selasar-loader

Bagaimana cara mengendalikan marah?

Last Updated Dec 1, 2016

Seringkali, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita mengalami salah satu jenis emosi, yaitu marah. Bagaimana cara mengendalikannya?

2 answers

Sort by Date | Votes
Rezha Taufani
Psikologi Sosial, Psikologi Politik, Psikologi Lintas-Budaya

FFLklwEj1lXPv-du8VT3NzP7r9X29xb3.jpg

Nah kebetulan sekarang ini isu "Intoleransi" sedang ramai dibahas nih, sekarang saya mencoba menjawab bagaimana tindakan intoleransi timbul secara mikro. Atau dengan kata lain melalui faktor individual sehingga memicu menjadi perilaku yang kita kenal dengan sebutan Intoleran.

Kemarahan merupakan salah satu faktor utama dalam tindakan atau perilaku intoleransi, karena dalam keadaan ini seseorang memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku yang irrasional, atau bersifat destruktif (merusak).

Marah bukan suatu kondisi, melainkan simptom atau gejala bahwa kehidupanmu sedang tidak seimbang. Ini disebabkan oleh kurangnya tidur, kurangnya asupan makanan yang cukup, bekerja setiap hari, jarang berolahraga dan tidak memiliki waktu untuk dirimu sendiri. Sehingga menimbulkan reaksi sensitif emosional (Eastridge, Dixie : 2013).

Nah biasanya kita selalu mengaitkan emosional itu marah, sebenarnya sedikit berbeda. Emosional itu termasuk rasa bahagia, sedih, bingung dan marah itu sendiri. Mungkin di Indonesia emosi yang paling terkenal Marah sih, makanya biasanya orang marah disebut "emosian". Padahal kalau orang bahagia terus bisa disebut emosian hehe

Beberapa faktor yang mendukung munculnya marah ada beberapa yaitu Anxiety (Kecemasan), Unstable Moods (Suasana hati yang tidak tentu), A Tendency toward impulsive behavior including problems with drugs or alcohol and an odd contradictory feeling toward those close to them (Kecenderungan terhadap perilaku yang impulsif termasuk masalah yang melibatkan obat-obatan terlarang dan alkohol serta kontradiksi perasaan yang aneh terhadap orang-orang yang dekat dengan mereka).

Nah ada beberapa mitos dan fakta psikologis menarik seputar marah itu yang bisa kita bandingkan, apa saja kira-kira?

1. Mitos  : "Ketika marah aku harus mengeluarkan luapan emosinya, karena itu menyehatkan."
    Fakta : Memang benar menahan rasa marah bukan hal baik, namun mengeluarkannya dalam                        bentuk yang agresif bisa merusak, dan bahkan bisa memancing amarah yang lainnya.
2. Mitos : "Marah, agresi, dan intimidasi membantu saya untuk mendapatkan respect dan apa yang                  saya inginkan"
    Fakta : "Kekuatan sejati tidak lahir dengan cara merendahkan orang lain, mungkin mereka akan                     takut dengan kamu, dan rasa menghargai tidak akan timbul dari sana. lebih baik                               mengkomunikasikannya dengan baik dan sopan."

Kadang yang menjadi masalah adalah bagaimana kita mengekspresikan rasa marah tersebut, dan rata-rata banyak yang menunjukkannya dalam bentuk yang dekstruktif seperti membentak, melakukan kekerasan fisik, merusak lingkungan sekitar. Namun jika dilihat dari sudut mental itu menunjukkan rasa ketidakmampuan seseorang dalam mengelola dan mengontrol dirinya sendiri sehingga ketika mereka sadar yang ada kadang hanya ada rasa penyesalan atas segala perbuatan mereka yang merugikan orang lainnya.

