selasar-loader

Seperti apa saja bentuk program kreatif yang bisa diwujudkan melalui fitur Question-Answer di Selasar?

Last Updated Oct 9, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

DmmH6TS6WFbclEeov6T5C83f9DBsAkQK.jpg

Selasar lahir di Indonesia sebagai platform berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang dapat membantu setiap user-nya untuk bisa lebih dikenal kualitas dan kapasitas kepakaran/keahliannya, secara lebih masif di environment digital yang kondusif (bebas junk dan hoax). Detailnya Anda dapat lihat di sini.

Simak juga video ini untuk mengetahui selasar lebih dekat:

Namun demikian, ada beberapa manfaat kreatif lain yang dapat Anda peroleh ketika menggunakan platform ini. Saya akan menyebutkan beberapa contoh implementasi terbaik yang dapat dilakukan di Selasar. Di antaranya adalah:

A. e-Learning

gbhhxOTbNTUaUfvPYwRRlAmmt3S4VW8U.jpg

Kenapa tahu bulat digoreng dadakan? 

Pertanyaan yang sangat "ringan", tetapi siapa sangka bisa dijawab oleh salah satu seorang selasares yang bernama Naufan Nurrosyid P secara sophisticated dengan perspektif keilmuan yang solid. Jawabannya dapat Anda lihat di sini.

Coba kawan-kawan bayangkan apabila jawaban di atas adalah salah satu jawaban dari sebuah pertanyaan yang dilempar oleh seorang dosen pada mata kuliah kimia dasar di pembahasan chapter tertentu, sebagai "post test" setelah selesai dilakukan kepada setiap mahasiswa yang mengikuti kuliah tersebut. 

Dengan skema "post test" ini, si dosen sejatinya dapat mengetahui apakah materi yang diajarkannya tersampaikan secara efektif atau tidak ke mahasiswa.

Yang menarik adalah satu pertanyaan di Selasar bisa dijawab secara multiple answer (banyak jawaban) sehingga banyaknya jawaban yang dihasilkan oleh mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut (katakanlah sebanyak 30 orang mahasiswa/i) dapat digunakan sebagai bahan ajaran/bacaan mata kuliah yang sama di semester berikutnya.

Bayangkan, sang dosen dapat mendapatkan 30 bahan ajar yang berkualitas hanya dengan melempar pertanyaan. Semudah itu.

Jadi, dengan format ini, fungsi e-learning bisa diwujudkan juga di Selasar.

Metode ini jelas akan sangat berguna bagi si dosen yang makin sibuk karena tuntutan untuk melakukan riset dan terindeks dalam SCOPUS. 

Karena sifatnya yang effortless, selain si dosen bisa mendapatkan inspirasi dan materi ajar secara mudah untuk dapat digunakan kembali di kelas yang sama di semester yang akan datang (seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya), bertanya dan menjawab via Selasar juga dapat mempermudah sang dosen untuk memenuhi kewajiban melaksanakan komponen "kegiatan terstruktur" yang merupakan salah satu variabel yang harus dilakukan dalam proses belajar-mengajar di kampus.

Peraturan pemerintahnya dapat dilihat di sini.

Mudahnya, hanya dengan bertanya kepada mahasiswa, metode ini jelas proven bersifat effortless bagi si dosen terkait dengan proses membuat bahan ajar. Tanpa si dosen harus melakukan apapun dengan cara-cara konvensional seperti dengan merekam dirinya sendiri ketika sedang mengajar ataupun membuat slide sebagai bahan ajar e-learning, konten-konten bahan ajar akan datang dengan sendirinya dan terakumulasi, waktu demi waktu.

Benefit lain yang pastinya dapat diperoleh oleh si dosen adalah ia dapat menjadikan Selasar sebagai digital archive (arsip digital) untuk tulisan-tulisannya yang tersebar di berbagai media, baik surat kabar, blog, web berita ataupun publikasi jurnal yang ada. Di Selasar, berbagai macam tulisan (yang diposisikan sebagai portofolio keahlian si dosen) dapat dikumpulkan dengan mudah. Apabila sewaktu-waktu si dosen ingin menunjukannya kepada pihak lain, ia hanya perlu membagikan URL dari profile page-nya kepada orang yang dituju. Semudah itu.

Selain beberapa hal yang menjadi benefit untuk sang dosen, tentu ada juga benefit yang dapat diperoleh oleh mahasiswa. 

Berdasarkan riset yang kami lakukan, proven (sudah berhasil dibuktikan) bahwa metode "menjawab" jauh-jauh lebih mudah dibandingkan "menulis".

Menulis merupakan kegiatan susah dilakukan oleh sebagian besar orang. Mudahnya, tidak setiap orang bisa menulis. Namun, riset kami membuktikan bahwa setiap orang bisa menjawab. Mengapa? Karena dengan menjawab, user akan diberikan stimulus melalui sebuah pertanyaan yang (ajaibnya) pada saat itu juga mengaktifkan otak untuk bekerja. Stimulasi itulah yang akhirnya menyebabkan proses "menjawab" pertanyaan jauh lebih mudah dibandingkan "menulis". 

