selasar-loader

Lebih penting mana, IPK atau organisasi?

Last Updated Dec 2, 2016

Inilah dilema terbesar mahasiswa. Menurut Anda, lebih penting mana, mengejar IPK atau terus berorganisasi? Atau ada alternatif lain?

46 answers

Sort by Date | Votes
Arfi Bambani
Jakartan. Indonesian. Minang.

Mahasiswa!

via AB

Jika Anda ingin bekerja di dunia akademik, IPK jelas sangat penting. Namun, jika bekerja di dunia profesional yang tak mementingkan akademik, pengalaman organisasi lebih penting. Mengapa?

Seseorang yang berorganisasi memiliki beberapa kelebihan daripada seorang yang IPK cum laude namun tidak pernah berorganisasi. Pertama, dia terbiasa bekerja dalam team work. Kemampuan ini penting bagi dunia usaha yang rata-rata mengandalkan kerja tim.

Kedua, seseorang yang berorganisasi memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan. Dia dinilai bisa menyeimbangkan dunia akademik dan berorganisasi di saat yang sama. Belum lagi, jika seseorang yang berorganisasi juga tetap bisa memiliki IPK yang baik.

Ketiga, pengalaman berorganisasi itu membuat seseorang memiliki jaringan yang lebih luas. Suatu hari, jaringan ini akan sangat berguna dalam dunia kerja, apakah itu untuk kepentingan pemasaran, rekrutmen, informasi, dan sebagainya.

Jadi, masih berpikir untuk tidak berorganisasi saat kuliah?

Answered Dec 2, 2016

Kejar keduanya, karena Anda bakal butuh keduanya jadi apa pun juga.

Hasil gambar untuk mahasiswa aktif

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Dec 23, 2016

Kedua-duanya.

Hasil gambar untuk IPK ATAU ORGANISASI

Ilustrasi via zenius.net

Answered Dec 30, 2016
Rasyid Putra Adi Suwarno
Faculty of Public Health, Universitas Indonesia

Keduanya penting asalkan lo bisa menerapkan skill manajemen waktu dengan baik. Jadi lo bisa dapet dua-duanya.

Answered Jan 13, 2017
Hengky Yalandra
Redaktur Online SKK Ganto UNP

mSe4H62aKJePj9V_A6JH4owegBB4JyAk.jpg

Jika ditanya mengenai mana lebih penting antara organisasi dan IPK

Sistem pendidikan di perguruan tinggi berbeda dengan sistem pendidikan d sekolah menengah atau dasar. Di perguruan tinggi lebih ditekankan kepada mahasiswa lebih aktiv untuk mencari referensi, sedangkan di sekolah menengah, materi lebih diberikan secara utuh.

75 persen ilmu didapatkan mahasiswa dari dosen sedangkan 25 persen didapatkan dengan mereka msncari sendiri, Atau untuk pengembangan softskill. Disinilah mahasiswa mendapatkannya melalui organisasi yang diikuti.

Jika kuliah diibaratkan sebagai kebutuhan primer, maka organisasi merupakan kebutuhan sekunder. Kita boleh aktiv berorganisasi namun jangan melupakan apa yang seharusnya dilaksanakan, yaitu kuliah. 

Sebenarnya di kampus saya sendiri, d universitas negeri padang, ada kalangan mahasiswa yang lbih mmntingkan organisasi. Dsini saya lbih sdikit kecewa, karena seolah melupakan apa yang mereka butuhkan. seharusnya merrka lebih menyeimbangkan antara organisasi dengan kuliah. 

Didunia kerja sekarangpun, para ceo juga mempertimbangkan pengalaman organisasi di kampus. Karena pada saat di organisasi, mereka ditempa untuk saling bekerjasama, tahan menghadapi tantangan. Namun dari mereka juga melihat IPK seseorang, karena itu juga syarat dari suatu perusahaan

Itu pendapt dari saya sendiri, terima kasih sudah bertanya

Semoga bermanfaat

Answered Jan 23, 2017

2gd1PnshYarflffkgNNs0egC02nlJPmR.jpg

IPK dan organisasi bukanlah suatu pilihan menurut saya. keduanya sama2 penting dalam melamar pekerjaan di masa mendatang. IPK mempunyai standar tertentu agar seseorang dapat mengikuti seleksi penerimaan karyawan baru si suatu perusahaan atau instansi. 

