selasar-loader

Bagaimana potensi energi terbarukan di Indonesia? Apa usaha pemerintah untuk bisa mempercepat pembangunannya?

Last Updated Sep 12, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Arcandra Tahar
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Saya melihat dalam perjalanan waktu, apakah saya pernah berkecimpung dalam mengembangkan energi terbarukan. Alhamdulillah, ternyata dalam karier saya, sedikit banyak, saya bersinggungan dengan energi terbarukan, meskipun fokusnya tetap di oil and gas.

Sewaktu berbicara tentang oil and gas serta energi terbarukan, kadang-kadang orang mempertentangkan keduanya. Orang oil and gas selalu menganggap energi terbarukan adalah enemy untuk karier mereka, padahal tidak karena energi fosil berupa batu bara dan lain-lain suatu saat pasti habis. Pernyataan “pasti habis” ini mungkin berlaku untuk mineral-mineral tertentu. Tetapi untuk oil and gas, bahasanya bukan “akan habis”, melainkan kemampuan manusia untuk menambang oil and gas itu sendiri yang kelak tidak mampu lagi.

Oil and gas sendiri masih ada. Sampai sekarang, manusia baru mampu mengambil oil sampai 40-50%. Separuhnya lagi masih tinggal di sana. Kalau begitu, kapan manusia bisa mengambilnya secara 100%? Nanti, kalau anak-cucu kita mendapatkan ilmu, teknologi, dan skill yang mampu mengambil sisanya.

Namun demikian, karena ketiganya belum “ketemu”, alangkah baiknya kita mengambil source yang lain. Source itu adalah renewal energy. Energi terbarukan.

Apakah kita akan menuju energi terbarukan?

Pertanyaan ini bisa dijawab bukan masalah kita akan/ingin, tetapi masalah keharusan. Bumi kita udah tua. It is getting older every year. Karena semakin tua, diperlukan usaha-usaha untuk menyelamatkannya atau paling tidak tak menjadikannya “lebih tua lagi”. Bagaimana caranya?

Salah satu caranya dengan menggunakan sumber-sumber energi terbarukan.

Di Indonesia, pemerintah melalui Bapak Presiden sudah menandantangani The 2015 United Nations Climate Change Conference atau yang dikenal sebagai Conference of Parties (COP) 21 di Paris bahwa kita akan berpartisipasi dalam menurunkan temperatur dunia. Untuk itu, pemerintah merencanakan untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam energy mix menjadi sebesar 23% pada 2025 nanti.

Bagaimana strateginya?

Pada daerah-daerah yang menggunakan energi tak terbarukan, energi listriknya menggunakan bahan bakar diesel yang cukup mahal (18-20 sen/Kw-H). Nah, adakah energi terbarukan yang bisa menekan biaya energi untuk memproduksi listrik di daerah tersebut hingga 15 sen/Kw-H di Indonesia? Ini menyangkut masalah local wisdom. Kearifan lokal kita. Apa jenis energi terbarukan terbanyak yang kita punya?

Coba kita lihat Eropa. Di Eropa, energi terbarukan paling banyak itu wind. Angin. Karena memang banyak angin di sana.

T5vyorA6OCbbigInb0x1NKjMX0N_WwQA.jpg
pixabay

Indonesia? Kita adalah ring of fire. Artinya, banyak panas bumi di sini. Kita punya energi angin juga? Iya, punya, tetapi untuk daerah-daerah tertentu. Bagaimana dengan tenaga matahari? Punya, namun kualitasnya tidak lebih baik bila dibandingkan dengan negara-negara Teluk. Tetapi tidak tertutup kemungkinan juga bahwa kita bisa mengembangkan energi listrik dari matahari/solar PV (photovoltaic).

Jadi kalau bicara potensi, potensi kita banyak. Ada wind, geothermal, solar PV, juga arus laut yang akan kita kembangkan juga di daerah timur Indonesia. Kita juga punya potensi di OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion). Potensi ombak pun ada, namun perlu pendalaman tentang seberapa besar potensinya. Kita juga punya PLTA. Biomass. Kemudian yang terbaru, kita sedang mengembangkan waste energy berupa pembangkit listrik bertenaga sampah di beberapa kota melalui program pemerintah.

