selasar-loader

Apa cita-cita Anda sewaktu masih kuliah dan apakah berubah setelah 1 tahun bekerja?

Last Updated Aug 24, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Alumni Salah Satu Universitas Negeri di Depok

kDYmenp2Rd19tXB-eBu0Ba5loFo94jrw.jpg

Sejak SMA, saya bercita-cita menjadi business man. Karena cita-cita itulah saya memutusakan untuk kuliah di sekolah bisnis yang (ditengarai) memiliki reputasi paling baik di Indonesia, Fakultas Ekonomi (dan Bisnis) Universitas Indonesia. Tempat saya dan banyak orang besar lain di Indonesia dalam menuntut ilmu. 

Jadi sebenarnya cita-cita apa yang akan saya canangkan sebenarnya bukan sejak mengenyam bangku perkuliahan, tetapi justru sejak di tahun-tahun ketika SMA dahulu. Nah, menjadi business man dalam pandangan saya dahulu se-sederhana menjadi seorang pedagang, baik barang ataupun jasa. Sangat sederhana.

Sampai akhirnya saya ketahui kemudian (dalam akumulasi informasi selama kuliah) bahwa menjadi pengusaha yang benar adalah menjadi seorang value creator yang dapat mengubah bencana menjadi peluang, mentransformasi keadaan yang good menjadi great, atau memecah kebuntuan menjadi jalan keluar untuk banyak orang. 

Tidak sesederhana menjual barang dan jasa. Salah kaprah yang cukup fatal.

Dengan definisi yang semakin luas inilah maka secara logis saya membutuhkan "bekal" yang cukup agar ketika waktunya tepat nanti, proses value creation bisa saya lakukan dengan mudah dan optimum. Untuk itu saya memutuskan untuk menginvestasikan diri saya untuk "belajar" di beberapa "kampus" setelah lulus kuliah. 

Saya pernah "belajar" di lingkungan universitas, perusahaan komersil, NGO sampai belajar langsung selama lebih dari satu tahun ke salah satu professor di FEB UI. 

Jadi jika pertanyaannya adalah apakah terjadi perubahan cita-cita ketika masih kuliah dan ketika paska kuliah, terutama sejak 1 tahun berada di lingkungan paska kampus, jawabannya adalah tidak. 

Pekerjaan yang saya lakukan dari tahun pertama kuliah hingga hari ini, merupakan rangkaian jalan menuju cita yang saya citakan sebelumnya. In line dan konsisten.

Answered Aug 25, 2017
Pepih Nugraha
Percaya dan yakin bahwa karir bisa dibikin sendiri

-Ky1zCNs3w-rr2XB0BgsxeFCws4BzrNi.jpg

Cita-cita saya sejak SD, SMP, SMP, saat kuliah sampai bekerja di sebuah industri media ternama tidak berubah, yakni ingin menjadi penulis, khususnya penulis buku-buku cerita, fiksi, novel, atau sebangsanya. Tidak pernah ada cita-cita lain yang melintas di benak saya sepanjang hidup saya di masa lalu. Pada masa kecil, kawan-kawan saya menyatakan ingin menjadi dokter, insinyur, dan astronot. Saya ingin menjadi penulis dan menjadi bahan tertawaan.

Bermula ketika saya demikian keranjingan membaca buku-buku cerita yang disediakan Perpustakaan SD Ciawi I di mana saya bersekolah. Saya membaca hampir semua buku cerita yang menjadi koleksi perpustakaan itu sejak kelas tiga SD dan berlanjut sampai kelas enam. Buku yang sangat berkesan yang kemudian saya ingin menjadi penulis adalah buku cerita berbahasa Sunda berjudul "Budak Teuneung" (Anak Pemberani) karya Samsoedi. 

Demikian memikatnya cerita "Budak Teuneung" sampai-sampai saya menganggap hal itu sebagai kebenaran, sesuatu yang benar terjadi. Untunglah almarhum ayah saya menjelaskan bahwa apa yang ada dalam buku itu hanya cerita rekaan belaka, yang dikarang oleh seorang penulis dalam hal ini Samsoedi. "Kamu juga bisa menulis seperti itu," kata ayah.

