lover | Jazz Lover

uUyyclYHCTeTYPgMz1_iivlqDQJJqNG7.jpg

CV itu syarat penting yang harus kita miliki di dunia kerja. Dengan CV, recruiter perusahaan bisa menentukan pertimbangan untuk menerima kita, melihat secara garis besar kepribadian kita, apa yang selama ini kita kerjakan dan apa yang akan dilakukan di masa mendatang sebagai komitmen kita kepada perusahaan. Menurut saya, untuk informasi personal pada CV cukup nama, nomor telepon dan alamat email saja. Dan jangan repot-repot menambahkan informasi seperti agama, status pernikahan dan security number, karena di dunia internasional, informasi-informasi personal semacam itu tidak boleh ditanyakan.

Karena CV berhubungan dengan tingkat profesionalitas di dunia kerja, jadi janganlah kita menaruh hal-hal yang kurang relevan. Dengan menulis CV kita belajar mengatur informasi untuk membuat penasaran recruiter.  Jadi, mencantumkan akun social media dalam CV itu tidak perlu. Mau akun social media kamu dikepoin sama calon atasan? Yang ada calon atasan kamu malah nggak jadi merekrut untuk kerja, karena isi social media kamu isinya curhatan galau. Yuk kedepankan tingkat profesionalitas kita.

Answered Nov 30, 2017
Noviana Nur Sari
Fakultas Biologi UGM Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta

menurut saya cukup mencantumkan nomor handphone dan email saja. buatlah recruiter penasaran dengan dirimu. Namun, untuk zaman sekarang walaupun kamu tidak mencantumkan sosial media,recruiter juga akan melacak siapa dirimu melalui akun sosial media untuk melihat siapa dirimu. Oleh karena itu, belajar profesional juga terhadap akun sosial media mu. Mereka akan melihat siapa profil dirimu.

Answered Dec 1, 2017
Nararya Ahmad Dharmika
Industrial Engineer UGM |Rumah Kepemimpinan Yogyakarta| Indonesian Young Leaders

Pilihan mencantumkan atau tidak mencantumkan menurut saya tergantung dari keputusan pribadi masing-masing. Apakah mereka merasa tidak apa untuk menampilkan isi dari media sosial kepada perusahaan tersebut. Menurut saya pribadi, cepat atau lambat perusahaan pasti akan menemukan media sosial kita. Jadi tentu lebih baik jika kita sendiri yang membuka pintu lebar-lebar pada perusahaan untuk menilai kita, malah justru media sosial bisa menjadi poin tambahan kita. Jika konten yang kita selalu isi dalam medsos merupakan pencerminan dari diri kita yang sebenarnya, dan tentu saja baik, why not

Saya diberitahu oleh teman-teman saya yang biasa mendapatkan panggilan kerja bahwa situs media sosial linkedin sangat dapat membantu mereka, apalagi jika ditata dengan baik.
Jadi, mungkin saya akan merapihkan medsos dan mencantumkannya dalam CV saya.

Answered Dec 2, 2017
Fadilla ZENNIFA
CEO deeexplorers.com, Doctoral Candidate Kyushu University, Japan

Saya tidak akif di media sosial (facebook, instagram, dsb...) :) Namun memiliki website sendiri yang bernama http://deeexplorers.com

Karena saya yakin, untuk menunjukkan keseriusan suatu karya, wadahnya bisa dibikin sendiri. Jadi daya tidak akan mencantumkan alamat media sosial saya.

Answered Dec 2, 2017
Fiqhi Fauzi
Mahasiswa FMIPA USU 2014 | Rumah Kepemimpinan 8 | Sekjen Inkubator Sains USU

Kalau saya, saya cukup mencantumkan nomor handphone dan email saja. Tidak harus mencantumkan semuanya. karena bagi recruiter email dan nomor handphone itu sudah cukup.

Answered Dec 2, 2017
nurul razak
jawab terus, terus jawab

memang harus di cantumin sepertinya, soalnya patokan perusahaan buat ngecek apakah kandidat tersebut layak atau tidak ya dari medsos.

