selasar-loader

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis?

Last Updated Dec 1, 2016

11 answers

Sort by Date | Votes
Elfrida Dwiyanti
Hello. I am communication student in University of Indonesia

Membiasakan diri untuk menulis, apapun topiknya, serta sering membaca tulisan-tulisan penulis yang kredibel. Tema tulisannya bisa apa saja. Lama-kelamaan, kita bisa mengetahui tulisan yang baik dan bagus. Dari situ juga kita bisa menemukan writing style atau gaya menulis kita sendiri.

Answered Jan 13, 2017
Ilham Fauzi
pemimpi, penggila sepakbola, pengagum kreativitas

perbanyak baca, perkaya kosakata, perbanyak referensi, perbanyak nulis, konsisten dengan value yang ingin dikontribusikan dibdalam tulisan.

dan terkadang, pake sentuhan hati dan antusiasme. apa yg berasal dari dalam (hati) biasanya membekas di pembaca lebih dalam. serta menularkan antusiasme.

Answered Jan 13, 2017
Wisnu M.R.
Mahasiswa Fak. Peternakan

Banyak baca buku, menulis terus, dan baca lagi hasil tulisanmu di kemudian hari (evaluasi).

Answered Jan 13, 2017
Eko Permadi
Journalism and Law

Banyak membaca buku, mengikuti informasi terkini dan berdiskusi.

Membaca buku akan memberi kosa kata yang baru bagi kita selain ilmu dan informasi. Manfaatnya untuk merangkai kata yang bagus dalam menulis.

Mengikuti informasi terkini membuat kita memahami perubahan-perubahan yang terjadi disekitar.

Lalu berdiskusi, adanya saling tukar informasi dan pemahaman yang baru. Membuat wawasan kita lebih luas.

Answered Jan 17, 2017

Pengalaman pribadi, seperti yang lain saya banyak membaca. Biasanya koran dan majalah. Ketika saya akan menulis feature, misalnya, saya membaca feature kompas dan majalah tempo. Dari situ saya bisa merasakan gaya penulisan yang menarik dan diksi-diksi yang sebelumnya belum pernah saya dengar. 

Satu hal yang penting selain menulis adalah editing pasca penulisan. Saya biasanya meninggalkan tulisan saya selama beberapa saat sebelum kembali melihat kembali dan mengedit.

Answered Jan 17, 2017
Wilingga Wilingga
Menulis, menulis, menulislah

Tentunya banyak membaca, jika kita tak membaca jangan harap menulis dengan baik.

Answered Jan 17, 2017
J.S. Khairen
Author | Jombang itu bahasa Minangkabau, googling aja jgn males | @JS_Khairen

Menulis saja.

Itu sudah.

Answered Jan 18, 2017

Banyak membaca, lalu buat artikel. buat blog pribadi. jika sudah terbiasa, lanjut dengan menulis makalah, resensi, dan paper. Agar tulisan kita banyak mendapatkan masukan dan penilaian dari orang lain.

Answered Jan 18, 2017
Indria Salim
Motivasi sangat penting. Setiap orang punya motivasi, lemah atau kuat.

Seperti halnya keterampilan di bidang lain, menulis perlu banyak berlatih. Menulis perlu dijadikan kebiasaan, atau kewajiban selayaknya kita wajib makan dan minum agar badan tetap sehat dan tidak kekurangan gizi.

Kita bisa mendapatkan banyak tips dan trik tentang menulis, jurus jitu menulis, dan kalau kita simak -- pada umumnya menyarankan beberapa hal yang perlu kita laksanakan, antara lain:

#1 - Banyak Membaca -- buku fiksi, buku non-fiksi, materi bacaan lainnya. Untuk mendapatkan asupan gizi buat bekal menulis, disarankan kita membaca buku-buku yang baik dan bermutu. Baik bahasanya, baik isinya, bermutu dalam arti ada yang bisa kita petik sebagai pelajaran dan hikmah membaca.
Setiap individu punya preferensi dan kapasitas unik. Buku yang baik dan bermutu bagi satu orang, belum tentu dianggap baik dan bermutu bagi lainnya. Walau demikian, buku yang benar-benar "bermutu dan layak menjadi acuan" biasanya memang menjadi karya yang melegenda, mendunia, menjual, menarik, meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca, dan menguntungkan bagi penerbit (dan sekaligus penulis atau pengarangnya), sahih dan bisa dipertanggungjawabkan akurasinya (ini khususnya untuk materi non-fiksi).

#2 - Membaca selayaknya melahap kudapan favorit
Membaca dengan antusiasme dari dalam diri, membuat kita selalu ingin menyerap sebanyak mungkin hal yang kita baca, memahaminya, mencari celah misteri daya pikatnya, membaca yang tersirat dengan mengembangkan pola berpikir kritis, dan memindahkan semangat penulis menjadi semangat pembaca untuk keinginan menulis karya sendiri.