Sedangkan organisasi merupakan supleman yang harus diperoleh oleh mahasiswa selagi menimba ilmu diperguruan tinggi. sebab, ilmu tersebut tidak dapat diperoleh di dalam kelas. 

Organisasi ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan baik minat maupun bakat yang dimiliki. di organisasi pula mahasiswa dilatih untuk berbicara di hadapan orang banyak, bekerja sama dengan teman, dan menjalin link. 

Jadi mahasiswa harus memiliki IPK yang baik sekaligus aktif organisasi dan tidak hanya mementingkan salah satunya. jadi mahasiswa harus pandai2 membagi waktu agar organisasi dan akademik  berjalan beriringan dan saling mendukung karir mahasiswa tersebut.

 

 

Answered Jan 23, 2017
Sri Gusmurdiah
Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang

Menurut saya keduanya sama-sama penting. Namun, saya akan lebih memilih menjadi mahasiswa yang memiliki IPK biasa-biasa saja, tapi aktif berorganisasi, dari pada memiliki IPK tinggi, tapi tidak terlibat dengan organisasi sama sekali.

Answered Jan 23, 2017
Abdul Hamid
saya kelahiran minang, 28-08-1996.. saya mahasiswa UNP

TTEEQXShr6rD4eD5_O5iMHft-TrB5MSW.jpg

Jika membahas mengenai penting IPK atau Organisasi. Menurut saya kedua-duanya penting dan tak dapat di kesampingkan satu sama lainnya.

IPK merupakan kepentingan menjalankan tanggungjawab kita sebagai mahasiswa dan organisasi adalah tanggungjawab sebagai pribadi.

Memang dengan menjalankan keduanya waktu kita sangat terbatas untuk dapat bersenang-senang menikmati waktu senggang.  

Pada permulaanpun setiap dari kita akan menghadapi kendala-kendala, seperti keteteran dalam kuliah karena manajemen waktu yang belum dapat dikontrol.  

Namun bagaimanapun keadaannya pada permulaan akan lebih puas jika kita sudah bisa melewati satu demi satu permasalahan yang ditemui.  

Dengan berorganisasi setiap yang harus kita pelajari, untuk menghadapi dunia luar kampus dapat kita serap. 

Berorganisasi dan Berkuliah dengan IPK baik,  adalah pedang dan tameng untuk menghadapi pertempuran dunia yang sebenarnya.  

Answered Jan 23, 2017
Yulia Eka
Berjalan. Berlari dan Terbang

Jika kita bertanya mana yang lebih penting organisasi dan ipk. Kita dihadapkan dengan pilihan kemauan untuk mengembangkan diri dengan tuntutan cepat tamat dari orang tua. Umumnya dua hal itu yang menjadi opini di Indonesia. Namun, jika harus memilih tentunya pilihan terbaik adalah organisasi. Alasannya karena organisasi memberikan latihan untuk kita memiliki softskill dan hardskill yang bisa dipraktekkan langsung dilapangan. Sementara jika ipk tinggi, yang menjadi opini umum di Indonesia adalah belum tentu semuanya memiliki kemampuan praktek yanh sama dengan ipk

Answered Jan 23, 2017
Amri Shf
Universitas Sebelas Maret

IPK atau Organisasi ? Hmm menarik :).

Untuk menjawabnya saya pakai analogi seperti ini saja mungkin ya, "Anda mau pilih makan atau minum ?" Padahal keduanya dibutuhkan oleh tubuh kita, apa kita mau pilih salah satu jika seperti itu.

