selasar-loader

Bagaimana cara kuliah tanpa merepotkan orang tua?

Last Updated Dec 2, 2016

Teman saya ingin kuliah, tapi orang tua melarang. Alasannya adalah tidak ada uang. Bagaimana solusinya?

16 answers

Sort by Date | Votes
Dwi M.
Software Developer. Alumni Teknik Elektro UI.

cC_e10sbYmxx8zC3GqaN9IgGFtyNaWEW.jpg

Zaman jadul dulu (sekitar tahun 1990-an), saya kuliah sambil di-sambi mengajar kursus komputer.

Saat itu, personal computer sedang menjadi wabah. Di pinggir-pinggir jalan bermunculan kursus komputer dengan materi ajar Wordstar, Lotus, dan dBase. Dengan modal sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya menjadi salah satu pengajar kursus. Dan hasilnya digunakan untuk menambah uang kuliah.

Sekarang pun mahasiswa banyak memiliki peluang part time di luar jam kampus. Bisa sebagai pengajar bimbel atau menerima order-an pembuatan program komputer. Buka saja mata dan telinga, kesempatan selalu ada di mana-mana. Niatkan untuk mendewasakan diri dan bisa meringankan beban orang tua.

Ilustrasi via huffpost.com

Answered Dec 28, 2016

jMxvjG6ImIOBAv021UW90wLHJIbdJXCa.jpg

Cara kuliah tanpa merepotkan orang tua:

1. Berusaha mendapatkan beasiswa. Cara yang paling mudah untuk kuliah tanpa merepotkan orang tua adalah belajar dengan giat dan tekun. Apabila hal tersebut telah dilaksanakan maka beasiswa insya Allah akan didapatkan.

2. Kerja sampingan. Banyak mahasiswa bekerja sambil kuliah untuk menutupi kebutuhan hidupnya. seperti jualan pulsa, ol shop, dan lain sebagainya.

3. Menulis, bagi mahasiswa yang hobi menulis, hobi tersebut bisa dijadikan pemasukan dengan mengirimkan tulisan ke media cetak lokal atau nasional.

 

Answered Jan 23, 2017
Yulia Eka
SMAN 1 LINGGO SARI BAGANTI

vLwI-GUM24dM2fTbKX-NNOd1fHQx2Jq7.jpg

Untuk kuliah tentu kita mengorbankan sesuatu, baik itu berupa uang maupun pengorbanan karena harus jauh dari orang tua. Lalu bagaimana agar kamu bisa mencapai cita tanpa harus merepotkan orang tua. Berikut:

1. Mengembangkan diri sesuai dengan skill yang dimiliki, minsalnya dengan menulis di media massa, mengikuti lomba baik berupa essai maupun olahraga

2. Mencari dana sponsor. Dana sponsor dapat datang darikeluarga terdekat, instansi maupun pemerintah

3. Kerja part time ditoko atau tempat lain.

Dan terpenting komunikasi dengan orang tua

Answered Jan 23, 2017

wUtcrgd5a4No_d4EeZWp08y_oRuUCoVm.jpg

Banyak orang yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya dengan alasan ekonomi orangtua.

Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah, karena kita bisa kuliah gratis dengan adanya beasiswa-beasiswa. Dengan syarat kita mau berusaha untuk bisa mendapatkan beasiswa itu. Caranya yaitu dengan rajin belajar. 

Bukan hanya itu saja, kita juga bisa kuliah dengan biaya kita sendiri. Dengan kemampuan atau skil yang kita miliki, maka kita bisa menghasilkan sebuah karya atau kreatifitas untuk dijadikan usaha.

Maka dengan itu, Kita tidak lagi merepotkan orangtua, tetapi menjadikan kita seseorang yang mandiri dan semakin dewasa, serta bisa membanggakan. Kuncinya adalah mau dan berusaha. 