Ada beberapa cara untuk mengatasi permasalahan seperti ini seperti :
- Ambil Nafas yang panjang dan teratur lalu mengulanginya hingga kamu merasa telah tenang
- Berolahraga dapat mengatur kembali energi yang tidak teratur yang sedang dipendam kamu
- Mendengarkan musik, membayangkan tempat favoritmu dapat membantu menenangkan pikiranmu
- Pijat bagian lehermu dan pundakmu untuk melemaskan tegangan otot kamu
- Menghitung sampai 10, lalu ulangi dari awal secara terus menerus

Setelahnya coba kamu pikir keadaan realitas setenang dan objektif mungkin, barangkali ada beberapa hal yang kamu lewatkan saat kamu mengalami emosi seperti ini seperti :
- Apakah ini layak menjadi hal untuk aku permasalahkan?
- Apakah ini layak menjadi hal yang bisa menghancurkan hariku?
- Apakah yang aku rasakan saat ini benar?
- Adakah hal lain atau solusi yang bisa aku perbuat?

Kalaupun memang apa yang dihadapi adalah suatu masalah yang besar, pikirkan secara matang bagaimana bisa mengolah semua energi ini agar menjadi energi produktif agar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi, karena tak segala masalah harus diselesaikan dengan emosi. Coba periksa kembali apakah kemarahan kamu bisa menjadi masalah?

"From mind to your Words
 From words to your Act
 From Act to your Habit
 From Habit to your Character
 Your Character shape Destiny"
- Lao Tzu

Answered Jan 9, 2017
Prasetyo Aji Laksono
Mahasiswa FISIP UI 2015 | Rumah Kepemimpinan angkatan 8

Amarah merupakan emosi yang kerap dirasakan oleh setiap manusia. Hal ini disebabkan berbagai alasan di antaranya adalah ada sesuatu yang kita tidak suka dan berkenaan sesuatu yang kita anggap berharga. Oleh sebab itu lantas membuat kita marah dan emosi kita memuncak.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan seseorang untuk mengendalikan amarahnya. Sebagai seorang muslim, saya kerap mendapat nasihat bahwa kita tidak boleh marah dan Tuhan akan menjanjikan surga pada hambanya. Saran ahli agama yang diberikan yakni apabila kita marah saat berdiri, maka disarankan untuk duduk. Apabila marah saat posisi duduk, maka kita diminta untuk berbaring. Apabila masih marah saat berbaring, maka disarankan untuk mengambil air wudhu dan shalat dua rakaat lalu kemudian beristighfar. Hal ini disebabkan amarahnya kerap datangnya dari setan, maka wudhu dan shalat menjadi obat atas godaan setan tersebut.

Ada kasus di mana seseorang apabila marah, maka ia melempar barang-barang di sekitarnya dan berteriak sekeras-kerasnya untuk menumpahkan amarahnya atau terkadang seseorang memilih untuk diam sejenak dan pergi dari keramaian supaya dapat menenangkan diri terlebih dahulu. Namun, apabila dalam meluapkan amarah dapat merugikan orang lain dan menyakiti diri sendiri, maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena akan menimbulkan masalah baru dan menambah rasa sesal yang kemudian rasa marah tersebut kembali dirasakan. Saya pribadi lebih setuju apabila seseorang sedang marah, maka yang harus dilakukannya adalah mendekat dengan Tuhannya sebab dengan berdekatan dan mengingat Tuhan akan membuat hati menjadi lebih tenang dan tenteram. Menurut saya, memang sudah menjadi kodratnya seorang hamba ingin selalu berdekatan dengan Tuhannya dan yang menghalangi mereka untuk menjauh adalah rasa ego yang ada pada dirinya.

Answered Jan 1, 2018

Question Overview


3 Followers
699 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?

Apa tips/trik yang bisa dilakukan dalam 5 menit dan bisa mengubah hidup kita di masa depan?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa sepatah kata/nasihat yang Anda berikan kepada generasi muda berusia 15-20 tahun?

Apa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dan membuat Anda bahagia?

Bagaimana cara sederhana/singkat menjadi orang yang rapi dan teratur?

Apa satu kebiasaan Anda yang membuat hidup Anda sangat produktif?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?

Bagaimana cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman?

Apa yang akan kamu lakukan bila hidupmu tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan?

Bagaimana cara berhenti melukai diri sendiri?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?