Answered Jan 23, 2017
Hafiz Fatah
somewhere di sini

TroaZrCo08r6lNmR_aTnBvpSpkvFteHI.png

IPK akan dilihat saat kita melamar pekerjaan atau beasiswa pada tahap seleksi administrasi. IPK yang baik akan membawa kita punya peluang lebih besar untuk maju ke tahapan selanjutnya. IPK yang baik menunjukkan kita menguasai bidang ilmu yang dipelajari saat kuliah secara kuantitatif, secara tidak abstrak memperlihatkan seberapa tingkat kepakaran kita. 

Sedangkan organisasi, penting bagi kita untuk mengembangkan ketrampilan berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan manajemen proyek atau kegiatan. Skill yang bisa kita peroleh dari berorganisasi adalah keluwesan berkomunikasi dengan berbagai pihak, baik atasan maupun bawahan, dan pihak di luar organisasi, bagaimana memposisikan diri dalam tim, dan kemampuan untuk menjalankan kegiatan yang sulit dikerjakan sendiri, melalui metode kerjasama.

Keduanya penting dalam ranah yang berbeda. Hardskill dan softskill sama pentingnya bagi kita untuk bekal memasuki dunia kerja. Namun, kadar urgensinya tidaklah sama bagi setiap orang tergantung tujuan apa yang diinginkan setelah lulus. Jika ingin bekerja di ranah akademik maka IPK lebih penting, jika ingin menjadi pengusaha maka organisasi lebih penting. Jika ingin menjadi profesional di perusahaan, upayakan untuk mendapat skill yang seimbang, begitu juga jika belum yakin benar apa yang akan dituju nantinya selepas lulus dari kuliah

Answered Jan 24, 2017
Muhammad Asadullah Al Ghozi
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia

j6oQxX5eV99yWQ2anoxuMZwOGl7Zz4TV.png

Lebih penting mana, IPK atau organisasi?

Bagi saya, kedua hal ini berbeda. Ketika memilih organisasi atau IPK, kita tidak serta merta menghilangkan salah satunya. Apa artinya? Ketika kamu mengejar IPK tinggi, tidak serta merta kamu meninggalkan organisasi. Ketika fokus pada organisasi, tidak serta merta IPK kamu rendah atau jelek dibandingkan dengan teman kamu yang tidak berorganisasi.

Bagi saya, penting untuk menyeimbangkan organisasi dan IPK. IPK adalah angka yang menunjukan tingkat nalar kamu terhadap mata kuliah dan dihitung secara kumulatif, sedangkan organisasi adalah "mata kuliah" lain yang tidak diajarkan di dalam kelas. Rugi sekali jika kamu hanya fokus di kuliah dengan target IPK tinggi sedangkan peluang untuk belajar di organisasi sangat luas dan bermanfaat.

Answered Mar 19, 2017
Andrian Habibi
Hidup dengan menulis karena menulis memberikan kehidupan

2p8Xx-ePgHbOPWo-0-8El16t0AKwy5hg.jpg

Jawaban saya untuk pertanyaan ini seakan mengingat kembali pertanyaan beberapa orang kepada saya. Pentingan mana, kuliah atau organisasi? Bagi saya yang kuliah di kampung dan kampus kecil, kuliah, dan organisasi bisa berbarengan. Kita hanya butuh manajemen waktu yang memadai untuk membagi antara waktu kuliah dan organisasi. Di kuliah, kita akan dicekoki dengan teori-teori. Sedangkan di organisasi, kita diberi bekal untuk budaya diskusi, membaca dan berdebat juga menulis serta aksi sosial.