Answered Jan 23, 2017
laila marni
MA Swasta Ashhabul Yamin

lOLhwk5Mc0AoN0zcdpcSogq97HtHU4NS.jpeg

Berkuliah dengan sungguh-sungguh. Gunakan potensi diri untuk menambah kemampuan juga intelektual sehingga potensi bisa membantu kita dalam ekonomi. Dengan hal tersebut setidaknya kita telah meringankan beban orang tua. Satu lagi jagan pernah menyianyiakan waktu dalamkuliah.  

Answered Jan 23, 2017
Ferly Ferdyant
CEO UNJKita.com | CFO Jelajahi.ID | Accountant, Public Speaker, StartUpreneur

rmJACw_kL3fOlrn9numQny169CyXbYEC.jpg

Kuliah gratis dapat kita lakukan dengan cara memperoleh beasiswa. Banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah sebelum masuk kuliah seperti beasiswa BIDIKMISI. Dan setelah masuk kuliah juga banyak beasiswa yang ditawarkan baik dari pemerintah maupun instansi swasta. Sering-sering mencari informasi beasiswa sebanyak-banyaknya.Sambil kuliah bisa dengan mengikuti kerja part-time sehingga kita tetap bisa mendapatkan penghasilan dan meringankan beban orang tua.

Answered Jan 27, 2017
Muhammad Asadullah Al Ghozi
SMA N 1 Sumatera Barat

B4NKQ65vVzfwvAQTaq3p6195Q5XHeuYN.jpg

Tentunya, ada banyak cara. Saat kuliah, jadwal belajar kamu di kelas tidak sepadat di SMA atau sekolahan. Ada banyak peluang kamu untuk mandiri dalam studi perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Negeri. Kalau kamu mau masuk kuliah tanpa merepotkan orang tua dalam biaya, targetkanlah masuk perguruan tinggi negeri karena PTN mendapat Bantuan Operasional PTN dari Kemenristekdikti.

Ada beberapa cara lainnya yang bisa kamu tempuh.

Kamu bisa kerja part time di sela-sela kesibukan kamu di kampus. Kamu harus melowongkan waktu untuk mencari lowongan job mengajar. Biasanya, saya (di UI) selalu menemukan lowongan mengajar, mulai dari mengajar ngaji, mengajar privat SD, SMP, SMA, bahkan mengajar persiapan ujian masuk PTN. Kesempatan itu sangat luas dan terbuka. Fee yang bisa kamu dapatkan tidak juga sedikit, bahkan akan banyak membantu keuangan kamu.

Selain mengajar part time, kamu bisa bekerja di restoran-restoran sebagai waitress, walaupun menurut saya hal ini jarang ditemui di kampus saya. Kalaupun saya disuruh memilih bekerja, saya akan memilih bekerja sebagai mentor privat karena dekat dengan dunia akademis.

Kamu bisa berburu beasiswa. Di kampus saya (UI), setiap bulan, selalu ada penawaran beasiswa yang terintegrasi dalam sistem beasiswa UI. Selain informasi dari kampus, kamu harus pintar-pintar mencari informasi dari teman atau dosen. Jangan minder apalagi takut untuk menanyakan kepada pihak fakultas atau universitas apabila kamu membutuhkan besiswa. 

Terakhir, buktikan kamu bisa bertahan hidup dengan segala keterbatasan. Artinya kamu harus pantang menyerah. Buktikan bahwa dengan nilai dan keaktifan di bidang akademis, kamu mampu untuk terus berprestasi dan menjadi mahasiswa teladan. Mungkin hal ini terkesan terlalu mudah saat dituliskan, tidak sesulit melakukannya, namun hal tersebut tidak akan terwujud kalau kamu tidak pernah mencoba.

