selasar-loader

Apa yang Anda kenang dari "Komperta Bukit Datuk Dumai"?

Last Updated Dec 1, 2016

hNs4MQYpK7vYJFOBaueC5fD4tYQJNclF.jpg

9 answers

Sort by Date | Votes

 

Hasil gambar untuk komperta bukit datuk dumai

Sumber gambar via https://i.ytimg.com/ (SUM)

Singkat saja. Kenangan, Komperta Budat.

Puluhan bahkan ratusan, tak kan pernah cukup tuk diuraikan.

YKPP. 

TK, belajar gosok gigi, waktu kumur, gigi copot satu, nangis. Jam keluar main, dikejar kalkun, nangis lagi. Hahaha

SD, belajar berteman, belajar bersepeda. Jam keluar mainnya lari-lari ke kantin, jajan "jemaah".

Masa SMP, masa di mana mulai berani menjelajah komplek. Masa mengukir kenangan bersama teman, sahabat, bahkan musuh.

Di sekolah, Rabu Jumat senam pagi. Dilanjut razia rambut ala Pak Ramyunis, ahaha kucing-kucingan. Di kelas, kejar-kejar nilai, Bu Dewi selalu membuat Matematika menjadi pelajaran yang dinanti. Buk Yus macilkabet, ingat? Ahaha mata kecil "kacamata Batman".

Lalu, sabtu minggu, pramuka. Horee. Tak sedikit piala juara yang kita persembahkan di lemari pajangannya. "Buaya 05".

Di luar sekolah.

Lapangan cemara? Sore? Main gebug dengan bola kasti, rutin. Pulangnya badan merah-merah ahaha.

Rumah dikembar blok D? Minggu? Tamiya pagi-pagi, jam 10-nya ke rumah Apis, nonton parabola jemaah hoho.

 

Sasana Mitra hari Minggu biasanya jadi bioskop gratis, ckckck keren.

Sasana Tirta, berenang, Sasana Suka buat ujian karate.

Masjid Al-Muhajirin. Remaja masjid. Tiap ramadhan, tarawehnya rame. Pergi pulang ngejar bus, main mercun, sampe rumah kena marah, ahaha

Security. Yanto? Gak kenal. Gimana kalo Toyan? Horor mendadak ahaha

Om Johnny ular di Bb ujung masa gak kenal? Yang di ujung lapangan volley terpanjang di dunia itu lho ahaha

RSPD? Dokter Ana selalu siap buat ngurangin jumlah Gigi kalian hohoho.

Bapor? Jaman kita terkenal sebagai tempat berkelahi one on one. Ckckck

Jurassick Park? Ujung blok A, uji nyali sekalian iseng, dsitu tempatnya.

Kolam Mina patra? Awalnya buat mancing, ujungny curi-curi berenang ckckck.

Bunda? Les Bahasa Inggris. Great teacher.

Masing-masingnya punya kisah tersendiri. Cerita yang selalu bisa membuat tersenyum simpul kala mengenangnya. 

Setengah umurku di sana. Komplek yang rapi, bersih, terjaga, dan nyaman. Tempat kumulai melihat dunia di luar pintu rumahku. 

Belajar. Bermain. Berteman. Bersaing. Berkelahi. Tertawa menangis bersama. Mengenal lingkungan, memahami diri, melukis cerita bersama. 

Di dalamnya ada kalian, teman-teman yang tak tergantikan. Ada guru-guru yang dibanggakan. Ada kisah yang terukir dalam.

Terlalu banyak tuk diceritakan singkat, apalagi jika menyebut nama. Bahkan, beberapa hari lalu aku bertemu Pak Ismylove, saat itu juga terlintas kembali kenangan semenjak pertama mengenalnya. Terlepas dari Pak Jasman yang jadi ketua RT-ku dan Pak Long yang jadi langganan katering harianku. 

Seandainya bisa, aku ingin menapaki kembali kenangan-kenangan selama di sana sebab Komperta Budat saat Ini tak terawat.