Di dunia kampus, mengejar IPK bisa diperoleh dengan cara hadir sepanjang waktu kuliah, bertanya kepada dosen, mengerjakan dan mengumpulkan tugas serta menyelesaikan setiap ujian/ulangan. Bahkan bagi beberapa dosen, saya mengamati bahwa penilaian mereka bertumpu pada seberapa mampu mahasiswa mengaplikasikan ilmunya. Atau dengan kata lain, membuat kegiatan dari pemaparan dosen saat kuliah. Hubungan kedekatan antara dosen dan mahasiswa juga mempengaruhi nilai kuliah. Untungnya untuk hal ini, saya sering berdebat dengan dosen di ruang kelas. Namun, saat diluar, saya menghormati dan menerima perintah (permintaan tolong) dari dosen. Hal ini membuat dosen bisa menilai bahwa perdebatan di ruang kelas adalah bentuk penguatan materi yang diajarkan. Tidak ada hubungannya dengan komunikasi antarmanusia.

Di dunia organisasi, saya belajar untuk menata hidup bersama kelompok. Kita paham bahwa organisasi juga membutuhkan perhatian lebih dari kata cukup. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa kuliah tidak lah 24 jam, begitu juga dengan organisasi. Kita hanya perlu membagi waktu prioritas sehingga mampu menyelaraskan kegiatan. Saat berorganisasi, kritisme mahasiswa meningkat tajam daripada di ruang diskusi kampus. Hal ini mengingat bahwa di organisasi ada pembina langsung (senior) yang sudah menjalankan ilmu-ilmu saat kuliah sehingga, diskusinya lebih tajam dan menyeluruh, bukan hanya pandangan dosen atau buku, tetapi mengarah kepada kajian kasuistis (kekinian).

Bila kita melihat sejarah pendirian bangsa, semua pendiri adalah mahasiswa yang organisatoris. Lalu, apakah kita masih mempertanyakan mana yang penting? Mari kuliah sekaligus berorganisasi!

Answered Mar 20, 2017
Thurneysen Simanjuntak
Jangan pernah berhenti belajar!

L9y4zcQusfJbfzQLzuSOgegNOrV-Mh18.jpg

Kalau ditanya lebih penting mana, IPK atau organisasi, menurut saya, ini bukan semata-mata menjawab A atau B, melainkan menjawab urgensi kedua pilihan tersebut. Menurut hemat saya, dua-duanya penting, bergantung pada situasi yang diperhadapkan sesuai kepentingannya.

Mahasiswa dengan IPK biasa-biasa atau di bawah standar tentu kelak akan mengalami kendala tersendiri, misalnya untuk mendapatkan beasiswa, pekerjaan yang membatasi seleksi administrasi dengan IPK. Dalam hal ini, tentunya IPK itu sangat berguna.

Tetapi dalam kondisi lain, pengalaman organisasi juga amat dibutuhkan. Dalam dunia kerja, misalnya, seseorang yang terbiasa berorganisasi akan berbeda cara kerjanya, mulai dari merencanakan, membuat keputusan, mengevaluasi setiap program dan kegiatan yang dijalankan, berkomunikasi, dan lain sebagainya.

Jadi, sebagai mahasiswa, pikirkan dan raihlah kedua pilihan tersebut. Aktiflah berorganisasi, dan jangan lupa jalankan aktivitas kuliahmu dengan baik. Kalau tetap disuruh milih, pilihlah sesuai tujuan hidupmu dan hati nurani. Gitu aja koq repot?

Selamat memilih, Sobat!

 

Answered Mar 20, 2017
Gregorius Reynaldo
penikmat kopi, pengagum sastra, dan pecinta perempuan

HmtvLd5jxmPnEsj-5IqD4JiSrTpImlPn.jpg

via fokus7.com (FR)

Benar bahwa kuliah bukanlah tentang  mendapatkan nilai yang bagus, atau dalam hal ini berbicara tentang IPK saja.  Tetapi perlu diperhtikan bahwa dua hal ini bukanlah hal yang bisa diperbandingkan untuk menentukan satu jawaban yang paling benar saja. Bagaimana jika pertanyaannya kita ganti, “bagaimana jika kita aktif berorganisasi tetapi prestasi akademik mandek?”, “bagaimana jika kita terlalu fokus mengejar IPK tinggi dan mengabaikan pergaulan sosial di kampus dan terjun dalam Organisasi Mahasiswa?”

Bagaimana, sulit bukan?

