selasar-loader

Pernahkah Anda di-drop out (DO) ketika kuliah?

Last Updated Dec 2, 2016

Bagaimana rasanya? Bagaimana cara menyikapinya?

1 answer

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Mahasiswa (tidak) Berprestasi

Gambar terkait

via mediad.publicboardcasting.net (SUM)

Beruntungnya, saya tidak mengalami DO ketika kuliah. Namun, bukan berarti fenomena DO tidak punya peran dalam perjalanan akademis saya. Bagi saya, DO adalah ancaman sekaligus "motivasi". DO adalah motivasi untuk menyelesaikan sekaligus mempertanggungjawabkan apa yang telah saya mulai dalam kehidupan akademis saya.

Dalam kehidupan akademis itu, saya juga menjumpai fenomena DO yang mengampiri orang-orang yang saya kenal.

Orang yang saya kenal terkena DO mengaku bahwa ia tidak menyesali hal itu. Ada tujuan lain dalam hidupnya yang menurutnya lebih penting dan mendesak untuk dikerjakan. Saya kira, hal itu disebabkan oleh kondisi di keluarganya yang membuat ia harus bekerja keras sekaligus menata kembali kondisi jiwa dan (mungkin) keluarganya. Menariknya, ia tetap saja cerdas, menjadi partner diskusi yang aura keilmuannya "menyilaukan" sekaligus tetap "kalem" dan bijak dalam memahami sesuatu.

Di sisi lain, saya pernah membaca novel berjudul Drop Out. Pengarangnya adalah Arry Risaf Arisandi, terbitan Gagas Media. Serius, ini adalah satu novel paling menghibur yang pernah saya baca. Novel ini berhasil meyakinkan saya bahwa fenomena DO ternyata tidak melulu berisi kesedihan, melainkan bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik sekaligus profitable (karena novel DO ini ternyata best seller).

Answered Dec 3, 2016