Answered Dec 2, 2017
Dio Kuncoro
Teknik Transportasi Laut FTK ITS 2014 | Peserta Rumah Kepemimpinan 4 Surabaya '8

Sebenarnya, tidak ada suatu keharusan bagi kita untuk mencantumkan akun medsos dalam CV yang kita buat, kecuali pada beberapa kasus tertentu pihak yang membutuhkan CV kita yang memintanya. Pencantuman akun medsos dalam CV salah satunya bertujuan untuk memberikan gambaran pada pihak "yang ingin mengetahui" kita (entah saat melamar pekerjaan, beasiswa, atau lainnya) tentang siapa kita sebenarnya dalam bersosialisasi, khususnya melalui dunia maya. Dari apa yang kita bagikan melalui akun medsos akan sedikit banyak menggambarkan juga tentang kita, apakah kita menggunakannya dengan bijak dan cerdas atau justru terlalu "lebay". Karena dengan begitu orang akan tahu bagaimana cara kita dalam menempatkan suatu hal, apakah sudah baik dan benar atau tidak. Akun medsos juga menggambarkan sisi kita yang lain yang belum tentu kita ungkapkan dalam CV kita. Sisi asli kita juga dapat terlihat di sini. Sehingga juga dapat memperlihatkan sisi psikologis kita.

Jadi, jika memang dalam akun medsos berisi konten yang wajar dan mendukung performa kita dihadapan pihak tertentu dan tidak berisi hal-hal "aneh", saya merekomendasikan untuk mencantumkannya di CV kita. Namun jika sebaliknya, saya sarankan jangan dicantumkan dan anda harus mulai memperbaiki konten medsos anda.

Answered Dec 2, 2017
Ilham Muawwal Subhan
Electrical Engineering Universitas Gadjah Mada.

Sebenarnya dicantumkan atau tidak, saat ini sudah banyak sekali perusahaan yang mempertimbangkan media sosial calon pegawai untuk diterima atau tidak. Karena saat ini kemudahan dalam mencari informasi mengenai profil pribadi kita sangat mudah melalui cepat dan luasnya jaringan internet. Maka dari itu yang saya lakukan untuk di CV saya, medsos yang saya cantumkan adalah medsos yang lebih formal seperti google+/gmail dan LinkedIn. 

Answered Dec 2, 2017
Najmi Ramadhani
Ketua BEM FEB UGM 2017, Student Ambassador di PT Astra International Tbk

Tidak. Karena hal tersebut adalah tugas bagi divisi sumber daya institusi yang memiliki kebutuhan. Selain itu, ada pula sebuah media yang merupakan sosial media sekaligus CV seperti LinkedIn.

Answered Dec 2, 2017
Fikri Fendi Ferdiansyah
Petugas Teknis Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya

Tidak. Buat Apa?

Answered Dec 15, 2017
Sutiono Gunadi
I am a Food-Travel-Hotel writer, also interests on technology, movies, HIV/AIDS

Sebaiknya dicantumkan, karena HRD sekarang sering mencari melalui mesin pencari nama-nama yang mengajukan lamaran kerja, tentunya untuk menjadi dasar di panggil atau tidak. Selama yang Anda unggah yang sifatnya positif, pasti akan menjadi positive point bagi Anda. Sebaliknya, bila unggahan Anda sifatnya negatif atau demotivated, hampir dipastikan tidak ada HRD yang berani memanggil Anda.