Cukup ribet menjawabnya, apalagi untuk menyikapinya. Saya memilki pengalaman seperti ini di kampus. Saya bertemu dengan beberapa senior saya yang terlalu aktif dan keasyikan dengan Organsasi mahasiswa hingga akhirnya mengganggu kuliah dan prestasi akademiknya. Ada juga senior yang menjadi sangat kaku dalam pergaulan, jarang berinteraksi dan tidak punya pengalaman berorganisasi, tetapi memilki prestasi akademik yang luar biasa.

Sejatinya, IPK menjadi tolak ukur sejauh mana kita mengenal dan memahami landasan pengetahuan dan wawasan kita tentang mata kuliah yang kita ikuti. IPK juga menjadi  salah satu indikator yang dapat menilai sejauh mana kemampuan mahasiswa untuk mengenal jurusan yang sedang dia ambil. Nilai IPK saat ini bukan hanya tentang kemampuan kognisi mahasiswa. Setidaknya ada empat aspek dalam yang dinilai dalam mengkalkulasikan nilai IPK. Yang pertama adalah kemampuan kognisi. Hal ini tampak pada tugas yang diberikan oleh dosen maupun pertanyaan dalam bentuk dsikusi kelompok. Yang kedua adalah kedisplinan, yang tapak pada absensi mahasiswa. Ada batasan tertentu ketidakhadiran mahasiswa untuk mendapatkan minimal kategori cukup terhadap nilai mahasiswa. Yang ketiga adalah soft skill, yang tampak pada nalar kritis, pemikiran yang runtut,  kerja sama tim, komunikasi yang efektif dan sikap yang baik selama perkuliahan berlangsung. Yang keempat adalah ujian. Biasanya menjadi indikator penilaian terhadap penguasaan materi.

Jadi ketika kita berbicara tentang IPK, bukan sekedar bicara tentang nilai kognisi atau kecerdasan saja, tetapi juga tentang organisasi dan kerja sama tim, selayaknya organisasi. Sedangkan Organisasi penting untuk mengaplikasikan landasan teori yang sudah kita dapatkan melalui perkuliahan. Organisasi tidak kalah penting untuk bekal mahasiswa kelak saat turun ke masyarakat. Nilai-nilai yang dipraktekkan didalam berorganisasi merupakan latihan penting untuk mengasah kemampuan komunikasi dan interkasi dengan masyarakat dan menumbuhkan nilai-nilai kreatifitas bagi mahasiswa. Banyak sekali mahasiswa yang terlalu larut dalam kegiatan organisasi hingga akhirnya mengganggu kuliahnya. Dalam fenomena ini, organisasi tidak bisa dikambinghitamkan atas masalah ini, karena keinginan untuk berorganisasi murni merupakan dorongan pribadi mahasiswa dan sifatnya tidak wajib. Janganlah mengambil contoh Mark Zuckenberg atau  Bill Gates yang di-DO dan lalu berhasil tanpa menyelesaikan kuliah. Menurut saya, mereka hanyalah anomali dari fenomena-fenomena yang langka terjadi di dunia.

sejatinya, menumbuhkan nilai-nilai seperti ini sejatinya tidak perlu harus bergabung dengan organisasi, bisa juga dengan mengasah dan melatih soft skill saat kegiatan perkuliahan.  Di kampus, kita belajar untuk meneria wawasan dan pengetahuan baru dengan kegiatan-kegiatan akademik. Tentu saja hal ini menjadi landasan berpraktek nantinya, termasuk saat bergabung dengan organisasi mahasiswa. Jadi keduanya merupakan hal yang sangat berhubungan dan sama penting. Namun jika harus memilih, maka menurut saya IPK sedikit jauh lebih penting. Tetapi jawaban paling efisien menutup pertanyaan ini adalah berorganisasi itu sangat penting selama tidak mengganggu kegiatan akademik.

salam

 

Answered Apr 6, 2017
Kesha Darma
Traveler, Worker, Lover (of Hawa), Pro-Rider in sometimes, and a writer

