selasar-loader

Mengapa alumni ITB lebih banyak yang jadi pebisnis/pengusaha dibandingkan alumni UI?

Last Updated Nov 16, 2016

8 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Hasil gambar untuk pebisnis

Setidaknya ada kontribusi dari beberapa faktor ini.

Fokus Keilmuan

ITB  sejak berdiri sangat memfokuskan diri ke ilmu-ilmu teknik. Agak berbeda dengan UI, di mana kedokteran yang menjadi fokus pada awalnya. Kemampuan teknikal inilah yang membuat para alumni awal-awal terpaksa bertahan hidup dengan skill yang mereka punya. Beberapa tokoh insinyur alumni ITB yang sudah tenar jauh sebelum alumni-alumni UI adalah Ir. Soekarno, Ir. Djoeanda Kartawidjaja, Ir Sedyatmo, Ir. Tjokorda Raka Sukawati (penemu sosrobahu), Prof Iskandar Alisjahbana (inisiator satelit Indonesia), hingga Ir. Ciputra.

Politik Lokal dan Ginandjar Boys

Ada masa di mana pemerintah Soeharto sangat pro terhadap pengusaha pribumi di bawah bimbingan/mentor Pak Ginandjar. Pak Gin yang alumni ITB otomatis memiliki anak mentor yang tidak jauh-jauh dari ITB. Beberapa di antaranya Abu Rizal Bakrie, Arifin Panigoro, Fadel Muhammad, dan masih banyak lagi. 

Efek Jaringan (Network Effect)

Generasi saya dan kakak-kakak tingkat saya di atas 10 tahun mendapatkan inspirasi dari generasi-generasi pendahulu yang sepertinya dua faktor di atas sangat kuat. Inspirasi-inspirasi atau role modeling ini terus bergulir menjadi semacam tradisi karena kami dipaparkan langsung dengan sosok nyata. Dalam benak kami, ada semacam konfirmasi bahwa bisa lho membangun perusahaan besar yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Answered Dec 5, 2016
Habibi Yusuf
Pernah bekerja di operator telco jadi IT network engineer

jmxKBBSGucjY2MpwzYGTx5cTqw3BftGy.jpg

Saya alumni S1 FTUI dan S2 ITB. Pada saat kuliah di ITB, saya mencermati ada banyak perbedaan kegiatan mahasiswa antara di UI dan ITB. Dan saya menilai, berbagai kegiatan kemahasiswaan itu juga mengantarkan kepada perbedaan profil sebagian besar pilihan karier alumninya.

Berdasarkan pengalaman saya di kedua kampus tersebut, kegiatan mahasiswa ITB lebih banyak bersentuhan dengan minat dan bakat, fokus bidang keilmuannya, seminar-seminar kewirausahaan, mentorship kewirausahaan dengan para alumni, bahkan sejak mahasiswa sudah dilibatkan dalam berbagai proyek bisnis yang umumnya sejalan dengan bidang keilmuan yang dipelajari.

Hal ini berbeda dengan di UI, di mana sebagian besar kegiatan kemahasiswaan masih didominasi oleh kegiatan sosial-politik, kepedulian sosial, baru kemudian penalaran serta minat dan bakat. Kegiatan-kegiatan yang mendukung kewirausahaan bisa dibilang masih belum banyak. Setidaknya di zaman saya dulu. Barangkali sekarang sudah lebih banyak, namun secara iklim dan infrastruktur serta dukungan alumni, tentu masih lebih banyak di ITB.

Yang saya sebut terakhir, yaitu dukungan alumni, juga sangat berpengaruh. Profil para alumni ITB yang banyak berprofesi sebagai pengusaha maupun pimpinan perusahaan-perusahaan teknologi top nasional bahkan dunia juga banyak menginspirasi sekaligus meningkatkan iklim kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan alumni ITB secara langsung dan relatif dibandingkan UI.

Di samping itu, berbagai jurusan di ITB juga banyak bekerja sama dengan lembaga luar, baik akademik maupun bisnis, dalam maupun luar negeri. Hal ini tentu saja juga mendorong tumbuhnya berbagai bisnis berbasis keilmuan di kalangan civitas academica ITB. Bukan berarti UI kurang kerja samanya, melainkan yang saya rasakan adalah di ITB lebih banyak mahasiswa dan alumni yang ikut terlibat dalam kerja sama tersebut.

Ilustrasi via bimbinganalumniui.com

Answered Jan 3, 2017
dea pramita
Ibu Rumah tangga|| owner of sansa_giftshops

Saya mencoba menjawab dari sudut pandang lain. Secara pribadi,  salah seorang keluarga saya alumni ITB angkatan 97 yang kini meeintis sebagai pengusaha UMKM, sedangkan saya alumni Universitas Pendidikan Indonesia (dahulu IKIP Bandung)  yang sedang belajar berwirausaha dengannya. 

Dari kedua latar belakang ini mungkin dapat memberikan gambaran mengapa banyak alumni ITB berwirausaha dibandingkan UI atau univeesitas lainnya.  Faktor networking tentu saja,  dengan banyaknya alumni yang lebih dahulu sukses merintis usaha semakin banyak pula jaringan yang teejalin.  Bahkan mereka mempunyai satu market place sederhana khusus bagi alumni ITB walaupun dalam bentuk grup di messenggee.  Tapi dari sini satu sama lain saling kenal dan lama kelamaan membangun relasi baru dalam bisnis mereka. 

