selasar-loader

Ada pendapat yang mengatakan bahwa KPK saat ini digunakan sebagai alat politik untuk mempertahankan kekuasaan suatu golongan. Bagaimana pendapat anda?

Last Updated Sep 1, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

1KQ04RIzknNWWUOXzEomYdm4zy0OwC-b.jpeg

sumber foto: faktual.com

Harus diakui, KPK hari ini menjadi simbol moral paling depan di Indonesia. Melawan KPK berarti melawan moral dan akal sehat. Setelah nilai prestasi berbagai lembaga negara dan lembaga penegak hukum mengalami kemerosotan, harapan akan bangkitnya kembali hukum ada pada institusi KPK. Karena itu, sokongan terhadap kinerja KPK luar biasa. Beberapa kali KPK digonjang masalah, namun topangan masyarakat berhasil menghalau serbuan ke KPK.

KPK satu diantara yang sangat terbatas dan serba sedikit dari lembaga yang madiri dalam proses penegakan hukum. KPK tidak pernah melihat latar belakang pelaku tindak pidana korupsi, baik pejabat yang telah purna bakti maupun yang masih berada dalam birokrasi, pejabat yang berasal dari partai politik maupun yang dekat dengan presiden, semuanya ketika diketahui terlibat korupsi akan digelandang ke KPK. 

Rasa takut KPK seakan sudah hilang. Bukan sembarang orang yang ditangkap, orang orang yang punya potensi untuk mencelakai mereka pun di obok-obok hingga kini. Wajar jika penguasa (siapapun itu) ingin mengendalikan KPK dibawah komandonya. KPK jika digunakan sebagai alat politik akan menjadi alat pukul paling efektif sekaligus dapat menimbulkan kelumpuhan yang tiada tara. 

Anas Urbaningrum, sosok muda potensial, sedang menanjak karirnya dan diminati serta dianggap berpeluang menjadi pewaris tahta Demokrat, rontok seketika begitu berhadapan dengan KPK. Komjen Joko Susilo, Jenderal aktif bintang tiga, punya relasi kesana kemari dan tentu saja modal yang melimpah, tidak berkutik ditangan KPK. Bahkan Komjen Budi Gunawan, urung diangkat sebagai Kapolri gara-gara KPK, padahal hanya Budi yang dicalonkan ketika itu.

Dengan rekan jejak yang demikian, mengendalikan KPK merupakan kewajaran dan keniscayaan para penguasa. Ketika KPK diterpa musibah, gelombang dukungan dari masyarakat sipil, berhasil menggulung masalah tersebut. Bahkan sekelas penyidik yang hendak di kriminalisasi, berkat perjuangan tanpa henti masyarakat sipil, usaha tersebut terhenti dan tidak berani diteruskan.

Wajar dan sangat wajar, jika penguasa ingin menjadikan KPK sebagai tameng dan alat pukul politik untuk melemahkan sekaligus mengendalikan lawan politiknya. Bayangkan jika KPK bersedia bekerja sama dengan penguasa, lalu memilih dan memilah kasus berdasar order penguasa, bisa bahaya penegakan hukum. Kanibalisasi dalam proses hukum akan terjadi dan pasti mengerikan. Karena itu, KPK harus tetap mandiri.

Lalu apakah KPK saat ini telah menjadi alat politik ? jawabannya tergantung dari sudut mana melihatnya. Jika melihat proses perekrutan pimpinan KPK, samar samar terlihat pimpinan yang ada saat ini bukanlah yang terbaik dari mereka yang mengikuti proses seleksi. Anggapan calon titipan hampir mendekati kenyataan. Dengan alasan prosedur administrasi, calon sekelas Busyro Muqodas tersisih, demikian pula dengan Yudi Kristiana, Jaksa yang telah lama malang melintang di KPK, tidak luluskan. Belum lagi calon-calon lainnya. Justru calon yang memiliki kendaraan mewah lolos dan terpilih menjadi pimpinan KPK, anehnya si calon tidak tahu jika kendaraan yang ditumpanginya berbandrol mewah.

Melalui seleksi pimpinan KPK lah penguasa bisa terlibat dan mengendalikan KPK. Wajar jika sejumlah LSM anti korupsi mensinyalir adanya pelemahan KPK dari dalam, yaitu dari kalangan KPK sendiri. Setelah KPK dikendalikan, rasanya tidak ada lembaga penegak hukum lagi yang mandiri dan bisa diharapkan. 