Answered Mar 19, 2017
Fathi Almirhea
Mahasiswi biasa-biasa saja

X8-C4CE-6AhMWXNS01lrI77rmkxXxZ5X.jpg

Pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara Indonesia. Tidak hanya pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi pun sebenarnya menjadi hak bagi pemuda-pemudi negeri ini. Hanya saja, terkadang seseorang merasa minder atau tidak percaya diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sebagian besar orang yang tidak melanjutkkan pendidikan beralasan karena tidak ada biaya untuk meneruskan pendidikan. Ada juga yang beralasan bahwa lebih baik bekerja untuk membantu orang tua daripada harus menyusahkan orang tua dengan melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi.

Padahal untuk saat ini, masalah biaya bukan lagi menjadi masalah yang tidak bisa ditangani. Banyak peluang untuk kuliah gratis di era sekarang ini. Kesadaran pemerintah maupun pihak swasta yang semakin tinggi akan pentingnya pendidikan untuk mendongkrak daya saing menyebabkan mereka berlomba-lomba memberikan jaminan kuliah gratis, bahkan hingga lulus. Tujuannya, agar pemuda-pemudi Indonesia bisa terus melanjutkan jenjang pendidikan setinggi-tingginya.

Cara kedua untuk mengatasi kebutuhan biaya kuliah adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan. Memang, cara ini bisa berhasil atau tidak karena umumnya, orang-orang yang tidak tahan banting atau tidak memiliki passion wirausaha akan cepat menyerah. Tetapi, tidak sedikit mahasiswa-mahasiswi yang tetap memaksa mendirikan usaha, meski harus jatuh bangun. Hasilnya, banyak yang akhirnya memilih untuk melanjutkan usaha dibandingkan meneruskan kuliah.

Tidak usah risau bagi kalian yang tidak mampu melakukan usaha sendiri. Kalian cukup numpang nama saja alias bantu-bantu kawan kalian yang memiliki usaha. Meskipun hasilnya tidak terlalu signifikan, tetapi bisalah untuk memperpanjang hidup selama satu atau dua hari.

Cara ketiga ialah mencoba menekuni hobi. Hobi terkadang bisa mendatangkan rejeki kalau kita mau serius menekuni. Sepertinya segala hobi bisa mendatangkan uang. Teman-teman saya yang memiliki hobi menggambar saat ini sudah memiliki penghasilan pribadi dari kegiatan jual-beli gambar. Bahkan, ada juga yang sudah memiliki buku yang berisi hasil karya lukisannya. Satu teman saya malah sudah berhasil mendesain 4 cover buku dan semua bukunya merupakan best seller. Bayangkan saja, berapa penghasilan yang dia dapatkan?

Hobi lain yang mendatangkan rejeki adalah menulis. Bagi teman-teman yang suka menulis dan pandai mencari peluang, tulisan teman-teman semua akan bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Misalkan saja teman-teman bisa menulis opini di berbagai media massa, selama seminggu menghasilkan 3 tulisan dengan bayaran 100-200 ribu. Maka, bisa dipastikan bahwa teman-teman akan lebih menyukai kegiatan menulis daripada kuliah. :D

Keempat, jika kalian merasa pintar, atau super pintar di kampusnya, mulailah mengikuti kegiatan magang atau riset di berbagai lembaga, bisa lembaga dalam kampus maupun lembaga luar kampus. Beberapa kegiatan riset umumnya menetapkan standar bayaran yang lumayan tinggi. Kalian bisa juga mendekati dosen-dosen yang sering memiliki agenda riset. Dosen tidak akan mampu mengerjakan agenda risetnya secara mandiri, pasti membutuhkan beberapa asisten guna membantu mencari data dan mengolah data. Nah, jika kalian sudah dekat dengan dosen tersebut, seringkali dosen akan mengajak kalian untuk membantu penelitiannya. Jika beruntung, kalian akan diberi uang saku yang cukup untuk hidup selama sebulan, bahkan dua bulan.

Answered Mar 21, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

MkfdX5vLxslY6Ajc8RpUtDFNb5IdH_X5.jpg

Solusinya? Kerja dulu, kuliah belakangan.

