selasar-loader

Ada tiga sistem penulisan di Jepang, lalu mengapa mereka memakai ketiganya?

Last Updated Sep 29, 2017

Mungkin untuk orang yang tertarik dengan budaya Jepang atau yang sudah pernah berkunjung ke sana, pernah mencoba untuk membaca rambu-rambu jalan di Jepang atau manga (komik Jepang), surat kata kata cinta atau atau tulisan-tulisan lainnya.

Tentunya yang sering membaca tulisan-tulisan Jepang, mereka tak asing dengan sistem penulisan dalam bahasa Jepang: Kanji, Hiragana dan Katakana. Lalu bagaimana sistem ini berkembang dan kenapa tidak satu saja yang dipilih?

2 answers

Sort by Date | Votes
narsini 793
Menulis adalah ekspresi jiwa, pikiran, hati untuk keadaan dan kejadian sekitar.

kgHLZqZzT4ypZHgOMIteHWOd_xPPQMZ9.png

Lalu mengapa memakai ketiganya?
Saat ini, ketiga sistem penulisan ini digunakan bersamaan, terkadang dalam kalimat yang sama. Sebagian alasannya adalah agar mudah dibaca. Kanji menciptakan jeda natural dalam sebuah kalimat yang memudahkan pembaca untuk memisahkan kata benda dan kata kerja.

Sebaliknya, kalimat-kalimat Hiragana akan sulit untuk diurai (contoh: untuk memisahkan peran komponen sintaksisnya) karena akan seperti kalimat yang ditulis dalam kosa kata bahasa Inggris sehari hari tanpa spasi antarkata di dalam kalimatnya.

Katakana, sementara itu, berguna untuk kata-kata bahasa asing atau untuk menambahkan penekanan, seperti huruf italic yang digunakan dalam bahasa Inggris. Meskipun Jepang bisa menyederhanakan sistem penulisannya, namun negara ini tampaknya cukup puas untuk terus menggunakan ketiganya.

Answered Sep 29, 2017
Amakusa Shiro
A Masterless Samurai who wandered and nested in the Jungle of Tokyo

Zaman dulu, katakana hanya dipakai oleh laki2 dan hiragana oleh perempuan.

Kanji kebanyakan dipakai oleh para cendikiawan, karena untuk bisa menulis kanji memang perlu belajar dan perlu "kecerdasan" juga untuk bisa memahaminya.

Buku2 di era Edo banyak yang hanya menggunakan Kanji.

Lalu, kenapa sekarang tidak satu saja yang dipilih ?

Jawabannya susah karena saya bukan orang Jepang. Tapi kalau jawaban pakai perumpamaan, mungkin kira2 begini.

Kita ibaratkan Nasi itu Hiragana, Laukpauk itu Kanji dan Sambal itu Katakana.

Kalau makan nasi saja kan nggak enak (bahkan bisa keselek)..Lebih enak kalau ada lauknya kan ?

Nah, supaya bisa lebih enak lagi (lebih terasa gress), makanya kita makan pakai sambal, biar kerasa lebih "nendang"  ..heheheehe...

 

Answered Feb 6, 2018