selasar-loader

Apakah seseorang yang mempunyai kepribadian introvert bisa berubah menjadi seseorang yang berkepribadian ekstrovert?

Last Updated Oct 14, 2017

6 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Sebelumnya, saya minta maaf karena memilih untuk menjawab secara subjektif. Menurut saya, introvert dan ekstrovert hanyalah kecenderungan seseorang dalam memilih suasana yang diinginkan. Perubahan kecenderungan seseorang mungkin saja terjadi, walaupun jarang. Seseorang pasti memiliki kesulitan untuk keluar dari kecenderungan mereka, bukan? (sama seperti keluar dari zona nyaman, begitu sulit.)

Answered Oct 17, 2017
olivia octaviana
Mahasiswi Psikologi Unpad 2015, Co-owner Lapau Bukittinggi,Mentor di @Temumentor

Mungkin bisa, namun agak sulit bagi introvert berubah menjadi ekstrovert secara langsung karena hal itu membutuhkan effort yang lebih bagi dirinya. Dorongan dari dalam dirinya harus ia taklukkan. Selain itu, dukungan dari lingkungan sekitarnya juga mempengaruhi.

Answered Oct 17, 2017
Ahmad Salim
Aktivis Anti Pornografi. Ketua BEM Psikologi UI 2017. Rumah Kepemimpinan R1 JKT.

Introvert dan ekstrovert hanyalah kecenderungan kepribadian yang dimiliki seseorang, bukan merupakan suatu hal yang permanen. Kadar introvert dan ekstrovert seseorangpun bisa berubah-ubah, tergantung lingkungan yang membentuk orang tersebut pada suatu waktu. Misalnya, orang yang memiliki kecenderungan introvert yang lebih besar, namun ia memiliki tuntutan organisasi yang membuatnya harus banyak berinteraksi dengan orang lain, akan terbiasa dengan kondisi berada di tengah orang banyak. Hal itu akan memengaruhi kadar introvertnya yang sebelumnya memiliki kadar intorvert yang cukup tinggi menjadi lebih ekstrovert. 

 

Rhs8IAmhNrSDAlElndADQu9h05NuEPu9.jpeg

sumber gambar: http://www.trinityfellowship.org/2016/introverts-extroverts-in-the-church/

Answered Nov 1, 2017
Dian Fhaatma Thaib
Core Lead Team Psychological First Aid (PFA) F. Psikologi Universitas Indonesia

Berdasarkan penjelasan dosen saya di kelas kepribadian semester lalu, jawabannya bisa.

di8xU-Jcn965jADF9qT7yM0_fpzpHG98.jpg

Carl Jung, tokoh yang pertama kali mengeluarkan istilah "Introversion" dan "Ekstraversion" sebagai bagian dari tipe-tipe psikologi yang berkembang sebagai kepribadian seseorang, khususnya dalam hal attitude (kecendrungan seseorang dalam hal beradaptasi) juga memiliki sejarah perubahan kecendrungan dari introvert ke ektrovert dan kembali lagi menjadi seorang introvert. Perubahan ini terjadi saat ia memasuki masa-masa kuliah dan bekerja.

Jung yang semula introvert berubah drastis menjadi seorang individu yang terbuka dan senang bertemu dengan banyak orang. Namun, di pertengahan kehidupannya, ia mengalami krisis yang menyebabkan ia kembali menjadi seorang yang introvert, bahkan sangat introvert. Pengalaman ini jugalah mendasari pembuatan teori Jung, yang dengan terbuka mengutarakan bahwa perubahan itu sangat mungkin terjadi dan disebabkan oleh banyak faktor.

Faktor tersebut lazimnya disebabkan oleh pengalaman tertentu yang sangat berkesan bagi seseorang tersebut, sehingga menyebabkan ia mengubah kecendrungannya tersebut. Menurut pemaparan dosen saya juga, kepribadian atau kecenderungan introvert atau ekstrovert itu akan lebih stabil saat seseorang berusia 40 tahun.