Pendidikan memang penting, namun bukan berarti prosesnya harus "menyiksa" orangtua dengan memaksakan mereka mencari uang untuk kuliah. Bisa saja ada pengeluaran yang lebih penting dari kuliah untuk keluarga mereka, untuk makan sehari-hari atau bayar kontrakan, misalnya.

Lebih baik, dahulukan hal-hal semacam itu. Daripada harus berhutang sana-sini demi bisa berkuliah? Ini sih menurut saya, ya.

Saya pun dahulu tidak bisa berkuliah karena alasan yang sama. Namun, bukan berarti terus berhenti berusaha dan pasrah dengan alasan, "Gimana mau jadi orang sukses, mau kuliah saja aku gak punya uang?"

Oh, jangan. Jangan jadikan kebiasaan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai alasan kegagalan. Masih banyak cara dan jalan untuk mencapai tujuan, kok!

Mulai kerja, cari freelance, cari pekerjaan. Hubungi teman yang sekiranya bisa memberikan pekerjaan. Ceritakan masalahnya. Usaha. Di saat seperti ini, koneksi itu pentin untuk membantu. Jangan malu. Ya, masak Anda pinjam uang gak malu tapi nanya kerjaan malu. Ah.

Sekedar sharing, saya pun dulu begitu. Karena tak kunjung ada uang untuk kuliah, akhirnya saya kerja, mulai dari yang kecil dan remeh dulu dengan menjadi kuli (Ini karena saya cowok. Saya sungguh tak menyarankan temanmu jadi kuli kalo ternyata temanmu ini cewek. Sekali lagi, ini hanya contoh.), lalu jadi tukang las, jadi tukang cat, dan lain-lain. Rendah-rendah dan gak keren semua. Tapi, ya, mau dikata apa? Bukan pekerjaannya, kan, fokus kita? Yang penting, niat untuk bisa berpendidikan tinggi.

Sekarang, saya bisa bekerja enak (iya, bisa dibilang enak banget) dengan gaji lumayan di salah satu advertising agency di Jakarta.

Iya, saya memiliki cukup biaya untuk kuliah. Dibutuhkan waktu menabung sekitar 6 tahun, berarti, agar saya bisa membayar biaya kuliah. Lumayan lama, tapi saya bangga saat melihat tabungan yang banyak hasil keringat sendiri.

Lalu, apakah saya sekarang kuliah? Ah, tidak. Orangtua saya minta dibelikan rumah, karena selama ini kontrak. Jadi rasanya, lebih baik dibuat mencicil rumah saja uangnya. Toh kan juga tanpa sadar saya sudah berhasil kerja di tempat impian saya waktu kecil dahulu, apalagi tanpa harus memaksakan kuliah ke orangtua.

Mestakung, broh. Mestakung! :3

Answered Mar 22, 2017

yA4ijt2lyp6YESEdyctms4_Solq7g7hs.jpg

Caranya adalah daftar saja dulu. Jika ada niat besar pasti jalan. Setelah lulus test pasti ada saja jalan keluar. Bisa dapat beasiswa jika berprestasi. Intinya tetap semangat dulu, banyak sekali lembaga-lembaga yang menyediakan beasiswa atau bisa juga cari kerja dulu, lalu kuliah sambil kerja. Sangat memungkinkan..

 

sumber gambar: wordpress.com

Answered May 21, 2017

LNTXnM_n4Hm354KqC9N-lwqhURDQoj2O.png

Biaya tidak seharusnya menjadi penghalang seseorang menimba ilmu, meski perlu diakui banyak sekali orang yang putus sekolah karena terhalang biaya. Berdasarkan pengalaman beberapa teman dan kerabat yang mampu menyelesaikan kuliah dalam kondisi ekonomi sulit dan terbatas, berikut ini mungkin adalah hal-hal yang dapat dilakukan :

1. Daftar dulu, pastikan kamu/temanmu mampu dan diterima di universitas yang dipilih. Usahakan untuk mencari universitas negeri karena biayanya tidak semahal universitas swasta, dan biasanya terdapat banyak kemudahan di dalamnya.