Answered Dec 1, 2016

Gambar terkaitvia via via panoramio.com (SUM)

Komplek Pertamina Bukit Datuk Dumai.....hmmmm

  • Pulang sekolah di SD 3 YPP7 beli "Besi Berani" sama umang-umang dulu sambil nunggu bus sekolah
  • Manjat tower Madrasah, ngambil anak burung jalak
  • Mau beli alat tulis fotokopi ke Bursa
  • Kalau pagi bunyi sirine 1x tandanya aktivitas dimulai, kalo bunyi 3x wah gawat tuh!
  • Kerupuk kuah habis les Bahasa Inggris di tempat Bunda
  • Siomay Pakde sama Bakwan Bude
  • Belajar merokok di ujung lapangan volly panjang sambil sembunyi-sembunyi
  • Suasana masuk bulan Ramadhan menjelang lebaran yang paling berkesan, dari berbuka puasa, tarawih, sampe asmara subuh hahaha terlalu banyak kenangannya
  • Komperta Budat menjadi saksi biksu pertama kalinya merasakan cinta sihiiiyy
  • Tempat uji nyali C-59, arah rumahnya beda sendiri

aahhhhhhh terlalu banyak

tapi sekarang...

Answered Dec 2, 2016

Hasil gambar untuk komperta bukit datuk dumaivia i.ytimg.com (SUM) 

Masa kecil. 

Tidak pernah sedikit pun berpikir untuk berpaling mencintai Komperta Bukit Datuk. Tidak bisa dibandingkan sedikit pun dengan Komplek Pondok Indah. "Jauh!"

Di sana semua bagai ada. Walaupun hanya sebuah kota mini tapi semua ada. Mungkin karena tidak pernah tahu dulu seperti apa Jakarta. 

Setelah ke luar dari Komperta barulah tahu bagaimana rasanya kangen. Kangen semua hal di Bukit Datuk. Teman-teman, sekolah, main-main ke taman, Rumah Sakit, Danau buatan, gerbang Pertamina, semua Blok di Komperta, pokoknya semua. Walaupun panas, tapi udaranya masih bersih (dulu). 

Hey kau anak Budat!

Ada yang marah kalau dipanggil seperti itu. Akan tetapi, buat kita yang memang merasakan kecil di sana, panggilan seperti itu justru bikin dada kita kembang, dagu mendongak. Bangga!

Siapa bilang hanya hepi-hepinya aja, sedih pun jadi kenangan. Siapa bilang tukang roti keliling hanya Sari Roti atau Lau. Di Komperta, Abang Otoy saja sudah jadi laki-laki idaman tiap sore. Yes, roti kelapa. Tidak ada kelapa seenak kelapa Riau. Lebay!

Semua kenangan di Komperta Bukit Datuk memang tidak bisa dilupakan. Beruntung punya masa kecil berharga di sini. Berharga!

Answered Dec 2, 2016

Hasil gambar untuk komperta bukit datuk dumai

via scontent-sjc2-1.cdninstagram.com (SUM)

Wah seru-seru

Tentu saja Taman Mina Patra, tempat main ayunan, main jungkat-jungkit, main seluncuran, abis itu mancing ikan deh di sampingnya.

Terus ingat banget suka ada nonton layar tancap kali yaa di sasan suka pas hari Sabtu/Minggu tapi tidak setiap minggu. Sama kalau acara 17an, ahhh lomba-lombanya itu plus bingkisannya. Kenapa sepertinya zaman dulu itu enak banget yaaa?

Rindu serindu-rindunyaaaa

Answered Dec 2, 2016

Hasil gambar untuk bukit datuk dumai

via cdn2.tstatic.net (SUM) 

BUKIT DATUK DUMAI.

- istrik & air gratis 

- bus sekolah gratis

- telepon gratis

- berobat gratis

- perumahan dijaga 1 x 24 jam 

- fasilitas umum seperti taman bermain, rumah ibadah, sarana olahraga, hiburan (bioskop sasana mitra) lengkap dan terawat. Dulu yaa sekarangg ga tau deh hehe.

Terimakasih Pertamina. Sekian.

Answered Dec 2, 2016

Hasil gambar untuk bukit datuk dumai

via static.panoramio.com (SUM) 

Hidup di Komperta Budat kurang lebih sekitar 15 tahun. Berbicara kenangan selama waktu 15 tahun pasti banyak sekali. Singkatnya begini,

TK 

Bertemu banyak teman-teman dari berbagai blok rumah untuk pertama kalinya (setelah besar baru ngeh kalau temen waktu TK ternyata si "anu", si "itu", dll). TK-nya luas dengan sarana pembelajaran yang mumpuni. Ada binatangnya (kalkun dan burung gereja). Ada rekayasa lalu lintas lengkap dengan rambu-rambunya. Ada kolam pasir (kadang ada ee' kucing) dan ada perosotan tertinggi se-TK di Indonesia sepertinya sangat ekstrem dan menakutkan waktu itu (entah bagaimana awalnya si tukang desain perosotan bisa berpikiran membuat perosotan seperti itu)

SD

Di SD 3 YKPP banyak hal yang dipelajari. Ibu kepala sekolahnya dari kelas 1--6 masih sama, ibu Elinar D. Saya mengikuti lomba PBB (baris berbaris mewakili kontingen Kab. Bengkalis), mengikuti Dokter Kecil. Ketika lulus SD, belajar coret-coret baju pake pilox dan spidol.