KezOV6L_jzHvQ1PhiqWKOuRnYB0YAK_w.jpg

via zenius.net (FR)

Buat saya IPK lebih penting

Maksud dari saya sendiri bahwa berlajar berorganisasi memang juga tidak kalah penting, namun apabila pertanyaannya lebih penting mana nilai kuliah atau ikutan berorganisasi dikampus, tentu saja saya lebih memilih nilai lebih penting dari pada organisasi. Namun, lebih penting tidak berarti kita juga tidak ikut berorganisasi, sayangnya ada beberapa orang pada saat saya masih kuliah yang sangat menyukai organisasi dan ikut banyak acara tanpa memikirkan apakah nantinya dengan kesibukan yang padat tersebut, nilai mata kuliah juga akan ikut naik? Memang IPK tidak menentukan masa depan kita, tapi heeyy jangan bicara munafiklah, karena nantinya ketika kita akan masuk dunia kerja, tentu saja tempat kerja bergengsi akan selalu melihat IPK kita pada saat kuliah, kalau memang di bawah standard ya sudah pasti kita akan terbuang dari kerjaan yang kita mau. 

Answered Apr 11, 2017
Anonymous

ipk.png

IPK atau organisasi? hmm bagi saya tidak sulit memutuskannya. Organisasi menjadi pilihan saya, mengapa? karena modal sosial adalah modal yang paling penting bagi saya dalam kehidupan. Semakin banyak teman, pengalaman, tanggung jawab pasti dengan sendirinya meningkatkan kualitas yang ada pada diri kita. Kalau tujuan kita setelah kuliah adalah bekerja di perusahaan maka pengalaman merupakan hal yang mereka tanyakan sehingga kita bisa dengan mudah untuk menjabarkan atau menjelaskan apa saja hal yang sudah kita lakukan semasa kuliah. 

Entah mengapa saat ini melihat IPK tinggi membuat saya berpikir bagaimana cara dia mendapatkannya, apakah dengan cara yang benar atau tidak. Mungkin IPK mu tinggi tapi apakah pengetahuan mu menunjukannya? kan belum tentu. makanya saya lebih memilih untuk berorganisasi.

Answered Apr 11, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

IDh7-rSNaPNK60Sys2pu2hO4jv-V3Ehl.png

via blogspot.com (FR)

Kalau saya ditanya saat menempuh jenjang pendidikan S1 saya akan bilang dua-duanya sama pentingnya. Karena IPK menjadi ukuran prestasi akademik. Sedangkan organisasi adalah tempat di mana saya belajar banyak hal soal kepemimpinan.

Bagi saya IPK tak bisa dibenturkan dengan organisasi karena kedua hal tersebut melengkapi perjalanan hidup seorang mahasiswa di kampus.

Answered Apr 11, 2017

IuWtrHjLSm0MFZbW1RXpULBXYIea_xvg.jpg

via unycommunity.com (FR)

Terima kasih atas pertanyaannya. Sangat menarik.

Respon yang Anda terima, bisa jadi amat bervariasi. Hal ini wajar mengingat pola pikir, prioritas, serta tujuan hidup dari masing-masing individu tidaklah sama. 

Ada beberapa orang yang mengejar kecepatan, ada yang memprioritaskan prestasi, ada yang mementingkan koneksi, dan ada pula yang mengutamakan kecakapan berorganisasi. 

Lalu manakah yang terpenting?

Hmmm, saya akan katakan bahwa hidup manusia itu rumit dan tidak seluruhnya bisa diprediksi dan dijelaskan dengan statistika, tabel-tabel, prediksi, atau asumsi-asumsi. Mengapa? Karena terlalu banyaknya variabel, faktor-faktor, serta aspek-aspek yang berpengaruh dalam kehidupan kita.

Secara umum ada 10 hal yang perlu Anda pertimbangkan.