2. Setelah diterima, ajukan kemudahan pembayaran ke pihak terkait di universitas. Dapat berupa keringanan biaya maupun keringanan prosedur pembayaran (misalnya dicicil). Biasanya data data pendukung tentang kondisi perekonomian keluarga akan dibutuhkan.

3. Cari beasiswa. Saat ini banyak sekali lembaga2 yang menawarkan beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk dapat melanjutkan kuliah. Banyak juga lembaga yg menawarkan beasiswa untuk mereka yang berprestasi. Oleh karena itu, berprestasilah agar kesempatan mendapatlan beasiswa menjadi lebih besar, libatkan diri di beberapa organisasi kampus dan buktikan bahwa kamu pantas mendapatkan beasiswa.

4. Cari penghasilan tambahan. Kamu bisa melakukan banyak hal untuk mencari tambahan biaya untuk kuliah, bisa dengan berjualan, atau memberi les privat kepada anak-anak sekolah.

Kuliah dengan terhalang biaya mungkin sulit dilakukan, namun dengan semangat dan keteguhan yang tinggi, pasti bisa. Semangat ya.

 

sumber gambar: selipan.com

Answered May 22, 2017
Anonymous

Memberikan pengertian kepada orang tua, bahwa pendidikan adalah modalitas awal, sebuah usaha manusia untuk lebih maju.

Hasil gambar untuk MEYAKINKAN ORANG TUA AGAR DAPAT KULIAH

Ilustrasi via youthmanual.com

Answered Jun 10, 2017
Annisa Nur Purnama Sari
Public Policy and Management UGM | Public Relation and Adm. sharingbareng.com

EP32GnDLTd5rhJ_XcOesJgU9P94tO9r_.jpg

Lulus dari Sekolah Menengah Atas bukan berarti kehidupan telah usai. Pilihan ingin bekerja atau kuliah memang sulit bagi dirinya yang terhalang dengan kondisi keuangan. Sebagai seorang yang sadar akan pentingnya pendidikan, tentu berani untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Menjadi sukses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada tangga yang ujungnya tidak tahu sampai mana. Saya yakin, orang tua yang telah memberikan kesempatan anaknya untuk berjuang di perguruan tinggi, beliau tidak merasa kerepotan. Mencari penghasilan dengan cara halal apapun tetap dilaksanakan. Sebagai seorang anak, tentu memiliki kesadaran untuk meringankan beban kedua orang tua.

Nah, bagaimana caranya?

Sekadar berbagi pengalaman saja, beberapa hal berikut harus dicoba, yaitu:

  1. Mencari beasiswa. Saya yakin, banyak penawaran beasiswa sebelum masuk kuliah maupun saat perkuliahan berlangsung. Ada pula yang sekaligus menyediakan tempat tinggal atau asrama, sehingga tidak perlu memikirkan tempat tinggal bagi mahasiswa yang jauh dari rumah asal. Banyak beasiswa yang mencari bibit unggul yang biasanya ada syarat IPK. Oleh karena itu, maksimalkan belajar di kelas agar hasil ujiannya dapat lolos di administrasi untuk mendaftar beasiswa tersebut.
  2. Ikut berbagai kompetisi. Banyak perlombaan yang memberikan hadiah berupa uang pembinaan. Pada awal mengikuti perlombaan memang sebagian besar tidak langsung menang. Harus ada biaya dan tenaga yang dikeluarkan terlebih dahulu.
  3. Membuka usaha atau part time kerja. Dua hal ini menjadi pilihan untuk bisa mandiri finansial. Jika ingin melakukan keduanya, maka harus ada tenaga dan waktu lebih untuk bisa berbagi. Saran saya, pilih salah satu saja sebagai pengalaman sebelum menginjak di dunia kerja. Walaupun masih di bawah jutaan rupiah, tapi kalau dihasilkan oleh keringat sendiri akan lebih nikmat. Hitung-hitung menambah uang saku dan bisa berbagi dengan yang lain.
  4. Memberikan sebagian harta pada orang yang berhak mendapatkan. Hal yang tidak boleh dilupakan dalah memberi kepada orang yang berhak menerima. Sebab, pada dasarnya harta yang kita miliki ada sebagian milik orang lain yang harus dikeluarkan. Yakinlah, bahwa memberi tidak akan membuatmu miskin, namun akan memperkaya diri karena orang lain akan mendoakan kebaikan untukmu.