Faktor lainnya adalah,  doktrin.  Sebagai lulusan perguruan tinggi yang notabene dengan kata 'pendidikan'  kami diharapkan mampu menjadi tenaga pendidik di Indonesia.  Ada istilah yang secara halus dan singkat disampaikan pada kami,  jika lulus kuliah tidak bekerja sesuai dengan jenjang jurusan yang diambil maka dianggap gagal.  Sebagai contoh,  lulusan bahasa Jepang ada suatu keharusan tidak tertulis untuk menjadi guru atau bekerja di perusahaan yang masih berkaitan dengan Bahasa Jepang. Hal-hal sepeeti ini secara tidak langsung terbawa dalam alam bawah sadar, sedangkan penelusuran minat dan bakat hanya disampaikan mungkin di tingkat akhir atau di luar jam kuliah. 

Adanya mata kuliah kewirausahaan di beberapa jurusan pun tidak dijadikan mata kuliah serius,  bukannya menghadirkan narasumber yang dapat memotivasi seseorang berwirausaha,  alih-alih diisi dengan teori atau parahnya lagi curhatan isi hati pengajarnya.  Olehkarena itu tidaklah heran mengapa banyak lulusan perguruan tinggi tidak mampu untuk berdikari atau menciptakan lapangan kerja sendiri. 

Satu hal lagi yang saya pelajari dari lulusan ITB kini adalah,  kemauan untuk mengambil resiko.  Dalam usaha tentu saja ada resiko yang harus diambil,  entah kecil atau besar,  tapi selalu ada rencana  cadangan ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan. 

Answered Jan 17, 2017
johan wahyudi
Guru, penulis buku, penyunting naskah. CP 08562517895 Emai jwah1972@gmail.com

BalF-kKKdP4LJ1NgC84Pa4_lN7t88EQr.jpg

via static6.com (FR)

Lingkungan kampusnya memang berbeda sehingga kultur itu membentuk sikap mahasiswanya.

Answered Apr 9, 2017

MPKpSSHSQWO76AwUeNNvB8ZOV6sageSQ.jpg

Menurutku.

Mungkin, karena anak ITB lebih idealis.

Mereka lebih bisa jadi dirinya sendiri. Dan lingkungannya juga mendukung.

Mereka disambut dengan "selamat datang putra putti terbaik bangsa", lalu di ceritakan  "kamu sudah mengambil kesempatan banyak orang untuk berkuliah disini, dan tanggung jawab kamu pulalah untuk membantu mereka di masa depan" (membuka lapangan pekerjaan).

Selama saya berkuliah di ITB (desain interior ITB 2012), tidak ada orang yang tidak unik. Semua orang berani menunjukkan karya dan siapa dirinya. Semua orang berani untuk menjadi berbeda.

Dan lingkungan sekitar (Bandung) pun mendukung. Setelah mencoba hidup di ibukota selama 9 bulan, ternyata saya makin kehilangan diri saya sendiri dan idealisme saya sangat tergerus dengan realita. Saya tidak sempat berfikir tentang diri saya dan waktu untuk diri saya sendiri telah habis dimakan "keproduktivitasan" masyarakat Ibukota.

 

Sedangkan di Bandung, kotanya nyaman, aman, indah, inspiratif. Membantu mengeluarkan pemikiran2 yang jernih. Memberikan waktu untuk dirimu sendiri.

 

Selain itu kita juga selalu diasah kemampuan berfikir kritis dan mengambil resiko, serta banyaknya fasilitas pengembangan diri mahasiswa disana, membuat mahasiswa ITB lebih cepat menemukan "one true calling" nya.

 

Salam, alumni baru ITB.

Frastika Geovani

Desain Interior 2012

 

sumber gambar: antaranews.com

Answered May 12, 2017

Mungkin karena sistem belajar mereka yang lebih baik dan mahasiswanya lebih rajin ketimbang UI.

Answered Jul 29, 2017
Rio Agustian Fajarin
Mahasiswa FTUI | Peserta Rumah Kepemimpinan 8 | Sekjen HIPMI UI 2017

Salah satu faktor karena adanya fakultas SBM ITB di mana sistem pembelajarannya sangat baik seperti learning by doing dan langsung diajarkan oleh para praktisi. Berbeda dengan UI yang menurut saya masih seperti pembelajaran lebih sering di kelas untuk kegiatan ekonominya.

#Juli 2017 # RK Regional Jakarta

Answered Aug 1, 2017
Anonymous

mana gue tau, gue anak UI(N) kak

Answered Aug 20, 2017

Question Overview


17 Followers
6369 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Bagaimana rasanya kuliah di ITB?

Bagaimana rasanya mengikuti ospek di ITB?

Mengapa kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) begitu menarik dan prestisius?

Mengapa Bandung punya ITB tapi kotanya berantakan?

Siapa Pasangan "Dynamic Duo" Dedy Wahjudi,Ph.D dan Nelly Daniel,Ph.D?

Mengapa rasio mahasiswa UI yang mengalami DO (Drop Out) lebih rendah dibandingkan mahasiswa ITB?

Siapa Wimar Witoelar?

Mengapa kajian agama di ITB hanya ramai di lingkup Masjid Salman?

Apakah pergerakan mahasiswa dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah?