selasar-loader

Mengapa banyak orang tidak suka orangtuanya bermain media sosial (Facebook, Instagram, Path, dsb.)?

Last Updated Sep 13, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
deni nur fauzi
Rumah Kepemimpinan Surabaya

AVLzY9ZAU7u98MMVDsGmVKccTQDNEw4j.jpg

Karena jika dilihat dari generasinya, mereka tidak begitu akrab dengan Instagram dan media sosial lainnya.

Memang jika dilihat dari efek buruk, media sosial memang buruk. Tapi, kita juga harus tau bahwa anak membutuhkan media tersebut untuk bergaul dengan temannya.

Yang perlu dilakukan orang tua adalah memberikan pemahaman tentang sisi postif dan negatif dari media berkepala dua tersebut.

#jawabanku September 2017
#Rumah Kepemimpinan
#RK 4 Suaranya

Ilustrasi via pixabay.com

Answered Oct 2, 2017
Anonymous

C-zqptkU5gGPw26iD0Ws7ZhsPZKlYPVG.jpg

Saya ingin menanggapi jawaban Deni Nur Fauzi. 

Akar masalah ketidaksukaan orangtua terhadap kegiatan media sosial anaknya memang didasari oleh faktor teknologi yang diadaptasi oleh setiap generasi. Jika orangtua tidak menyukai aktivias media sosial kita (Facebook, Instagram, Path, dsb.), orangtua mereka yang notabene kakek-nenek kita juga tidak menyukai aktivitas menonton televisi mereka dulu. Pun orangtua dari kakek-nenek kita (buyut) juga kurang menyukai aktivitas mendengarkan radio yang jadi tren pada eranya dulu. Lebih baik nyangkul di sawah atau berjualan di pasar daripada tidak produktif akibat asyik mendengarkan radio. Sekali lagi, ini masalah proses adaptasi terhadap sesuatu yang baru (dalam hal ini teknologi). Secara naluriah, manusia memang cenderung berhati-hati terhadap sesuatu yang belum dikenalnya.

Berdasarkan hal tersebut, orangtua memberikan pemahaman kepada anak bukanlah solusi yang efektif. Kita lebih memahami media sosial daripada orangtua kita, baik dari sisi positif maupun sisi negatif. Justru kita yang perlu mengenalkan aktivitas media sosial ini kepada orangtua dari berbagai sisi secara objektif. Pahami keduanya, lalu berikan pemahaman kepada orangtua dengan menghormati ego mereka. 

Saya meyakini, aktivitas media sosial tidak akan dipersoalkan jika dilakukan dengan bertanggung jawab (tidak mengganggu aktivitas sosial di dunia nyata, membantu meningkatkan pengetahuan, mampu menghasilkan uang/profitable bagi orangtua yang mengeluhkan faktor ekonomis satu ini).

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Oct 3, 2017

0Fqvz0lj4VS0iErAS3FFB4LNQc4piz4z.jpg

Sepertinya dua penjawab sebelumnya keliru mengartikan pertanyaan ini. 

"Mengapa banyak orang tidak suka orang tuanya bermain media sosial?"

Pertanyaan ini bukan menanyakan alasan ketidaksukaan orang tua terhadap kegiatan anak bermain medsos, melainkan ketidaksukaan banyak orang (anak) jika orangtuanya bergabung di medsos.

Menjawab pertanyaan tersebut (dan ini murni opini pribadi saya berdasarkan pengalaman saya menggunakan medsos), banyak orang menganggap medsos sebagai dunia yang terpisah dengan dunia nyata. Hal-hal mendasar seperti adab atau etika berkomunikasi seringkali ditinggalkan karena mereka menganggap tidak ada konsekuensi nyata dari perbuatan mereka di medsos. Kebebasan dari pantauan otoritas seperti ini tentu terasa menyenangkan. Tidak ketika orangtua mereka bergabung di medsos. Bergabungnya orang tua mereka di medsos menghilangkan kebebasan yang sebelumnya mereka rasakan. 

Oh wow. Snowflakes.

Ilustrasi via imgflip.com

Answered Oct 4, 2017
Anonymous

media sosial saat ini sering kali digunakan sebagai sarana kebebasan seseorang dalam mengekspresikan perasaannya, meskipun belum tentu ekspresi yang ditunjukkan pada medsos benar-benar murni apa yang ia rasakan saat itu. namun salah satu alasan mengapa banyak anak tidak suka orangtuanya bermain medsos ialah karena akan membatasi kebebasan anak tersebut. seseorang akan merasa selalu diawasi dalam hal kegiatan serta perasaannya ketika orang tua bergabung dalam dunia medsos.

Answered Jan 1, 2018