Empat hal sederhana di atas semoga dapat menjadikan diri kita tidak ambil pusing tentang kondisi ekonomi saat berkuliah.

 

foto via tribunnews.com

Answered Jul 1, 2017

ha8MSJNe5OBqA6y0R7B9cfNaZC_q7x4Q.jpg

Bagi saya, kuliah adalah suatu kewajiban. Ya, melalui pendidikan di perguruan tinggi, kita akan menemukan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang sebelumnya tidak pernah kita dapatkan di SD, SMP, SMA, tempat bermain, bahkan di keluarga sekalipun. Kita sebagai anak pasti berharap ketika kuliah tidak ingin merepotkan keluarga, apalagi memberatkan bagi kedua orang tua.

Ada beberapa cara yang mungkin dapat kita lakukan untuk mengurangi beban kedua orang tua pada kuliah kita, yang pasti memerlukan biaya yang cukup tinggi. Cara yang pertama adalah mencari beasiswa. Ada berbagai beasiswa yang tersebar di setiap perguruan tinggi, baik beasiswa dari pemerintah maupun dari perusahaan-perusahaan swasta. Cara yang kedua adalah bekerja di luar jam kuliah. Banyak kita temukan anak-anak perkuliahan yang juga menjadi seorang pekerja paruh waktu. Ada berbagai lowongan pekerjaan untuk mahasiswa, misalnya sebagai tutor, content writer, copy writer, dan sebagainya. Ketika kamu kuliah sambil bekerja, atur waktumu sehingga kuliahmu tidak terganggu. Kuliah tetap menjadi prioritas utama. 

Cara yang ketiga adalah berhemat alias jangan boros. Kalau perlu, puasa Senin-Kamis sekaligus menambah pahala kita kepada Allah. Janganlah ikut-ikut dengan teman-teman yang memang memiliki gaya hidup yang mewah. Kalau kata orang Jawa harus priyatin.

 

Ilustrasi via gstatic.com

Answered Jul 2, 2017

Nama      : Dea Ariska

Fakultas : Adab dan Humaniora

Jurusan  : Terjamah

Usaha sendiri tanpa memberi tahu masalah kpd orang tua

Answered Aug 20, 2017
Dian Fhaatma Thaib
Core Lead Team Psychological First Aid (PFA) F. Psikologi Universitas Indonesia

Berdasarkan kasus diatas, larangan orang tua terhadap keinginan berkuliah sang anak sesungguhnya sangat beralasan. Orang tua tersebut barangkali tidak ingin anaknya gagal menyelesaikan perkuliahan nantinya, dikarenakan kondisi keuangan yang minim. Jika boleh memberi saran, hal pertama yang dapat dilakukan adalah memberitahukan kepada teman anda tentang informasi beasiswa yang sangat banyak terdapat di perkuliahan nantinya. Berikan ia informasi yang lengkap dan beritahu ia sumber-sumber dimana ia bisa mendapatkan informasi yang ia butuhkan tersebut. Setelah itu, bujuklah ia untuk dapat mengobrol dengan orang tuanya. Berikan orangtua pengertian bahwa ia bisa memperoleh sumber lain berupa beasiswa untuk memenuhi tuntutan finansial di perkuliahan nantinya, sehingga mereka tidak perlu terlalu risau. Selanjutnya ialah tahap pembuktian, usaha kita untuk mendapatkan beasiswa akan turut menjadi penentu apakah kita akan mendapatkan beasiswa yang diinginkan atau tidak.
VwxBN2I-hDTJHk2xdo4vEm1_GF2-FxSq.png