#3 - Menulis tidak perlu menunggu suasana hati. Jadikan menulis sebagai rutinitas, entah itu rutinitas pagi, saat beristirahat di tempat kerja, atau malam hari menjelang tidur. Ada ungkapan, kebiasaan itu lama-lama akan menjadi kebutuhan. Nah, untuk meningkatkan kemampuan menulis, tingkatkan jam terbang yang asalnya adalah pembiasaan dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan, lalu juga kebutuhan.

#4 - Sebagai orang yang ingin meningkatkan kemampuan menulis, ada baiknya bila pikiran dan wawasan itu dibiarkan terus berkembang dan terbuka. "Unlimit your mind, unlimit yourself," ini sebenarnya pengingat diri (saya) sendiri.
Sebelum benar-benar tahu apa yang kita mau, tulisan seperti apa yang ingin kita jadikan ciri khas pribadi atau profesi, banyak menyerap sumber informasi relevan, banyak mendengarkan saran para ahli, banyak mengeksplorasi diri sari sisi tekhnis maupun substansi, semua potensi diri kita optimalkan.

Apakah sampai sejauh ini pendapat saya itu normatif, atau setengah normatif -- dan setengahnya praktis empiris, atau bahkan kedengaran seperti omong kosong? Jawabannya tentu terserah pembaca. Saya hanya menuliskan apa yang saya alami saja sebagai pembelajar, dan praktisi kepenulisan.

#5 -- Menekankan kembali poin #1, #2, dan #3. Tingkatkan kemampuan menulis dengan banyak membaca, banyak praktik menulis, dan terus menulis. Itu sudah. Salam!
*) Catatan: Kemampuan menulis bisa mencakup pengertian "menulis" dalam arti yang lebih luas daripada sekadar menulis buku, menulis di blog, menulis tugas kuliah, menulis status di dunmay, -- ah! -- 18.01.2017 @IndriaSalim

#Menulis
#PengembanganDiri

Answered Jan 18, 2017
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Dreamer. Trying to leave good marks as my legacy.

6sUZslZMbgxO4kcpxLRkxiD73m9fkH-m.jpg

via ajhileman.com

Sering-seringlah menulis.

Iya, sesimpel itu.

Karena lama-lama nanti kita akan bisa menemukan gaya menulis yang kita sukai, mengetahui gaya menulis yang baik, dan menemukan jenis tulisan yang dapat bermanfaat bagi pembaca kita.

Answered Feb 9, 2017
Florensius Marsudi
Ayah satu putri...

z3Jd9ZJxthiWkAHCcRhsssyARMQiqVPS.jpg

via wordpress.com (FR)

Pertama, banyak membaca, membaca, dan membaca.

Kedua, banyak berlatih, berlatih, dan berlatih menulis.

Ketiga, belajar berdisiplin dalam menulis. Disiplin dalam menggunakan tanda baca, beralur tulis, dan seterusnya.

Answered Apr 3, 2017

Question Overview


18 Followers
1008 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa tips/trik yang bisa dilakukan dalam 5 menit dan bisa mengubah hidup kita di masa depan?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa sepatah kata/nasihat yang Anda berikan kepada generasi muda berusia 15-20 tahun?

Apa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dan membuat Anda bahagia?

Bagaimana cara sederhana/singkat menjadi orang yang rapi dan teratur?

Apa satu kebiasaan Anda yang membuat hidup Anda sangat produktif?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?

Bagaimana cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman?

Apa yang akan kamu lakukan bila hidupmu tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan?

Bagaimana cara berhenti melukai diri sendiri?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Bagaimana cara membuat suatu konten menjadi viral? Apa ada tips khusus?

Siapa pengarang buku favorit Anda? Apa alasan Anda?

Apa kriteria seorang Content Writer terbaik?

Bagaimana perkembangan Wordpress kini dan apakah Wordpress sebagai platform blogging masih relevan saat ini?

Mengapa orang Indonesia tidak punya sistem penulisan sendiri?

Apa yang membuat Anda kembali ber-Selasar?

Adakah perbedaan antara menulis skenario dengan menulis pada umumnya?

Istilah-istilah apa sajakah yang perlu dipahami dalam penulisan skenario?

Nutrisi apa yang paling direkomendasikan untuk seseorang pelajar yang dapat meningkatkan daya serap atas informasi? Mengapa?

Kemampuan penting apa yang bisa dipelajari hanya selama 5 menit?

Kemampuan apa saja yang paling penting untuk dimiliki bagi seorang CEO perusahaan?

Apakah untuk mengetahui potensi bakat dan kemampuan seseorang dapat dilakukan melalui sidik jari?