Mungkin pengendalian itu berhubungan dengan kampanye pemerintah yang hendak membangun infrastruktur besar-besaran, sehingga diperlukan pengamanan. Seperti kita ketahui, kegiatan di bidang infrastruktur, kegiatan yang paling besar peluangnya untuk di korup. Pada masa lalu, proyek Wisma Atlek, Pembangunan Laboratorium, P3SON Hambalang dan banyak proyek insfrastruktur lainnya terlibat masalah dengan KPK. Karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi agar proyek-proyek tersebut tidak mangkrak, seperti yang sudah-sudah.

Dengan demikian, atas pertanyaan KPK digunakan sebagai alat politi demi kekuasaan. 

 

Answered Sep 4, 2017

Question Overview


2 Followers
656 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Kasus-kasus apa saja yang berpotensi menjerat klan SBY?

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Antasari Azhar?

Apa Anda pernah menyaksikan secara langsung transaksi yang menurut Anda adalah korupsi?

Kapan dan jika bagaimana korupsi di Indonesia akan berakhir?

Apa saja foto yang menggambarkan betapa korupnya sebuah pemerintahan?

Mengapa banyak koruptor kelas kakap mendapatkan remisi hukuman?

Budaya apa yang sekarang sudah hilang?

Apa cara yang paling efektif dan feasible untuk memberantas korupsi di Indonesia?

Benarkah sanksi terhadap koruptor di Indonesia masih lemah?

Perlukah koruptor yang terbukti menggasak uang rakyat dihukum mati?

Mengapa KPK seperti melemah di era Jokowi dibanding era SBY?

Apakah Emirsyah Satar benar-benar melakukan tindak pidana korupsi? Apa analisa Anda?

Siapa Patrialis Akbar?

Bagaimana kinerja KPK di bawah Abraham Samad dan apa prestasi yang menonjol di bawah kepemimpinannya?

Bagaimana korupsi e-KTP dilakukan?

Ada alasan apa di balik keputusan Fahri Hamzah yang menyetujui hak angket KPK?

Bagaimana tanggapanmu terhadap isu Pelemahan KPK?

Apakah Anda yakin status Setya Novanto akan ditingkatkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP?

Mengapa DPR mendesak Polri ambil alih tugas KPK?

Bagaimana cara mencegah korupsi di DPR, Pak?

Jika dokter atau rumah sakit terindikasi memberikan keterangan yang salah untuk melindungi tersangka korupsi, apa langkah yang bisa diambil KPK?

Apakah "pelumas" ketika ingin naik jabatan di lembaga pemerintahan/ menjadi kepala pemerintah memang harus ada? Kalau ada, apa tindakan real dari KPK terkait isu pelumas tersebut yang pada kenyataannya masih sering terjadi?

Apakah saya ikut dipidana jika melaporkan pejabat yang meminta suap kepada saya?

Bagaimana cara KPK mencegah korupsi di DPR?

Apakah memberantas korupsi itu peristiwa penegakan hukum atau bukan? Kapan ia menjadi peristiwa hukum dan kapan ia bukan?

Mengapa definisi korupsi tidak hanya menyangkut "memperkaya diri sendiri", tapi juga "memperkaya orang lain"?

Bagaimana rasanya menjadi imam besar Masjid Istiqlal?

Sebagai imam besar masjid, bagaimana cara Bapak Nasaruddin Umar menjadi pengayom umat Islam Indonesia di tengah banyaknya ormas Islam di Indonesia?

Apakah ada program di Mesjid Istiqlal yang bertujuan agar anak-anak muda di Jakarta menjadikan Mesjid Istiqlal sebagai pusat untuk menimba ilmu tentang Islam? Jika ada lalu apa saja program tersebut?

Bagaimana tanggapan Bapak sebagai Imam ketika ada segelintir orang menautkan gerakan ISIS dengan Islam?

Bagaimana agar kita bisa umat Islam mudah berkomunikasi dengan mereka yang tidak memiliki agama/ atheis?

Bagaimanakah definisi Radikal dalam beragama?

Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan Islam lewat tradisi esoteris Syekh Siti Jenar?

Bagaimana menjadi pribadi yang bisa istiqomah?

Apa arti dari beriman tetapi belum berhijrah?

Seperti apa beban menjadi seseorang yang dikenal sebagai ulama?