selasar-loader

Mengapa Indonesia lebih menggantungkan diri pada energi migas daripada energi surya?

Last Updated Oct 6, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Arcandra Tahar
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

9xG6B-ItxxYjsNRDU0VX-QNXQx8PK0_2.png

Nggak, kok. Cadangan migas kita bahkan tidak besar. Proven reserve kita di seluruh Indonesia sekarang hanya sekitar 3,3 miliar barrel. Kalau dibandingkan dengan cadangan minyak dunia, kecil sekali. Less than 2%. Kecil sekali. Lalu apa harapan kita?

Harapan kita tentu adalah renewable energy dan kita punya banyak source untuk renewable energy. Nanti akan kita lihat sesuai dengan amanat Kebijakan Ekonomi Nasional (KEN) kita bahwa energy mix yang berasal dari renewable energy adalah 23% pada 2025.

aOJBVSlTbnW81iMyXQhEXq2ziyt1jGa7.pngiaea.org

Sekarang sudah berapa persen? Kita masih di bawah 10%. Challenge kita ke depan itu masih thick untuk bisa mencapai 23%, tapi kita berusaha.

Ilustrasi via cisoilgas.com

Answered Nov 15, 2017
Bagus Dwi Kurniawan
Specialist in Geology, Engineering, and Petroleum Industry ITB

Indonesia masih menggantungkan diri pada energi migas dibandingkan energi surya karena beberapa pertimbangan, yaitu:

1. Efesiensi dan Energi yang dihasilkan migas masih jauh sangat efektif dibandingkan energi surya

2. Pengembangan energi migas sudah sangat mutakhir dibandingkan enenrgi surya

3. Cadangan migas yang masih sangat besar (baik yang sudah dieksplore maupun belum)

4. Butuh tempat yang sangat luas untuk menempatkan panel surya untuk menghasilkan energi yang maksimal.

 

Answered Dec 3, 2017

Question Overview


3 Followers
465 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana prediksi energi alternatif Indonesia dalam 10-20 tahun yang akan datang? Apakah harga minyak akan benar-benar melonjak?

Tahukah Anda startup bidang Energi di Indonesia?

Mengapa persoalan energi selalu menarik perhatian masyarakat?

Siapa Sudirman Said?

Siapa Arcandra Tahar?

Siapa Ignasius Jonan?

Siapa Purnomo Yusgiantoro?

Siapa Darwin Zahedy Saleh?

Siapa Jero Wacik?

Siapa Dahlan Iskan?

Bagaimana rasanya menjadi imam besar Masjid Istiqlal?

Sebagai imam besar masjid, bagaimana cara Bapak Nasaruddin Umar menjadi pengayom umat Islam Indonesia di tengah banyaknya ormas Islam di Indonesia?

Apakah ada program di Mesjid Istiqlal yang bertujuan agar anak-anak muda di Jakarta menjadikan Mesjid Istiqlal sebagai pusat untuk menimba ilmu tentang Islam? Jika ada lalu apa saja program tersebut?

Bagaimana tanggapan Bapak sebagai Imam ketika ada segelintir orang menautkan gerakan ISIS dengan Islam?

Bagaimana agar kita bisa umat Islam mudah berkomunikasi dengan mereka yang tidak memiliki agama/ atheis?

Bagaimanakah definisi Radikal dalam beragama?

Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan Islam lewat tradisi esoteris Syekh Siti Jenar?

Bagaimana menjadi pribadi yang bisa istiqomah?

Apa arti dari beriman tetapi belum berhijrah?

Seperti apa beban menjadi seseorang yang dikenal sebagai ulama?

Seberapa kenal Anda dengan Arcandra Tahar dan apa kesan terdalam Anda mengenai beliau?

Pak Arcandra, apakah waktu Bapak masih sekolah memang bercita-cita ingin menjadi wakil menteri? Kalau bukan, apakah cita-cita Bapak sewaktu masih sekolah dulu?

Apa yang menyebabkan Bapak bisa sesukses ini? Apa pegangan hidup Bapak Arcandra hingga saat ini?

Bagaimana potensi energi terbarukan di Indonesia? Apa usaha pemerintah untuk bisa mempercepat pembangunannya?

Negara-negara maju menggunakan energi nuklir untuk listrik, mengapa Indonesia belum melakukannya?

Bagaimana rencana pemerintah terhadap East Natuna?

Apa campaign yang dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat ikut menyukseskan pembangunan renewable energies seperti pembanguan PLTP?

Apa yang harus dilakukan masyarakat atau personil perusahaan jika mengetahui ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menghalangi pembangunan PLTP?

Bagaimana cara menyikapi low social acceptance akibat kehadiran pihak ketiga dalam proyek PLTP? Apakah ada masukan?