SMP

Ikutan pramuka sampai bisa mewakili Indonesia ke Malaysia dalam agenda Kempori Muhibah 1997 di Malaka. Ada Pak Raymunis yang tegas, ada Pak Hendratmo yang sangar, dll (lupa). Ketika acara perpisahan, isi perform lagu Base Jam judulnya "Kenang" kalau tidak salah. 

Di luar urusan sekolah, mulai bermain naik motor keliling komplek (no helmet, no SIM is OK Bro), malam-malam les Bahasa Inggris dengan Mr. Fat di SMA YKPP sampai ada kejadian unik Si Cicin berkata makin* love terus dimarahin hahaha.

Main petak umpet di blok D sampai maghrib (tidak boleh masuk ke rumah karena kemaghriban). Main batu lion di BB04 (rumah Yudha) tiap sore. 

Kalau mau main cuma ke Dumai aja keluar dari Komplek Budat, cari buku, sepatu, ada Toko Tenaga Muda, Bioskop 88, dll.

Kangen mau main ke sana lagi tapi belum kesampaian saja.

Kenangan yang tak akan terlupakan di Komplek Budat.

Salam

Answered Dec 2, 2016

Gambar terkait

Kenangan Indah di Komperta Bukit Datuk Dumai

Komperta Dumai (Kompek Pertamina Dumai) atau disebut juga dengan nama Bukit Datuk (disingkat Budat) tempat tinggalku sejak duduk di bangku SD sampai tamat SMA, dan akhirnya harus aku tinggalkan demi menuntut ilmu ke Pulau Jawa.

Walaupun orang tuaku sekarang sudah tidak tinggal di luar Budat (tapi masih di kota Dumai) karena sudah pensiun, tapi main ke Budat saat pulang kampung adalah hal yang wajib dilakukan karena hati ini tak bisa menahan rasa rindu melihat tempat masa kecil bermain dan belajar.  

Rumah yang ditempati dulu yang ada di Budat adalah tempat yang paling tak bisa dilupakan, karena masih tertanam kenangan yang sungguh indah saat masa kecilku habiskan bermain di pekarangan rumah bersama teman-teman tetangga yang menempati rumah di sebelah saat itu. Permainan di luar rumah adalah hal yang paling seru dilakukan seperti tongkat dingin (biasa disebut petak umpet), kejaran jongkok, gala panjang, main karet, sampai menangkap ikan di parit terus dimasukkan ke bak mandi yang baru dibersihkan mama.

Patra Indah yang sudah lama ini namanya berubah menjadi Kinta adalah satu-satunya swalayan Budat yang merupakan tempat jajan paling keren bagi anak-anak Budat, rasanya kalau diajak orang tua bermain ke situ luar biasa senang, jajanan favoritku waktu itu adalah Donat Mesis dan roti tawar untuk sekalian bekal ke sekolah esok harinya. Ditambah, kalau di rumah sedang membuat jus Avokad, saya membeli es krim rasa vanilla sebagai pelengkapnya.

Kolam renang Sasana Tirta, kolam renang pertama yang paling banyak berjasa membantuku belajar berenang. Bersama adik-adik berangkat naik honda (baca: motor) bonceng 4, kita diajarkan oleh papa berenang di kolam 3 dan 4 dan pernah hampir tenggelam di kolam 4 karena kehabisan nafas saat latihan. Walaupun gratis, kolam renang ini difasilitasi 6 kolam yang besar dengan kedalaman berbeda, ruang bilas dan ganti yang luas dan bersih serta kafeteria yang sampai sekarang jujur saja belum pernah saya datangi karena tidak dibolehkan oleh orang tua mungkin karena mahal. Sehabis berenang, biasanya di rumah sudah disambut dengan nasi goreng spesial buatan mama.