Jadi jangan khawatir, kita punya banyak potensi.

Namun, bagaimana dengan harganya? Kita berusaha agar BPP (Biaya Pokok Produksi) untuk renewal energy tidak lebih mahal daripada fossil fuel karena biasanya biaya fossil fuel lebih murah daripada renewal energy. Dua bulan belakangan, PLN melalui IPP (independent power producer) sudah menandatangani sekitar enam puluh power purchase agreement/PPA. Ini adalah sebuah loncatan yang besar karena tahun lalu progress-nya tidak sebesar ini.

 

Answered Nov 10, 2017

Question Overview


3 Followers
477 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana prediksi energi alternatif Indonesia dalam 10-20 tahun yang akan datang? Apakah harga minyak akan benar-benar melonjak?

Tahukah Anda startup bidang Energi di Indonesia?

Mengapa persoalan energi selalu menarik perhatian masyarakat?

Siapa Sudirman Said?

Siapa Arcandra Tahar?

Siapa Ignasius Jonan?

Siapa Purnomo Yusgiantoro?

Siapa Darwin Zahedy Saleh?

Siapa Jero Wacik?

Siapa Dahlan Iskan?

Bagaimana masa depan energi terbarukan di Indonesia?

Daerah manakah yang menurut Anda cocok dibangun pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia?

Apa isu terkini tentang energi terbarukan?

Negara mana yang dapat menjadi contoh bagi penerapan energi terbarukan?

Apa hambatan bagi penerapan sumber energi terbarukan di Indonesia?

Buku apa yang Anda rekomendasikan untuk mempelajari energi terbarukan?

Mengapa Indonesia tidak benar-benar memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan?

Jika saya meminjam uang kepada bank untuk berbisnis di bidang sumber energi terbarukan, seberapa besar kemungkinan bank akan meminjamkan uangnya kepada saya?

Jika ingin mempelajari energi terbarukan, jurusan apa yang sebaiknya diambil ketika hendak kuliah?

Teknologi energi terbarukan apa yang paling cocok diterapkan di Pulau Sumatera?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Bagaimana rasanya menjadi imam besar Masjid Istiqlal?

Sebagai imam besar masjid, bagaimana cara Bapak Nasaruddin Umar menjadi pengayom umat Islam Indonesia di tengah banyaknya ormas Islam di Indonesia?

Apakah ada program di Mesjid Istiqlal yang bertujuan agar anak-anak muda di Jakarta menjadikan Mesjid Istiqlal sebagai pusat untuk menimba ilmu tentang Islam? Jika ada lalu apa saja program tersebut?

Bagaimana tanggapan Bapak sebagai Imam ketika ada segelintir orang menautkan gerakan ISIS dengan Islam?

Bagaimana agar kita bisa umat Islam mudah berkomunikasi dengan mereka yang tidak memiliki agama/ atheis?

Bagaimanakah definisi Radikal dalam beragama?

Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan Islam lewat tradisi esoteris Syekh Siti Jenar?

Bagaimana menjadi pribadi yang bisa istiqomah?

Apa arti dari beriman tetapi belum berhijrah?

Seperti apa beban menjadi seseorang yang dikenal sebagai ulama?

Seberapa kenal Anda dengan Arcandra Tahar dan apa kesan terdalam Anda mengenai beliau?

Pak Arcandra, apakah waktu Bapak masih sekolah memang bercita-cita ingin menjadi wakil menteri? Kalau bukan, apakah cita-cita Bapak sewaktu masih sekolah dulu?

Apa yang menyebabkan Bapak bisa sesukses ini? Apa pegangan hidup Bapak Arcandra hingga saat ini?

Mengapa Indonesia lebih menggantungkan diri pada energi migas daripada energi surya?

Negara-negara maju menggunakan energi nuklir untuk listrik, mengapa Indonesia belum melakukannya?

Bagaimana rencana pemerintah terhadap East Natuna?

Apa campaign yang dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat ikut menyukseskan pembangunan renewable energies seperti pembanguan PLTP?

Apa yang harus dilakukan masyarakat atau personil perusahaan jika mengetahui ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menghalangi pembangunan PLTP?

Bagaimana cara menyikapi low social acceptance akibat kehadiran pihak ketiga dalam proyek PLTP? Apakah ada masukan?