selasar-loader

Apa arti kebenaran menurut Anda?

Last Updated Sep 3, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

u0cq4uduC4-6l9GhICOihJk1-T8NuafH.jpg

sumber foto: intisari.grid.id

Pertanyaan seperti ini tidak mudah dijawab, karena memerlukan telaah filosofis. Kebenaran, berarti sesuatu yang sudah pasti benar. Tapi kebenaran dalam kehidupan sehari hari tidak mudah mendeskripsikannya. 

Kebenaran menurut kita, belum tentu kebenaran menurut orang lain. Jadi kebenaran itu harus berdiri diatas semua golongan, sehingga kita semua punya persepsi yang sama tentang kebenaran. Ketika kebenaran berada di ruang subjektifitas, maka kebenaran berpulang pada pedoman atau alas kebenaran itu di letakkan. 

Misalnya, dalam suatu persidangan di Pengadilan, sering timbul dua kebenaran, kebenaran dari terdakwa dan kebenaran dari Penuntut Umum. Mana diantara kedua kebenaran itu yang disebut kebenaran. Menurut saya, kebenaran disini kebenaran yang didukung oleh alat bukti dan kebenaran yang berhasil mempengaruhi serta meyakinkan Majelis Hakim. Dengan demikian kebenaran akan melahirkan keadilan.

Kebenaran yang tidak melahirkan keadilan adalah kebenaran yang semu. Kebenaran yang tidak mempunyai alas moral dan etika yang kuat dan jelas.  Orang yang memperjuangkan kebenaran adalah orang yang menginginkan tegaknya keadilan. Karena itu, untuk mendapat kebenaran maka diperlukan penguatan alasan atau argumen fakta, agar kebenaran bisa dikatakan sebuab kebenaran yang hakiki.

Dalam dunia akademis, kebenaran diuji keabsahannya melalui penelitian, yang menjawab paling dominan dan yang paling sesuai kenyataan adalah kebenaran. Mayoritas bisa terbantahkan, jika tidak ditopang oleh fakta. Misalnya, mayoritas orang mengatakan matahari itu lonjong, padahal faktanya bulat. Jadi pernyataan mayoritas gugur dengan sendirinya. 

Pendapat ini bersumber dari cara pandang pribadi, bukan cara pikir ahli. Karena itu, jawabannya mungkin keliru. Semoga tidak

Answered Sep 4, 2017
Ikhwanul Halim
Ayah, Suami, Penyair, Penulis, Pengarang, Editor, Satiris, Humoris

5BCdDmp3JmppvGFlsA6WtsylZXMDSv1N.jpg

sumber gambar: pinterest.com 

 

Kebenaran, seperti halnya pengetahuan, sulit untuk didefinisikan. Meski hampir setiap saat kita mengandalkan ‘KEBENARAN’ dan rasanya begitu dekat dengan kita, namun sulit untuk dijabarkan. Begitu Anda mengira telah menemukannya,  muncul contoh atau kasus yang bertentangan. Dan ironisnya, setiap definisi kebenaran yang dikembangkan para filsuf akan mendapat pertanyaan: "Apa iya ini sudah benar?"

Kita bisa mendefinisikan KEBENARAN sebagai: sebuah pernyataan tentang bagaimana sebenarnya dunia ini. Berputar di situ-situ juga, 'kan?

Beberapa teori telah disampaikan para filsuf, tapi semuanya merupakan definisi mentah sebagai titik tolak pemikiran saja. Definisi ‘kebenaran’ berada di bawah disiplin epistemologi atau studi tentang pengetahuan, meski beberapa filsuf mengkategorikannya sebagai studi metafisika.

Membicarakan KEBENARAN takkan ada habisnya, dan saya belum siap untuk berpanjang-panjang membahas ini. Ha ha.

 Tapi saya akan mencoba memaparkan dua macam KEBENARAN yang saya ketahui, yaitu:

  1. KEYAKINAN. Keyakinan adalah kebenaran bagi banyak orang. Keyakinan berasal dari dalam pikiran. Beberapa filsuf mengatakan bahwa keyakinan merupakan ‘disposisi’, artinya, keyakinan mampu membuat seseorang condong berperilaku hal yang mereka yakini pasti benar adanya. Secara sederhana, keyakinan adalah proposisi cara seseorang menerima dunia sebenarnya. Keyakinan bisa saja berasal dari ‘proposisi palsu’ dan dengan demikian menjadi ‘salah’ karena orang tersebut menganggapnya benar. Sementara proposisi harus benar atau salah, kepercayaan bisa berupa proposisi benar atau salah meskipun seseorang menganggapnya pasti benar.
  2. PENGETAHUAN. Pengetahuan adalah keyakinan akan proposisi sejati bahwa seseorang punya kapasitas dalam memegang sesuatu yang benar. Kondisi di mana seseorang dibenarkan itu rumit dan ada banyak teori tentang bagaimana kondisi itu terpenuhi. Teori pengetahuan berusaha menggambarkan kapan seseorang berada dalam hubungan kognitif ‘benar’ dengan proposisi sejati. Di sinilah kebenaran PENGETAHUAN membedakan pakar dengan awam.

Apakah ada relevansi antara KEYAKINAN dan PENGETAHUAN? Ya dan Tidak. Sebagian filsuf malah berpendapat KEBENARAN HARUS terbebas dari pikiran dan pengetahuan manusia. Nah.

Answered Sep 6, 2017