selasar-loader

Apakah tantangan dunia farmasi Indonesia saat ini?

Last Updated Oct 31, 2017

Bagaimana solusinya?

2 answers

Sort by Date | Votes
Nurul Muizah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM | www.sepotongpermen.wordpress.com

Resistensi antibiotik. 

0AmmkrvkN3Msvb28pvuXeDIXRUm8LMP6.jpg

Sebenarnya, resistensi antibiotik bukan hanya masalah Indonesia, tapi masalah global. Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri tahan terhadap antibiotik yang menyebabkan kegagalan terapi.

Bakteri juga memiliki kemampuan adaptasi seperti kita. Artinya, what doesn't kill them will make them stronger. Paparan senjata antibiotik yang tidak tepat justru bisa membuat bakteri semakin kuat dan kebal. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, angka penyakit infeksi akibat bakteri masih sangat tinggi sehingga memerlukan banyak antibiotik untuk mengobatinya. Semakin diserang antibiotik, maka kemungkinan bakteri menjadi kebal antibiotik semakin tinggi.

Di sisi lain, pekembangan senjata antibiotik baru tidak secepat peningkatan ketahanan bakteri. Industri farmasi kita masih belum seinovatif industri farmasi negara maju dalam penemuan obat baru. Tapi, industri farmasi negara maju mungkin tidak begitu melirik antibiotik baru karena permasalahan utama kesehatan negaranya bukan lagi penyakit infeksi. 

 

Ilustrasi via tes.com

Answered Dec 2, 2017
Andini Ika
Mahasiswa Farmasi UI l Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 1 Jakarta

PhQdWrIl8Go-Vrp1vVJISEGZj9pqNAtT.jpg

Berbincang tentang dunia industri farmasi di Indonesia memang menjadi salah satu sektor andalan yang diprioritaskan karena berperan sebagai penggerak utama perekonomian nasional di masa datang.

Akan tetapi berbagai tantangan dalam dunia farmasi Indonesia juga terbilang cukup banyak.

Fakta hari ini, berdasarkan data Badan POM RI, jumlah industri farmasi di Indonesia mencapai sekitar 280 perusahaan. Akan tetapi masalah utamanya adalah tidak adanya industri bahan baku di Indonesia. Hal ini mengakibatkan 95% bahan baku masih harus diimpor. Masalah-masalah ini sebenarnya didasari oleh kebijakan negara yang belum memadai.

Padahal, menurut beliau, sudah banyak riset-riset dan penelitian yang dilakukan universitas-universitas di Indonesia terkait bahan dasar obat yang sebenarnya mempunyai potensi untuk dipakai di industri. Namun, perhatian pemerintah masih kurang dalam hal ini, terutama pada penyediaan sarana dan prasarana bagi peneliti-peneliti. Terutama pada fasilitas laboratorium dari skala pilot sampai laboratorium berskala industri. Maka seharusnya investasi di sektor riset dan pengembangan (R&D) dan bahan baku industri menjadi peluang yang harus bisa dimaksimalkan pemerintah. Apalagi sektor bahan baku industri telah ditetapkan menjadi prioritas utama dalam roadmap industri farmasi.

“Riset dan pengembangan merupakan fondasi dari industri farmasi. Obat-obatan inovatif yang merupakan hasil dari riset dan pengembangan, adalah komponen utama untuk meningkatkan tingkat peluang hidup di dunia, dengan menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Jorge Wagner, Ketua Umum IPMG (International Pharmaceutical Manufacturer Group)

Kendala lainnya terletak pada regulasi dan birokrasi yang rumit dan mahal dalam membangun pabrik industri obat di dalam negeri. Banyak para investor yang mengeluhkan akan mahalnya biaya. Bahkan ada yang membatalkan karena baru sampai perizinan lokasi saja biayanya sudah bermiliar-miliar

IPMG juga merasa perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta untuk bersama menjawab tantangan yang menjadi kendala bagi pelaku industri farmasi. Selian itu, ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat riset dan pengembangan industri farmasi antara lain, sistem politik yang stabil dan transparan, sistem kekayaan intelektual kelas dunia, pasar yang terbuka dan tanpa diskriminasi, jaringan yang kuat antara sektor swasta dan akademisi, dan insentif dalam hal pajak.

Answered Apr 2, 2018
Sponsored

Question Overview


5 Followers
338 Views
Last Asked 9 months ago

Related Questions


Mengapa obat bermerek bisa mahal sekali dengan obat generik padahal bahannya sama persis?

Universitas/institut/kampus apa yang terbaik untuk seorang calon ahli farmasi (Pharmacist) di Indonesia? Mengapa?

Pandangan terhadap apoteker di indonesia

Adakah kehidupan selain di bumi?

Mengapa permukaan bulan yang kita lihat di sini, selalu sama?

Mengapa pesawat tetap bisa terbang di atas bumi dan tidak terpengaruh dengan rotasi bumi?

Apakah mungkin jika pesawat terbang di suatu titik akan sampai lebih cepat di titik lain dengan menunggu bumi berotasi?

Mengapa nyamuk atau lalat tetap bisa terbang bebas meski ia di dalam mobil yang bergerak?

Berapa banyak sel yang dimiliki manusia sepanjang hidupnya?

Apa yang membuat sains di dunia Islam begitu maju di tahun 700-1100?

Mengapa jumlah jurnal ilmiah yang dilahirkan di Indonesia kalah jauh bila dibandingkan dengan negara lain?

Apa saja perusahaan besar di Indonesia yang memiliki banyak insinyur-insinyur dan ilmuwan-ilmuwan hebat Indonesia?

Apa saja prestasi ilmuan atau insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?