selasar-loader

Bagaimana memotivasi anak untuk belajar dengan mandiri?

Last Updated Nov 10, 2017

Bagaimana menghadapi anak yang sudah SMP supaya lebih termotivasi untuk mengerjakan tugas dengan mandiri? Karena sudah kebiasaan "disuapi" terus jadi terbiasa menunggu diingatkan terus oleh guru. Terima kasih :)

1 answer

Sort by Date | Votes
Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

Mengasuh…Dan Pengasuhan…
Itu akan menjadi titik utama pembahasan kita malam ini.
Namun kali ini, saya akan mencoba mengajak ibu dan bapak sekalian untuk melihat lebih dalam lagi. Apa yang menjadi dasar seorang ayah atau seorang ibu yang saling mencintai bisa memilih menjalankan dua cara asuh yang berbeda? Dan apa dampak pemilihan cara pengasuhan orangtua tersebut bagi masa depan anaknya??

Hampir setiap ayah dan ibu bercita-cita memberikan yang terbaik dari yang paling baik dari segala hal baik yang pernah ia lihat, rasakan, dengar, atau bayangkan bagi anak-anaknya.. Apakah ibu/bapak termasuk salah satunya?

Apa ibu pernah berusaha menjadi super mom? 
Bangun tidur wajah saya lah yang pertama dilihat bayiku, bayi menangis tidak boleh lebih dari 1 menit harus langsung digendong, makanan bayi homemade dengan takaran gizi seimbang, tidak ada gadget diganti full stimulasi outdoor, eits! Tidak boleh marah nanti anak stress??

Apakah ayah pernah berusaha menjadi super dad??
Kerja dari pagi sampai malam kadang pagi lagi demi menggabulkan segala keinginan istri dan anak yang terkadang melebihi keperluan sesungguhnya, anak minta mainan harus segera dipenuhi, pulang kantor cuci piring dan cuci baju sebelum ngelonjor, lupakan kongkow sama teman-teman, ingat mengirimkan bunga setiap kali istri ulang tahun??

Well.. Well.. R u still in that mood right now? Coz if you do, please get ready to FAIL!!
Menurut beberapa penelitian dan pengalaman praktek saya, anak lebih perlu AYAH DAN IBU SEHAT daripada AYAH DAN IBU SUPER!

Pilihan cara pengasuhan sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa hal yang bersifat sudah lebih dulu ada, cenderung tidak bisa dikontrol secara sadar, dan terkadang merupakan bagian dari nilai kelompok yang kita sendiri tidak paham bagaimana awal terbentuknya.
Percayakah anda bahwa cara pengasuhan yang anda lakukan sekarang merupakan wujud kecintaan atau kebencian anda terhadap orangtua / pengasuh anda dulu dan para orangtua atau pengasuh dari orangtua / pengasuh anda tersebut? Dan ya, sulit untuk berada diantaranya. 
Mengapa demikian karena kecintaan atau kebencian itu sudah menyatu dengan kita dan membentuk kita sekarang ini. Kita hanya bisa melihat keberhasilan atau kegagalan pola asuh yang orangtua kita terapkan ke kita berdasarkan keberhasilan atau kegagalan kita saat ini.

Namun tidak pernah ada kata terlambat untuk diam sejenak.. being mindfulness.. menyadari apa yang ada disekitar kita, menyadari apa yang telah kita lakukan, menyadari apa yang tidak kita lakukan, dan mengapa kita memutuskan untuk mengambil keputusan yang kita ambil.
Terutama saat kita memutuskan memilih cara pengasuhan yang akan kita sampaikan ke anak kita. Karena cara pengasuhan yang kita pilih akan memberikan efek yang besar bagi dirikita sebagai orangtua, pasangan kita yang setia mendampingi kita, keluarga besar kita yang setia mendukung/mengkritik kita, lingkungan sekitar yang setia mengamati kita.. Dan terutama pada ANAK yang setia MENCINTAI kita walaupun kita secara sadar atau tidak memilih cara pengasuhan yang kurang pas baginya.

Secara umum, ada 4 pola asuh atau cara pengasuhan yang sering kita dengar. Ibu & Bapak, saya yakin sudah familiar dengan istilah-istilah tersebut. Kita review ulang dengan membaca slide yang ada saja ya. Supaya kita punya waktu yang lebih leluasa untuk berdiskusi nanti.

Setelah membaca ulang dan melihat aspek-aspek yang ditekankan pada masing-masing cara pengasuhan. Saya hanya bisa menyarakan satu hal. “Pilih dengan bijak”
Dalam memilih, harap perhatikan beberapa hal, yaitu:
1. Kenali diri ibu/bapak sendiri. 
Siapa saya, apa yang sangat penting bagi saya dalam hidup ini, apa tujuan saya ke depan, apa yang sangat saya benci, dsb.
2. Kenali kebutuhan istri atau suami. 
Apakah istri saya perlu berteman daripada karir? Apakah suami saya punya waktu untuk menekuni hobbynya? Apakah benar istri saya bahagia menjadi ibu rumah tangga seperti harapan ibu saya? Apakah saya terlalu berharap suami saya romatis seperti ayah ke ibu saya?
3. Definisikan nilai keluarga anda. 
Apakah nilai agama yang akan menjadi pilar utama berdirinya keluarga anda? Apakah pencapaian akademis lebih penting dari yang lain? Apakah kebahagiaan dilihat dari tingginya pangkat anda dan pasangan di kantor?
4. Definisikan lagi dan lagi nilai keluarga anda. 
Mempertahankan pemahaman yang sama akan menjadi lebih sulit dengan berjalannya waktu, meningkatnya kebutuhan, bertambahnya usia anak, dan berubahnya konstalasi dunia 
5. Kenali anggota teammu. 
Pengasuhan adalah pekerjaan team. Bukan pekerjaan individual. Dan jelas bukan pekerjaan ibu saja! 
Bahkan ibu yang memiliki insting bawaan untuk mengasuh pun butuh team yang handal saat menjalani proses pengasuhan anak. Biasanya anggota team favorit yang paling diidam-idamkan ibu adalah ayah.

Memilih pola asuh mungkin mudah. Toh hanya pilih salah satu dari 4 yang ada…(Demikian kurang lebih jika kita lihat secara sepintas). Namun, ternyata inkonsistensi pelaksaan pola asuh berakibat jauh lebih buruk daripada pemilihan pola asuh yang kurang tepat. Mengapa demikian?

Karena masa depan anak kita secara khusus dan sempit.. serta masa depan dunia secara umum dan luas, berada ditangan kita.. Pola asuh yang kita pilih dan terapkan mempengaruhi aspek-aspek penting pada perkembangan anak seperti aspek emosi, gambaran diri, kemampuan sosial, dan akademis anak.

Ini adalah sedikit gambaran besarnya efek dari pola asuh yang kita pilih pada perkembangan anak kita, ibu & bapak.. Semoga kita bisa memilih dengan lebih SEHAT menggunakan logika, iman, cinta dan kasih sayang serta tidak mengandalkan keingian untuk menjadikan anak kita seperti kita. karena setiap anak unik dari pencipta-Nya.

Pertanyaan:
1. Tadi dijelaskan bahwa pengasuhan adalah pekerjaan team, bukan hanya pekerjaan ibu saja. Tapi juga perlu anggota team yang hebat yaitu ayah. Tapi bgaimana jika suami/ayah ini sulit untuk diajak kerjasama, bahkan terkesan jaim di hadapan keluarga atau anak?
Jawaban: Kondisi ini cukup sering ditemui, bu. Biasanya kami akan...(more)

Answered Jan 10, 2018