Pendeknya, metode menjawab pertanyaan adalah cara yang lebih efektif untuk mengeluarkan "isi otak" mahasiswa dibandingkan dengan metode lain. Hal ini berarti, ketika si dosen "menantang" mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkannya, probabilita si mahasiswa bisa untuk melakukan "tugas" tersebut lebih besar dibandingkan jika si dosen meminta si mahasiswa menulis sebuah esai.

Dengan menjawab pertanyaan dosen melalui social media (Selasar), si mahasiswa juga akan ngerasa asik dan tidak terbebani dalam melakukan belajar karena melakukan proses belajar dengan cara kekinian. Caranya anak-anak zaman sekarang. Bermain media sosial.

Seperti layaknya social media lain, selasar juga mengakomodasi setiap bentuk interaksi a la social media yang ada seperti mention, notifikasi, follow/following, dan lainnya. Segala bentuk ekspresi digital bisa terakomodasi, baik video, audio, text, image, gif bahkan slide presentasi, bisa ditampilkan di selasar. 

Sebagai contoh, coba bayangkan apabila pertanyaan ini dikeluarkan oleh seorang dosen teknik informatika di salah satu sesi pengajarannya: 

"Apa inovasi teknologi yang diprediksi akan mengubah dunia?" (Link pertanyaan dapat dilihat di sini.)

Dari jawaban di atas, terlihat bahwa si mahasiswa dapat menjawab pertanyaan selain dengan menggunakan teks, si mahasiswa juga dapat menjawab dengan menggunakan image, video, dan lainnya.

Intinya, teknologi yang Selasar gunakan ini akan memudahkan mahasiswa dengan tipe belajar apapun untuk belajar dan menjawab pertanyaan. Dengan cara berselasar, mahasiswa dengan tipe belajar visual, auditori ataupun kinestetik bisa memahami/melakukan knowledge sharing process atas materi pembelajaran jarak jauh dengan lebih baik. 

Apalagi ketika sang dosen menantang mahasiswa di kelasnya dengan gimmick "jawaban gak boleh sama", saya yakin bahwa...(more)

Answered Oct 9, 2017
Martina Mochtar
Istri dari seorang pecinta sosial, dan Ibu dari seorang Bocah Pemberani

Apa yang paling mempengaruhi Anda saat ingin memutuskan untuk membeli suatu produk atau layanan? 

 

qeRkc5vQp8CjDujDgBOYWHk76PZ3bjKq.jpg

Saya yakin, yang Anda butuhkan bukan lagi kata-kata indah di dalam tulisan promo yang dicantumkan di materi promonya atau website-nya. Yang dibutuhkan adalah beberapa review dari pengalaman orang-orang yang sudah pernah membeli atau menggunakan jasa tersebut. 

Inilah salah satu manfaat Q & A di Selasar. Beraneka ragam experience dari berbagai segmentasi masyarakat terhimpun di dalamnya. Tentunya, ini sangat orisinil karena 'langsung dari tangan pertama'. Anda bisa mendapatkan bermacam-macam insight sebelum memutuskan untuk membeli atau menggunakan sebuah layanan. Saya yakin, saat ini adalah zamannya 'smart shopper' yang tidak lagi menyukai kata-kata manis promosi, tidak mudah terkecoh oleh kondisi 'sedang tren', namun lebih suka mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya untuk dapat memutuskan ke mana uangnya akan dibayarkan untuk bisa mendapatkan manfaat sebaik mungkin.  

 

Answered Oct 10, 2017

Question Overview


2 Followers
391 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Apa yang harus saya lakukan apabila terdapat "bugs" atau fitur yang tidak bekerja pada Selasar?

Apakah Selasar mengikuti Quora?

Bagaimana cara mendaftar masuk Selasar?

Mengapa Selasar menggunakan pertanyaan dan jawaban berbahasa Indonesia?

Jenis pertanyaan dan jawaban seperti apa sajakah yang dilarang di Selasar?

Bagaimana cara mengganti profil dan memunculkan short bio di Selasar?

Mengapa Selasar bisa sangat berpengaruh positif untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban?

Jawaban dan pertanyaan seperti apa yang pantas tampil di Selasar?

Apakah Selasar dapat mengakomodasi keinginan seorang ahli untuk meningkatkan personal branding?

Apa yang paling membedakan Selasar dengan media sosial/platform lainnya?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Bagaimana cara mendapatkan pendanaan awal sebuah startup?

Bagaimanakah struktur korporasi startup-startup di Indonesia di masa awal-awal?

Apakah perbedaan menjadi CEO Start Up dengan menjadi CEO korporasi?

Seberapa jauh Whats App merevolusi hidup Anda?

Bagaimana cara kita menilai penting atau tidaknya sebuah fitur untuk ditambahkan ke dalam platform atau produk dan cara mengukur keberhasilan fitur tersebut?

Apakah Ada tahu kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan IMAJIKU?

Apakah Anda tahu kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan Jagaciti.id?

Apa itu 1010dry?

Apa itu Amteklab?

Apa itu Caption?