Salah satu cara paling ampuh yang dapat dilakukan mahasiswa untuk memenuhi tuntutan finansial perkuliahan adalah dengan mencari beasiswa. Cara ini lebih ampuh ketimbang saat mahasiswa mencari pekerjaan dan bekerja paruh waktu. Status mahasiswa akan memberika peluang besar untuk memperoleh beasiswa yang diinginkan. Seperti di UI sendiri, info tentang beasiswa ini tersusun lengkap pada situs www.beasiswa.ui.ac.id. Saat ini, informasi mengenai beasiswa ini pun tidak hanya bersumber dari satu portal saja, namun dapat dengan mudah dicari di banyak akun media sosial.

Salah satu beasiswa yang cukup membantu finansial, menurut saya adalah beasiswa Rumah Kepemimpinan. Saya telah menjadi penerima beasiswa ini selama kurang lebih dua tahun. Saya mera sangat terbantu dengan fasilitas asrama yang diberikan, sehingga saya tidak perlu pusing memikirkan biasa kos yang rata-rata mencapai harga 700 ribu hingga 1juta rupiah untuk satu bulannya. Di dalam asrama peserta dapat melakukan tugas pribadinya dengan fasilitas yang telah disediakan seperti kompor gas, mesin cuci, lokasi penjemur kain dan sebagainya. Selain itu, peserta akan mendapatkan tambahan uang saku sebesar 500 ribu setiap bulannya. Namun,besaran uang saku ini belum sebanding dengan program pembinaan yang akan kita dapatkan setelah menjadi penerima beasiswa RK nantinya. Program pembinaan tersebut akan berdampak panjang pada peserta, terutama juga dalam hal finansial. Program ini dilaksanakan dengan cara pembuatan klaster pilihan karir paska kampus dan pemberian tutor yang disesuakan dengan bidang yang akan ditempuh nantinya. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya menyarankan beasiswa RK bagi siapa saja yang memiliki keinginan untuk berkuliah secara mandiri dan memiliki prospek masa depan yang cerah.

 

Answered Mar 31, 2018

Question Overview


and 2 more
20 Followers
3476 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana cara belajar secara efektif ketika SMA?

Siapa Guru SMA paling favorit Anda dan mengapa beliau begitu mengesankan Anda?

Apakah benar masa-masa SMA adalah masa yang paling indah? Mengapa?

Mengapa SMA Kristen dan Katolik banyak memiliki kualitas dan prestasi bila dibandingkan sekolah Islam?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Bagaimana cara agar diterima di ITB?

Bagaimana cara mendapatkan keringanan biaya kuliah?

Apa keunggulan SMA Taruna Nusantara Magelang dibanding SMA lain yang ada di Indonesia?

Apa pengalaman Anda yang tidak terlupakan ketika di SMA?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Bagaimana Anda mendapatkan IPK tertinggi sewaktu kuliah?

Apa manfaat aktif organisasi selama masa kuliah yang Anda rasakan?

Apa nasihat Anda untuk remaja kuliahan sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Keisengan apa yang paling kamu ingat sebagai mahasiswa?

Apa yang paling kamu sesali dari masa-masa kuliah?

Bila kamu diberikan kehidupan kedua sebagai mahasiswa, apa yang akan kamu lakukan?

Bila kamu ditakdirkan bebas finansial sebelum lulus kuliah, masihkah kamu kuliah?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?