Sekolah mulai TK, SD, SMP semuanya berlokasi di Bukit Datuk (sebelah-sebelahan). Berhubung mama adalah salah satu guru yang mengajar di SMP, jadilah setiap hari kami berempat (Mama, aku, dan 2 adikku) naik honda ke sekolah. Pulangnya, aku selalu mampir ke sekolah mamaku dan menunggu sampai mama selesai mengajar. Di sekolah mama ada banyak anak-anak seumuranku yang juga anak-anak dari guru-guru SMP. Jadilah kami bermain bersama di sekitar sekolah, mulai dari main kejar-kejaran, ratu dan raja, masak-masakan, memanjat pohon cemara yang ada di belakang sekolah, sampai menunggu di depan kelas tempat orang tua kami mengajar. Rindu sekali rasanya saat mengingat masa-masa itu.

Hal yang paling menakutkan kalau lagi sakit adalah diajak berobat oleh papa ke Rumah Sakit Pertamina Dumai (RSPD), duh rasanya ingin langsung sembuh sendiri kalau sudah membayangkan harus ke sana. Dari baunya saja sudah menggigil badan ini, apalagi saat nama dipanggil oleh perawat untuk diperiksa oleh Dokter. Sebisa mungkin, jangan sampai sakit daripada harus pergi ke RSPD.

Komperta Dumai juga tempat paling cocok untuk belajar naik kendaraan seperti sepeda dan motor karena kondisi jalan yang mulus dan sepi. Berhubung di Komperta jarang sekali ada angkutan umum, jadi rata-rata anak-anak SD saja sudah bisa mengendarai motor sendiri tanpa kaca spion dan helm tentunya, karena hal itu dianggap “cupu” waktu itu.

Semua anak-anak Budat pasti tahu bakso tusuk dan somay Pak De. Dengan mengendari motor, jajanan yang enak dan murah itu paling ditunggu-tunggu kedatangannya di depan sekolah ketika jam sekolah usai. Gado-gado Blok C yang ada di dekat lapangan volley juga paling laris untuk dijadikan lauk makan siang.

Hal yang paling dirindukan dari Komperta Dumai juga pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri  dan Natal karena di hari itu, kita bisa makan sepuasnya di setiap rumah yang merayakan karena adanya tradisi open house. Kebetulan saat itu tetangga saya adalah orang asli Palembang yang ibunya paling jago membuat berbagai macam masakan Palembang seperti mpek-mpek, tekwan, dan model. Jadilah saya bisa makan sepuasnya di hari raya itu. Paling senang juga kalau orang tua mengajak kita bersilahturahmi ke rumah bos-bosnya di mana makanan di rumahnya sudah pasti bermacam-macam dan nikmat rasanya. Ditambah kalau sore hari, biasanya bergantian dengan teman-teman sekolah yang mengajak untuk mengunjungi rumah-rumah teman yang merayakan. Selama dua hari berturut-turut, kegiatan open house  itu benar-benar membuat perayanan hari raya menjadi lebih seru dan menyenangkan.

Berhubung fasilitas yang serba gratis seperti listrik, air, dan gas, maka tidak mengherankan kalau semua rumah yang ada di Komperta rumah memiliki lebih dari 1 pendingin ruangan (AC). Kebiasaan tinggal di rumah yang seluruh ruangan difasilitasi pendingin ruangan inilah yang membuat awalnya saya merasa tidak nyaman (baca: kepanasan) saat pertama kali harus tinggal jauh dari orang tua.

Itulah beberapa hal yang paling saya kenang dari Komperta Bukit Datuk Dumai. Saya merasa sangat bersyukur bisa dibesarkan di sana, karena setiap orang yang pernah tinggal di sana pasti bisa merasakan kedamaian dan kehangatannya.

Answered Dec 2, 2016
Ahmad Fikri Arief Rasyid
Mahasiswa Fakultas Hukum UGM | Bukan Peserta Rumah Kepemimpinan

Hasil gambar untuk komperta bukit datuk dumai

Wah banyak juge orang Dumai, Riau ye di Selasar.com. Salam ajelah dari warge Pekanbaru yang lahir di Kampar dan pernah 8 tahun di Indragiri Hulu hehehe.

Gambar via scontent-sjc2-1.cdninstagram.com

Answered Dec 8, 2016

Komperta Bukit Datuk

Julukan Produk YKPP.

Ntah kenapa dulu kesal klo dikasi julukan ini. Krn dari TK, SD, SMP,SMA dihabisin disana. Biarpun dijulukin gitu, sekarang malah jadi kenangan yang klo diingat-ingat malah lucu.

Tiap sore klo pulang ke Dumai, pasti selalu jogging atau main sepeda keliling komplek. Berasa jadi pemilik jalan krn sepi.

Komplek yang paling berkesan itu Blok C. Main basket atau pun cuma duduk2 depan rumah kak putri di D78A klo gak salah

Answered Apr 23, 2018