selasar-loader

Apakah kekhalifahan menjamin keadilan dan kesetaraan bagi agama lain?

Last Updated Oct 15, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

Tentu saja. Bisa kita lihat dalam beragam kisah yang tak perlu lagi diragukan kebenarannya, namun seringkali masih kita ingkari adanya. 

Answered Oct 24, 2017
Anonymous

Ldlvs7jvbTw6phSQTq9xa3r2FCzQANkq.jpg

Khalifah (sepengetahuan saya) adalah sebuah sistem kenegaraan yang mengacu pada syariat Islam dalam segala hal. Artinya, sistem ini menerapkan syariat Islam bukan hanya dalam hal aktivitas sehari-hari, melainkan juga dalam hukum. Misalnya, ketika seseorang mencuri, maka hukumannya adalah potong tangan. Ketika seseorang berzina, maka hukumannya adalah raham atau cambuk.

Apakah kekhalifahan menjamin keadilan dan kesetaraan? Seharusnya, sistem khalifah menjamin keadilan dan kesetaraan sebagaimana yang telah diperintahkan Allah dan diajarkan oleh Rasulullah. Namun pada kenyataan yang telah terjadi, pada masa kekhalifahan Umawiyyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah, masih ada saja masalah, bahkan sampai mengakibatkan pemberontakan. Hal itu menunjukkan masih belum meratanya keadilan dan kesetaraan yang ditunjukkan dalam sistem khalifah pada masa itu.

Apa kesimpulannya? Sistem khalifah seharusnya bsia menjadi jalan terbaik untuk keadilan dan kesetaraan, terutama bagi agama lain. Namun, meskipun diterapkan, sistem yang sangat rapi ini tidak akan berjalan dengan baik, bahkan gagal jika elemen-elemen terkecil dari sistem ini (individu) masih belum mengerti dan belum memahaminya. Maka, perlu pendekatan khusus kepada seluruh elemen masyarakat dari individu, keluarga, kelompok masyarakat, hingga akhirnya seluruh individu paham dan mengerti tentang sistem ini.

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Oct 29, 2017
Aulia Hanifah
Mahasiswi Farmasi Universitas Indonesia | Tiara 8, Rumah Kepemimpinan Awardee

jPaXIjXJhzBEl8yG5Kp8W7jCZMKqk51Y.jpg

Kekhalifahan adalah sistem kepemimpinan yang mengandung tiga unsur; tidak terbatas terhadap wilayah, berada di bawah satu kepemimpinan, berdasarkan hukum syariat islam. Secara teori, hukum syariat Islam telah mengatur semua aspek kenegaraan sehingga dapat menjamin keadilan dan kesetaraan bagi agama lain. Contohnya, syariat Islam mengatur bagaimana manusia dididik menjadi warga negara yang baik, yang bersusila, yang pada akhirnya akan membentuk suatu individu yang dapat bersikap adil.

Apabila keadaan ini telah terwujud, maka terciptalah suatu negara hukum karena tujuan negara adalah kesempurnaan warganya yang berdasarkan atas keadilan. Konsep berupa keadilan yang harus dicapal oleh negara dalam penerapan hukumnya juga dikemukakan oleh Aristoteles.

Dalam penerapannya oleh beberapa negara, memang syariat Islam ini belum bisa diterapkan secara kaaffah atau sempurna sehingga masih banyak kejanggalan yang terlihat dari sistem ini. Namun, hal ini bukan merupakan kesalahan sistem, namun memang ketidaksempurnaan individu yang merupakan sebuah keniscayaan dari manusia.

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Oct 30, 2017