Saya abaikan perkataan ayah, lebih banyak tenggelam dalam tumpukan buku. Buku lain yang menggugah saya sehingga saat itu berpikir kalau bisa menulis cerita seperti Samsoedi itu keren adalah "Si Boncel" dan "Malin Kundang". Dua-duanya boleh dibilang cerita rakyat, yang satu mewakili tanah Parahyangan, yang satu mewakili daratan Sumatera. Dua cerita itu mengasyikkan bagi saya, tetapi sebenaarnya temanya sama; anak yang durhaka pada orangtua!

Kelas enam saya mulai memberanikan diri menulis cerita, lalu dikirim ke Mingguan Pelajar. Dimuat, tetapi tidak pernah diberi honor. Beranjak ke SMP dan SMA, barulah saya mulai menulis cerita pendek dan bisa langsung dimuat di majalah atau mingguan terbitan Jakarta. Dimuat dan diberi honor. Sejak saat itu cita-cita saya sebagai penulis tidak tergoyahkan sampai duduk di perguruan tinggi.

Tahun pertama bekerja di Harian Kompas rentang 1990-1991, cita-cita saya ya tetap menjadi penulis. Makanya saat itu saya bisa membuktikan bahwa saya mampu menembus halaman Opini Kompas yang "angker" itu karena diisi oleh para penulis top, sedang saya hanya seseorang yang mulai memberanikan diri menulis di Kompas. Tidak disangka-sangka, Opini saya dimuat Hari Rabu, 20 Juni 1990, dan tanggal ini merupakan titik balik saya untuk menancapkan tonggak sebagai penulis.

Kemudian saya menjadi jurnalis, sebuah profesi yang tidak jauh-jauh dari urusan menulis. Sebelum menjadi jurnalis Kompas, saya aktif menulsi fiksi di berbagai majalah terbitan Jakarta. Jadi, cita-cita saya tidak pernah berubah sejak dari SD sampai satu tahun pertama bekerja. Cita-cita saya tetap, yaitu penulis.

Menjadi penulis, itulah hidup saya. Dengan menulis, saya bisa menghidupi diri dan keluarga. Kalau ada orang bertanya apa yang sedang dan akan saya lakukan setelah ini. Jawaban saya pasti; tetap menulis!

***

Answered Aug 28, 2017

Question Overview


4 Followers
413 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apa pekerjaan favorit generasi milenial?

Apa yang menyebabkan seseorang resign/pindah kerja ke tempat lain?

Mana yang lebih disukai anak muda zaman sekarang yang baru lulus, jadi PNS, kerja di salah satu BUMN, karyawan swasta, atau bikin startup/berwirausaha?

Bagaimana cara agar kita dapat memiliki capaian karier yang baik di perusahaan?

Mengapa durasi kerja harus delapan jam per hari?

Bagaimana sistem pembayaran driver Gojek? Apakah mereka menerima semua atau ada sistem komisi dengan perusahaan Gojek?

Apa rutinitas yang biasa anda lakukan ketika jenuh dengan pekerjaan?

Apa alasan terbaik untuk pindah tempat kerja?

Apakah menjadi orang kaya itu penting?

Apa yang seharusnya dicari perusahaan dalam merekrut tenaga kerja agar bertahan lama di perusahaan?

Bagaimana pilihan karier terbaik untuk perempuan?

Bagaimana cara memutuskan antara bekerja, berbisnis, dan melanjutkan S2?

Selain menjadi akademisi, karier apakah yang menuntut seseorang meraih pendidikan formal setinggi-tingginya?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana cara meniti karier sebagai seorang selebriti?

Apa yang membuat daya tawar seorang fresh graduate besar di mata perusahaan?

Mengapa seorang lulusan fakultas ekonomi/bisnis sangat menginginkan bekerja di Konsultan Asing/Perusahaan FMCG?

Pekerjaan apa yang paling Anda idamkan setelah kelulusan?

Berapa jumlah gaji yang pantas diterima oleh seorang fresh graduate perguruan tinggi?

Skill apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang pekerja profesional di 3 tahun masa kerjanya?