Answered Dec 21, 2017

kalau di butuhkan sih saya cantumkan kalau tidak g usah

salam anget

owner : modelbajumuslimbatik.com

Answered Dec 24, 2017
Haekal Akbar
Head of HIMATEKPAL FTK-ITS 2016/2017 | Rumah Kepemimpinan Surabaya

Dalam beberapa keadaan dibutuhkan, sebagai media perusahaan mengetahui aktivitas kita dalam media sosial

Apalagi ada media sosial yang dikhususkan untuk orang-orang profesional seperti Linkedin

Answered Feb 2, 2018
Miftahus Subhi
Management SBM ITB 2015|Rumah Kepemimpinan Btch 8|Korbid Inovasi Karya KMM ITB

pasti nyatumin sih, terutama linked.in, karena pada dasarnya linkedin juga merupakan CV kita juga sekaligus merupakan media sosial berbasis profesional. sehingga selain update CV secara manual, update linkedin juga sangat bermanfaat bagi kita untuk mencari perusahaan juga.

 

salam mie...

Answered Feb 3, 2018
Andre Basrija
Accounting Student of UNPAD | Awardee Rumah Kepemimpinan Bandung

ASSUREDLY! Di zaman modern dan digital saat ini, medsos sudah menjadi rumah utama setiap orang. Hampir setiap orang yang melek teknologi memiliki akun di berbagai jenis medsos, bahkan ada beberapa orang yang memiliki lebih dari satu akun untuk 1 jenis medsos saja. Apa yang mereka alami, lakukan, pikirkan, rencanakan, dan miliki semua tersingkap di medsos. Apa dan siapa seseorang dapat dirangkum dari riwayat aktivitas media sosialnya. Jadi sangat harus mencantumkan akun medsos pada CV yang dimiliki agar related parties dapat mengetahhui dan menilai siapa diri kita seutuhnya dan sepenuhnya. Karena tinta pada CV tidak mampu menggambarkan diri seseoarang yang sesungguhnya. Dan sudah banyak related parties yang secara diam-diam nge-kepo-in akun-akun medsos para aplikannya. 


So. Manfaatkan medsos sebaik mungkin dan berupaya lah menunjukkan siapa diri kalian sebaik mungkin di medsos kalian. Tapi jangan pencitraan ya. :)

Answered Feb 4, 2018

Question Overview


17 Followers
2086 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Jika kamu meninggal, kamu pilih menutup akun medsos atau membiarkannya?

Anda lebih suka menggunakan instagram, facebook, twitter, atau medsos lainnya? Mengapa?

Berapa kali sehari waktu yang Anda butuhkan untuk membuka media sosial?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Apa yang menyebabkan turunnya pamor Kaskus?

Siapakah orang Indonesia yang pertama sekali memiliki akun di Facebook?

Ada berapa grup WhatsApp yang Anda ikuti? Sesungguhnya di grup WA apa sajakah Anda aktif? Mengapa?

Apakah Kompasiana itu?

Apa yang dimaksud dengan branding?

Apakah proses rebranding harus selalu menjadi sederhana?

Dari ketiga kontestan Pilkada DKI 2017, siapa Paslon yang memiliki strategi komunikasi politik terbaik?

Apa pendapatmu tentang logo baru Juventus?

Mengapa tidak ada brand yang kuat yang mendunia dari Indonesia?

Apa yang harus Telkomsel lakukan untuk meningkatkan brand image-nya?

Apa pendapat Anda dengan banyaknya buzzer di media sosial?

Bagaimana sejarah penemuan nama Kodak?

Mengapa Selasar mengubah tampilan dan product positioning-nya?

Di mana tempat nongkrong di Jakarta yang nge-hits? Mengapa?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa itu Diet Ketogenic Fastosis?

Bagaimana caranya ikhlas memaafkan orang dengan cepat hingga bisa tidur malam tanpa membenci siapapun? Dan apa indikatornya bahwa hati telah benar-benar ikhlas memaafkan?

Apa dampak globalisasi terhadap budaya konsumsi masyarakat?

Bagaimana cara menjadi penyiar radio?

Apa suka duka menjadi seorang penyiar radio?

Dari mana biasanya Anda mendapatkan referensi musik baru?

Apa yang kamu lakukan bila diminta membuat sebuah event Reuni Sekolah?

Mungkinkah reuni sekolah dibuat secara digital?

Maukah datang di Launching Buku di Mall Bassura City tgl 23 April 2017?