selasar-loader

Apa pendapat Anda jika Jokowi berpasangan dengan Prabowo Subianto di 2019?

Last Updated Nov 2, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

1SizJ8_G4cmH5tLlQLZSfAILMp2m5bbI.jpg

Tak ada yang mustahil dalam politik. Pun demikian dengan kemungkinan Jokowi berpasangan dengan Prabowo. Meski kelihatan ada polarisasi yang demikian nyata, pada akhirnya hanya kepentingan yang abadi. Apalagi koalisi antara partai politik di Indonesia demikian cair, nyaris tanpa melihat kesamaan ideologi atau platform. Lalu bagaimana kalkulasinya?

Bagi Jokowi :

Jusuf Kalla sudah menyatakan tidak lagi ambil bagian di pilpres 2019, artinya Jokowi pasti akan mencari calon wakil yang lain. Kalaupun JK tidak mengumumkan hal tersebut, saya juga tidak yakin Jokowi tetap menggandeng politisi sepuh Golkar itu. Ada banyak tokoh yang bisa dipasangkan dengan Jokowi. 

Dari dalam kabinet kerja, nama-nama seperti Puan Maharani, Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti sempat mencuat. Puan meski merupakan 'puteri mahkota' dari PDIP, sepertinya kurang dilirik oleh Jokowi. Profil Puan memang tidak akan banyak membantu keterpilihan. SMI dan Susi justru lebih memiliki nilai jual. 

Selain para 'Srikandi' itu, ada juga nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Harus diakui, Gatot sejauh ini bisa mengambil hati kelompok pemilih muslim. Ia mengasosiasikan diri sebagai jenderal 'hijau' yang dekat dengan umat. Akan tetapi, tak ada jaminan kalau Gatot merapat ke Jokowi ia akan tetap mendapat dukungan. Daripada menggandeng Gatot, sekalian saja dengan Prabowo yang jelas memiliki dukungan luas dari haters Jokowi selama ini.

Bagi Prabowo :

Jika maju di Pilpres 2019, Prabowo akan menyamai catatan Jusuf Kalla sebagai orang yang tiga kali ikut kontestasi elektoral di Indonesia. Bedanya, torehan JK terbilang mentereng karena dua kali ia sukses menang sebagai wakil presiden (2004 dan 2014) dan satu kalah saat mencalonkan diri jadi presiden (2009). Sedangkan Prabowo dari dua kesempatan selalu kalah, baik saat jadi cawapres (2009) maupun capres (2014). Ia tentu tak sudi tercatat di MURI sebagai pemegang rekor tiga kali kalah di pilpres.

Dengan perhitungan seperti itu, nekat sekali kalau ia tetap maju sebagai capres di 2019. Pilpres 2019 juga sepertinya akan jadi kesempatan terakhir bagi Prabowo yang akan menginjak usia 68 tahun. Selalu mencitrakan diri sebagai seorang patriot sejati, akan mudah bagi dia menjelaskan mengapa rela menjadi cawapres Jokowi yaitu ingin berkontribusi lebih besar bagi negara dengan berada di lingkaran kekuasaan ketimbang terus di luar pemerintahan.

Kans Jokowi-Prabowo untuk menang terbilang besar mengingat sejauh ini belum ada nama lain yang tingkat keterpilihannya bisa menandingi mereka.

gambar via ramalanintelijen

 

Answered Nov 3, 2017

Question Overview


3 Followers
589 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apa itu Jokowinomics?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan SBY?

Siapa sajakah orang kepercayaan Jokowi di istana?

Bagaimana sebenarnya bisnis meubel Jokowi di Solo?

Bagaimana hubungan Jokowi dan Megawati?

Apa arah kebijakan luar negeri pemerintahan Jokowi?

Bagaimana pandangan Anda mengenai struktur kabinet Jokowi 2014-2019?

Apa yang membuat Jokowi begitu kuat dan disegani lawan politiknya?

Siapa yang akan menang jika Joko Widodo kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 dan apa alasannya?

Jika Prabowo Subianto maju kembali dalam Pilpres 2019, siapakah calon Wakil Presiden yang tepat untuknya?

Jika Joko Widodo maju kembali dalam Pilpres 2019, siapakah calon Wakil Presiden yang tepat untuknya?

Bagaimana peluang Prabowo Subianto jika maju kembali sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2019?

Bagaimana peluang Puan Maharani jika mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada Pilpres 2019?

Bagaimana peluang Sri Mulyani Indrawati jika mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada Pilpres 2019?

Apakah Harry Tanoesoedibjo layak dimajukan sebagai calon presiden pada Pilpres 2019? Apa alasannya?

Siapa sosok kuat bakal calon presiden dan wakilnya yang akan bertarung pada Pilpres 2019?

Apakah mungkin orang Aceh jadi Presiden Indonesia?

Siapakah tokoh di bawah usia 40 tahun yang suatu hari mungkin jadi Presiden Indonesia? Apa alasanmu?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Siapa pemenangnya seandainya Prabowo duel langsung dengan SBY?

Apa yang menyebabkan Taruna Prabowo dan Taruna Ryamizard turun pangkat setahun saat menempuh pendidikan akademi militer di Magelang, dan menyebabkan mereka berdua terlambat lulus setahun dibandingkan Taruna Yudhoyono?

Setujukah Anda jika Prabowo Subianto maju kembali sebagai calon Presiden RI dan bagaimana peluangnya?

Apakah Prabowo Subianto bisa menjadi Presiden RI mendatang dan dengan cara bagaimana dia menjadi Presiden RI?

Jika hari ini kamu menjadi Prabowo Subianto, apa yang akan kamu lakukan dan mengapa hal itu kamu lakukan?

Apa keunggulan karakter Letjen (purn) Prabowo Subianto?

Apakah rumor bahwa Partai Demokrat tidak akan mendukung Prabowo pada Pilpres 2019 itu benar? Mengapa?