selasar-loader

Apa pendapat Anda tentang transkrip pertengkaran pegawai BNN yang beredar?

Last Updated Sep 5, 2017

Apakah tindakan ini dibolehkan dalam konteks etika jurnalistik?

2 answers

Sort by Date | Votes
Arfi Bambani
Chief Content Officer Selasar | Sekretaris Jenderal AJI

gvvb86MYjEBc3WMVo8KCxuOqabF210UI.jpg

Pemuatan transkrip pertengkaran suami-istri di media massa jelas bermasalah. Pemuatan transkrip tersebut bukan hanya melanggar satu pasal Kode Etik Jurnalistik, tapi beberapa kode etik sekaligus.

Publikasi gegabah ini jelas bertentangan dengan upaya untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar karena wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.

Apa saja pasal-pasal kode etik yang potensial dilanggar?

Pelanggaran potensial dimulai dari Pasal 1 yang berbunyi "Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk." Apakah ada itikad buruk?

Pelanggaran yang paling kuat buktinya ada di Pasal 2, "Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik." Apakah media yang memublikasikan rekaman itu sudah menempuh cara-cara profesional dalam memberitakan?

Bagaimana mengetahuinya? Penafsiran pasal ini merincikan "Cara-cara yang profesional adalah:

a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber;

b. menghormati hak privasi;

c. tidak menyuap;

d. menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya;

e. rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;

f. menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;

g. tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;

h. penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.

Apakah rekaman tersebut menghormati hak privasi orang? Apakah menghormati pengalaman traumatik narasumber? Apakah rekaman tersebut jelas sumbernya? Hal-hal ini yang perlu dijelaskan oleh media yang menulis rekaman tersebut.

Pasal berikutnya yang potensial dilanggar adalah Pasal 3, "Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah." Apakah media tersebut menerapkan asas praduga tak bersalah ketika rekaman tersebut mengesankan bahwa salah satu pihak sebagai yang bersalah?

Kemudian soal privasi, apakah ada kepentingan publik dalam publikasi tersebut sebagaimana diatur Pasal 9 yang berbunyi "Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik." Saya rasa tak ada kepentingan publik dalam rekaman tersebut.

Answered Sep 11, 2017
Anonymous

I do not know what to say really what you share very well and useful to the community, I feel that it makes our community much more developed, thanks happy wheels

Answered Sep 14, 2019