selasar-loader

Perlukah Pemerintah membentuk lembaga pengelola netizen?

Last Updated Oct 25, 2017

Kehidupan digital saat ini mewarnai era baru demokrasi di Indonesia. Menyuarakan pendapat tidak harus dilakukan dengan unjuk rasa, aksi, dll. namun dapat juga dilakukan dengan media sosial. 

Namun, tidak selamanya penggunaan media sosial dilakukan secara positif. Kemunculan akun-akun penyebar hoax, buzzer berotak sempit, dan akun-akun cewek bigo adalah contoh bahwa media sosial dapat memberikan dampak negatif. Pertanyaannya, perlukah negara turun tangan dengan membuat lembaga pengelola netizen?

1 answer

Sort by Date | Votes
Okky Tria Kurniadi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM

Menurut saya pribadi lebih baik bukan lembaga pengelola netizen, lebih baik membuat lembaga peliterasian digital

Ketika berbicara mengenai netizen yang sejatinya merupakan manusia, terlalu sulit untuk mengelola manusia apalagi via media digital. bahkan realita yang terjadi saja hukum Indonesia tidak berjalan mulus hingga saat ini jika sudah berbenturan dengan media digital, terkhusus internet. karena netizen memilki pemikiran dan karakter masing-masing justru berbedaan tersebut yang membuat dinamika di media digital lebih hidup dan berwarna. hanya saja memang yang dikhawatirkan jika para netizen berbuat hal yang merugikan orang lain. 

Yang perlu disadari disini ialah, perubahan paling hebat ialah perubahan yang didasari akan pemahaman. Untuk itu menurut saya akan jauh lebih penting untuk mencerdaskan masyarakat untuk bersikap bijak di media digital, sehingga masyarakat juga tau alasan hingga manfaatnya kenapa harus bersikap bijak di media digital.

kesimpulannya pendekatan yang diambil harusnya pendekatan yang bisa memahamkan masyarakat bukan pendekatan yang menginstruksikan masyarakat

Answered Nov 3, 2017

Question Overview


4 Followers
574 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang wartawan media digital?

Di manakah kampus di Indonesia yang membuka program magister Media and Digital Society?

Apa yang membedakan Selasar dengan media digital lain yang ada di Indonesia?

Apa saja 'modal utama' untuk bekerja di industri digital?

Apakah sanksi hukum terbaik yang menimbulkan efek jera bagi seseorang yang melakukan hate speech di media digital?

Apakah business model terbaik untuk perusahaan media digital?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Apakah Kompasiana bisa menggeser popularitas media mainstream di lingkup Kompas-Gramedia?

Bentuk media sosial seperti apa yang akan menjadi pengganti Facebook?

Terbuat dari apakah kuota internet/wifi/sinyal internet itu?

Mengapa seseorang bisa menyebarkan berita palsu (Hoax)?

Bagaimana cara mengedit tulisan yang sudah diposting di Selasar?

Apakah Selasar ada di Google Play?

Apa perbedaan antara Selasar dan Kaskus?

Mengapa Kompasiana mengganti logo?

Apa yang dimaksud dengan butterfly effect?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa banyak orang mudah menghujat di media sosial?

Jika kamu meninggal, kamu pilih menutup akun medsos atau membiarkannya?

Apa yang menarik dari Afi Nihaya Faradisa?

Apa pemikiran para netizen mengenai "Hari Patah Hati Nasional"?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Apa yang menyebabkan turunnya pamor Kaskus?

Siapakah orang Indonesia yang pertama sekali memiliki akun di Facebook?

Ada berapa grup WhatsApp yang Anda ikuti? Sesungguhnya di grup WA apa sajakah Anda aktif? Mengapa?

Apakah Kompasiana itu?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?