  1. Dalami apa yang menjadi subjek studi Anda. Jangan mematok keberhasilan dari angka-angka. IPK bukanlah segala-galanya. Dunia ini lapar akan inovasi; dan inovasi tidak selalu datang dari orang yang nilai IPK-nya sempurna. Inovasi muncul dari individu-individu yang kreatif, para revolusioner, pemikir yang haus akan nilai-nilai kebaruan. 
  2. Terapkan ilmu Anda dalam dunia nyata. Banyak kita jumpai orang yang pintar namun ilmunya tidak berguna bagi masyarakat di sekitarnya. Dan banyak pula orang yang IPK-nya tidak tinggi, tidak suka ikut organisasi, namun ternyata aktif menerapkan ilmu yang dimilikinya pada kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan membuka usaha kecil-kecilan yang melibatkan banyak lapisan masyarakat.
  3. Manajemen waktu. IPK yang baik serta pengalaman organisasi yang spektakuler menjadi kurang memiliki arti jika Anda tidak bisa memanajemen waktu Anda dengan baik. IPK 4 dengan sejuta pengalaman organisasi, namun selesai kuliahnya 10 tahun. Inipun akan menjadi hambatan nantinya.
  4. Pengalaman profesional. IPK dan pengalaman organisasi seringkali tidak berhubungan dengan pengalaman profesional seseorang. Banyak diantara mahasiswa yang IPK-nya tinggi, pengalaman organisasi segudang, namun tidak pernah magang, dan tidak pernah bekerja di institusi manapun. Padahal pengalaman profesional juga menjadi faktor pertimbangan jika Anda akan melamar suatu pekerjaan.
  5. Portofolio. Susunlah portofolio Anda sebaik mungkin sebagai bukti bahwa Anda adalah seseorang yang mampu menghasilkan karya. Portofolio dapat berupa kumpulan jurnal internasional, publikasi ilmiah, buku, laporan penelitian, prototype, atau produk yang telah Anda hasilkan. Pastikan bahwa portofolio Anda dapat membuat perusahaan atau institusi tertentu, memiliki alasan untuk merekrut Anda.
  6. Kemampuan untuk memberi dan menerima masukan. Ada tipikal manusia yang pintar, kaya pengalaman organisasi, namun sangat bebal dan tidak mau menerima masukan orang lain. Padahal ini juga menjadi faktor penentu keberhasilan.
  7. Komunikasi. Pelajari bagaimana cara berkomunikasi dan melakukan presentasi yang baik layaknya seorang profesional. Kemampuan seseorang untuk menyampaikan ide-ide secara jelas, merespon pertanyaan secara tepat, berargumen secara kuat dan meyakinkan, serta mengetahui etika/estetika/kesantunan berbicara sangatlah penting.
  8. Kemampuan menulis. Saat ini menjamur lulusan perguruan tinggi dengan keterampilan menulis yang buruk. Adanya blog, media online, dan platform seperti Selasar tentunya merupakan sarana untuk mempertajam potensi menulis seseorang. Manfaatkan kesempatan ini.
  9. Koneksi. Perluaslah jaringan pertemanan Anda, baik itu di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat. Jangan batasi diri pada satu komunitas saja. Berbuatlah baik pada semua orang yang Anda temui. Hargai mereka dan belajarlah dari mereka.
  10. Sikap, kejujuran, dan kerja keras. Sikap Anda dalam menghadapi masalah akan mempengaruhi keputusan serta banyak hal dalam hidup. Kejujuran akan membuat orang lain percaya untuk memberikan amanah pada Anda. Sementara kerja keras akan menentukan sejauh mana Anda akan berhasil.

Akhir kata, kehidupan manusia bukanlah sesuatu yang bisa diukur dalam rentang 0-10. Kalau boleh berpendapat, menurut saya dunia ini dipengaruhi oleh komponen-komponen yang jumlahnya tak terhingga. Berusahalah sebaik mungkin dan siapkan diri Anda terhadap kejutan-kejutan atau variabel-variabel tak terhingga yang mungkin Anda temui dalam hidup. 

Semoga bermanfaat.