Sumber: Buku Theories of Personality karangan Feist & Feist tahun 2013
dan gambar dari vision.org

Answered Nov 1, 2017
sumayah sumayah
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI, peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

Bisa. Kepribadian dapat berubah dengan kondisi lingkungan individu yang berbeda, tuntutan peran seperti pekerjaan, dan lain-lain, serta kondisi lainnya. Individu yang berada di lingkungan yang ramai dan menekankan pentingnya keterbukaan mungkin akan berubah menjadi lebih ekstrovert. Individu yang mendapatkan tanggung jawab pemimpin yang dituntut berbicara di depan umum, membangun hubungan baik dengan banyak orang, mungkin akan berubah menjadi lebih ekstrovert.

Answered May 5, 2018
Suciyati Martinea
Suciyati Martinea/FEMA IPB/ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 2014/PM 8 BAKTI NUSA

Bisa, 

Mengapa?

Kepribadian sendiri merupakan suatu hasil bentukan yang didapatkan dari faktor internal dan eksternal dalam kehidupan seseorang. Mengenai kepribadian ekstrovert dan introvert, hal ini pun dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar orang tersebut.Contohnya, saya seringkali menemukan seseorang yang dianggap 'introvert' oleh banyak orang menjadi seseorang yang 'ekstrovert' ketika mengobrol dengan teman yang sudah dikenalnya, bahkan ada yang mengatakan bahwa "Wah dikira dia introvert, eh ternyata engga ya." 

Anggapan tersebut terjadi ketika seseorang hanya mengenal seseorang dari luarnya saja, tidak menyelami secara dalam. Semua orang pun ketika tidak menemukan suatu hal yang tidak diminatinya atau situasi yang tidak disukainya, dia mendadak menjadi seorang yang bisu atau memilih untuk diam karena ketika berbicara mungkin dia tidak akan bisa mengikuti alur pembicaraan tersebut. Saya sendiri pernah mengalami kejadian tersebut, saat bertemu dengan beberapa teman di suatu acara, mereka membahas banyak hal, yang saya bingung harus mulai dari mana untuk mengawali pembicaraan tersebut. Sampai akhirnaya saya memilih untuk diam dan mengamati saja, lalu seseorang mengatakan "Wah, ternyata kamu orang yang pendiam ya." Saya hanya tersenyum dan teman disebelah saya yang kenal betawa 'cerewet' nya saya langsung tertawa terbahak-bahak. 

Mengenai bisa berubah atau tidak, tentu jawabannya adalah ya. Saya akan memberikan contoh nyata yang terjadi di kehidupan saya. Pernah saya menemukan seseorang yang berubah secara drastis lewat suatu organisasi. Ketika itu saya masih tingkat pertama, teman saya merupakan orang yang kurang menyukai organisasi, "karena sangat merepotkan" begitu katanya. Dia pun agak tertutup a.k introvert.

Saat liburan semester berakhir, tiba-tiba teman saya berubah, saya heran, mengapa bisa seperti itu. Saat itu dia mulai mencoba mengikuti organiasi, kepanitiaan, dan itu berlangsung hingga saat ini. Dia pun mulai berubah, saat ini bahkan dia menjadi seseorang yang lebih terbuka daripada sebelumnya, dia banyak mendengarkan curhatan banyak orang, mulai bertanya kepada dosen ketika dosen bertanya 'adakah yang ingin bertanya?', mengajukan diri ketika seseorang membutuhkan bantuan. Semua orang menyadari perubahannya, saya pun dilanda rasa penasaran yang besar sehigga akhirnya saya memutuskan untuk menanyakannya, apa alasannya? Lalu dia menjawab bahwa saat liburan semester dia mengikuti suatu kegiatan di suatu tempat karena saran seseorang, hampir sebulan penuh dia berada di lingkungan orang-orang yang berbeda dengan dirinya. Lalu dia merasa bahwa dia ingin berubah karena lingkungan sekitarnya saat itu membuatnya nyaman. Kesimpulan besar dari cerita saya adalah bahwa kepribadian seseorang dapat berubah dari introvert ke ekstrovert ataupun sebaliknya, hal tersebut ditentukan dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi orang tersebut tentunya. 

Answered Jul 1, 2018