#SayembaraSELASAR (Saya pilih MacBookPro)

Answered Apr 12, 2017
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Dreamer. Trying to leave good marks as my legacy.

kpiTkvtybovLR-C5l4EiSv9nYbrITLfb.png

via blogspot.com (FR)

Saya punya teman yang effortlessly achieve both excellently. Dia bisa ikut BEM sekaligus mendapatkan IPK cumlaude setiap semesternya, sampai-sampai saya sering bercanda bahwa seandainya kurikulum tidak membatasi, mungkin dia akan lulus dalam waktu 3 tahun.

 

Tapi bagi kawan-kawan yang hanya bisa mengambil salah satunya saja, pertimbangkan baik-baik mana yang lebih penting: jika memilih IPK, maka usahakan tidak usah banyak ikut organisasi, atau setidaknya jangan menjabat sebagai pimpinan.

Jika memilih organisasi, maka pastikan kalian punya kelompok belajar yang bisa membantu kalian untuk tetap update dengan perkuliahan di kelas.

Saya pribadi akan memilih IPK, karena bagi saya tidak perlu organisasi yang terlalu formal untuk membangun relasi. 'Geng' teman bermain yang tidak terlalu banyak anggotanya namun solid menurut saya lebih penting daripada punya banyak organisasi namun tidak bisa mengenali kebanyakan dari teman-teman seorganisasi.

Answered Apr 12, 2017
Sponsored

Question Overview


and 40 more
58 Followers
3555 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Apakah ranking perguruan tinggi berpengaruh pada karier alumninya?

Mana yang lebih baik, perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi negeri?

Apa keuntungannya mengambil sekolah lanjutan di luar negeri dibanding di dalam negeri?

Pentingkah pemilihan jurusan yang spesifik untuk strata 1?

Bagaimana cara memutuskan antara bekerja, berbisnis, dan melanjutkan S2?

Apa hal fundamental yang diajarkan di perguruan tinggi strata 1?

Selain menjadi akademisi, karier apakah yang menuntut seseorang meraih pendidikan formal setinggi-tingginya?

Siapa Dosen favorit Anda ketika menempuh studi di jenjang sarjana (S1)?

Siapa Dosen favorit Anda ketika menempuh studi di jenjang pasca sarjana (S2 dan S3)?

Apakah warna jaket almamater Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Mengapa kita harus kuliah?

Bisakah kesuksesan diraih tanpa harus kuliah?

Apa motivasi terbaik Anda untuk seseorang yang mulai jenuh kuliah?

Apa strategi terbaik untuk mendapatkan IPK tinggi tapi tetap santai dalam kuliah?

Bolehkah ikut BEM meskipun sebenarnya tidak tertarik dengan dunia pergerakan mahasiswa?

Ketika menyadari bahwa Anda salah jurusan, apa yang Anda lakukan?

Pernahkah Anda di-drop out (DO) ketika kuliah?

Apa peristiwa paling menyebalkan ketika sedang mengerjakan skripsi?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Bagaimana Anda mendapatkan IPK tertinggi sewaktu kuliah?

Bagaimana respon orangtua Anda jika mereka mengetahui bahwa IP Anda turun?

Apa bentuk organisasi masa depan yang paling sesuai?

Ada berapa banyak organisasi nirlaba di Indonesia?

Apa pendapat Anda mengenai teleworking?

Bagaimana menyusun key performance indicator (KPI) untuk fungsi kebersihan dan keamanan di sebuah perusahaan?

Mengapa masih ada orang terpelajar dan bahkan pejabat di Indonesiayang tertarik untuk bergabung ke ISIS?

Apa yang membuat ISIS menarik perhatian sehingga banyak orang yang ingin menjadi bagian darinya?

Tipe kaderisasi organisasi apa yang cocok di level SMA?

Bagaimana menjaga komitmen relawan pada suatu organisasi volunteer selain insentif moneter?

Apakah seorang CEO haruslah seorang Extrovert dan pandai menjual?

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik?